
Ella terbelalak membaca berita berita itu, segala kebohongan diutarakan disana sejak kapan dia berubah dari seorang korban KDRT menjadi pelaku dan pengkhianat dalam rumah tangganya sendiri.
Ella benar benar syok namun semua ini tidak di luar perkiraan nya, dia sudah mengetahui kalau Keluarga Jaya akan melakukan hal gila demi menjaga nama baik mereka agar tetap bersinar di publik.
"Mereka benar benar melakukannya, orang orang jahat itu memutar balikkan fakta agar namaku jelek di mata masyarakat, hmm... kalian benar benar tega!" ucap Ella.
Dia terus membaca, semakin banyak dia baca semakin melantur pula berita yang dia dapatkan.
Bahkan ada situs yang sampai mengaku ngaku kalau mereka kenal betul dengan sosok Ella.
Namun anehnya tak ada wajah Ella dalam setiap berita itu, sebelumnya mereka masih sempat Mempublikasikan foto foto Ella, namun seolah tenggelam ditelan badai, seluruh foto itu tak bisa diakses oleh siapa pun.
"Semuanya diubah, alurnya benar benar berubah, mereka tidak akan pernah puas sebelum menyaksikan aku hancur!" gumam Ella, dia memandang keluar dengan wajah sendu.
Supir keluarga Dominic menangkap ekspresi Ella, dia menjadi khawatir.
"Ada apa nona? apa anda sedang risau?" tanya supir keluarga Dominic yang biasa dipanggil Pak Nam.
"Ahh saya tidak apa apa pak, hanya ada sedikit masalah saja, oh iya kita belum berkenalan pak, saya Arabella Sanbers, " ucap Ella memperkenalkan dirinya sambil tersenyum lembut.
"Saya pikir ada apa apa, ahh~~ saya Nam Do Shi, panggil saja Pak Nam nona, sama seperti yang lain," jelas Pak Nam.
"Baik Pak, senang bertemu dengan anda," ucap Ella yang dibalas dengan anggukan kepala oleh pria yang terlihat lebih tua sekian tahun dibandingkan dengan Brian itu.
Mereka melaju menuju rumah Dominic, sepanjang jalan Ella dan Pak Nam terlihat saling melontarkan kata-kata bahkan kerap bercanda.
Ella adalah wanita yang supel dan mudah bergaul namun lingkungan keluarga Kaya selama ini membuatnya tak memiliki teman satu pun.
Sementara itu, di rumah sakit Brian yang sudah mengetahui berita besar itu duduk di dekat brankar sahabatnya.
Lee Min Ki langsung menangani Ki Jeong saat pria itu dibawa masuk ke dalam rumah sakit.
Setelah diperiksa ternyata lengan kiri Ki Jeong terluka karena sayatan benda tajam, entah apa yang sebelumnya terjadi pada Ki Jeong tetapi dia jelas jelas mengalami kekerasan fisik dan hal ini yang sedang dicari tau oleh Brian saat ini.
"Sebenarnya apa yang terjadi padanya Brian, bukannya semalam dia sedang ada rapat dengan klien DRG, kenapa saya pulang dia dalam kondisi seperti ini!?" tanya Min Ki.
"Aku juga tidak tau, tapi sepertinya hal ini terkait dengan rival bisnis kami, mungkin karena proyek Mega itu, dan kurasa ini ada hubungannya dengan K+Fashion!" jelas Brian.
__ADS_1
Mendengar nama K-Fashion tentu saja membuat Min Ki terkejut, jika mereka berani mengusik asisten DRG maka mereka sedang bermain main dengan beruang besar yang sedang berhibernasi!
"Apa kau yakin? kau bahkan tak menghadiri pertemuan itu dan asik bermain game, apa menurutmu tak terlalu berlebihan menuduh mereka!?" tanya Min Ki dengan nada ketus.
Brian menatap datar pria itu, seketika tubuh Min Ki membeku, dia spontan menutup mulutnya.
"Haihh sial, kenapa juga aku sembarang bicara, ingat Min Ki dia itu Presdir Dominic, kenapa kau malah menggali kuburmu sendiri dasar bodoh!!" Min Ki merutuki dirinya sendiri.
"Aku akan mencari tau ini nanti, rawat saja dia dengan benar!" kesal Brian.
"Ba..baiklah, maaf aku sembarang bicara, bukan maksudku," ucap Min Ki.
"Hmm terserahlah" jawab Brian ketus.
"Ekhmm... lalu bagaimana dengan wanita itu, beritanya sudah tersebar luas, apa kau akan membiarkannya?" tanya Min Ki.
"Tenang saja, toh hanya namanya, itu pun bukan nama lengkap wanita itu!" ucap Brian dengan santai sambil memandang ponselnya.
"Apa kau tau sesuatu tentang wanita itu?" tanya Min Ki.
"Hanya sedikit dan itu pun aku harus memastikan, tak boleh gegabah, mungkin dia akan jadi aset berharga untuk menghancurkan keluarga Jaya;" ucap Brian.
"Kalung siapa?" tanya Brian seraya memicingkan matanya menatap benar yang dipegang oleh Min Ki.
"Ella, wanita itu, dia punya ini, apa kau tau lambang ini? aku seperti pernah melihatnya tapi lupa dimana," ucap Min Ki.
Brian berdiri dan mengambil benda itu diangkatnya kalung berbentuk tetesan air dengan motif kilat itu.
"Thunder Tears!" ucap Brian saat dia melihat kalung itu.
"Ya kau benar Thunder Tears, biasanya orang menyebutnya kalung petir karena motif petir di bagian tengah manik kalung yang berwarna biru muda itu.
"Bagaimana dia bisa memiliki benda itu? jelas jelas benda itu salah satu kalung paling legendaris yang hanya dimiliki keluarga bangsawan dari Eropa, tapi bagaimana dia...?" min Ki menatap Ki Jeong.
"Kalung ini tidak bisa sembarang diberikan, hanya orang-orang tertentu yang memiliki nya, sebaiknya kau kembalikan itu sebelum Ella mencarinya, mungkin ini benda berharga miliknya," ucap Brian yang memberikan kalung itu kembali pada Min Ki.
Lee Min Ki paham, hanya saja dia masih penasaran kenapa Ella memiliki kalung itu.
__ADS_1
Setelah memastikan Ki Jeong dirawat dengan benar di rumah sakit, Brian kembali ke kediamannya.
"Brian, apa bisa kau memberikan kalung itu pada wanita itu, aku mungkin tidak pulang malam ini, jadwalku padat," ucap MinKi.
"MMM baiklah, kau sudah mulai berani menyuruh ku ya, dasar Anaconda!" Ketus Brian yang langsung menyambar kalung itu dari Min Ki.
min Ki tergelak, terkadang sahabatnya itu bisa diajak bercanda tetapi disaat yang sama dia adalah orang yang sangat menyeramkan.
Brian mengemudi menuju rumahnya, diperjalanan dia menyempatkan diri membeli kebab dan tteobeokki makanan khas negeri itu.
Setibanya di rumah dia mendapati rumah sudah bersih dan kinclong, namun anehnya aroma rumah itu berbeda dari biasanya.
"apa kalian mengganti pengharum ruangan?" Tanya Brian pada para pelayan.
"Dan tampaknya pekerjaan kalian lebih bersih dari biasanya," ucap pria itu sambil menatap seisi rumah itu.
"Ehh i..itu maaf tuan Bu..bukan kami yang...
"Hai kau sudah pulang," Ella datang sambil membawa kontainer alat alat kebersihan bersama beberapa pelayan rumah yang dia arahkan untuk membersihkan rumah.
"Apa yang kau lakukan, seharusnya kau istirahat, tanganmu baru diobati semalam, dasar aneh," omel Brian.
"Ini?" Ella menatap lengannya, "ini bukan apa apa," ucap Ella dengan santai.
"Ck... terserah, kajian lanjutkan pekerjaan kalian," Brian berbicara pada pelayan di rumahnya.
"Ella ikut aku !" ucap Brian dengan aura bosnya.
Ella mengangguk paham, dia mengikuti pemilik rumah itu.
"Aku heran, dia mengatakan kalau dia pekerja pabrik, tapi dia memiliki semua aset mahal ini, aneh, siapa dia sebenarnya!" gumam Ella.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊