
Seluruh mata tertuju pada mereka, Brian mengajak Ella berkeliling meski Ella harus menahan rasa gugupnya.
" ini juga pelatihan sosialisasi yang baik Ella, percaya padaku kau bisa cepat sembuh dengan metode ini," ucap Brian pelan.
Ella hanya mengangguk pelan saja namun dalam hati dia sudah menggerutu dan merutuki Brian dalam hatinya.
"Metode apanya, dasar egois kau tau aku takut bertemu banyak orang dan kerumunan tetapi kau malah membuatku merasa tidak nyaman, kalau sebentar tidak masalah, tetapi kita sudah hampir 30 menit keliling keliling perusahaan besar ini Brian, belum lagi tanganmu itu tidak tau tempat, kenapa juga harus memang pinggulku dasar pria mesum, pria bodoh arrhhh sial!!!" gerutu Ella di dalam hatinya.
"aku tau yang kau pikirkan nona, tahan sebentar saja, kau mungkin bisa menemukan seseorang yang sangat ingin kau temui disini, aku akan mewujudkan itu," bisik Brian.
Ella terdiam, seketika dia merinding berada di dekat pria itu, bagaimana bisa Brian tau semua tentang dia?
Mereka terus berjalan, tak luput dari pandangan semua karyawan yang penasaran dengan wajah pimpinan perusahaan ini.
Sebenarnya Brian memilih menjadikan Ella sebagai kekasih pura pura hanya untuk membuat pria yang mereka sebut si kakek tua berhenti menjodohkannya dengan wanita wanita luar yang Brian bahkan tak tau profilnya seperti apa.
Brian tak ingin menikah, baginya cukup hanya Brandon dan tak ada kesempatan bagi wanita lain, oleh karen itu dia bersikeras menjadikan Ella sebagai kekasih pura pura, ini menguntungkan baginya, selain terbebas dari misi perjodohan si pria tua yang merupakan kakeknya sendiri, Brian juga bisa mencapai tujuannya dan terhindar dari wanita wanita ular yang sering mengusik dirinya.
Ini adalah realisasi dari sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, Brian beruntung!
"Haihh mau sampai kapan berjalan seperti ini, kakiku juga mulai pegal," bisik Ella.
"sabar!" ucap Brian.
"Kau tidak tau saja, mata mata si kakek tua itu sangat banyak disini, jadi aku harus menunjukkan pada mereka satu persatu kalau aku sudah punya kekasih meski pura pura, aku harus bebas dari perjodohan itu dulu baru bisa melanjutkan rencana selanjutnya," batin Brian.
"apa yan sebenarnya dipikirkan si pegunungan Everest ini, bisa bisanya dia mengakui Ella sebagai kekasihnya di depan banyak orang, apa dia sedang berusaha melarikan diri dari perjodohan itu!?' Batin Ki Jeong yang hapal jelas mengenai sifat sahabatnya.
Saat mereka sedang melewati departemen Pemasaran, mata Ella tertuju pada seorang gadis yang sedang berdiri diantara beberapa karyawan menjelaskan grafik grafik di papan tulis ruangan transparan itu.
"Karina!" ucap Ella.
Brian berhenti saya Ella berbicara," itu dia kan, sahabatmu, aku tau Ella, kau ingin bertemu dengannya bukan?" tanya Brian.
"Ba..bagaimana kau bisa tau Brian? aku bahkan tidak memberitahukan itu padamu!" tanya Ella.
"tentu saja aku tau, aku ini seorang Presdir Ella, aku bisa dapat info sekecil apa pun dengan mudah!" ucap Brian dengan angkuhnya.
__ADS_1
"cihh dasar sombong!" ketus Ella sambil menyikut perut Brian dengan sengaja.
" Jangan disikut, kau menyakiti perutku!'
"cengeng!" ejek Ella.
"Yaakk aku tidak cengeng!" balas Brian lagi.
"Ck.. bawel!" ketus Ella yang matanya terus tertuju pada Karina.
"Ellaaa...
"Ekhmm bisakah kalian berdua lebih tenang, semua orang menyaksikan kalian," bisik Ki Jeong.
"Sejak kapan dua manusia ini bisa sedekat dan seakrab itu, aneh, ini benar benar fenomena alam yang aneh, Brian kau sudah gila!" batin Ki Jeong.
"ahh kejadian beberapa hari lalu juga, saat mereka berada di rumah, bagaimana bisa mereka kejar kejaran seperti anak anak," Ki Jeong terus memperhatikan tingkah Brian dan Ella yang menurutnya sangat aneh.
Namun matanya langsung tertuju pada Karina, gadis yang telah mencuri hatinya di ciuman pertama mereka. Seutas senyum tipis tergambar di waja pria itu, " Dia milikku, tak akan ada yang bisa mengambilnya dariku!" gumam Ki Jeong sambil menatap tajam beberapa pria yang menatap Karina dengan tatapan kagum.
"Aku punya banyak saingan!" gumam Ki Jeong.
"Bagaimana kau tau," bisik Ki Jeong.
"Aku Brian, Bos Park hahah...
Jujur saja posisi ambigu mereka membuat para karyawan justru berspekulasi aneh. apalagi Brian terlihat mesra saat menatap Ki Jeong jika dilihat dari jauh.
"Yakkk kalian berdua seperti sedang berciuman, apa kalian sudah gila!" celetuk Ella yang langsung menarik Brian ke dekatnya sebab dia melihat para karyawan mulai bisik bisik.
"Apa pak Dominic itu Biseksual!? bagaimana bisa dia mengencani pria dan wanita sekaligus!" para karyawan mulai bergunjing.
"Ck... ayo cepat, mau sampai kapan kau diposisi itu!" kesal Ella, dia terpaksa menarik lengan Brian dan Ki Jeong bersamaan, mengikuti tuntunan pengawal menuju ruangan Presdir.
"Ehh jangan ditarik Ella," gerutu kedua pria itu.
"Diamlah, sebelum rumor buruk melanda kalian berdua, bodoh sekali!" kesal Ella.
__ADS_1
Mereka bertiga masuk ke dalam ruangan sambil terengah engah karena Ella menarik paksa keduanya.
"Yaak apa apaan posisi kalian tadi, apa kalian tak dengar yang mereka ucapkan hah? kalian dikatai biseksual, dasar sinting!" omel Ella.
"Ck... sudah biasa, mana mungkin mereka membicarakan yang tidak tidak tentang Presdir mereka Ella, tak usah menganggapnya berlebihan," balas Brian dengan nada super dingin.
"nona Ella sudahlah, jangan mengajak ribut, lebih baik kau urusi urusanmu sendiri," celetuk Ki Jeong.
"Sadar dengan posisimu saat ini nona, jangan bersikap tidak sopan!" kali ini Ki Jeong berbicara dengan tegas.
Ella terdiam, dia mengingat posisinya yang hanya seorang 'pembantu' rendahan, mentalnya down lagi, dia diam dan berdiri dengan tubuh kaku sambil mengepalkan kedua tangannya.
Sejenak ruangan hening, Ella tak lagi bicara dan Brian juga diam sambil menatap Ki Jeong dengan tatapan dinginnya.
Ki Jeong dengan santainya mengambil pekerjaan yang ahrus diurus oleh Ella, jujur saja dia masih belum. percaya dengan wanita itu, apalagi melihat asal usul Ella yang menurutnya tidak jelas karena tak punya orang tua.
"ini tugas yang harus kau selesaikan, aku tak yakin kau akan melakukannya dengan baik, mungkin aku akan lelah hanya mengajarimu, kau sebaiknya tidak membuat masalah nona, pekerjaan ku menumpuk!" ketus Ki Jeong sambil meletakkan dokumen dokumen itu di meja yang ada di depan Ella.
Brian menatap Ki Jeong dengan tatapan datar, dia masih menyaksikan aksi si asisten manusia purbanya itu.
" Semua hal yang harus kau lakukan sudah tertera disan, tinggal lekukan dengan baik, entah kau ini punya kemampuan atau tidak, ck... merepotkan!" gerutu Ki Jeong sambil berjalan ke arah meja kerjanya yang berseberangan d egan meja kerja Brian di dalam ruangan itu.
Ella diam menunduk, Brian menangkap ekspresi Ella.
"Aku benci ekspresinya itu, menyedihkan!!" batin Brian.
"Ck... sialan, Hong Ki Jeong Keluar kau!!!!!" pekik Brian sambil melemparkan dokumen yang ada di atas meja ke arah meja Ki Jeong.
Braakkk... sraaaakkk
Dokumen berserah di atas lantai, Ki Jeong terkejut bukan main dan langsung menyadari kesalahannya.
"ma..maaf b..bos..." pria itu merosot ke lantai, berlutut di hadapan Brian dengan wajah menyesal.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊