
Mendengar tawaran Brian membuat Ella langsung menatap pria itu dengan wajah terheran heran. Bagaiman bisa pria itu mengajaknya menikah di sebuah taman dengan kondisi seperti itu ditemani oleh minuman kaleng dan roti kemasan, dengan cuaca yang sangat cerah ditemani bunga bunga yang bermekaran belum lagi suara burung dan air mengalir yang sangat menenangkan, tunggu dulu! Ini cukup romantis jika diperhatikan lebih detail!
Yang diherankan Ella, tak ada angin, tak ada paai, badai dan hujan deras tetapi pria itu tiba tiba mengajaknya menikah saat ini, apa ini sebuah halusinasi karena terlalu lelah dengan keadaan?
"Apa kau sedang tidak waras? Kau tidak sakit bukan?" Tanya Ella, tangannya spontan memegang kening Brian dan menatap pria itu dengan tatapan benar benar terkejut.
Meski ada sedikit rasa berdebar di hati Ella, namun dia sadar diri kalau sesungguhnya dirinya tidak akan bisa bersanding dengan pria lain mana pun setelah bercerai dengan Erik. Dia sadar kalau dia hanya sepotong kain lusuh yang dipermak sebaik apa pun tidak akan terlihat indah seperti kain berkualitas lainnya.
Brian membalas tatapan Ella dia mengambil tangan wanita itu dan menggenggamnya dengan lembut.
"Aku tidak sakit, dan aku sedang dalam keadaan sangat waras saat mengajakmu menikah Ella, ini semua demi anak malang itu, kau tau kan kalau Brandon anak yang kesepian sejak dia dilahirkan di dunia ini, dia kekurangan kasih sayang dari ibu kandungnya, ahhh kasihan anak malang itu..." Ucap Brian.
"Bayangkan saja jika suatu saat nanti kau harus pergi dan meninggalkan Brandon, sebesar apa lagi luka yang harus ditahan anak itu, aku tidak mau dia terluka Ella, setelah memikirkannya cukup lama, kau yang paling cocok menjadi ibu Brandon, kita melakukannya hanya demi Anak itu," ucap Brian dengan segala taktiknya.
"Hehehehhe... Menggunakan Brandon adalah cara paling jitu untuk menarik simpati wanita ini, tak mungkin aku mengatakan kalau aku menyukainya, aku masih harus memupuk perasaan ini," batin Brian.
"Ta... Ta... Tapi... A.. aku...
"Aku tau... kau mungkin tidak akan Sudi bersanding dengan seorang pria cacat seperti diriku, aku memang tidak akan memiliki kesempatan untuk bersanding dengan wanita sebaik dirimu, tapi kumohon ini kulakukan untuk Brandon, dia benar benar menyukaimu, tidak pernah kulihat dirinya sampai sebahagia itu bersama orang lain, dia anak yang kesepian," ucap Brian lagi Dnegan tatapan yang benar benar tulus dan penuh harap.
"aku hanya seorang asing Brian, bagaimana bisa aku menikah dengan orang hebat seperti dirimu, aku tidak pantas!" ucap Ella yang sadar dengan posisinya.
"aku punya perasaan padamu tapi... itu hanya perasaan kecil, aku tidak bisa menerima tawaran ini, kau berhak mendapatkan wanita lain yang lebih baik dibandingkan dengan diriku!!" batin Ella.
Mendengar jawaban Ella membuat Brian menoleh dan menatap wanita itu, dia tau kalau Ella merasa rendah diri, wanita baik nan tulus itu benar benar membuat Brian berdebar, entah sejak kapan.
"Bagaimana pun caranya, kita akan menikah Ella, jangan pikirkan yang lain, kita hanya akan menikah untuk menjadi orang tua yang sah bagi Brandon, aku takut Jung Ana akan meminta hak asuh jika aku tidak memiliki seorang istri yang sah untuk menjaga Brandon!" jelas Brian.
Ella terbelalak," apa itu bisa terjadi!?" tanya Ella.
__ADS_1
"lihatlah wanita ini, saat kukatakan kalau Jung Ana bisa merebut Brandon, dia langsung terbelalak seperti itu, aku tau kau tidak akan rela Ella," batin Brian.
"Bisa, Dia adalah ibu kandungnya, dia punya hak untuk itu," ucap Brian.
"Baiklah kita menikah tapi hanya untuk Brandon!" ucap Ella dengan tegas sambil berdiri dengan yakin terhadap keputusan nya.
"Be.. benarkah!?" tanya Brian dengan tatapan terkejut, dia tak berpikir kalau itu akan semudah ini.
"Ya.. hanya untuk Brandon, aku tidak mau anak itu diambil oleh wanita ular jahat itu, akan kutunjukkan pada dia kalau dia akan menyesali keputusannya meninggalkan kalian beberapa tahun lalu!!!" tekad Ella sudah bulat, jika menyinggung soal Brandon dia tak akan bisa menolak permintaan Brian.
Pria itu menatap Ella, dia tersenyum sangat lembut, senyuman yang tak pernah dia tunjukkan pada ornag lain.
"ternyata Jiak dia tersenyum dia benar benar tampan," batin Ella.
"Dia orang yang tepat, wanitaku memang benar benar tulus, terimakasih sudah membuat hidup yang suaram.ini menjadi lebih berwarna Ella, aku sejujurnya mencintaimu!!" batin Brian.
"Terimakasih banyak Ella, terimakasih banyak karena telah sudi menerima aku yang cacat ini dan Brandon... terimakasih!!" ucap Brian sambil memeluk Ella dengan erat.
"Ya ampun perasaan apa ini, kenapa jantungku berdebar kencang," batin Ella.
"Brandon pasti akan sangat bahagia mendengar kabar ini!!!!" ucap Brian dengan senyum sumringah di wajahnya.
Ella membalas senyuman Brian, wajahnya bersemu merah karena gugup sekaligus malu.
"Kenapa wajahmu memerah? apa kau kepanasan?" tanya Brian seraya mengusap rambut Ella,siapa pun yang menerima perlakuan manis pria itu pasti akan salah tingkah dengan kemanisan Brian.
"Ekhmm... sedikit panas memang, menjauhlah sedikit, aku kepanasan hufftt..." ucap Ella sambil mengipas dirinya, jujur saja dia kepanasan dengan tingkah manis pria di depannya itu.
Brian tersenyum melihat wajah Ella yang tersipu malu, pria itu ternyata bisa bersikap manis.
__ADS_1
"Ekhmmm... aku akan menjemput Brandon, sebentar lagi jam pulang, ayo cepat!" ucap Ella.
Brian mengangguk, dia merapikan minuman dan Snack mereka lalu menggenggam tangan Ella dan beranjak dari sana dengan senyuman bahagia di wajahnya.
"Apa kita harus berpegangan tangan seperti ini? rasanya sedikit aneh," ucap Ella yang merasa gugup dengan perlakukan Brian.
"Untuk Chemistry yang palin baik, kita harus melakukannya Ella," ucap Brian.
"ba..baiklah," jawab Ella.
Mereka berdua masuk ke dalam mobil dan melaju menuju sekolah Brandon. Dalam perjalanan, Brian banyak berbicara dan tidak seketika sebelum nya, mungkin cinta sudah mengubah hati pria itu.
Mereka tiba di sekolah Brandon, keduanya langsung menuju ruangan bermain dimana Brandon biasanya menunggu, sudah terlihat beberapa orang tua yang menunggu anak mere masing masing.
Namun sesuatu menarik perhatian Ella, sepertinya ada keributan kecil di dalam ruangan itu. Brian juga memperhatikan seperti ada yang salah disana.
"Ada apa ini?" Ella langsung berlari ke sana, nalurinya mengatakan kalau terjadi sesuatu kepada Brandon.
"Dasar anak sialan, kau pasti anak yang tidak dididik dengan benar oleh ibumu, beraninya kau. memukul wajah putra ku tampan, kemari kau sialan!!!" ucap seorang wanita, dia mendorong Brandon sampai terjatuh ke lantai.
"Huaa..... dia yang mulai, dia ejek Brandon, hiks hiks hiks... Brandon gak salah!!!!" pekik anak itu sambil menangis tersedu-sedu.
"Brandon, sayang!!!" Ella terdengar khawatir dia langsung mendorong wanita yang melukai putranya.
"BERANINYA KAH MENYENTUH PUTRAKU!!!!" bentak Ella dengan tatapan berapi api.
.
.
__ADS_1
.
bersambung...