
Tiga hari telah berlalu, Rima menghilang tanpa jejak, entah kemana perginya gadis itu. Chris telah mengkerahkan seluruh anak buahnya untuk mencari Rima dan kedua orang tuannya, tetapi tidak mendapatkan pentunjuk apapun tentang mereka.
Bahkan Chris juga telah mengecek semua manifest penerbangan tiga hari terakhir ini, namun hasilnya tetap nihil, tidak ada nama Rima maupun kedua orang tuanya disana.
Kabar tentang menghilangnya Rima pun telah sampai ketelinga Chara, ibu hamil itu terlihat sedikit bersedih memikirkan bagaimana keadaan sahabatnya yang tidak tau entah dimana itu.
Chara kenal betul siapa Rima, Chara yakin sahabatnya itu pasti pergi kerena sebuah alasan yang kuat, memiliki sifat yang tertutup dan tidak ingin membebani siapapun dengan masalanya, membuat Rima sering mengambil keputusan dengan cepat tanpa memikirkan perasaan orang lain.
Namun, Chara yakin suatu hari nanti, Rima akan datang menemuinya dan menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.
****
Raffa menatap Chris yang sedang duduk disofa ruangan kerjanya, ia merasa kasihan pada pria itu, Mengapa teman, sahabat, saudaranya itu tidak pernah beruntung dalam hal percintaan.
"Apa liat liat?" tanya Chris sambil melihat kearah Raffa, ia menyadari tuannya itu memperhatikannya sejak tadi.
"Kau baik baik saja?" tanya Raffa serius.
"Hemm, memangnya saya terlihat seperti orang sakit?" sahut Chris, balik bertanya, sebenarnya ia marasa malu bertemu dengan Raffa, mengingat ia dengan percaya dirinya berpakian rapih saat ingin melamar Rima. Namun, Chris tidak punya pilihan lain, hanya mansion mewah itulah tempat ia berbagi saat menghadapi sebuah masalah.
"Apa kalian sempat bertengkar sebelum dia pergi?" .
"Tidak" sahut Chris singkat.
"Atau mungkin ada alasan lain yang menyebabnya pergi?"
"Tidak ada, kenapa kau cerewet skali?" sahut Chris sedikit kesal, entah kenapa pertanyaan Raffa itu mengingatkannya pada foto-foto yang ia lihat waktu itu. Chris tidak ingin menceritakan kelakuan bejat Rima pada siapapun termasuk, Raffa.
"Apa perlu aku carikan jodoh untukmu?" tanya Raffa lagi dengan nada serius.
"Tidak perlu, kau pikir saya tidak mampu mencari pasangan sendiri? Fokus saja pada rumah tanggamu, persiapakan dirimu, jadilah ayah dan suami yang baik untuk anak dan istrimu. Jangan pikirkan masalaku, aku baik baik saja" jelas Chris.
__ADS_1
"Baiklaahh terserah kau saja" ucap Raffa, pria itu bangkit berdiri dan berjalan kearah Chris.
"Tapi satu hal yang perlu kau ingat, aku tidak akan meninggalmu, aku akan slalu ada bersamamu dan mendukung apapun keputusanmu" ucap Raffa terlihat tulus sambil memegang bahu kanan Chris.
"Heeemmm pergi sana, istrimu sedang menunggumu. Aku akan pulang sekarang" Sahut Chris sedikit kecut, sejujurnya ia sangat merasa tersentuh dengan ucapan Raffa. Namun, ia tidak ingin pertahannya runtuh dihadapan tuannya itu.
Raffa terseyum kecil, ia tau Chris sedang menyembunyikan sesuatu darinya, tapi ia tidak ingin memaksa Chris. Raffa berharap apapun masalanya, Chris bisa menyelesaikannya dengan baik. Raffa pun melangkah keluar meninggal Chris sendiri di ruang kerjanya.
Chris terseyum kecut sambil menatap kepergian Raffa, ia merasa miris dengan kehidupannya sendiri. Sering disakiti oleh orang orang yang ia cintai, Chris berpikir perasaannya telah mati dan kebal dalam menghadapi masala seperti sekarang.
Akantetapi Chris salah, kali ini ia benar-benar jatuh begitu dalam. Karena Rima bukan hanya meninggalkan sebuah luka namun gadis itu juga menyayat bahkan merobek robek luka tersebut hingga terasa sangat peri dan sangat susah untuk disembuhkan.
Dibalik semua kesedihan yang dirasakan olehnya, Chris tetap bersyukur karena masi ada Raffa yang selalu ada dan terus mendukungnya.
Karena malam semakin larut, Chris pun memutuskan untuk pulang ke apartamen nya. Chris akan berusaha membuang semua perasaannya pada Rima, ia merasa Rima bukanlah gadis yang pantas untuk dicintainya. Menerima kenyataan bukan berarti Chris akan menyerah, pria itu akan tetap melanjutkan percariannya sampai menemukan gadis itu, Chris tidak akan merasa puas jik belum memberikan pelajaran pada Rima.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
3bulan kemudia.
Mansion mewah itu tampak ramai dengan kehadiran semua keluarga, seperti saat ini mereka semua sedang duduk di taman belakang sambil menikmati udara sore yang begitu sejuk.
Chara terlihat sangat bahagia, duduk ditengah tengah keluarganya, diapit oleh keempat orang tuanya, membuat Chara merasa lebih tenang untuk menghadapi hari persalinannya nanti.
Kakek, nenek, ibu dan juga bibi Ranti bergantian mengelus perut besar Chara sambil mengucapakan doa-doa yang baik, dan meminta agar sang bayi tidak menyusahkan ibunya saat lahiran nanti.
Sementara keempat pria dewasa itu sedang asik bermain badminton dengan formasi ganda.
"Apa kamu sudah menyiapkan nama untuk anakmu, nak?" tanya kakek.
"Sudah Kek, Raffa sudah menyiapkan nama yang bagus untuknya" sahut Chara, terseyum sambil mengelus-elus perutnya.
__ADS_1
"Rafca Candra Aditama" ucap Raffa yang telah selesai bermain badminta, dan hendak bergabung dengan semua. Calon papa baru itu berucap penuh kebanggaan, karena nama tersebut adalah singkat dari namanya dan Chara.
Semua menoleh kearah Raffa sambil terseyum bahagia mendengar nama yang disebutkan oleh Raffa.
"Nama yang bagus, semoga kelak menjadi anak yang soleh dan berguna bagi semua orang" sahut kakek.
"Aminnn" ucap semuanya bersamaan.
"Helow baby Rafca kapan kau akan keluar, kami semua disini telah menunggumu" ucap Roy sedikit berjongkok dan mendekatkan wajahnya pada perut Chara, Roy ingin skali menyentuh perut Chara, tetapi ia mengurungkan niatnya karena Raffa terus saja memelototinya sejak ia berjalan mendekat kearah Chara.
Seperti mendengar namanya disebut-sebut, tiba tiba saja Chara merasakan tendangan yang sangat keras dari dalam perutnya, dan disaat bersamaan ada cairan merah yang keluar dan membasahi leging putih yang dikenakan oleh Chara.
"Sayang" ucap Raffa terlihat panik saat mendengar ringisan dari istrinya , lalu mengelus perut Chara berharap bisa mengurangi rasa sakitnya.
"Nak, perutmu terasa sakit?" tanya Ibu Siska.
"Iyaa Buk" Sahut Chara meringis kesakitan
"Kita kerumah sakit sekarang" ucap Ibu Siksa
"Chris cepat siapakan mobilnya" teriak Raffa lalu menggedong istrinya keluar dan menuju mobil.
"Sabar yaa sayang, kita kerumah sakit sekarang." Raffa berusaha menenangkan Chara, karena melihat istrinya mulai keringat dingin berusaha menahan sakit.
Saat Raffa memasukan Chara kedala mobil, Roy pun ikut masuk dari pintu sebelah, Raffa yang menyadari ini bukalah waktu yang tepat untuk berdebat pun membiarkan Roy duduk disamping istrinya, sementara Aldi duduk bersama Chris didepan.
Chris pun langsung melajukan mobil itu menuju rumah sakit.
...:...
...:...
__ADS_1
...:...
Love U All❤🖤.