Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Jatuh cinta


__ADS_3

Ki Jeong berjalan dengan wajah merah padam bahkan sampai Semerah wajah Karina yang mabuk dan menangis di dekat pagar pembatas atap gedung DRG itu.


Semua karyawan terbelalak kaget saat melihat asisten serba bisa tuan Presdir mereka turun tangan menangani si pembuat Onar yang selalu membuat masalah dimanapun dan kapan pun tetapi tidak merugikan perusahaan.


"Yaaaakkk.... pembuat Onaaar!!!!" Pekik Ki Jeong, semua orang yang ada disana menatap ke arah pria itu.


Mereka terbalak melihat Ki Jeong yang berjalan menghampiri Karina dengan wajah merah padam, dia benar benar marah saat ini.


"Huaaa.... Kesayanganku!!!" Teriak Karina seperti orang gila, dia menangis tersedu sedu. Benar benar hancur hati karena kejadian itu.


Karina menangis histeris belum lagi pengaruh alkohol membuat dirinya menjadi overaktif, tingkah lakunya benar benar di luar kendali.


Gadis itu berdiri saat mendengar suara Ki Jeong, pria yang entah kenapa dalam setiap kesempatan selalu terlibat tragedi bersamanya.


"ahahahah.... Ha...halo Pak Hong!!!" Karina tertawa seperti orang gila,dia tersenyum menatap Ki Jeong yang berjalan ke arahnya.


" Manager Cha!!!"Bentak Ki Jeong, wanita itu benar benar pembuat onar.


"Hahahah..... No nonono... jangan marah marah Ki Jeong hahahahha........" seloroh gadis itu.


Karina menatap Pria itu lagi sambil senyum senyum sendiri dan berpegangan pada pagar pembatas. Salah sedikit saja, gadis itu akan langsung terjun bebeas dan bertemu dengan malaikat mautnya.


“Yaak~~ manager Cha hati hati~~!!” teriak para karyawan yang panik dengan tingkah gila si manager Cha .


Ki Jeong menarik nafas geram, “ wanita yang satu ini benar benar mengacaukan hidupku arhhhhh~~~ saialan!!!” Umpat Ki Jeong yang sudah berada di dekat karina.


“kemari kau karina..” bentak Ki jeong yang langsung menggenggam erat tangan gadis itu.


Karina menatap pria itu sambil senyum senyum tak jelas, heheheh~ pak Hong ya.. hehehh kau tampak menggemaskan, kenapa wajahmu merah, kau marah ya.. hehehhe... jangan marah marah, nanti cepat tua loh hehhehe~” Celetuk gadis itu sambil menunjuk Ki Jeong dengan botol soju yang telah kosong karena isinya sekarang bersemayam di dalam perutnya.


“Dasar pembuat masalah, apa kau mau mati disini hah!!” benatk Ki Jeong saking geramnya dengan kelakuan abstrak gadis itu.


“Mati? “ Karina melihat ke area tanpa pijakan itu, dia melihat ke bawah seketika dia menangis histeris.

__ADS_1


“Huaaaa~~ iya... hiks hiks hiks~ aku lebih baik matiiiiii... arrhrhhhhh~~~~ aku tidka punya siapa siapa lagi... Orangtuaku membuangku bahkan sahabatku jugaa.... huaaaa.... Ellaaaaaaa.... kenapa kau tega Ellla kau jahat... kau wanita bodohh.. yaarrkkkk...” Karina menangis histeris, kembali mengingat kejadian kejadian yang membuatnya depresi.


“Ellaaaa... aku butuh dirimu, mereka jahat keluar dari sana huaaaa... Ellaaaa.... elllaaa......” Karina menangis, entah kenapa rasanya dadanya snagat sesak saat ini, dia menumpahakan segala kekesalan dan kesedihannya di atas atap itu.


Tampak raut kesedihan yang sangat dalam tergambar jelas di mata wanita bar bar yang biasanya selalu ceria setiap hari, tetapi hari ini dia berada di titik terendah dalam hidupnya, ingin berteriak agar dia benar benar puas dan membuang semua rasa sedih dan kesepian yang menyelimuti dirinya.


Ki Jeong menatap gadis itu, dia merasa sedikit iba dengan gadis pembuat onar itu, meski Karina sering terlibat masalah dengan dirinya, Ki Jeong tau benar kinerja Karina adalah yang terbaik diantara semua manajer di dalam perusahaan itu. Bahkan departemen pemasaran berkembang pesat dalam pimpinan gadis itu.


“Kalian pergilah, biar aku yang urus manager Cha, lanjutkan pekerjaan kalian!!” titah Ki Jeong pada karyawan lain yang menyaksikan semua itu.


“baik pak,” jawab mereka.


Para Karyawan turun dan kembali ke kantor mereka masing masing. Lagi lagi Karina menjadi buah bibir di perusahaan itu, tentu saja karena ulah dan tingkahnya yang benar benar di luar kendali semua orang. Dia adalah perempuan bebas, singa liar yang terjebak dalam tubuh seorang gadis.


Ada yang suka dan tentu saja ada banyak yang tidak suka dengan sikap manager Cha yang terkesan berlebihan dan suka mencari perhatian, padahal sebenarnya bukan terlalu berlebihan, manager Cha Karina punya cara yang lebih ekstrim untuk terlihat bahagia atau sekedar untuk terlihat baik baik saja padahal hidupnya penuh dengan kekacauan.


KiJeong menatap wanita yang merang raung itu, tangan pria itu masih memegang lengan Karina agar gadis itu tidak jatuh dan malah jadi masalah besar. Bisa saja dia dituduh membunuh Karina .


“ Aku tidak tau apa yang terjadi padamu pembuat onar, tapi sepertinya kau butuh ketenangan, tapi jangan dengan cara seperti ini bodoh..” ketus Ki Jeong sambil menyentil kening Karina.


“emmphhh... apa hanya aku yang merasa kesepian seperti ini? Hiks hiks hiks... Ella aku butuh kamu laaa... aku sedih, aku takut, aku sendirian lagi, Ellaaa... hiks hiks hiks....” Karina menangis dia meracu terus menerus.


Lelah berdiri membuar Ki Jeong menarik gadis itu.


“hei duduklah disini!!” ucap ki Jeong sambil menarik tubuh Karina ke tempat yang lebih aman.


“Em? ... duduk?” Karina memutar tubuhnya dan mengikuti Ki Jeong, namun karena terlalu pusing akibat pengaruh alkohol, baru beberapa langkah, dia tersandung kakinya sendiri.


“Loh yaakkk Karina....” Ki Jeong terkejut dia sigap menangkap Karina yang terjatuh ke arahnya dan...


Bruukkkk....


Mereka berdua terjatuh dengan posisi Karina di atas tubuh Ki Jeong. Namun sepersekian detik Ki Jeong menyadari posisi mereka adalah sebuah kesalahan besar. Karina jatuh tepat di atas tubuhnya, bibir gadis itu menyentuh bibir Ki Jeong membuat pria itu terbelalak.

__ADS_1


“Ya.. ya.. ampun.....” batin Ki jeong yang terdiam membeku saat hal itu terjadi pada dirinya.


Karina yang mabuk tak sadar dengan apa yang terjadi, dia malah tersenyum dan mengangkat kepalanya lalu memegang wajah Ki Jeong dengan kedua tangannya.


“hehehhe... tampan sekali mirip sama Tae hyung heheh.. ini benar benar tampan...” cerocos Karina smabil menyentuh wajah pria itu.


Dia mengangkat jari telunjuknya dan memutar mutarnya tepat di depan wajah Ki Jeong, “ ini semua.... milikku... ummah.... hehheeh” Karina mengecup bibir Ki Jeong sekai lagi, saking terkejutnya, Ki jeong sampai terdiam saat Karina melakukan hal itu pada dirinya.


“Ini milik Cha Ha Reum.. ini milik Ha Reum... ummah... ummah.... ummmahhh... hahahhaha...... “ karina mengecup bibri Ki Jeong lagi sampai tiga kali lalu dia pingsan tak sadarkan diri di atas tubuh Ki Jeong dengan senyuman dan pipi memerah semerah buah delima.


Deg... deg... deg...


Jantung Ki Jeong berdegup kencang, jujur saja ini memang bukan ciuman pertamanya, tetapi ciuman itu berhasil membuat jantungnya berdegup kencang bahkan pipinya sampai memerah bukan karena marah tetapi karena gugup dengan wajah cantik Karina yang menatapnya dalam keadaan mabuk dan mencium bibirnya hingga beberapa kali.


“Ya Tuhan... mampus aku... i got heart attack..” ucap Ki Jeong sambil menepuk keningnya.


Gugup dan terkejut bercampur menjadi satu, gadis itu memang benar benar pintar mengobrak abrik perasaan seseorang.


“Gila kau Karina Cha, atau... aku yang sudha gila, mengapa aku berdegup karena hal ini... di... dia... harus bertanggung jawab, cihh... kau akan jadi milikku Cha Ha Reum...” ucap Ki jeong yang malah jatuh cinta pada gadis yang menciumnya dalam kondisi mabuk.


“Arrhhh ini dia jatuh cinta yang sebenarnya.....” gumam Ki Jeong yang masih dalam posisi ambigu itu.


Sementara itu di balik tembok di bagian atap itu seseornag sedang cekikikan mengambil foto foto Karina dan Ki Jeong. Pria dengan masker dan topi yang ternyata sejak tadi ada disana adalah Brian.


“Hahahha ini akan jadi berita hebat untuk Kakek hahah.. auto nikah si homo soloensis hahahhaa....”


"ehh pemeran utamanya ketinggalan!!!"


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2