
Brian terlihat benar benar panik, dia membangunkan Ella, beruntung wanita itu langsung mendapatkan kembali kesadarannya.
"Ke..kenapa kau melakukan ini, kenapa tak kau biarkan saja aku mati!!!!" Pekik Ella di sisa sisa tenaganya, dia menangis tersedu sedu dalam pangkuan Brian. Dia sudah tak mau hidup, dia sudah tak mau menjalani hidup yang menyedihkan ini, lebih baik mati.
"Harusnya kau menutup mata, aku hanya ingin mati, hiks hiks hiks... Aku... Aku tak mau hidup seperti ini!!" Ella menangis terus menerus.
Hati Brian bergemuruh, melihat wajah Ella yang begitu menyedihkan, mengingatkan Brian dengan dirinya yang dulu terpuruk karena kakinya diamputasi dan disaat yang sama istrinya meninggalkan dirinya dan sang buah hati.
"Jadi begini wajahku dulu, jadi semenyedihkan ini hidupku dahulu, " gumam Brian sambil menatap Ella yang masih menangis.
Brian, pria itu pernah mencoba bunuh diri dengan cara menjatuhkan dirinya dari atas sebuah gedung tingkat 10, pada saat itu dia diselamatkan oleh seseorang, bersyukur dia tak jadi bunuh diri.
"awas!!! " Ucap Ella, dia mendorong tubuh Brian.
"Jangan mencampuri urusanku!!" ketus wanita itu sambil menangis.
Dia berdiri, mengambil lagi tali putih di dalam ruangan itu. Berusaha lagi untuk membunuh dirinya sendiri, tak ada lagi keinginan untuk hidup karena hidup yang dia dambakan sudah hilang jauh dari dirinya.
"Apa Kau bodoh nona? Apa kau tidak punya orang yang kau sayangi? Jika kau melakukan ini bagaimana dengan mereka hah!! Pikirkan itu!! " Brian berteriak, dia berdiri dan menatap Ella yang mulai naik ke atas kursi.
"JUSTRU KALAU AKU HIDUP MEREKA SEMUA YANG AKAN MATI!!!!!"teriak Ella, dia menatap Brian, nafasnya naik turun, benar benar sedih dengan keadaannya.
Brian tercengang, kondisi Ella benar benar menyedihkan. Beberapa saat lalu sebenarnya pria itu mengikuti Ella, dia ingin melaksanakan rencananya, membawa Ella pulang ke rumahnya untuk memenuhi keinginan putranya, dia melihat Ella masuk ke ruang pegawai dengan langkah cepat.
Sedikit curiga, Brian mengikuti nya dengan perlahan, belum lagi dia sempat melihat lebam kebiruan di wajah wanita itu pada saat masker Ella tersibak tanpa sengaja.
Rasa penasaran yang besar mengantarkan kaki Brian ke ruangan itu, pintu tidak dikunci dengan benar, Brian mencuri dengar, tak langsung masuk.
Pada awalnya dia mendengar suara wanita itu menangis tersedu-sedu, sangat menyayat hati. Brian hanya berdiri disana dan mendengarkan, terkadang dia teringat dengan dirinya yang dahulu, hancur dan terpuruk karena keadaan,tetapi kondisi wanita itu lebih menyedihkan dibandingkan dengan diri Brian.
Beberapa menit menunggu, tak terdengar suara apapun dari ruangan itu hingga suara benda yang terjatuh yaitu kursi yang dipakai Ella untuk naik dan menggantung dirinya terjatuh.
Brian masih menunggu, tak mendengar suara apapun, semakin dia fokus dia akhirnya menangkap suara seseorang yang terdengar sesak nafas.
Brian tak sabaran, dia mendobrak pintu itu, dan terbelalak dengan apa yang dia lihat, seorang wanita menggeliat kehabisan nafas karena menggantung dirinya sendiri.
Saat ini Brian menatap aksi wanita itu," aku memang tidak tau ceritamu seperti apa,dan bagaimana kesulitanmu, tetapi kau pantas untuk hidup dan bangkit dari masa lalu nona, kalau kau mati dengan cara ini sama saja kau kalah dari mereka!" Brian yang jarang bicara itu, mengucapkan kata demi kata hanya untuk mengubah keputusan wanita itu.
__ADS_1
"Kau berhak mendapatkan hidup yang lebih baik, kau adalah kunci dari kebahagiaan di hidupmu!" Ucap Brian.
Mendengar kata kata Brian, wanita itu terdiam di tempat, kata kata itu terdengar familiar di telinganya.
Ella terdiam, dia masih di atas kursi, tangannya turun ke bawah, tali itu lepas dari genggamannya.
"Aku bahkan tak bisa keluar dari rumah itu tuan, aku bahkan tak bisa bekutik," Ella berbalik menatap Brian.
"Anda lihat ini!"Ella menunjuk wajahnya.
Sraaakk..
Dia merobek bajunya, tentu saja aksinya membuat Brian terbelalak namun lebih kaget lagi saat melihat apa yang ada di perut dan bahu wanita itu, bahkan seluruh tangannya.
"Aku mendapatkan banyak luka, mau sampai dimana lagi luka luka itu ? Aku bahkan hampir di bunuh karena keluar rumah, mereka adalah iblis yang tak bisa kau bayangkan!!"
"Tak ada yang bisa menghancurkan mereka, keluar dan pergi dari sana? Lebih baik aku mati dengan cara ini!!!"Ucap Ella, air matanya terus mengalir.
Brian terdiam, luka luka di tubuh Ella, dilihatnya dengan mata kepalanya, tubuh kurus kerontang, dan tulang belulang yang terlihat jelas membuat Brian sedikit syok.
"Dasar bodoh, gunakan otakmu nona Arabella Caroline Sanbers!!"Ketus Brian.
Ella terkejut saat Brian menyebut nama lengkapnya bahkan sangat lengkap, nama tengah yang hanya dia beritahukan pada sahabatnya itu bisa diketahui oleh Brian.
Bahkan Ella tak memberitahu nama tengah itu pada keluarga suaminya bahkan pada suaminya sendiri.
Ella terkejut, dia cepat cepat turun dari kursi dan mendekati Brian,"siapa kau!" Tanya Ella.
"Apa kau tidak ingat denganku nona? Pria kaki besi di gedung 303 lima tahun yang lalu," Ucap Brian seraya melirik kaki besinya.
Ella terperangah, gedung 303? Siapa gerangan pria ini, pikirnya.
"Gedung 303? Ka..kau!!!" Ella terbelalak saat dia mengingat siapa sosok pria yang merupakan Daddy dari si kecil Brandon itu.
Ella menunjuk Brian dengan wajah terkejut," Park Solomon!?" Ucap Ella yang tak percaya dengan siapa yang dia temui, pria yang dia selamatkan saat dia sedang bekunjung ke apartemen salah satu teman kuliahnya.
Pantas saja kata kata tadi terdengar familiar di telinga Ella, dan kaki besi itu, jelas teringat di kepalanya sosok pria yang begitu menderita kala itu, kakinya lecet dan berdarah, putus harapan dan terlihat sangat menyedihkan.
__ADS_1
Pria yang penampilannya tak semenarik sekarang, kala itu rambut Brian cukup panjang, wajahnya berkumis dan janggutnya cukup panjang, tubuhnya kurus dan dia sangat lusuh berbeda dengan saat ini.
Brian sedikit terkejut saat Ella mengucapkan nama Koreanya, nama yang diberikan oleh kakeknya, dan nama yang diketahui mantan istrinya.
"Ahh ternyata kau ingat juga ya nona, kupikir kau akan melupakan pria kaki besi ini," Ucap Brian.
Ella diam saja,dia tampak menunduk," jadi kau masih mengenaliku, kau hidup dengan baik rupanya," Ucap Ella.
"Ahh senang bertemu kembali dengan anda, bukankah itu kata kata yang lebih cocok untuk seorang pria bodoh yang bertemu dengan penyelamat nya?" Tanya Brian dengan sedikit senyum untuk membuat Ella tenang.
"Se..senang bertemu lagi denganmu, " Ucap Ella pelan, sedikit malu dengan dirinya yang sekarang sangat berbeda.
"Kenapa kau menunduk nona? Apa ada yang salah?" Tanya Brian.
"Aku sedikit malu," Ucap Ella.
"Pakai bajumu supaya kau tidak malu, dasar wanita aneh," Celetuk Brian.
Ella terbelalak bisa bisanya dia lupa menutup tubuhnya dan berdiri hanya dengan mengenakan crop tank top di depan pria itu.
"Eh... Ma..maaf," Dia terkejut dan langsung menutup tubuhnya.
"Aneh," Gumam Brian.
Saat mereka sedang berbicara, tiba tiba pintu ruangan itu dipukul dengan kasar.
"Apa apaan ini Daddy!!!!!!"
"Brandon?!!"
.
.
.
Like, vote dan komen 😉
__ADS_1