Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Apa pun akan Daddy lakukan


__ADS_3

📍DRG grup


Ki Jeong memijit pelipisnya, dia berada di dalam ruangannya saat ini, Karina sendiri dia bawa ke dalam ruang kantornya dan dia masukkan ke dalam kamar pribadi miliknya yang tersedia di dalam ruangan itu.


Belum pernah sejarahnya Ki Jeong membawa seorang wanita ke dalam ruangan pribadinya.


Karina masih di dalam kamarnya, gadis itu terlelap dalam kondisi mabuk,benar benar membuat Ki Jeong kesulitan.


drrtt... drrrtt....


Ponsel Karina yang di bawa oleh Ki Jeong saat mengangkat gadis itu berbunyi pertanda ada panggilan masuk.


"Sasha? loh bukannya ini Sasha? si gadis wajah pocket itu?" gumam Ki Jeong saat dia melihat wajah Sasha di profil penelpon yang menghubungi Karina.


Ki Jeong mengangkat panggilan itu.


" Karina, apa kau di kantor? jam berapa kau pulang, aku akan datang ke rumah mu, Kita perlu membahas sesuatu tentang Ella, ini benar benar darurat, pria gila itu membawa selingkuhannya kesini dan Ella... Halo?? Karina kau disana? hei,yaaakkk Cha Ha Reum!!" teriak Sasha dari sana karena tak mendengar respon Karina.


" Jangan berteriak Sasha, kau bisa menyakiti telinga mu," ucap Ki Jeong dengan nada datar dan dingin seperti biasa.


Di seberang sana Sasha terkejut bukan main saat mendengar suara Ki Jeong disana, pria yang membuatnya berdegup.


"Pa.. Pak Hong? loh... ke.. kenapa bisa, ini kan ponsel Karina!??"Sasha terdengar shock.


"Ahh jadi kau teman si pembuat onar itu? dia sedang tidur, kau datanglah ke DRG grup pukul 6 sore aku butuh bantuanmu," ucap Ki Jeong pada intinya.


"Apaaaa!!!!" Sasha berteriak kencang bahkan sampai membuat Ki Jeong menjauhkan ponsel itu dari telinganya.


"Yaaakk... Sasha sudah kubilang jangan berteriak, kau membuat telingaku sakit, kebiasaanmu masih sama dasar!!" ketus Ki Jeong.


"Aduh maafkan aku Ki Jeong, astaga apa yang terjadi? tidur maksudnya bagaimana? aku tak mengerti?" tanya Sasha lagi.


"Ckk panjang ceritanya, pokoknya datang saja satu jam lagi, kami akan selesai, sudah ya kututup panggilannya, " ucap Ki Jeong.


"Ehh ta.. tapi.. baiklah," jawab Sasha yang terdengar bingung dengan situasi saat ini.


Yang benar saja, temannya tidur? tidur seperti apa maksudnya? apa tidur bersama atau....


kembali ke Ki Jeong, pria itu mencoba menyelesaikan pekerjaan nya, namun lagi lagi kejadian beberapa saat lalu terbayang di kepalanya.


Kejadian saat Karina mengecup bibir nya, kecupan mabuk itu berhasil menggetarkan hati Ki Jeong yang sudah lama menyendiri.


Dia mencengkram kepalanya sendiri," Arrhhhh Karina Karina Karina, kau membuatku seperti ini dasar gadis bodoh, akan kupastikan kau bertanggung jawab atas apa yang kau lakukan beberapa saat lalu, kau tidak akan pernah lepas dari ini!" ucap Ki Jeong yang tanpa sadar sudah berada di dalam kamar dimana Karina terlelap.


Ki Jeong menatap wajah polos dan cantik itu, dia tersenyum lagi, mengusap bibirnya sendiri.

__ADS_1


"Tapi ini manis," gumam Ki Jeong.


Tangannya terangkat dan mengusap wajah cantik Karina, meskipun terlihat konyol saat dia tidur.


"Manis," gumam Ki Jeong sambil mengusap bibir Karina.


Tanpa sadar dia malah mendekat dan..


Cup...


Dia mengecup bibir indah Karina, di akhir dia sadar dengan apa yang baru saja dia lakukan.


Cepat cepat dia menarik dirinya dan memukul kepalanya sendiri.


"Astaga aku pasti sudah benar benar gila, ya ampun, kenapa seorang Ki Jeong bisa melakukan hal gila itu!!!" ucap pria itu.


Tapi sedetik kemudian dia tersenyum, haihhh cinta membuat orang gila.


"Hmm tapi ini kan akan jadi milikku hahaha hanya belum sah saja hihihi...." Kikik pria itu.


Waktu berlalu, tak terasa satu jam Ki Jeong di dalam ruangan itu hanya menatap wajah cantik gadis itu, dia membuka ponsel Karina, dia tau itu tidak sopan tetapi dia penasaran dengan gadis itu.


Sasha sudah tiba di kantor DRG, dia menghubungi ponsel Karina dan Lagi lagi Ki Jeong yang jawab.


Ki Jeong turun dari ruangannya sambil menggendong Karina seperti seorang bayi kecil yang sedang terlelap.


Mereka turun ke bawah, betapa terkejutnya Sasha saat melihat Ki Jeong menggendong Karina, berjalan keluar dari gedung itu.


" A.. ada apa dengannya!!!" tanya Sasha dengan mata terbelalak.


" Mabuk, nanti ku jelaskan, tuntun aku ke rumahnya, aku akan mengantarkan si pembuat onar ini!" ucap Ki Jeong sambil memasukkan Karina ke dalam mobilnya.


Akhirnya mereka berdua mengantarkan Karina dengan Sasha menuntun Ki Jeong menuju rumah Karina.


Sementara itu..


📍 Kediaman Keluarga Dominic


20.00


Ruang belajar Brandon,


Terdengar suara goresan pensil di dalam ruangan yang diisi dengan banyak buku pelajar itu.


Sejak pulang sekolah, Brandon menghabiskan waktunya di dalam ruangan belajar, dia hanya keluar saat makan siang dan makan malam serta jika butuh sesuatu.

__ADS_1


Anak itu menggambar sambil senyum senyum sendiri dan sesekali menatap jam tangan serta scarf yang dia letakkan di atas meja belajarnya dan memiliki tempat khusus nya sendiri disana.


Brian dan Min Ki mengintip Brandon dari balik pintu kamar anak itu.


" Apa benar tidak ada yang salah dengan putraku? kenapa dia senyum senyum seperti itu?" tanya Brian pada MinKi.


" Entahlah, ini benar benar eh, tapi dia kelihatan dekat dengan seorang OG di sekolahnya, mereka terlihat sangat akrab saat aku menjemput nya tadi," jelas Min Ki.


Brian hanya diam mendengarkan penjelasan min Ki, dia mengamati perilaku putranya.


Pria kaki besi itu masuk ke dalam kamar Brandon, dia menatap putranya dengan penuh kasih.


“ Senang sekali anak Daddy, sedang apa kamu?” tanya Brian yang berdiri di belakang putranya.


Brandon tersenyum lembut, “ Brandon gambar keluarga Brandon, lihat Daddy kita semua ada di dalam gabar ini hehehhe... semua orang yang Brandon sayangi ada di dalam gambar ini, mereka semua keluarga Brandon,” ucap anak itu sambil memberikan gambar yang dia buat.


“wahhhh ini menakjubkan, pinter banget anak daddy , siapa yang ngajarian sayang?” tanya Brian yang duduk di samping putranya.


“Yang ajarin Mom Ella heheheh..... ehh Ups... harusnya itu rahasia, tapi Daddy bisa jaga rahasia kan? Jangan bilang bilang ya heheheh...” Celetuk anak itu.


“Mom? Siapa yang kamu panggil mom sayang? “ Brian terkejut bukan main saat putra kecilnya menyebutkan nama seorang wanita.


“Ini, yang memberikan scarf dan jam ini, dia Momnya Brandon heheheh......” celetuk bocah kecil itu, die tersenyum bahagia.


Brian terkejut bukan main, dia menatap kedua benda itu dan menatap gambar yang dibuat oleh Brandon, sebuah gambar keluarga yang utuh dan lengkap, bahkan gambar Ella terpampang disana berdiri sambil menggenggam tangan brandon sedangkan Brian di sisi yang lain.


“nak kamu~~


“gak apa apa kan Daddy, kalau Brandon panggil Mom, dia baik,” ucap anak itu.


Brian tak habis pikir, tapi dia senang karena anaknya juga senang.


“Apa Mom ella boleh tinggal disini daddy? Kata mom semua orang yang kita sayangi dan tinggal bersama kita adalah keluarga, tapi Mom ella tidak disini, Brandon mau Mom Ella jadi keluarga Brandon, apa boleh Daddy?” tanya anak itu.


Lagi lagi Brian di buat terkejut dengan permintaan anaknya,” nak kita tidak boleh sembarangan meminta, tapi kalau dia mau itu bukan masalah Daddy gak mau memaksa orang lain sayang,” ucap anak itu.


“Ohhh begitu ya, ya udah deh gak apa apa, lagian Mom bilang Brandon boleh kok gambar Mom Ella jadi bagian keluarga, itu aja udah buat Brandon senang ..” celetuk anak itu.


Brian tersenyum, dia memeluk putranya, “ kalau kamu bahagia, apa paun akan Daddy lakukan nak, termasuk membawa wanita itu ke rumah,” batin Brandon.


.......


.......


.............

__ADS_1


...like, vote dan komen 😉...


__ADS_2