Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien

Pembalasan Sempurna: Tuan Kaki Besi Dan Nyonya Alien
Memprihatinkan


__ADS_3

Seorang pria berbalut handuk kuning bermotif Spongebob berjalan sambil menari kesana kemari seolah dia sedang berdansa, menutup matanya dan menikmati lagi yang dia putar di dalam ruangannya.


"nanana... nanana... ahh musik ini benar benar menenangkan, tak salah aku memutarnya tadi, wahh akan sangat menyenangkan kalau ada ayang yang menemaniku menari," gumam pria pemilik lesung Pipit itu, siapa lagi kalau bukan Lee Min Ki.


"Min Ki berjalan dengan lembut, menari tanpa sadar kalau di dalam kamarnya ada orang lain terlebih ada seorang wanita. perut kotak kotak yang dia latih bertahun tahun itu terpampang jelas disana, sangat menggoda iman .


Dia terus menari hingga dokter Min Ki terkejut saat mendengar teriakan Ella, teriakan seorang wanita di dalam kamarnya.


yang benar saja,sejak kapan ada wanita di dalam kamarnya, tak mungkin pelayan karena mereka dilarang masuk ke dalam kamar itu.


Min Ki membuka matanya, dia terbelalak menatap Ella dan Brian yang menoleh padanya, handuknya masih terikat kokoh di pinggangnya untuk tidak jatuh.


"aaarrhrhhh....."


gedebuk.... brakk..


Pria itu terjatuh di tas lantai karena syok melihat Ella yang berteriak sambil menunjuk ya.


Min Ki menutup aset berharga nya yang tertutup dengan handuk, benar benar terkejut dan malu di saat yang sama.


"ya ampun si lesung pipit, kenapa gak pakek baju goblok!!!" Celetuk Ki Jeong yang sudah masuk ke dalam ruangan itu.


"astaga kenapa dia telanjang, suruh dia pakai baju!!!" ucap Ella yang menutup kedua matanya, benar benar pemandangan aneh baginya.


"astaga siapa dia, kenapa ada seorang wanita jelek di kamarku kenapa kalian bawa dia kesini!!!" pekik Min Ki yang tak kalah syok dengan Ella.


" Min Ki!!!" bentak Brian dan Ki Jeong.


"ehh maaf, aku hanya mengatak fakta!! siapa dia! kenapa dia disini hoisssh merusak pemandangan saja!!!" kesal Min Ki, dia sedikit ceplas-ceplos.


Ella menatap Min Ki dengan tatapan kesal, baru bertemu tetapi pria itu sudah menjelek jelekkan dirinya, apakah orang orang jaman ini sama semua?


"Yaaakk dasar pria mesum bisa bisanya kau tidak pakai baju, kau tidak malu apa!!!"kesal Ella,


"Aku jelek kenapa hah? dasar orang gila, kalau jelek jangan lihat, tak usah diperjelas, aku sadar aku jelek, daripada kau pria mesum, aneh kau!!!" kesal wanita itu.


Brian menatap Ella," waahh kau ternyata bisa marah juga Ella," batin Pria itu.


"yaaak perempuan sinting, kau yang aneh, Kenapa kau masuk ke ruangan ini, ini kamarku ya suka suka saya lah, kok malah kau yang atur!!" kesal Min Ki sambil bangkit Berdiri dan memperketat ikatan handuk nya.

__ADS_1


" Ya.. ya maaf, habisnya anda mengatai saya meski kenyataannya begitu, bukanlah tak etis berkata sembarangan pada orang lain," cicit Ella sambil memalingkan wajahnya.


"Haihh.. dasar, siapa wanita ini Brian Ki Jeong, dari mana kalian memungut nya!?" ketus min Sambil mengambil bath robe yang dia letakkan di atas kasurnya dan memakainya.


"Temanku," ucap Brian singkat.


Min Ki terkejut dia menatap Ki Jeong, yang ditatap hanya mengangkat bahu.


"ck... jadi mau apa kau ke sini wanita aneh," ucap Min Ki.


"Dia punya nama Min Ki, Ella panggil dia Ella atau Brandon akan memakannya!" ucap Ki Jeong.


"ckk.. terserah, jangan bawa bawa Brandon, dia tak mungkin aku mendekati wanita seperti dia,ada apa kalian sampai masuk ke kamarku?" ucap Min Ki.


"obati dia, kau lihat wajahnya kan?" ucap Brian.


min Ki menatap Ella, dia tau kalau wajah wanita itu lebam." Haih baiklah, ternyata pekerjaan ini sangat cocok untukku bahkan disaat aku istirahat ada saja pasien yang harus kutangani," ucap Min Ki .


" Obati saja dia Min Ki, jangan banyak bicara," ucap Brian dengan tegas sambil menatap pria itu dengan tatapan mengancam.


Min Ki bergidik ngeri, tatapan Brian benar benar membuatnya ketakutan dan tau ancaman apa di balik sorot mata itu.


"Ella berbaring disana, ikuti saja kata kata pria ini, doa dokter profesional," ucap Brian.


"Tapi apa aku harus...


" kau mau diobati kan?" tanya Brian dan dibalas anggukan kepala oleh Ella.


" sana, tunggu dia, kita akan bicara, kami tak akan melihatmu, kita sambil berbincang," ucap Brian.


Min Ki dan Ki Jeong berasa menjadi nyamuk di ruangan itu, mereka hanya menyaksikan Brian dan Ella berbicara satu sama lain.


"Yaaak Min Ki tunggu apa lagi!!!" kesal Brian karena Min Ki hanya bengong.


"Ki Jeong jangan lihat lihat kesana, kau pria mesum hah!!" ketus Brian.


"ehh ya.... ya maaf..." Celetuk mereka berdua.


Min Ki segera mengganti pakaiannya, Ki Jeong duduk bersama Brian membelakangi ruangan perawatan mini itu, dan Ella berbaring di sana membuka luka lukanya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat, Min Ki sudah selesai, dia masuk ke ruang perawatan dan menatap Ella yang duduk di atas brankar pasien disana.


" Apa lukamu hanya itu saja?" tanya Min Ki sambil menatap lengan dan wajah Ella, wanita itu menggelengkan kepalanya.


"Apa aku bisa membukanya, ini sangat banyak," ucap Ella.


"buka saja tak masalah, kita ini hanya pasien dan dokter dan kau teman sahabatku, bukan masalah!" ucap Min Ki.


Ella mengangguk, dia membuka pakaian atasnya dan hanya menyisakan crop tank top miliknya.


Lebam, luka bekas pukulan di bahu, dada, leher, bakas pukulan di perut dan cakaran di punggung wanita kurus itu terlihat jelas dan sangat menyakitkan.


"Ya Ampuuun!!!" pekik Min Ki yang sampai terperanjat dari tempat duduknya saat melihat tubuh wanita itu penuh dengan luka, tak ada tempat bersisa, bahkan luka luka lama terlihat jelas disana.


Mendengar Min Ki berteriak, Ki Jeong dan Brian sontak berlari ke dalam ruangan kecil itu.


" Apa yang terjadi Min Ki!!" tanya Ki Jeong panik, mereka menatap Ella.


"Astaga parah sekali!!" ucap Ki Jeong.


Brian sama terkejutnya, saat di ruangan pegawai tadi,dia tak melihatnya terlalu jelas, namun saat ini dia tak bisa berkata apa apa ketika melihat luka luka di tubuh Ella, bagaimana dia bisa bertahan dengan semua luka itu.


"Min Ki obati dia dengan benar!" ucap Brian, nada suaranya berubah, menjadi dingin dan datar, dia berbalik, setelah melihat luka luka di tubuh Ella makin bulat keputusannya untuk membalas keluarga Jaya.


"Ki Jeong, biarkan mereka, kita duduk disana!" Brian menarik kerah Ki Jeong.


Ella diam saja, dia sesekali tampak kesakitan saat mencoba melepaskan kain baju yang menempel di luka basah yang tidak dibalut itu.


Sangat menyakitkan dan perih, bahkan yang melihatnya saja bisa merasakan penderitaan Ella.


"Apa yang terjadi padamu nona, ini benar benar mengerikan!!!"ucap Min Ki, seketika rasa iba di hatinya muncul, melihat kondisi Ella yang memprihatinkan.


"Banyak yang terjadi dokter," balas Ella pelan.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 😉😊


__ADS_2