
Semua orang tercengang dengan kedatangan Ella dan yang lainnya. Belum lagi penampilan Ella yang begitu mencuri perhatian, bahkan Brian yang berdiri disana saja langsung menjadi bahan pergunjingan, pasalnya Pak Choi baru saja menyambut kedatangan pemilik sekolah itu, dan yang berdiri di sana adalah Ella mantan pembersih sekolah dan Brian si pria cacat bersama seorang pria tampan.
"pasti pria tampan itu pemilik sekolah ini, waah dia terlihat sangat muda," celetuk para orangtua dan guru yang ada disana.
Seluruh mata tertuju pada Min Ki, mereka menganggap kalau Min Ki lah pemilik sekolah itu.
"Selamat datang tuan Dominic!" Sapa Pak Choi sambil membungkuk hormat ke arah Brian dan menyalami pria itu.
"Uhuk.... Uhuk.. a..apa apaan ini!!" Tuan Song tersedak air ludahnya sendiri, dia terkejut saya melihat siapa yang disebut sebagai tuan Dominic dan orang itu adalah Brian!??
Guru wali kelas Brandon bahkan sampai membeku di tempat saat melihat siapa Brian sebenarnya, hancur sudah karirnya karena telah mengusik putra pemilik yayasan sekolah itu.
"sialan, aku harus pergi dari sini, arrhhhhh kenapa aku malah terlibat dengan anak pria itu, arrkkhhh bodoh kau bodoh!!!" Gumam wanita itu merutuki dirinya sendiri.
Dia berjalan perlahan lahan agar tidak terlihat dan mencoba kabur dari sana, namun tatapan anak buah Brian berhasil mencegahnya untuk keluar.
Ella berdiri di depan podium," Pak Choi, aku akan mengambil alih acara nya, tidak apa apa bukan? Tuan Dominic?" Tanya Ella.
"Silahkan nona Sanbers!" Ucap Brian sambil tersenyum.
Ella membalas senyuman Brian, dia menatap ke arah para penonton," Ada yang mau melihat pertunjukan menarik!??" Tanya Ella sambil menatap wali kelas Brandon dengan tatapan tajam.
Seketika wanita yang biasa di sapa Ji Ah itu terdiam dan mengalihkan pandangannya ke arah lain padahal Ella belum melakukan maupun mengatakan apa pun tentang kejadian itu.
"sial.. sial... kenapa dia melihat kesini, kenapa melihatku wanita sialan!!!" batin Ji Ah.
"Ck... kenapa juga aku takut, aku melakukannya Dnegan rapi, kenapa harus gugup lagipula mereka tidak akan tau hal itu bukan? ya.. mereka tidak akan tau!!!" batin Ji Ah berkecamuk.
"Arrhhh sial, bagaimana kalau mereka memang sudah tau, tapi darimana, tak mungkin merk tau, arhhh kenapa aku jadi bingung, " Dia berperang dengan dirinya sendiri, padahal Ella baru menatapnya.
"Miss Ji Ah, boleh minta tolong ambilkan kursi yang dibelakang, kakiku pegal!" titah Ella sambil menatap Ji Ah dengan serius.
"Eh... ke..kenapa saya..." Ji Ah merasa heran kenapa harus dia yang mengambil kursi untuk Ella, padahal jelas di dekat Ella sudah ada kursi yang disediakan untuk mereka tapi Ella meminta Ji Ah mengambilkannya dari belakang.
"Boleh atau tidak tidak Ji Ah!!" bentak Ella.
seketika ruangan itu hening, semua orang tak mengerti apa yang sedang dilakukan oleh Ella, mereka memperhatikan sambil mencerna semuanya dalam pikiran mereka.
__ADS_1
"Ta..tapi.. di dekat anda kan ada kursi nona, lagi pula memangnya kau siapa sampai menyuruhku ini itu!!" tukas ji Ah.
Ella menyeringai," Ambilkan atau Foto ini akan kuberikan pada mereka semua!!" ucap Ella sambil menunjukkan foto yang diproyeksikan melalui layar proyektor dan hanya menunjukkan sebelah wajah Ji Ah.
Ji Ah terbelalak melihat foto itu, dia jelas tau foto itu adalah foto dirinya dalam sebuah web dewasa yang tengah berpose dengan liar untuk menghasilkan uang, biasanya website gelap ini hanya bisa diakses oleh orang orang dewasa dan di dalamnya banyak foto foto seksi bahkan sampai foto tanpa pakaian pun ada disana, foto foto itu diperjualbelikan secara pribadi.
"Ba..baik akan kuambil!" ucap Ji Ah dengan suara gemetaran, mana mungkin dia mau foto seksinya ditunjukkan ke khalayak ramai.
Ella menyeringai, Brian dan Min Ki hanya menikmati penampilan Ella, bagi mereka hukuman ini bahkan lebih dari cukup untuk orang orang itu.
Ji Ah sendiri langsung mengambilkan kursi plastik untuk Ella, namun saat di tengah jalan menuju Ella," Bukan kursi plastik, maksudku tadi kursi besi itu, tidak nyaman memakai kursi plastik, tolong ya Ji Ah!" ucap Ella lagu.
"Ba.. baiklah!!" ucapnya menahan rasa kesal di hatinya.
Ji Ah mengambilkannya kursi sesuai dengan yang diminta oleh Ella. Saat Suah sampai di podium," Aku akan duduk disini, kau boleh mengembalikan kursinya ke belakang, ternyata kursi ini lebih nyaman!" ucap Ella yang langsung duduk di kursi di samping Brian.
Ji Ah menahan rasa kesal, dari wajahnya tampak dia benar benar geram terhadap Ella saat ini, namun tangan Ella yang menunjuk layar proyektor membuat Ji Ah tak berkutik.
"Hanya tinggal tarik kertas penutup dan booomm... semua orang disini tau siapa Ji Ah yang sesungguhnya hihihi..." bisik Ella.
Ji Ah menahan amarahnya, dia tersenyum sambil meninggalkan podium lalu membawa kembali kursi itu.
"Baik Nona!" ucap Ji Ah dengan cepat.
"Eitsss jangan keluar, maksud ku air minum yang di sisi ruangan ini, tolong ya!!" ucap Ella.
"Sial sial siaaaaalll!!!!" batin Ji Ah, dia mengepalkan kedua tangannya, marah namun tak bisa berbuat apa apa karena Ella memegang kartunya.
"bagaimana bisa dia mendapatkan semua hal itu arrhhh!!!!!" Ji Ah menggerutu di dalam hatinya.
Semua orang terlihat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, dan bagaiman Ji Ah langsung tunduk.pada Ella hanya dengan secuil gambar di layar proyektor.
Pada akhirnya Ji Ah dibuat lelah dengan semua perintah Ella.
"Hei nona bukankah ini keterlaluan, sebenarnya apa tujuan kalian memanggil kami kesini, setahuku kau hanya mantan cleaning service disini!!!" teriak salah satu guru yang mulai merasa jengah dengan pertemuan tiada akhir ini.
"Huffft akhirnya ada yang bertanya, kau mau tau kenapa kau dibawa kesini Pak Han Jae Joong?" Ella mengangkat sebelah alisnya menatap pria itu.
__ADS_1
"Ada apa? jangan buat basa basi!!!" teriak yang lain yang juga mulai protes.
"Baiklah, aku juga mulai bosan, hei kau Ji Ah, duduk disana!!" titah Ella sambil menunjuk pojok ruangan.
"duduk dan angkat kedua tanganmu, pengawal cepat bantu dia!" titah Ella.
Dengan cepat para pengawal menarik Ji Ah ke sudut ruangan dan memaksa wanita itu duduk sesuai arahan Ella barusan.
"Jangan sentuh Aku!!!"pekik Ji Ah, "Aku akan menuntut kalian semua!!!" pekiknya lagi dengan wajah kesla dan marah.
"Ya ya ya... sebelum kau melakukan itu, kurasa sebaiknya kau mencari pengacara karena semua orang di dalam ruangan ini akan ku tuntut atas perusakan nama baik, dan kekerasan terhadap anak, anak yang kalian siksa atas perintah Jung Ana adalah putraku, putra pemilik sekolah ini!!!" jelas Ella.
Semuanya terkejut bukan main, tak ada yang menyangka kalau mereka akan berurusan dengan pemilik sekolah, semua yang terlibat hanya diberi perintah oleh Ana dan dibayar untuk membuat Brandon tidak nyaman di sekolah itu.
"Apa maksudmu!!" pekik mereka
"Kurasa sudah jelas, tak ada yang perlu dibicarakan!" ucap Ella sambil berdiri.
" Pengawal, lepaskan semua hewan hewan itu dan kurung mereka di dalam!" tita Ella.
Pintu diblokade dari luar, para pengawal, Ella, Brian dan Min Ki serta mata mata yang Brian taruh di sekolah itu keluar dari dalam ruangan meninggalkan setidaknya sekitar delapan orang bermasalah di sekolah itu.
Mereka melepaskan Tikus tikus kecil, kecoa, cacing tanah dan hewan hewan menjijikkan lainnya ke dalam ruangan itu. Para guru dan karyawan tak bertanggung jawab dibiarkan berteriak histeris saat bertemu dengan begitu banyak hewan kecil dan sedangkan di dalam ruangan itu.
"fiuuhhh beres heheheh... sekarang tinggal menunggu waktu untuk menghancurkan Jung Ana dan keluar Jaya!!!" ucap Ella.
Brian menggenggam tangan Ella," Maslaah itu arahkan padaku, " ucap Brian dengan lembut.
"Min min akan menemani Lala!!" celetuk Min Ki yang malah merangkul bahu Ella dengan mesra.
"Yaaakkk Min Ki!!!" pekik Brian.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 😉😊