
Sejak bertemu dengan wanita asing membantu Brandon kala itu, Anak kecil itu selalu berhasil tidur nyenyak tanpa mimpi buruk yang menghampirinya lagi. Setiap dia tidur,dia akan memeluk Scarf yang di berikan oleh Ella padanya, menghirup aroma parfum dari scarf itu dan menatap jam tangan buatan Ella dengan mata berbinar-binar.
Seperti malam ini, tingkah Brandon membuat Brian dan seisi rumah bertanya tanya.
Sejak bangun pagi sampai akan tidur lagi Brandon terus menerus tersenyum sambil menatap dan memeluk kedua benda pemberian Ella itu.
Hari ini mereka akan makan malam di luar, Brian mengajak Brandon, Pak Hong dan Si Dokter MinKi yang sering menginap di rumahnya.
Brandon menatap Putranya yang sudah berpakaian lengkap dan sesuai dengan scarf serta jam tangan yang dia pakai.
"Bos,Brandon masih normal kan? kok dia menjelma jadi anak yang suka senyum? perasaan Brandon anak yang dingin kayak anda bos, kayak pegunungan Alpen!!"celetuk Ki Jeong yang berbisik di belakang Brian.
Bughh...
pukulan dari sikut Brian mendarat di perut Ki Jeong," Arrkhhhh bos kok dipukul..." ucap pria itu sambil mengerang kesakitan.
"Kau bicara sembarangan!" ketus Brian sambil menatap Ki Jeong dengan tatapan dinginnya.
"Tapi bagus sih dia mulai berubah, ngomong-ngomong dia dapat dari mana Scarf dan jam tangan itu? Brandon mana mau terima sembarang barang dari orang lain," tanya Lee Min Ki.
"Dari seseorang, aku saja heran kenapa dia begitu menyukai kedua benda jelek itu, aku bisa belikan yang lebih baik," Celetuk Brian.
"Astaga!!!" Min Ki terkejut," Brandon benar benar menerima barang dari orang lain? kau yakin? " tanya Min Ki.
"Ck... aku melihatnya dengan mataku Min Ki, " ketus pria itu.
"Wahhhh.... siapa gerangan orang yang berhasil menaklukkan hati anak gunung es ini!!" Celetuk Min Ki.
Ki Jeong yang penasaran mendekati Brandon," Bran, dari siapa nih?" tanya Ki Jeong sambil menyentuh Scarf dan jam tangan yang dipakai Brandon.
"Jangan sentuh paman Hong!!!!!"teriak Brandon marah, dia tidak suka barangnya disentuh orang lain, bahkan pakaiannya sendiri dia yang rapikan dan susun di lemarinya sendiri, dia tak ingin orang lain melewati batas privasinya sungguh anak ini fotokopi dari bapaknya.
"Haihh kenapa sampai lupa kalau dia foto kopi bapaknya, hadehhh..." Ki Jeong menepuk kepalanya sendiri.
"Brandon jangan berteriak pada paman Hong, nggak baik!" Brian mengingatkan anaknya agar tidak membuat orang lain merasa kesal dengan dirinya.
"Maaf paman Hong, " Brandon membungkuk meminta maaf pada Ki Jeong..
"Paman sih pegang pegang barang Brandon, kalau kusut terus rusak gimana? ini satu satunya di dunia!!!" ucap Brandon dengan wajah kesal.
"Yahhh paman kan gak tau Brandon, lagian itu kayaknya barang murah deh, masa kamu bilang satu satunya di dunia, banyak tuh di jual di luar...
"Yaakkk Ki Jeong-aaa...
__ADS_1
Min Ki dan Brian panik saat melihat Brandon mulai muram karena mendengar kata kata Ki Jeong, habis sudah rencana makan malam mereka berakhir dengan amukan bocah kecil itu.
"Ini bukan barang murah, ini dibuat langsung sama orang spesial, semahal apa pun yang ada di luar sana, gak akan sebanding sama yang diberikan pada Brandon!!!" anak itu mengucapkannya dengan sangat jelas sampai sampai membuat ketiga pria itu saling menatap.
Brandon si anak yang jarang bicara panjang lebar justru bicara sangat banyak hanya untuk kedua benda buatan tangan itu.
"Paman sih gak tau apa apa huh!!!" ketus Brandon sambil menggembungkan kedua pipn dengan bibir mengerucut.
"pffthh hahahhaha...." Brian dan Min Ki tertawa terbahak bahak mendengar Omelan anak kecil itu, Ki Jeong habis dimarahi oleh Brandon, pria itu hanya bisa garuk garuk kepala dengan tingkah bocah kecil yang menggemaskan itu.
"siapa sih yang memberikan hadiah spesial ini untuk Brandon, siapa orangnya, paman jadi penasaran nih!!!" ucap Ki Jeong seraya berpikir menebak siapa gerangan sosok yang berhasil mengambil hati bocah kecil itu.
"RAHASIA!!" ucap Brandon.
"Tapi Daddy kan udah tau, tanya sama Daddy aja deh," ucap Ki Jeong seraya melirik Brian.
"Jangan bawa bawa aku manusia purba!!!" gumam Brian Dnegan wajah geram.
"Kalau sampai Daddy bilang bilang, Brandon akan mogok main sama Daddy, biar tau rasa Daddy mainnya sendirian!!!" Celetuk anak itu dengan ancaman kecilnya pada Brian.
" Haihh... jangan gitu dong, iya Daddy gak bilang tenang aja, lagian Daddy juga gak kenal betul sama orangnya," janji Brian sambil mengangkat satu tangan nya.
"hmm oke deh,paman Hong kalah wleeekkk... heheheh..."
Krruk... krukk... krukkk
Tiba tiba suara perut seseorang berbunyi, sontak mereka semua diam.
krukkk... krukk... krukkk
"Ma..maaf heheheh..." Min Ki menggaruk kepalanya karena suara cacing Alaska di perutnya sudah meronta ronta minta makan.
"bwahahahahahha...."
Mereka tertawa bersama, setelah drama malam hari itu, keempat pria beda generasi itu berangkat menuju restoran favorit mereka.
Sepanjang jalan Brandon kecil terus memeluk Scarf yang cukup tebal dan hangat itu, dia tak henti. Tersenyum mengingat bagaimana cara Mom Bella-nya membelanya di depan anak anak dan orang tua mereka.
Ini pertama kalinya Brandon Merasakan hal seperti itu, rasa hangat dan aman ketika dalam lindungan seorang wanita. Brandon bukan anak yang mudah ditangani, tetapi Ella berhasil mengambil hati anak kecil itu meski tak tau entah kapan mere bisa bertemu kembali.
Brian melirik putra kecilnya, dia turut senang jika putranya bahagia, meski dia tak tau jelas apa pembicaraan dan apa yang terjadi dengan Brandon di hari itu, yang pasti dia tau kalau Brandon bahagia.
"Daddy senang, kamu akhirnya banyak tertawa nak, aku berterimakasih pada wanita itu, dia membalas Budi dengan secara tidak langsung," batin Brian yang mengingat jelas wajah Ella, wajah wanita yang dia bantu selamatkan beberapa hari lalu.
__ADS_1
Ella sendiri tidak mengenali Brian sebab dia tidak memperhatikan Brian kala itu.
" Homo Soloensis, lihat Brandon, dia benar benar senang dengan benda itu, menurutmu siapa yang memberikannya?" bisik Min Ki pada Ki Jeong.
"Mana ku tau, bapaknya aja gak mau kasih tau, kayaknya cewek deh yang ngasih, jangan jangan entar lagi dia punya Mommy baru nih hihihi..." Ki Jeong cekikikan di belakang.
"Wahh kau benar, ini akan jadi berita besar hihihi..." imbuh Min Ki.
Cletak...
Tiba tiba pintu mobil berbunyi penanda pintu tak terkunci," Jika kalian mau melanjutkan pembicaraan tak berbobot kalian itu, maka melompat dan keluar dari mobil ini!!!" suara datar Brian menusuk telinga mereka berdua.
Sontak keduanya menutup mulut sambil cengengesan," heheh nggak lagi bos nggak lagi hehehe...." Kedua pria itu tertawa cengengesan.
Brian hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah kedua pria yang sama sama non Ahlak itu.
Mereka berhenti di persimpangan saat lampu jalan menjadi merah. Brandon yang sedang senang dengan barang barang nya menoleh ke arah samping mobil mereka.
Seketika wajah anak kecil itu muram dan terdiam dengan tatapan dingin.
Brian menangkap perbuahan ekspresi putranya," Ada apa nak?" tanya Brian sambil menoleh ke arah objek yang dilihat Brandon.
Ki Jeong dan Min Ki juga melakukan hal yang sama, sontak mereka melihat sosok perempuan pengkhianat yang meninggalkan Brian dan Brandon saat mereka berdua sangat membutuhkan sosok wanita itu di masa lalu.
Seketika suasana mencekam, Wanita itu adalah mantan istri Brian sedang bercumbu bersama kekasihnya di dalam Tesla putih, saling berpagutan satu dengan yang lain, Brian menutup pandangan putranya, "Jangan lihat," ucap Brian.
Brandon diam, dan menunduk, dia menatap jam tangan yang diberikan Ella sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Jal4ng!!" gumam Brian.
Ki Jeong dan Min Ki terdiam membeku, mereka tak menyangka kalau mantan istri Brian sangat liar.
" Tunggu bukannya pria itu.....
.......
.......
.......
...To be continued ðŸ˜...
...Jangan lupa like, vote dan komen 😉...
__ADS_1