
Keesokan harinya,
Brian bangun terlebih dahulu, dia terkejut saat menyadari kalau Ella terlelap di sampingnya di atas tempat tidur yang sama dengannya.
Dia teringat kalau semalam mereka membahas semuanya dengan matang sampai Ella ketiduran, dan Brian yang juga sudah mengantuk membawa wanita itu ke kamarnya dan malah terlelap disana.
"Ehhh.... bagaimana ini? kenapa juga aku membawanya kesini!??" gumam Brian.
Dia menatap wajah cantik itu, paras yang sempurna sungguh sangat disayangkan mengalami hal sekeji itu di masa lalu. Ella terlelap dengan begitu tenangnya, sepertinya dia sangat kelelahan, tanpa sadar wanita itu malah memeluk Brian dengan erat.
"Kau pikir aku bantal gulingmu ya nona?" gumam Brian sambil menunjuk kening Ella.
Namun sedetik kemudian, dia membelai wajah cantik wanita itu, " Betapa kasihan, kau seharusnya mendapatkan hidup yang layak, tetapi mereka semua menyakitimu Ella," batin Brian.
"Tapi... calon istriku cantik sekali hihihi... wajah ini, dia benar benar seorang malaikat hahhaha..." Brian tersenyum puas menatap wajah cantik Ella, seperti seorang anak yang mendapatkan kado di hari ulang tahunnya begitulah wajah Brian saat ini.
"Kami harus menikah secepatnya, sebelum keluarga itu menemukan Ella dan membawanya, mereka pasti akan memaksa Ella untuk mengikuti keluarga bangsawan itu, aku dan Brandon tidak boleh kehilangan Ella!!!" batin Brian.
Beberapa saat kemudian Ella terbangun, dia merasakan kalau dia sedang memeluk sesuatu yang tidak kera dan tidak empuk.
"emphh apa ini? kenapa bentuk ya aneh, dan ini... tunggu gundukan apa ini!!!" gumam Ella yang masih belum membuka matanya, tanpa sadar dia malah menyentuh tubuh belakang Brian sayang sontak membuat pria itu menegang.
"Ya ampun apa yang kau lakukan Ella, kau membangunkan singa kecilku arrhhh sial!!!"batin Brian.
Ella meraba raba, dia merasa aneh, cepat cepat membuat matanya dan...
"Sudah cukup meraba tubuh ku nyonya Dominic!?" ucap Brian dengan nada datar dan tatapan dingin ke arah Ella, jujur saja sesuatu di bawah sana sedang aktif aktifnya saat ini, bisa kacau kalau dia tidak tahan.
"Ya ampun... apa yang kau lakukan disini Brian arhhh!!!!!" Ella memekik terkejut.
Cepat cepat Brian menutup mulut Ella dengan wajah panik kalau kalau seseorang mendengar mereka, meskipun kamar itu kedap suara, kalau pun mereka benar benar melakukan sesuatu disana, maka tidak akan ada yang mendengar.
"jangan ribut, dasar bodoh!" kesal Brian sambil menutup mulut Ella.
"Epmhhh... Brian ....
"tenang!!" ucap Brian dengan tegas, Ella diam dan patuh, perlahan Brian melepaskan tangannya.
"Kau sangat berisik!" keris Brian Dnegan wajah kesla.
__ADS_1
"ini apa Brian, kenapa aku disini kenapa aku tidur di sampingmu, kau pria mesum yaaaa... arhhh apa yang kau lakukan padaku!!!" gerutu Ella sambil memeriksa tubuhnya.
"Heih, bukannya yang lebih dahulu meraba tubuhku adalah dirimu nona? jika harus memilih siapa yang rugi, maka itu adalah aku!!" kesal Brian.
Ella terdiam, dia baru sadar benda apa yang dia pegang tadi, pantas rasanya seperti kebanyakan daging ternyata itu....
"ma..maaf!!!" ucap Ella yang langsung bangkit berdiri namun Brian menarik nya ke dalam pelukannya dan membalik posisi lalu mengungkung Ella di bawahnya, posisi yang ambigu!
"ma.... mau apa kau!!" ucap Ella, dia terlihat gemetar.
"Kenapa kau takut Ella, aku hanya ingin melihatmu," ucap Brian sambil mengusap wajah Ella.
"Ja..jangan seperti ini Brian, kita tidak boleh seperti ini, kita belum menikah!" ucap Ella.
"ohhh baiklah, kita akan segera menikah, hari ini setelah membalas orang orang itu kita ke pencatatan sipil mendaftar pernikahan kita," ucap Brian.
"ehh bukan...Bu..bukan seperti itu..."balas Ella.
"ohhh kau ingin resepsi? baiklah tapi apa kau ingin resepsi besar atau yang seperti apa Mommynya Brandon?" tanya Brian lagi, sepertinya pria ini sangat senang mengusili Ella.
" aku tidak... jangan ada resepsi, ehh ...
"gadis pintar, cukup menurut saja, aku akan memastikan semuanya berjalan dengan baik, jangan khawatirkan apa pun meski suatu saat kita akan menghadapi tantangan besar," ucap Brian.
Ella tertegun menatap Brian, bagaimana bisa pria itu membuatnya berdebar tak karuan hanya dengan beberapa kata itu.
"Dan aku ingin kau tau satu hal," Brian mendekati telinga Ella.
"Aku... mencintaimu Arabella Caroline Sanbers!" bisik Brian.
Ella terbelalak, dia terkejut saya mendengar ucapan Brian, pria itu mengungkapkan cintanya di atas ranjang, tak dia sangka rasa suka di hatinya terbalaskan dengan cinta si tuan kaki besi itu.
"Ka..kau... apa kau tidak bercanda!?" tanya Ella dengan mata terbelalak.
"Apa aku terlihat bercanda sayang? aku mencintaimu sudah sejak lama, mungkin sejak aku ingin bunuh diri dan malah diselamatkan oleh malaikat cantik seperti dirimu," ucap Brian.
Ella tak bisa berkata apa-apa, pria itu benar benar membuatnya terkejut.
"Brian...?" Ella terkejut.
__ADS_1
Brian menatap wajah wanita itu, dia masih menindih tubuh Ella, tangannya mengusap wajah wanita itu dan mengusap bibir dengan lembut.
"aku ingin mencoba ini," ucap Brian, tanpa persetujuan pemilik nya , Brian langsung mencium bibir Ella dengan lembut dengan posisi Ella di bawah Kungkungannya.
Ella terbelalak, namun dia tak menolak karena dia juga menyukai Brian. Rasanya dia seperti menemukan belahan jiwanya yang hilang, pria yang benar benar menyanjung dan menganggapnya sebagai seorang manusia.
Keduanya saling mencicipi, bertukar rasa, tangan Brian menggenggam tangan wanita itu, dia mencium Ella dengan rakus,seolah ingin menunjukkan kalau Ella adalah miliknya.
Ella mulai membalas permainan Brian dia merasakan hatinya menghangat, hati yang beku itu kini telah mencair, pemilik sesungguhnya telah tiba.
Beberapa saat mereka dalam posisi itu, Brian kemudian menatap wajah Ella yang bersemu merah karena malu sekaligus gugup, ini ciuman pertama mereka sebagai pasnagan resmi.
"Aku mencintaimu," ucap Brian.
Ella terlihat diam, dia menatap Brian dengan mata berkaca-kaca," apa aku layak? apa aku tidak terlalu serakah Jika aku menginginkanmu Brian? aku... aku juga mencintaimu, tapi apa aku pantas mendapatkan seseorang sebaik dirimu?" tanya Ella sambil mengusap wajah pria itu .
Brian tersenyum mendengar pertanyaan Ella, " hanya dengan membalas ku saja sudah melebihi layak sayang, aku tidak menuntut hal lain dari dirimu, aku hanya ingin bersamamu, karena kau membuatku tau arti keluarga, dan bisa merasakan hangatnya pelukan seorang ibu dengan melihatmu merawat putra kita Brandon," jelas Brian.
"hiks hiks hiks... terimakasih huaaa..... terimakasih banyaaaaakkk..." Ella menangis tersedu-sedu, dia memeluk Brian dengan erat.
"kenapa menangis?" tanya Brian.
"Aku punya keluarga, aku punya tempat mengadu, terimakasih,aku mencintaimu dan mencintai Brandon, aku menyayangi kalian berdua hiks hiks ...." Ella menangis tersedu-sedu.
Brian memperbaiki posisi mereka, keduanya duduk sambil berpelukan di atas kasur, "mulai sekarang semuanya akan baik baik saja," ucap Brian.
Saat mereka sedang berpelukan tiba tiba....
"Daddy? Mommy kenapa tidur berdua satu kamar!!!!!!!!" pekik Brandon si kecil cabe rawit yang kalau bicara tidak mempedulikan tempat, situasi, waktu dan kondisi.
"Mampus!!!"
.
.
.
like, vote dan komen 😊
__ADS_1