
Se Na menatap Ella dengan tatapan tajam masih dengan gunting yang dia arahkan ke wajah Ella dengan raut wajah menyeramkan itu.
Ella tampak diam namun tanpa sepengetahuan SeNa, wanita itu sudah melepaskan laba laba dari dalam kotak yang dibawa oleh calon suaminya.
"Kau takut bukan? hahahah aku bukan wanita sembarangan yang bisa dengan mudah kau ancam Nyonya, lagi pula putramu pantas mendapatkan itu, bukankah dia hanya anak angkat mu? dia bahkan tidak diinginkan oleh ibu kandungnya, kenapa kau begitu membelanya hah!!" ketua SeNa.
"Kau akan menyesali kata katamu nona SeNa, aku akan menunjukkan siapa aku sebenarnya, bahkan Jung Ana dan kekasih gelapnya itu tidak akan bisa melawan ku!!!" Ella dengan cepat merampas gunting yang dipegang oleh SeNa lalu dengan lihai memutar lengan SeNa dan kini posisi mereka berbalik.
Ella meringkuk Se Na dari belakang sambil memelintir tangan wanita itu sedang tangan yang lain mengarahkan gunting ke wajah Se Na persis seperti cara wanita itu mengancam Ella beberapa menit lalu.
"Lepaskan aku!!!"pekik Se Na namun tenaga Ella yang bertambah berkali lipat ternyata tak bisa dilawan oleh Se Na, wanita itu meronta ronta, namun semakin banyak dia bergerak, semakin sakit pula tangannya dipelintir oleh Ella.
"Sudah kubilang jangan bermain main denganku, aku akan mengirim foto foto itu kepada ayah dan ibumu, kita lihat reaksi mereka saat tau putri kebanggaan mereka ternyata adalah sugar Baby seorang kakek buyut bau tanah ," ucap Ella sambil mendorong Se Na ke lantai hingga wanita itu terjerembab ke lantai yang dipenuhi dengan Tarantula merah yang berjalan di atas lantai.
"Aaaapa ini arrhhhhhh laba laba... jauhkan ini!!! jauhkan dariku tidaaakk... tolong aku.. tolong aku siapa pun aku takut laba laba!!!!" pekik wanita itu sambil menggeliat ketakutan di atas lantai bersama para Tarantula yang malah terheran heran dengan kelakuan wanita itu.
"Namanya Tarantula, mereka akan sakit hati kau panggil laba laba, dasar bodoh!!" ejek Ella.
"arrhhh perempuan gila, apa yang kau lakukan, kenapa kau membawa hewan menjijikkan ini kesini!!" pekik Se Na.
"Agar kau mengingat bagaimana kau menyiksa putraku dan mengurungnya dalam kelas dengan alasan tak logismu itu, bahkan kau mematikan lampu dan meninggalkannya sendirian disana beberapa kali!!!" ucap Ella.
Se Na terbelalak, wanita itu tau semua meski dia sudah melakukannya dengan cara yang terlihat sangat normal, namun di mata Ella semua itu tidak normal.
"Jika kau ingin menyalahkan seseorang,kurasa setelah kau di penjara kau boleh menuntut Jung Ana untuk masalah ini hahahahah..." Seloroh Ella sambil tertawa jahat di depan Se Na.
"Selamat menikmati waktumu bersama Tarantula kesayanganku nona, jangan sampai terkencing kencing ya hahahahahah..." Ella berjalan keluar dari ruangan itu sambil tertawa, tak lupa dia mematikan lampu dan mengunci pintu dari luar.
"lepaskan aku dari sini, jangan biarkan aku disini, arrhhh tolong aku!!!" pekik Se Na.
"aku salah, aku salah kumohon, Aku sangat takut pada laba laba besar, jangan biarkan aku di tempat gelap ini hiks hiks hiks.." SeNa menangis tersedu sedu namun tak dihiraukan sama sekali oleh Ella.
__ADS_1
"Se Na beres, selanjutnya para setan bajingan itu!!" ucap Ella.
"tugas kalian adalah mengeluarkan dia setelah 45 menit dan tunggu kami di halaman sekolah, sisanya ikut dengan kami, mohon bantuannya ya," ucap Ella pada para pengawal.
"Baik Nona!" ucap mereka dengan senang hati.
"Waah apa kau tidak terlalu kejam Lala?" tanya Min Ki.
"Tidak Min Min, dia pantas mendapatkan itu, putraku jadi trauma dengan ruang gelap karena si bodoh itu, dia harus mendapatkan hal yang sama!!" ucap Ella.
" Kau tidak apa apa kan Lala, apa ada yang sakit hmm?" tanya Min Ki.
"tak ada Min Min, tenang saja," ucap Ella sambil tersenyum manis.
Tak tahan melihat mereka berdua bertingkah mesra, Brian berjalan dan menerobos mereka berdua lalu menggenggam tangan Ella sambil menatap Min Ki dengan tatapan tajam.
"Ganti panggilan kalian berdua, Jika tidak, kalian akan ku hukum!" ucap Brian.
"waaah kamu lucu loh kalau cemburu, kupingnya merah terus mukanya berkerut, cemberut begitu hahhahahahah.." Ella malah menertawakan Brian yang terlihat jelas sekali dia sedang cemburu buta saat ini.
"Ella jangan gitu dong, masa sama calon suami bikin kesal?" gerutu Brian.
"Gak usah sok manja Brian, gak cocok untukmu hahahahahah.... gunung es tiba tiba sok manja, rasanya aneh hahahahahh.. "Min Ki tertawa terbahak-bahak, baru kali ini dia dengan bebas mengejek Presdir DRG itu.
"Yaaakkk... LEE.. MIN KI!!!!!!" pekik Brian sambil berlari mengejar Min Ki yang sudah berjalan dahulu.
"bwahahahahah....." Ella dan para pengawal tertawa terbahak bahak melihat kelakuan kedua orang itu, belum lagi kalau sudah gabung dengan Ki Jeong, Karina dan Brandon, bisa saja rencana balas dendam mereka berubah jadi ajang komedi.
"Dasar kekanakan!" ucap Ella.
Tak beberapa lama mereka semua masuk ke aula pertemuan dimana kepala sekolah sudah membuat sebuah pertemuan yang diatur oleh Ella dan Brian semalam.
__ADS_1
" Hari ini secara resmi pemilik asli sekolah ini akan menampakkan dirinya kepada kita semua, saya harap tak ada yang serangan jantung hahahahah..." Celetuk pak Choi, dia terlihat bercanda padahal makna kata katanya sangat serius.
"Beberapa orang mungkin akan syok melihat siapa pemilik sekolah ini," ucap Pak Choi lagi, hal ini tentu membuat semua orang penasaran dengan siapa gerangan yang akan tiba.
"Baiklah mari kita sambut dewan sekolah pemilik yayasan sekolah ini, tuan Dominic dan rombongannya kami persilahkan masuk!!" ucap Pa Choi dengan bangga.
Tiba tiba seluruh ruangan gelap, lampu dimatikan, tirai ditutup dan pintu ditutup dengan rapat.
drap... drap... drap...
terdengar deru langkah kaki orang orang memasuki ruangan itu, tak ada yang bisa memastikan siapa yang masuk, suasanya gelap dan misterius.
Tak beberapa lama lampu kembali dinyalakan, kini disekeliling orang orang yang berkumpul di dalam ruangan aula pertemuan itu berdiri deretan bodyguard dengan stelan seragam hitam, berdiri dengan tegas dan mengkawal semua orang.
"Waah apakah sampai seperti ini?" gumam salah satu guru.
"Hei lihat, bukannya dia pria cacat yang kemarin bermasalah dengan tuan dan nyonya Song, mau apa dia di atas sana!!" teriak salah satu orang tua siswa.
"Waahh kau benar, itu dia, tapi terlibat berbeda, penampilannya lebih rapi dari biasanya!!" ucap yang lain.
kegegeran terjadi, bahkan seluruh Dewan yayasan terkejut melihat kalau Presdir grup itu ternyata sering turun langsung ke dalam sekolahan.
Lisa, Brian, Min Ki dan anak buah mereka tiba disana dengan senyuman penuh arti.
"Kudengar ada yang butuh laba laba untuk mukbang!?"ucap Ella.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊