
Karina keluar dari ruangan kerjanya, jam menunjukkan pukul 8 malam dan dia baru selesai bekerja.
Ruangannya tampak berantakan, kertas dan dokumen berserakan dimana mana.
"Huaaa... Ella.. kenapa kau begitu hiks hiks.... bagaimana ini, apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkan mu dari rumah itu!!!" Karina keluar sambil menangis, matanya sembab oleh karena itu dia menutupinya dengan kacamata.
Sejujurnya saat dia mengerjakan pekerjaan di dalam ruangan tadi, Karina mengerjakannya sambil menangis tersedu-sedu membayangkan wajah kurus Ella sahabat baiknya.
tuk... tak... tuk .. tak...
.
Langkah kaki gadis itu terdengar begitu cepat dan terburu buru. tentu saja karena kantor sudah gelap dan hanya beberapa cahaya lampu yang menyinari ruangan ruangan disana.
Gadis itu berjalan dengan cepat, suasana mencekam di dalam kantor membuat bulu kuduknya merinding tetapi seolah tak ketakutan dia berjalan saja seperti biasa sambil menunduk dan mengacak acak rambutnya seperti orang gila.
matanya mulai menghitam, dan pakaiannya berantakan.
"Huhuhu.... Ellaaaa....." lagi lagi dia menangis tersedu sedu sambil berjalan, tasnya turun ke bawah dan semuanya tampak sangat berantakan.
Sementara itu di sisi lain kantor itu Seorang pria dengan wajah autentik Koreanya sedang berjalan terburu buru memasuki kantor.
"Ck... kenapa juga aku lupa dengan dokumen itu, bodoh kau Ki Jeong, Si Brian juga mintanya malam-malam!!" gerutu Hong Ki Jeong yang kembali ke kantor padahal tadi dia sudah pulang ke rumah Dominic, ada dokumen penting yang dia tinggalkan di kantor dan harus segera diurus.
Pria itu berjalan dengan cepat,ruangan tampak sangat gelap dan mencekam.
"hoisshh karena sudah malam, semua lampu dimatikan, ibu benar benar menyeramkan, aku jadi teringat serial Sweet home yang hantunya tiba tiba melompat.... arrkhhhhh bagaimana kali disini ada hantu arrhhh ,sialan, kenapa tv nasional Menayangkan film film itu arrkhhh...." Hong Ki Jeong menggerutu sepanjang perjalanan menuju ruangannya.
saat dia berdiri di lift dan menekan tombol tiba tiba suara aneh terdengar.
grasakk...grusuk... Brakk... tuk... tak
Suara langkah kaki seseorang terdengar semakin cepat mendekati tempat dimana dia berdiri.
"oh Tuhan, apa ada hantu disini arrhhh tidak...
tidak.... kumohon cepatlah, tangan datang dulu hantuuu...." Ki Jeong menekan tombol lift berkali kali, apa ada yang menggunakan liftnya sampai terbukanya selama itu?
Cletak....
pintu lift terbuka, Cepat cepat Ki Jeong masuk ke dalam lift itu, wajahnya panik bahkan sampai pucat pasi, dia benar benar takut dengan hantu atau sejenisnya.
Klakk....
Belum selesai pintu tertutup, tiba tiba sebuah sepatu merah muncul di sela sela pintu lift itu.
"Arrkhhhhh....siapa itu!!!!" Ki Jeong berteriak ketakutan saat melihat sepatu merah itu menahan pintu lift.
Pria itu berjalan mundur sambil menatap pintu dan sepatu merah itu.
Greep.
__ADS_1
tangan seseorang kini memegang celah pintu itu, pintu lift kembali terbuka.
"Oh Tuhan, apa aku akan mati hari ini, kumohon jangan dulu aku masih jomblo dan belum merasakan nikmatnya berpacaran arrhhhh " Ki Jeong Sampau bergetar ketakutan karena sepatu merah dan tangan lentik berwarna warni gitu.
Hah? warna warni? tunggu dulu, sejak kapan setan melakukan perawatan medicure dan pedicure???
klakk...
pintu terbuka, tampak seorang gadis dengan wajah berantakan, rambut amburadul, pakaian compang camping tanpa sepatu berdiri di depan lift dengan nafas naik turun.
"Ck... sudah kubilang tunggu dulu, kenapa tidak dengar sih, aku juga mau naik!!!" gerutu gadis itu sambil menatap ke arah sosok pria yang sejak tadi dia panggil karena ingin masuk ke dalam lift.
"Kau!!!" teriak Hong Ki Jeong sambil menatap Karina dengan penampilan buruknya .
"Ck... Kenapa aku harus bertemu manusia arogan ini?" gerutu Karina yang sudah masuk ke dalam lift dan tidak menekan tombol apa pun karena lantai kantornya sama dengan kantor Ki Jeong.
"Selamat malam Pak Hong!" sapa Karina sambil membungkuk hormat lalu berbalik dan membelakangi Ki Jeong.
"aapa kau bilang tadi ? arogan? dasar wanita pembuat onar, nasib sial apa yang menimpaku sampai aku harus bertemu dengan kau malam malam begini, ck... sial, kupikir kau hantu!!!" ketus pria itu sambil menatap penampilan Karina dari bawah ke atas.
"Hei pembuat onar, apa yang kau lakukan malam malam di perusahaan, apalagi dengan penampilan itu?" ketus Ki Jeong.
"Saya punya nama Pak, nama saya Karina Cha, bukan pembuat Onar!!" ketus gadis itu sambil menunjukkan tanda pengenal yang masih bergantung di lehernya.
"terserah, jawab pertanyaan ku!" ketus Pak Hong.
"Saya mau ambil ponsel pak, dan untuk penampilan saya, ini di luar jam kantor jadi bukan urusan anda!" ketus Karina.
"Eh... i..iya Pak, ada apa sih? saya lagi pusing nih," gerutu gadis itu.
"apa ini masalah celana bapak yang kena sop? tenang pak saya ganti, kan udah saya bilang lagi di penatu, besok saya bawa, saya janji sekaligus ganti ruginya!" ucap gadis itu.
"Heh yang sopan, aku tetap atasanmu Karina!" kali ini nada bicara Ki Jeong berubah menjadi dingin dan datar, tentu saja hal ini berhasil membuat Karina terdiam dan sadar dengan kesalahannya.
"Karina bodoh, seramah ramahnya pitekantropus eleksis ini , dia tetap asisten tuan Dominic, dan sama sama gunung es, kenapa kau ceplas-ceplos sekali sih!!!" batin gadis itu merutuki dirinya sendiri.
"Eh... ma..maaf pak Hong, saya hanya terbawa perasaan, saya sedang banyak masalah, maaf atas ketidaksopanan saya, maaf pak, saya minta maaf," Karina membungkuk 90 ° sebanyak tiga kali menunjukkan kalau dia benar benar merasa bersalah.
"dasar gadis gila!" gumam Ki Jeong.
Ting!
Pintu lift terbuka, mereka tiba di lantai yang mereka tuju.
Karina berbalik dan memberi jalan pada Ki Jeong sambil membungkuk.
Ki Jeong cuek, dia berjalan melewati Karina begitu saja.
Karina menatap Ki Jeong sambil menghela nafas lega," aduh.... bodoh banget kamu Karina kenapa ngajak manusia purba gelud sih, bodoh Bodoh!!" Karina memukul kepalanya sendiri karena berbuat bodoh di depan bosnya.
Karina dan Ki Jeong berselisih jalan, Karina ke kanan dan Ki Jeong ke Kiri sesuai arah ruangan mereka masing-masing.
__ADS_1
Karina dengan sigap dan cepat mengambil barang barangnya yang tertinggi, tak lupa dia mengambil sendal jepit mengganti Sepatunya.
Karina menatap dirinya di depan cermin," wadaauuu ada kuntilanak nyasar ke Korea, ya ampuuunnmmm Eommaaaa.... gimana ceritanya penampilanku begini arrrhhhh !!!" Karina meneriaki wajah dan penampilan nya sendiri.
dengan cepat dia merapikan dirinya, "pantas saja mereka semua menyebutku gadis sinting, bahkan aku dibilang gila, Haihh berantakan!!!" gumam gadis itu.
Setelah selesai degan urusannya, Karina keluar dari ruangannya dan berjalan menuju lift sambil menenteng barangnya.
Ki Jeong juga tampaknya berjalan ke arah lift sambil membawa dokumen yang dia tinggalkan di kantornya.
Keduanya masuk dalam lift dengan keadaan sama sama Canggung.
sepanjang lift bergerak tak ada yang bicara, Karina dan Ki Jeong sibuk dengan pikirannya masing-masing.
Tingg... lift tiba di lobi,
Karina keluar dengan terburu-buru, Ki Jeong juga sama halnya.
Karina berlari ke parkiran namun...
"Mobilku mana? mobilku.... tunggu?!!!" mata Karina membulat.
"Mampus!!!" gadis itu memukul kepalanya sendiri karena dia baru ingat kalau Mobilnya tinggal di rumah sakit.
"Arrhh sial, ini semua karena dirimu Ellaaaa!!!!" gadis itu berteriak sambil menendang nendang udara, merengek seperti anak kecil yang kehilangan mainannya.
"Huaaa.....
Tiba tiba...
Tanpa dia sadari, salah satu sendalnya melayang ke udara dan...
Plukk....
Terjatuh tepat di depan wajah Ki Jeong yang berjalan ke arah yang sama.
"Yaarrggghhhhh...... apa apaaannini!!!!" teriakan Ki Jeong menggelegar.
"Astaga, eommaaa... waduh sendalnya terbang huaaa..... mampus aku!!!" Karina terkejut bukan main, dia berlari terbirit-birit meninggalkan Ki Jeong disana, tak peduli meski dia harus berlari dengan satu alas kaki.
"KAAARRRIIIIINAAAAAAA.....!!!!!!!!"
"Arrhhhhhhhh..... huaaaaaaa...... maaaf pak Hong!!!!!??!"
.......
.......
.............
......to be , continued 🤪......
__ADS_1
...Jangan lupa like, vote dan komen 😊 ...