
Ella terlihat sangat menyeramkan, tak ada kata ampun bagi wanita itu karena telah berani menyinggung putranya. Baginya semua orang itu harus dihajar sesuai perbuatan mereka.
Nyonya Song menangis tersedu-sedu dengan penyesalan besar dalam dirinya, tak dia sangka wanita yang menghajarnya adalah pasangan dari Tuan Dominic yang misterius pemilik sekolah itu. Semuanya sudah terlambat nasi sudah menjadi bubur dan pembuat masalah akhirnya diatasi.
Rambut Nyonya Song kini berwarna warni, sama seperti yang dia lakukan pada keluarga Dominic, dia mengejek apa yang berharga bagi Dominic maka apa yang sangat berharga baginya juga direnggut dari dia.
Setelah dari ruangan itu Ella dan anggotanya berjalan menuju ruangan selanjutnya, sesungguhnya wanita itu sudah mengatur strategi bagi orang orang yang membuat masalah bagi putranya.
Ella menuju ruangan bermain anak, seseorang sudah menunggu disana sesuai dengan skenario yang mereka susun.
"Berikan laba laba itu padaku!!" ucap Ella sambil mengangkat tangannya meminta hewan kecil namun sedikit menakutkan itu pada Brian.
"apa kau yakin tidak takut La? ini sedikit menyeramkan!!" ucap Brian sambil menunjuk laba laba hitam kemerahan raksasa dengan bulu bulu tipis di sekujur tubuhnya, laba laba ini banyak didapatkan dari Barat, Biasanya Orang orang akan takut jika laba laba seperti itu terlihat oleh mereka, jenis laba laba yang dibawa oleh Ella adalah Tarantula Tawny merah Brazil, pemakan agresif namun tak berbahaya bagi manusia tetapi sangat cocok untuk menakut nakuti seseorang di dalam ruangan bermain itu.
"Ini menyeramkan La, itu beracun apa kau yakin!!"tanya Brian lagi, dia saja takut dengan laba laba itu apalagi jumlahnya cukup banyak, bahkan membuat pria itu merinding.
"Heh jangan begitu, ini Tarantula Tawny Brazil cuma tampangnya saja yang menakutkan, hewan cantik ini tidak berbahaya bagi manusia kecuali kau takut dengan hewan ini heheheheh...." celetuk Ella dengan senyuman licik di wajahnya, dia mengangkat satu ekor Tarantula dan mengelus elus hewan invertebrata itu.
"Ella kau tidak takut apa pun seperti nya, semakin menarik saja, menikah denganku La jangan dengan Brian dia penakut!!" Celetuk Min Ki yang malah jadi terpesona dengan kemampuan wanita itu.
"Yaaakkk omong kosong apa itu!!" bentak Brian dengan wajah kesal sekaligus cemburu.
"Sepertinya itu bisa dibicarakan hihihih....." Balas Ella sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.
"Ellaaaaa... Jagan bicara yang tidak tidak, kau ini!!!" gerutu Brian, mana rela pria itu memberikan pujaan hatinya pada orang lain.
"Dengar bos, selalu ada kesempatan untuk menikung teman sendiri hihihi... yessss..." Celetuk Min Ki.
Brian menatap Min Ki dengan tatapan datar," Berani kau!!" ucap Brian, wajahnya memerah rahangnya mengeras, pria ini benar benar menunjukkan rasa cemburunya.
"Tentu saja berani bos, ini soal pendamping masa depan, siapa cepat dia dapat hahahahahha...." balas Min Ki sambil cengengesan.
__ADS_1
"iya kan Lala?" goda Min Ki seraya mengedipkan sebelah matanya.
" Tentu saja Min min!" balas Ella dengan cara yang sama.
Panas sudah hati Brian, tak mungkin dia marah marah disini, bisa bisanya kedua orang itu menjahilinya seperti ini.
"kuharap kalian tidak serius dengan ucapan kalian itu Ella, Min Ki!!!" tegas Brian.
"Pffthhh... hihihih...." Ella dan Min Ki Cekikikan, jujur saja sangat menyenangkan melihat wajah pria itu dibakar api cemburu.
"Sudahlah, jangan bawa hati, sekarang kita laksanakan pembalasan berikutnya," ucap Ella.
Seorang guru yang sering menyuruh Brandon ini itu padahal ada siswa lain yang piket di kelas itu, bahkan sering mengurung Brandon sendiri di dalam kelas dengan alasan kalau anak itu nakal dan harus dihukum sedang menunggu kedatangan kepala sekolah seperti yang disampaikan oleh ibu Han kepala administrasi yang sebenarnya adalah orang kepercayaan Brian sebagai mata mata tersembunyi di sekolah.
Guru tersebut sering mengurung Brandon sendirian dan mematikan lampu kelas, padahal jelas disebutkan kalau Brandon takut ruang gelap dan guru itu masih melakukannya, tentu saja hal ini atas perintah Jung Ana.
"Ini semua atas perbuatanmu pada Brandon, kau akan menghadapi ketakutan mu sendiri bodoh!" gumam Ella sebelum dia masuk ke dalam ruangan itu.
Wanita itu masuk ke dalam ruangan bermain, sontak guru yang biasa disapa Miss Se Na itu terkejut saat melihat wanita yang terlibat masalah dengan istri ketua perwakilan orangtua murid masuk ke dalam ruang tunggu.
"Waahh seperti nya kau sudah tau jelas apa tujuanku datang kesini nona SeNa!!" ucap Ella sambil duduk di depan Se Na.
"Apa... maksudnya?" tanya Wanita itu dia tampak gugup saat melihat Ella disana.
"Mau apa dia kesini, apa dia mau membahas tentang apa yang kulakukan pada anak bodoh itu, arrhhh sial ini semua karena Jung Ana!!" batinnya berkecamuk, belum lagi melihat tatapan datar dari Ella yang begitu mengintimidasi sontak membuat dirinya gugup dan ketakutan padahal Ella belum melakukan apa pun.
"Cihhh... kurasa aku sudah tau jelas nona, kalau begitu kita tidak perlu basa basi, aku ingin meminta pertanggungjawaban mu sebagai seorang guru karena telah membuat putraku menolak datang ke sekolah akibat ulahmu!!!" ucap Ella.
SeNa terbelalak," me..memangnya apa yang kulakukan hah!?? ti..tidak ada!!" ucap Wanita itu, dia langsung berdiri dan hendak berjalan keluar dari ruangan itu.
"Selangkah saja kau pergi maka semua aib busukmu di bar dan kafe sebagai wanita malam akan kubongkar ke publik!!" ucap Ella.
__ADS_1
Seketika tubuh SeNa gemetar ketakutan, dia berdiri di tempat tak berani melangkahkan kakinya lagi,"ba..bagaimana bisa wanita ini tau tentang hal itu, arrhh sial, kalau sampai terungkap, habis sudah citraku dan uangku juga akan lenyap!!!" batin SeNa.
"Tidak bisa begini, aku harus membuatnya diam dan tak berdaya!!"batin SeNa.
Wanita itu melirik kanan kiri, dia melihat gunting di atas meja, cepat cepat dia mengambil benda itu dan mengarahkannya ke wajah Ella.
"Beraninya kau bermain main denganku, jika sampai kau mengusik hidupku ku akan merusak wajahmu ini wanita sialan!!!" pekik SeNa.
Ella menyeringai, bisa bisanya dia tetap tenang saat gunting itu berada tepat di depan wajahnya.
"hoiiisshhh sialan bagaimana ini, Ellaku dia dalam bahaya!!!" Brian gusar di luar ruangan itu, sementara Min Ki menatap Ella dengan yakin.
"Inilah perbedaan orang yang mencintai dengan hati dan yang tidak dengan hati, aku mencintai nya dengan hatiku maka aku percaya padanya, sedangkan kau, belum apa apa sudah meragukan kemampuan Lala sayang, cihhh cinta macam apa yang kau miliki tuan Dominic!"ejek Min Ki.
"Yaaaaakkk... Min Ki!!!!" geram Brian.
"ck...berisik, lihat ke dalam saja, aku tau aku tampan, aku tau aku yang cocok dengan Ella, kau diam saja dan duduk dipojokan!" ucap Min Ki.
"Jangan memancingku Min Ki!!!" geram Brian.
"Siapa yang memancing? memangnya ada ikan disini!?" Celetuk Min Ki.
"Yaakkk... awas kau nanti!!" gerutu Brian.
" Awas awas, kau yang awas ahhahahahha....."
"Mimpi apa aku punya teman seperti ini!!!" gumam Brian.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 😉😊