Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Darah itu


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu, Ella hidup berdampingan bersama dengan keluarga Dominic. Seperti yang tertera dalam kontrak kerja yang telah mereka masing masing bicarakan dan setujui, Ella menjadi pengasuh Brandon dan tinggal serta menikmati fasilitas di rumah itu.


Baru dua minggu tetapi Ella sudah mulai mendapatkan kestabilan emosionalnya, ketenangan jiwa dan mulai bangkit dan menjadi dirinya sendiri. Semua ini tentu tidak lepas dari bantuan Brian dan teman temannya.


Lee Min Ki bahkan sampai meminta saah satu rekan dokternya yang terbaik untuk membantu Ella pulih dari kondisi psikis yang dia alami selama dua tahun belakangan. Tentu tidak mudah, Ella harus terbiasa bersosialisasi dengan banyak orang, melakukan berbagai kegiatan dan banyak hal yang harus Ella ikuti.


Namun semangatnya untuk berubah membuatnya mampu bertahan.


“ Mom yang masak pagi ini kan? Brandon lapar banget nih..” celetuk Brandon kecil sambil berjalan menuju kamar mandi bersiap untuk pergi ke sekolah.


“Iya Mom yang masak, kamu cepatlah nanti terlambat, biar Mom siapkan makan paginya dulu dan bekal kamu, nanti ada ekstrakulikuler kan?” tanya Ella yang lengannya sudah sembuh total setelah beristirahat.


“Iya Mom nanti Brandon ikut ekskul musik, pulang jam lima sore, jangan lupa jemput ya mom , setelah itu kita main heheheh...” celetuk anak itu.


“Kamu ihhh main melulu, belajar dulu sayang biar cepet pintar terus jadi orang besar, “ ucap Ella sambil tersenyum.


“No mom, kalau Brandon cepat cepat besar nanti siapa yang temani Mom kalau bosan terus siapa yang jahilin Daddy sama paman Hong dan paman dokter hahahha... Brandon mau menikmati hihih..” ‘kekeh anak kecil itu.


“Aduuhh anak Mom pandai sekali bicaranya,, sudah sana cepat mandi dulu, ini pakaian kamu, tasnya udah Mom periksa dan gak ada yang ketinggalan, kamu cepat Mom tunggu di bawah, kalau udah selesai jangan lupa letakkan pakaiannya di keranjang kain kotor, kembalikan perlengkapan mandi ke tempat semula, gantung handuk di alat pengering handuk, dan matikan lampu kamar, paham kan nak?” cerocos Ella .


Brandon tampak diam melongo mendengar ucapan Ella, rasa senang dan bahagia karena kini ada seseorang yang memperhatikan dirinya membuat Brandon kecil itu terharu. Tanpa sadar dia malah berlari keluar dari kamar mandi dan memeluk Ella sambil menangis terharu.


“Huaaaa Mom terimakasih, ini benar benar nyata, Brandon senang hiks hiks hiks.... sekian lama Brandon pengen punya seorang ibu yang memperhatikan Brandon seperti ini akhirnya Mom ada, Mom hadir di kehidupan Brandon terimakasih banyak hiks hiks hiks...” anak itu menangis sesenggukan sambil memeluk Ella.


Ella terharu, dia bisa merasakan rasa sepi di hati anak itu karena dia juga mengalami hal yang sama meski dengan cara yang berbeda.

__ADS_1


“Iya sayang, mom juga mau bilang terimakasih karena udah menerima Mom, kamu membuat hari hari sepi Mom jadi lebih berharga, Mom sayang kamu nak, tumbuh yang baik ya sayang,” ucap Ella sambil memandang wajah anak itu , dia juga menangis menatap Brandon.


Rasa itu, Ella jelas tau sebab dia tidak merasakan kasih sayang orangtuanya sejak dia kecil entah apa yang terjadi di masa lalu tetapi menurut keterangan kakek dan neneknya dia dibuang oleh orangtuanya.


“Sudah anak tampan jangan menangis, ayo cepat mandi, nanti mata kamu sembab, ayo sayang, anak mom kan hebat,” ucap Ella .


“He... em.. Brandon mandi dulu ya mom, Brandon sayang Mom Ella ummah...” ucap anak itu, dia mengecup pipi Ella sebelum dia benar benar masuk ke dalam kamar mandi.


Ella mengusap wajahnya, dia tersenyum menatap anak kecil yang sudah dia anggap sebagai putra kandungnya sendiri, Rasa sayang Ella pada Brandon tidak dibuat buat, dan murni adalah sebuah ketulusan.


Tanpa mereka sadari, Brian si pria kaku itu mengawasi mereka melalui layar monitor cctv ruangan anak itu. Brian menatap interaksi mereka, sudut bibir pria itu melengkung ke atas saat melihat dan mendengar interaksi mereka.


“ Dia benar benar tulus, benar benar figur seorang ibu yang baik, anakku benar benar bahagia, dia bahagia sekali, wanita ini benar benar membuat rumah ini lebih berwarna, hah sudah lama rasanya aku tak mendengar celotehan Brandon , kau patut diacungi jempol Ella,” gumam Brian sambil mengusap usap kalung Thunder Tears yang belum dia kembalikan pada pemiliknya.


Semuanya bersiap siap melakukan pekerjaan mereka, seperti biasa, Ella akan mengantarkan Brandon kecil ke sekolah dan kali ini dia mengantarkan anak itu bersama dengan Ki Jeong asisten Brian.


“ Nona Ella, apa kebetulan kau mengenal seseorang bernama Karina Cha?” tanya Ki jeong tiba tiba, selama beberapa hari ini Ki Jeong memiliki pertanyaan besar di kepalanya yang seolah bertengger bahkan sampai bertelur disana, maksudnya melahirkan banyak pertanyaan lain.


Mendengar itu sontak membuat Ella menoleh pada Ki Jeong, dia terkejut saat pria itu menyebutkan nama sahabatnya,” Karina Cha, tentu,aku kenal seseorang bernama itu, tapi aku tidak yakin dia adlah Karian Cha yang anda maksud tuan Hong,” jawab Ella.


“Hmmm Karina Cha, seorang manager Marketing yang kehidupannya penuh dengan keributan dann drama, kau kenal wanita bar bar dengan rambut warna warni pakaiannya mahal dan warna nyentrik terkadang sedikit gila dan suka mabuk dan anehnya jika sudah mabuk dia akan memanggil manggil nama sahabatnya,” jelas Ki Jeong,” apa anda kenal?” tanyanya memperjelas.


“ya kenal... di.. dia sahabatku jika memang ciri cirinya persis seperti yang Anda katakan, dia sahabatku, tapi aku memutuskan persahabatan kami beberapa minggu lalu, aku tak ingin menyakitinya dan membuatnya kesulitan, ini semua salahku,” jelas Ella yang terlihat sedih dengan hal ini.


“Pantas saja kau mirip dengan wanita yang ada di wallpaper ponselnya, hmm jadi kau yang ditangisi si pembuat onar itu setiap malam ya, kurasa kalian harus bertemu dan menyelesaikan masalah kalian nona Ella,” ucap Ki Jeong dengan nada datar sebagaimana biasa.

__ADS_1


“paman hong bisa tidak nada bicaranya diubah sedikit, telingaku akan marah kalau paman berbicara seperti itu pada Mom ella,” ketus Brandon yang tidak suka cara Ki Jeong berbicara dengan Momnya.


“sayang nggak apa apa, udah tenang, “


“cihhh paman Hong kebiasaan deh, “


“ya maaf pangeran mahkota, hamba tidak sengaja,” balas Ki jeong dnegan wajah cengengesan melirik Brandon dan Ella yang duduk di samping kemudi .


“Apa Karina satu kantor dengan anda tuan Hong? Aku.. ingin melihatnya, apa Daddynya Brandon akan mengijinkan?” tanya Ella.


“Menurut jadwal nona memang akan ke kantor Brian hari ini, setelah kita mengantarkan Brandon ke sekolah, Brian akan menunggu di rumah, kalian akan berangkat bersama,” jelas Ki Jeong.


“Kantor? Apa pekerja pabrik boleh membawa teman mereka ke kantor, nanti kalau terkena marah bos bagaimana? Itu kan masalah?” tanya Ella dengan polosnya.


Brandon diam diam memperhatikan wajah polos ella dia tertawa karena Momnya belum tau siapa daddy anak itu sebenarnya.


“Jangan beritahu Mom Ella siapa daddy, nanti biar Daddy yang beritahu sendiri, kalau sampai Brandon bocorin, maka mom Ella akan Daddy bawa pergi dari rumah , paham?” kata kata itu terngiang di kepala si kecil Brandon, dia sudah janji pada daddynya dan akan menepati janji itu.


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2