Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Kasihan


__ADS_3

Seoul, Korea Selatan.


Ella membersihkan ruangan penting untuk tempat pertemuan di rumah keluarga Jaya yang akan dilakuan jam 8 malam nanti. Dia bekerja sendirian tanpa ada satu pelayan pun nyang membantunya. Alasannya sudah sangat jelas kalau keluarga jaya melarang para pelayan membantu wanita itu.


“Jika sampai ada barang yang rusak karena ulahmu, maka terima hukumanmu!!~~” suara lantang seorang pria yang sudah mulai berkeriput di usianya yang sudah mencapai setengah abad terdengar menggelegar di ruangan rumah yang sangat luas itu.


Ellla diam mematung di depan lemari hias yang sedang dia bersihkan, suara lantang Ayah mertuanya yang selalu berbicara kasar dan sarkas pada dirinya selalu berhasil membuat diri wanita itu ketakutan.


Ella diam dengan tubuh gemetaran, dia menunduk sambil mencengkram erat kain lap yang dia pegang.


“Jawab aku!!~~” bentak Tuan Jaya Papa Mertua Ella.


“i..iya.. Pa,” jawab Ella.


“Pa? Siapa Papamu sialan, mana sudi aku punya menantu seperti dirimu, tau posisimu di rumah ini, kau hanya aib bagi keluarga ini sialan!!” ketus tuan Jaya sambil berjalan menuju ruang kerjanya.


“Ada apa pa?” tanya Erik yang mendengar suara Papanya menggelegar di dalam ruangan itu.


“Ck... kenapa tak kau ajari istrimu yang jelek itu untuk berpenampilan lebih baik Erik, dia membuat keluarga ini malu, ini benar benar menjijikkan, aku tidak sudi dia menjadi menantu ku,” ucap tuan Jaya dengan suara besar, dengan sengaja agar Ella mendengar kata katnaya.


Telinga Ella sudah kebal mendengar penghinaan itu, entah apa lagi yang akan mereka katakan tentang dirinya tetapi dia sudah mulai terbisa dengan suara suara jahat itu dan ejekan ejekan sarkas dari keluarga suaminya itu.


“Ck... aku tidak tau kalau dia hanya bunga semusim yang akan layu setelah kami menikah pa, kalau aku tau aku tidak akan memilihnya jadi istriku!“ Ketus Erik.


Sraaakkkk~~


Hancur sekali hati Ella, entah kenapa bukan hanya sekali dua kali dia mendengar kata kata jahat dari keluarga Jaya, bahkan sudah berkali kali, tetapi penolakan dari orang yang dia cintai justru yang terdengar paling menyakitkan baginya.


Ella, dia menunduk sambil menahan tangisannya, dia menenggak kasar kasar kesedihan dan penderitaannya, tangannya terus membersihkan apa saja yang ada di depan matanya. Jangan sampai dia terlambat membersihkan sebab jam sudah menunjukkan pukul 6 sore yang berati dua jam lagi pertemuan akan dilaksanakan.


Ella mempercepat gerakan tangannya, telinganya masih saja menangkap kata kata kasar dari suami dan Papa mertuanya yang membicarakan tentang bagaimana dirinya bisa semakin jelek setiap harinya. Bahkan mereka sampai menyinggung tentang Ella yang tidak punya orangtua dan menyalahkan kakek nenek Ella yang tidak bisa mendidik Ella dengan baik.

__ADS_1


“Dia tidak dididik oleh orangtuanya dengan benar Pa, makanya dia seperti itu, aku akan mengajarinya bersikap lebih baik, aku tidak ingin orang orang tau kalau seorang keturunan Tuan Jaya dan nyonya Kim klan Silla ternyata menikah dengan seorang wanita alien seperti dirinya, aku akan sangat malu jika memberitahukan itu pada orang orang,” jelas Erik yang duduk di ruang depan yang bersebrangan dengan ruang kerja tuan Jaya yang hanya dibatasi dengan lemari penyekat berisi rak buku.


Erik duduk di ruang depan sambil memakan kuaci dan membuang kulitnya sembarangan padahal Ella sudah bekerja keras membersihkan ruangan itu.


“E.. erik... jangan buang kulitnya di lantai, kamu bisa membuangnya di kotak kecil itu, lantainya jadi kot....


Prakkkkkk


“Hoishshh sialan, siapa kau berani beraninya mengaturku hah, aku mau makan disini , mau makan disana terserah padaku, kenapa jadi kau yang sewot, ini rumahku dan kau tidak berhak mengaturku dasar wanita tak berpendidikan!!” teriak Erik setelah dia melemparkan piring tempat kuaci itu ke arah Ella dan sekali lagi berhasil menghantam kening wanita itu.


“grrghhhh sialan, apa yang harus kulakukan, pria ini benar benar harus di beri pelajarana,” gumam seseorang yang tak lain adalah Sasha, kepala pelayan termuda di rumah itu. Dia menatap keluarga Jaya dengan tatapan geram dan kesal karena Ella terus menerus disiksa oleh keluarga itu.


“Ckkk si nyonya muda ini juga kok diam aja diperlakukan begitu? Terlalu baik atau bloon sih!?”, gerutu Sasha sambil menatap mereka dari balik dinding penyekat ruangan depan denagn ruang tengah rumag itu.


Ella meringis kesakitan, dia tak berani membalas Erik, dia sudah diselimuti dengan ketakugan dan berbagai ancaman yang diberikan oleh Nyonya Jaya yang selau terngiang ngiang di kepalanya tentang keselamatan kakek nenek serta sahabat sahabatnya.


“ma.. maaf, aku hanya mengingatkan karena acaranya akan di mulai dua jam lagi, ka.. kalau lantainya kotor lagi nanti takutnya tidk sem..


Grepp..


“sudah berani ya kau menjawabku wanita pembawa sial!?” geram Erisk sambil mencekik leher Ella dengan kuat .


Wajah Ela memerah, air matanya mengalir dari kedua pelupuk matanya. Nafasnya benar benar tercekat akibat cekikan Erik di lehernya. “ku... kumohon lepaskan aku..” suara Ella terdengar lirih dan sesak, nafasnya mulai tersengal sengal, dia menatap Erik sambil menagngis.


“Tuan muda Erik, sepertinya kita harus mempercepat kebersihan ruangan tamu, karena acara akan dimulai satu setengah jam berjalan mulai dari sekarang, Jika anda masih memiliki waktu untuk ini, maka lebih baik gunakan waktu itu untuk mempersiapkan diri anda tuan, karena tamu akan datang satu jam lagi,” Sasha dengan berani berbicara di tengah ruangan itu meski resikonya adalah terkena amukan dari Erik meski hal itu tidak akan pernah terjadi sebab Sasha adalah orang kepercayaan di rumah itu menggantikan Ayah Sasha yang sudah pensiun.


“Ck... sialan...” umpat Erik sambil melemparkan tubuh Ella ke atas lantai.


Brukkk.... Ella terjerembab ke atas lantai, lututnya terluka karena tergores dengan sudut meja yang terbuat dari kaca.


“Apa waktu berjalan secepat itu Sasha, kau menggangu kesenanganku saja,” ketus Erik sambil mengeluarkan sapu tangan dari kantong baju nya dan membersikan tangannya yang mencengkram leher Ella tadi.

__ADS_1


“Maaf tuan, saya hanya menbgingatkan waktu anda, jika anda tida ingin malu pada tamu besar kali ini, maka segera persiapan diri Anda,” ucap Sasha dengan sangat tenang sungguh mental wanita ini benar benar sudah teruji.


“Mohon segera menyiapkan diri,” ucap Sasha lagi sambil membungkuk hormat dan berbicara dnegan nada memaksa.


“Erik, segera siapkan dirimu, ikuti apa kata Sasha, jangan buat malu keluarga ini, “ ucap tuan Jaya yang sudah selesai dari ruang kerja nya setelah mengecek beberapa berkas yang akan dibahas bersama malam ini.


“Baik pa, iya.. iya.. lagian kenapa juga aku harus menuruti kata kata pembantu ini,” ketus Erik sambil melirik kesal pada Sasha yang selalu memasang wajah tegas.


“Erik, jangan banyak bicara,ikuti saja, kalau kau merasa sudah bisa mengurus segala sesuatunya sendirian maka kau bisa memecat Sasha, kalau kau mampu,” ucap tuan Jaya yang sudah berjalan menuju ruangan lain di rumah itu.


“Ck... baiklah baik aku menurut, “ ketus Erik smabil berjalan menuju lantai dua.


“Puas kau?!” ketus Erik saat dia melewati Sasha.


“Maaf membuat anda tidak nyaman tuan muda Erik,” jawab Sasha lagi lagi dengan nada formal.


Kedua manusia egois itu menghilang dari ruangan.


“fyuhh... menyebalkan..” ketus Sasha .


“Ella berdirilah, cepat, aku tak bisa menolongmu, kita diawasi disini,” ucap Sasha yang sudah berdiri didekat Ella.


“aku ...” Ella menghentikan kata katanya, dia berdiri menahan sakit akibat luka baru di kakinya.


“Maaf membuat kekacauan,” bisik Ella sambil mengambil kembali sapunya dan mulai berjalan dnegan pincnag dan memebersihakn ruangan itu lagi seornag diri.


“Asataga, kasihan sekali anda nyonya muda, padahal dulu anda ornag yang sangat baik dan ceria, tetapi sekarang layu karena perbuatnakeji orang ornag di rumah ini,” gumam Sasha sambil meantap foto keluaga Jaya yang terpampang jelas di ruangan itu.


“aku yang akan menghancurkan kalian..” batin wanita itu.


.

__ADS_1


.


Like, vote dna komen


__ADS_2