
Rumah Dominic
“Kami pulang!!” teriak seorang pria tampan keturunan asli negeri ginseng itu yang tampak jelas dari wajahnya yang tampan namun khas dengan masyarakat Korea pada umumnya.
Pria yang akrab disapa pak Hong itu tiba di rumah Dominic bersama Brandon yang sudah pulang sekolah dan dijemput sesuai dengan ucapan Brian siang tadi. Brandon di jemput pukul 5 sore karena bocah kecil itu meminta ijin pada Daddynya untuk ikut ekstrakulikuler di sekolah yang dimulai sejak hari pertama masuk semester baru.
“Paman Hong, apa daddy akan pulang larut lagi?” tanya Brian sambil membuka sepatunya dan meletakkannya di rak sepatu.
“sepertinya tidak Brandon, Daddy kamu paling lama pulang jam 9 malam karena ada jadwal rapat dengan beberapa perusahaan, justru paman Hong yang tampan dan hebat ini yang akan pulang larut malam karena paman harus mengikuti sebuah pertemuan dengan perusahaan yang berniat menjalin kerja sama dengan perusahaan Daddy kamu, haihhh mengingat itu akau jadi benar benar lapar,” celetuk Pak Hong sambil mengusap perutnya yang sudah keroncongan karena tadi siang saat di kantor dia tidak jadi makan akibat insiden yang disebabkan oleh salah satu karyawan di kantor itu.
“Ohh begitu,” Brandon mengangguk paham.
“lalu kenapa paman kelaparan? Cacing alaska di perut Paman dari tadi bunyi terus apa paman gak makan siang?” tanya Brandon sambil berjalan masuk ke dalam rumah.
Pak Hong hanya bisa nyengir kuda saat Brandon menanyakan hal itu,” ehhheheheh iya tadi paman gak sempat makan siang karena ada sedikit gangguan di kantor, sekarang paman benar benar kelaparan huaaaa...” seru pria itu seraya mengusap perutnya yang sudah keroncongan, para cacing Alaska sudah demo minta makan.
“ Apa ada yang bilang kelaparan?” suara seorang wanita yang terdengar cukup tua menyeruak di telinga kedua orang itu.
Seorang wanita dengan celemek hijau kotak kotak yang menutupi tubuhnya yang pada berisi berjalan menghampiri mereka sambil membawa nampan berisi roti kering yang dia olah beberapa waktu lalu.
“Wahhhh bibi Lee masak cookies?” tanya Brandon yang sangat menyukai cookies buatan Bibi Lee pelayan yang sudah bersama mereka sejak Brandon lahir ke dunia ini.
“Iya tuan muda, hamba memasak cookies spesial untuk tuan muda Brandon, saya harap anda menyukainya... aaaa..” ucap bibi Lee yang bertingkah seolah dia adah seorang pelayan dalam sebuah kerajaan.
“heheheh... bibi ada ada saja, kenapa berlakon seperti seorang pelayan kerajaan hahhaha...” Brandon selalu dibuat tertawa oleh pelayan pelayan di rumah itu terkhususnya bibi Lee yang memang memiliki sifat jenaka.
“ho... ho... ho... kan memang anda adalah tuan muda di kerajaan Dominic tuan yang terhormat, atau arus kah saya memanggil anda pangeran mahkota kebanggan kerajaan Dominic?” celetuk Bibi Lee sambil mencolek hidung Brandon.
“ Hahahha bibi lucu ahhh hahahahha... terimakasih cookiesnya bibi, Brandon ganti pakaian dulu, nanti Brandon makan lagi setelah bersih bersih, bibi bantu Paman Hong dulu, cacing alaskanya mengamuk hahhaha...” Brandon tertawa cekikikan sambil mengunyah cookies yang dimasukkan Bibi Lee ke dalam mulutnya.
__ADS_1
“Baiklah pangeran mahkota,” ucap Bibi Lee sambil membungkuk ala ala kerajaan.
“Hahahha bibi udah ahhh..” seru Brandon yang tertawa dengan girangnya melihat kelakuan bibi pengurus rumah itu.
“Aku bagaimana bibi Lee yang terhormat, aku sangat lapaaaaarrr...” ucap pak Hong sambil menatap wajah Bibi Lee dan berharap Bibi Lee menyuapinya.
“hmm? Ambil sana makan sendiri, di dapur banyak makanan, ini untuk anak anak bukan untuk orang dewasa seperti mu pak Hong,” celetuk Bibi Lee sambil mengalihkan pandangannya dari pria tampan nan memukau itu.
Bibi Lee malah ngacir ke dapur meninggalkan Pak Hong yang sudah mengerucutkan bibirnya karena dicueki oleh Bibi Lee.
“Bibi Lee ayolah, aku ada pertemuan beberapa jam lagi dan aku harus isi amunisi biar gak tepar,” ucap pak Hong sambil berjalan mengikuti Bibi Lee dari belakang, dia tampak seperti seoang anak kecil yang merengek minta makan pada ibunya.
“Ini semua gara gara gadis pembuat onar itu, haishhh aku jadi tidak makan siang gara gara dia,” gerutu pak Hong.
Drrt....
“Halo bos,” suara Pak Hong langsung berubah saat menjawab panggilan dari bos besarnya.
“Ohh ayolah Bos, mereka yang butuh kita bukan kita, jadi kalau sang primadona acara terlambat kan tidak maslah, lagian aku harus isi perut dulu ,” ucap Pak Hong yang sudah nangkring di meja makan.
“Ck.. kau ikuti saja kata kataku Hong Ki Jeong, jangan membantah jika tak ingin bonus tahunanmu hilang dan lenyap di telan bank,” ketus Brian.
“baik bos baiklah, akan saya ikuti dengan senang hati, kenapa selalu menyinggung tentang bonus tahunan sih padahal ini masih awal tahun” oceh Pak Hong.
“aku mendengar semuanya Ki Jeong aku mendengar semuanya..” ucap Brian dari sambungan teleponnya.
Pak Hong memutar kedua bola matanya,” baiklah Bos akan kulakukan, aku akan datang paling cepat, ucap Pak Hong.
“hm bagus, bonus per semester mu akan tambah dua kali lipat,” ucap Brian.
__ADS_1
“wahahahah... baiklah bos kalau begini ceritanya mau nggak tidur tiga hari tiga malam saya juga bisa selama bonus diperbanyak hahahha..” pak Hong seketika bersemangat mendengar akan mendapatkan bonus tambahan dari si Bos.
“Dasar mata duitan,” ejek Brian sambil mematikan ponselnya secara sepihak.
Pak Hong tak peduli dengan ejekan Brian yang penting dia mendapatkan bonus tambahan,” huhuhu... kalau tambah jadi dua kali lipat berarti nilainya....... sebelas, dua belas.... wahaahahahah banyak sekali...” pak Hong malah asik menghitung uang yang akan dia dapatkan dari bosnya di akhir bulan ke enam ini, ada ada saja pria itu.
“Wah kalau begini terus aku bisa kaya hahahah ini benar benar menyenangkan,” ucap Pak Hong .
“Makanlah dulu Pak hong , jangan kebanyakan menghayal, kalau anda sampai menggagalkan pekerjaan anda maka potongannya pasti lebih besar ,” celetuk Bibi Lee yang sedang memasak cemilan lain di dapur yang hanya dipisahkan oleh sebuah tembok bolong disana.
“Heh sewot banget sih bibi Lee, iri ya bi? Bilang dong biar saya usulin bonus bibi di tambahin hehehe...” celetuk Pak Hong yang tak mau kalah dnegan bibi Lee.
“Ck... ck... ck... Paman Hong ini setiap hari bicaranya uang melulu ya, gak bosan paman?” celetuk Brandon yang baru tiba , dia duduk di samping Pak Hong dimana cemilannya sudah disediakan.
“Ya kalau gak ada uang gak makan Brandon,” ucap Pak Hong.
“Iya banyak uang tapi gak bisa makan siang samapi kelaparan gak ada gunanya juga kan paman Hong,” balas Brandon dengan kata kata fakta itu.
Pak Hong terdiam, dia selalu saja di skakmat setiap berdebat dengan anak itu.
"Pfthhh hahahhahaha.... Pak Hong dengar itu hahahhahah... anak kecil saja tau hahahaha...”bibi Lee malah menertawakan Pak Hong yang menatap mereka dengan wajah cemberut.
.......
.......
.......
...to be continued 🤪...
__ADS_1
...jangan lupa like, vote dan komen 😊😉...