
Brandon kecil masuk ke dalam kamar pribadi Min Ki, mencari cari keberadaan Mommy baru yang telah mengambil hatinya.
Keempat orang dewasa di dalam ruangan itu menatap Brandon dengan ekspresi mereka masing masing.
"pfftt bwahahahhahaha.... Brandon sayang, kamu kenapa selucu ini ahahahah... itu sangat cocok untukmu, siapa yang belikan sayang hahahaha... kau menggemaskan, seperti seekor anak kucing hahahhaha...." Ella tertawa terbahak-bahak melihat penampilan anak kecil itu, dia benar-benar menggemaskan.
Jika Ella tertawa terbahak-bahak, maka ketiga pria itu berbeda, mereka menganga menatap penampilan Brandon yang benar benar tidak pernah mereka bayangkan akan terjadi.
Brandon kecil memakai kostum anak kucing yang dibelikan oleh Daddynya saat mereka pergi ke pasar malam, kostum kucing lengkap dari ujung kepala sampai kaki di pakai oleh bocah itu.
Wajahnya yang kemerahan dan pipi gembulnya diberi bintik bintik merah yang membuatnya tampak menggemaskan, kostum kucing berwarna cokelat itu membuat Brandon benar benar menggemaskan, berbeda dengan penampilannya yang biasa.
"A.. anakku tidak sedang sakit kan? seingatku ratusan kali aku memintanya memakai kostum itu tetapi dia selalu menolak dan marah marah bahkan mengatakan kalau seumur hidupnya tidak akan memakai kostum mengerikan itu, ta..tapi apa yang kulihat!!"ucap Brian terbelalak.
"A...aku terkejut Brian, sepertinya ada yang salah dengan otak anakmu, apa dia terbentur? ya ampun, setan apa yang merasukinya!!!" Celetuk Min Ki yang tak kalah heran.
"Bro..Ki..kita sepertinya harus memanggil pengusir setan, rumah ini sudah dipenuhi terlalu banyak hawa buruk sampai Brandon bertingkah seperti ini,benar benar gila!!!" ucap Ki Jeong.
" Min Ki, Ki Jeong pukul aku, aku tidak sedang bermimpi kan?di.. dia putraku kan? dia Brandon yang sama kan dengan yang kubesarkan selama ini!!!" ucap Brian.
Bughh...
Plaaakkk....
Min Ki dan Ki Jeong memukul kepala dan punggung Brian,.
"Yaaarkhh~~ sakit kampret!!!" teriak Brian sambil meringis kesakitan karena ulah kedua sahabatnya.
"Kau kesakitan, ini bukan Mimpi Brian, anakmu gila!!!" ucap Min Ki dan Ki Jeong dengan wajah melongo.
"Aku tidak mimpi, ya Tuhaaaannn~~ anakku sudah tidak waras!!!" teriak Brian.
Ella hanya cekikikan menatap ketiga pria itu, dia menghampiri Brandon yang tampak menunduk dan terlihat malu dan tidak percaya diri dengan kostum itu.
"Daddy, Paman!!!" pekik Brandon dengan wajah kesal, matanya sudah berkaca-kaca dan Ella menyadari itu.
"Sayang..." Ella mengusap punggung Brandon.
Ketiga pria itu menatap Brandon, mereka tau singa kecil itu dalam mode kesal.
"Kalian jahat!!" ketus anak itu.
__ADS_1
"Eh Bu.. bukan begitu nak!" ucap Brian yang langsung panik karena putranya mengambek lagi.
"Mom ayo, jangan disini, sudah selesai kan berobatnya? kita ke kamar Brandon, Mom makan dulu setelah itu kita main, jangan dekat dekat mereka, Brandon gak suka!" ketus anak itu sambil menatap kesal pada Daddy dan kedua pamannya yang hanya cengengesan menatap Brandon.
"Eh.. tapi..." Ella menatap Brian, pria itu mengangguk pertanda setuju kalau Ella bermain sebentar dengan Brandon.
"Baiklah, ya sudah ayo kita main heheh..." Ella menggenggam tangan kecil Brandon, dengan senang hati dia mendampingi anak itu.
Mereka berdua keluar dari dalam ruangan itu,tatapan ketiga pria itu tak lepas dari keduanya.
Heran, terkejut, kaget dan tak menyangka kalau Brandon akan berubah sebanyak itu dalam waktu yang sangat singkat setelah bertemu beberapa kali dengan Ella.
"Bagaimana bisa Brandon dan wanita itu menjadi sangat dekat, apa kau tidak curiga Brian, siapa tau wanita itu memanfaatkan Brandon!" ucap Min Ki.
"Brandon tidak akan tertipu dengan wanita ular Min Ki, dia tau siapa yang cocok dengannya atau tidak, anakku tak selemah yang kau pikirkan!" ucap Brian dengan nada datar.
Kedua pria itu diam membeku saat bos sekaligus sahabat mereka berubah menjadi mode serigala, dingin, datar dan kejam.
"Mampus, si bos dah balik jadi mode asli, arrhhh sial!!!" batin Ki Jeong.
"Aku tau yang kau pikirkan Ki Jeong, sebaiknya kau siapkan satu kamar lagi untuk wanita itu, mulai nanti nanti malam dia akan tinggal di rumah ini!" ucap Brian dengan tegas.
Aura bosnya mencuat, membuat kedua pria itu terdiam kaku tidak seluas sebelumnya.
"Ba.. baik!" jawab Ki Jeong gemetaran.
"Benar benar menyeramkan!" batin Ki Jeong.
"Brian berubah dalam sepersekian detik, wanita itu,siapa dia? kenapa kedua Dominic beda generasi ini malah berubah sebanyak itu di depannya?" batin Min Ki.
"Min Ki!!" suara Brian membentak.
"Eh... mampus, lubang sempit di jepit sama dedemit eh... aduh!!"Min Ki terkejut sampai latahnya muncul.
"eh... ma..maaf Brian," ucap Min Ki sambil menutup mulutnya.
"Pastikan Ella sembuh dan berikan perawatan terbaik padanya, perbaiki nutrisinya, pastikan dia menjadi lebih sehat, aku tidak harus mendikte semua tugasmu bukan?" ucap Brian lagi.
Min Ki merengut, saat berbicara dengan Brian dalam mode galak selalu berhasil membuat nyalinya menciut.
"Ba..baik Bos!" ucapnya sambil membungkuk sopan dalam mode bawahan.
__ADS_1
Brian tersenyum smirk, sebuah senyuman puas dan bahagia yang bisa ditangkap oleh Ki Jeong dan Min Ki.
"Ya Tuhan tolong usir setan dari jiwa bos kami, dia benar benar menyeramkan!!!" batin kedua pria itu.
Brian menepuk bahu mereka berdua sambil tersenyum," santai saja, aku sedang senang, kalian lakukan saja tugas kalian dengan baik, dan..." Brian menatap Ki Jeong sambil mencengkram erat bahu pria itu.
"Cepat masuk kantor dan tangani proyek baru itu, jangan sampai proyekku hancur Ki Jeong," ucap Brian.
"Dan Kau!!" Dia menatap Min Ki dan melakukan hal yang sama pada dokter lesung pipi itu.
"Lakukan tugasmu dengan benar, dia harus lebih sehat dan atur semuanya dengan baik, jika tidak... karirmu akan tamat Lee Min Ki!!!" ucapnya dengan senyuman setan itu.
Brian melepaskan cengkraman tangannya, dia pergi dari sana meninggalkan kedua pria yang sedang meringis kesakitan itu disana.
"Arrhhhkkkk...saakittt!!!" keduanya meringis kesakitan bahkan sampai terjatuh ke lantai.
"Dia benar benar menyeramkan!" ucap mereka berdua.
Sementara itu Brian berjalan dengan santai menuju ruangannya, saat dia berjalan dia mendengar suara tawa yang sangat puas dari kamar Brandon.
"Ahahahaha... jadi janggut kakek tua itu lepas Mom!!?"suara si kecil Brandon terdengar menyeruak.
"Iya, di cabut sama si nenek bungkuk hahahahah.." Ella juga tertawa, tertawa dengan riang tanpa beban.
Brian menatap mereka berdua, dia mengintip dari sisi pintu, putranya sangat bahagia dengan kehadiran Ella.
Tak pernah Brian lihat anak itu sebahagia seperti saat ini. Tawa dan tingkah Brandon menunjukkan kalau dia benar benar butuh sosok seorang ibu.
Tanpa sadar Brian menangis menatap putranya yang malang, sangat bahagia bersama Ella.
"Sebahagia itu kamu nak? Daddy akan pastikan kamu bahagia selamanya sayang, entah itu harus memaksa dia bersama kita, Daddy akan memastikan semuanya untuk menjamin kebahagiaan mu sayang," ucap Brian.
Dia terus mengintip mereka dari balik pintu, Brian memegang kaki besinya, teringat dengan kejadian beberapa tahun silam, kejadian yang merenggut kakinya dan merenggut nyawa ibunya tercinta!!
"Brian merindukan Mommy!" ucapnya sambil menitikkan air mata.
.......
.......
.......
__ADS_1
...Like, vote dan komen 😉😊...