Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Apa yang kau rencanakan?


__ADS_3

Kedua orang itu terkejut saat mendengar suara Brandon, mereka terbelalak saat melihat Brandon berdiri di ujung pintu sambil menatap Brian dan Ella dengan wajah kesal.


"B..Brandon? Nak i..ini bukan seperti yang kamu pikirkan,"Ucap Brian yang panik melihat Brandon mulai marah.


"Daddy!!!"Pekik Brandon lagi, suaranya sangat melengking bahkan membuat telinga sakit, anak itu jika sudah marah pasti akan seperti itu.


"maaf Brian, Brandon memaksa keluar dari mobil, dia mencari Nona itu, dan menyuruhku membawa ini," ucap Ki Jeong sambil mengangkat kotak p3K.


"Ck... Kau tidak menjaganya dengan baik," ketus Brian sambil menatap kesal pada Ki Jeong.


"DADDY jangan salahkan Paman!!~ Daddy yang salah, kenapa Daddy gak bilang mau ketemu sama aunty !!!!"pekik bocah kecil itu lagi, bahkan wajahnya sampai memerah karena Daddynya ternyata menemui Ella tanpa mengajaknya.


Brian dan Ki Jeong sudah pusing, Jika anak itu marah, akan sangat sulit mengatasinya, bahkan saat ini dia sudah marah marah tak jelas seperti itu.


"Brandon, jangan berteriak seperti itu, tak baik berbicara kasar pada orang tua, beliau Daddy kamu," ucap Ella dengan lembut.


"Eh... I.. iya, maaf," Cicit Brandon.


"maaf Daddy," Ucap anak itu sambil menoel noel lengan Brian.


Ki Jeong dan Brian tak habis pikir melihat sikap Brandon yang langsung berubah 180 ° dari anak singa yang mengamuk menjadi seekor anak kucing yang lucu dan penurut.


Baru kali ini Brandon yang sedang marah bisa didiamkan hanya dengan beberapa kata dari bibir Ella.


"Bu... Buset, Si Brandon terkena sihir apaan bro, masa iya dia lebih nurut sama wanita aneh itu dibanding Daddynya," bisik Ki Jeong di telinga Brian.


"Entah, aku saja bingung, dia banyak berubah setelah bertemu wanita itu," balas Brian.


"Nona, ikutlah dengan kami, obati dulu lukamu itu, ada yang ingin ku bicarakan pada anda, ini terkait masalahmu tadi, " Ucap Brian.


"Tak usah, aku akan menghadapinya sendiri,"Balas Ella sembari merapikan barangnya dan bersiap kembali ke kediaman setan itu.


"Aku tau kau sedang kesulitan dalam masalah uang, tapi aku tak tau masalahnya apa, sebaiknya kau menurut, aku akan membantumu, jika tidak, dia akan kuberitahu," Ucap Brian seraya melirik Brandon.


"apa memanfaatkan Brandon akan berhasil?" Batin Brian, dia mencari segala cara agar bisa membawa wanita itu ke tempatnya, ada sebuah rencana besar yang sedang dia lakukan.


Ella menatap Brandon, anak itu tampak khawatir.


Brian tampak berbisik di telinga putranya,"nak kamu mau kan Mom Ella, ikut dengan kita?" Bisiknya.


"Mau, tapi caranya?" Balas Brandon.


"Minta pada Mom Ella, kalau perlu kamu menangis, dalam situasi seperti ini, memaksa bukan hal yang salah," Balas Brian.

__ADS_1


Kedua pria itu bisik bisik, Ella dan Ki Jeong malah bingung melihat kembar tapi beda generasi itu tampak seperti sedang merencanakan sesuatu.


"wahh si bos mulai gila nih, gak takut apa identitasnya terbongkar? Lagian siapa pula wanita aneh ini, udah itu penampilannya... Haishhh jelek!" Gumam Ki Jeong yang tanpa sadar suaranya terdengar oleh mereka bertiga.


"Apa tak ada wanita lain yang bisa dipekerjakan disini, kenapa harus yang jelek sih, cih... Tapi wajahnya itu tampak familiar, ck... Aneh..." Pria itu terus bergumam tanpa sadar kalau Ella, Brian dan Brandon menatapnya dengan tatapan tidak suka apalagi saat dia membicarakan penampilan fisik Ella.


Bughh...


Kraaakk...


"Dasar homo Soloensis !!" Ketus Brian dan Brandon tepat setelah memukul perut dan menendang tulang kering pria itu.


"Arrkhhh... Awhhh... Awhhh...awhh... Arrkhhh kakiku yang tampan, perutku yang seksi, sakit sekali arrhhkkk" Ki Jeong meringis kesakitan akibat ulah kedua orang itu.


"Dasar tak punya hati, pantas saja kau kau jadi bahan gosip di kantor, manusia aneh!" Ketus Brian .


Brukk...


Ki Jeong di dorong hingga terjatuh di atas lantai dan masih meringis kesakitan.


"Maaf atas kata katanya tadi nona, dia memang tidak pernah menggunakan kepalanya dengan benar, otaknya belum di charge," Ucap Brian seraya membungkuk meminta maaf atas kelakuan sahabatnya.


"Tak apa tuan, sudah biasa mendengar yang seperti itu," jawab Ella dengan lebih tenang.


"Mom, maaf ya, paman Hong agak gila," Ucap Brandon.


Brian diam saja tak menanggapi, dia tak masalah kalau putranya nyaman dengan wanita itu, meski harus memanggil sebutan itu pada Ella


"Gak apa, toh Daddy udah tau," Jawab anak itu dengan senyuman lembut, dia menggenggam tangan Ella dengan lembut.


"Ta...tapi", Ella menatap Brian.


"Tak masalah nona, selama anda tidak keberatan dipanggil dengan sebutan itu," Ucap Brian.


"Ba...baiklah," jawab Ella,dia sedikit gugup, takut dikira menggunakan Brandon untuk hal yang tidak tidak.


"Mom ikut Brandon ya, kita obati luka Mom, please... Ya mom ya... " Brandon menatap Ella dengan penuh harap matanya berkaca kaca menatap Ella, tangannya menarik narik lengan baju Ella.


"Tapi Mom,~~~"


"Hiks hiks hiks.. Brandon takut Mom kenapa kenapa, Brandon sayang sama Mom, Brandon bisa ngerasain kasih sayang seorang ibu karena Mom mau dekat sama Brandon, hiks hiks hiks... Brandon pengen Mom ikut... Huaaaa... Daddy.... " Bocah itu merengek, dia menangis sambil memeluk Brian.


Ella pusing tujuh keliling dan Ki Jeong terbelalak sampai sampai rahangnya hampir lepas dari kepalanya.

__ADS_1


"Anda dengar kan nona, apa anda tak kasihan melihat anak ini menangis? Dia terlanjur sayang pada anda, ahhh anakku sayang..." Brandon memperkeruh suasana dengan aktingnya yang mumpuni, benar benar kembar yang identik!


"Dia tak punya ibu sejak dia kecil, dia.. ahh ... Saat dia menemukan seseorang yang dia sukai dan memanggilnya dengan sebutan Mom, dia sangat senang, tidurnya pun lelap, tatapi Momnya malah tidak mau..."


"Haihh baik.. ba..baiklah aku akan ikut kalian, sudah jangan bertingkah seperti itu, " ucap Ella.


"Benarkah?" Brandon sontak melepaskan pelukannya dari Brian dan turun dari pangkuan pria itu.


Brukkk


Dia mendorong Daddynya dan mendekati Ella Dnegan wajah berbinar binar.


"Ehh... I..iya benar, Mom ikut tapi hanya untuk mengobati ini," Ucap Ella sambil mengusap air mata anak itu.


"yeaaaayyy...yes yes yes... Wohoooo!!!" Brandon berteriak kegirangan, dia melompat kesana kemari dengan begitu riangnya.


"Sesenang itu kamu nak? Ahh syukurlah anakku~~" Brian terlihat senang saat melihat perkembangan putranya begitu pesat.


Ella turut tersenyum, dia.merasa canggung dengan mereka tetapi hanya karena Brandon dia menurut untuk ikut ke kediaman keluarga itu.


" Tapi bisakah aku menyembunyikan identitas ku? Aku takut..." Ucap Ella saat dia mengingat kalau dirinya pasti diikuti oleh anak buah keluarga Jaya.


"Silahkan, ahh pakai ini saja, ini akan menutupi tubuhmu, masker dan topi juga penting!" Ucap Brian sambil memberikan jaket yang dia pakai.


"Ahh tak apa, aku punya, lagipula aku kotor," Ucap Ella menolak bantuan Brian.


"Yahh terserah," Balas pria itu, dia berbalik dan memakai jaketnya lagi.


"Ayo, ikut kami," Ucap Brian yang berjalan terlebih dahulu.


Ella mengangguk, Brandon kecil terus menempel pada dirinya, Ki Jeong sendiri sudah melupakan rasa sakit di tubuhnya dan malah terheran heran melihat kedua manusia kulkas itu bertingkah beda hari ini.


"Bos besar dan bos muda sudah kehilangan kewarasan mereka!" Batin Ki Jeong.


"Tak kusangka, anak menggemaskan ini adalah putra pria itu," Batin Ella.


"Umpannya sudah dapat, kita lakukan rencana selanjutnya hahaha~~, kau akan kujadikan alat balas dendam nona, setidaknya kau berterimakasih dengan cara ini karena aku membantumu keluar dari lingkaran setan keluarga itu," Batin Brian dengan senyuman Devil yang bisa ditangkap jelas oleh Ki Jeong.


"Apa yang kau rencanakan bos!!"


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2