Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
98. #Menunggu


__ADS_3

Matahari kembali menyapa, seluruh penduduk bumi pun kembali melakukan aktifitas mereka masing masing.


Didalam sebuah kamar mewah, seorang pria tampan sedang menatap wajah cantik istrinya yang masi terlelap. Lengan kekar yang menopang kepala istrinya membuat wanita hamil terlihat sangat nayam dalam tidurnya.


Raffa merasa gemas dengan pipi istrinya yang semakin membengkak, tangan jahilnya mulai bergerak dan mencubit cubit pelan pipi montok istrinya. Chara yang merasa tidurnya terganggu pun mulai membuka matanyaa perlahan.


"Pagi sayang" ucap Raffa sambil terseyum manis.


"Hemmm, jam brapa ini?" tanya Chara dengan nada khas orang bangun tidur.


"Jam 6, ayo bangung aku temani keliling komples. Udara pagi bagus untuk ibu hamil" ajak Raffa.


"Nggak bisa nanti aja ya? aku masi ngantuk bangat nih" renge Chara sambil memeluk manja suaminya.


"Nggak bisa sayang, masi ingatkan pesan dokter?"


"Iyaahh iyaahh, tapi tunggu 5 menit lagi yaa?" ucap Chara mendongekan kepalanya menatap suaminya.


"Baiklaahh, demi nyai aku rela menunggu" goda Raffa.


"Belajar dari mana kata2 seperti itu?" tanya Chara, matanya yang tadi masi mengantuk langsung terang seketika.


"Aku tidak sengaja dengar salah satu karyawan kantor bernyanyi. Liriknya gini" Raffa pun mulai bernyanyi.


...Kujual baju, celana, itu semua demi nyai. aku kerja jadi kuli itu semua demi nyai....


Seketika Chara tertawa lepas mendengar nyanyain suaminya, entah kenapa ia merasa lucu mendengar kata kata dalam lagu itu, Chara berpikir itu adalah lagu karangan suaminya sendiri.


Chara yang tidak punya bakat dalam seni bermusik, tidak pernah mendengar lagu yang dinyanyikan suaminya. Jangankan lagu yang dinanyikan suaminya, soundtrack dalam sinetron ikatan cinta yang lagi ngehits pun Chara tidak tahu.


Raffa merasa senang melihat istrinya tertawa bahagia.


"Sudah puas ketawa? ayoo cuci muka sekarang" ajak Raffa.


"Baiklah" sahut Chara, mereka berdua pun masuk kekamar mandi untuk mencuci muka dan menyikat gigi.


Selesai bersiap mereka berdua pun turun kebawa, sesuai ucapanya, Raffa menemani istrinya berjalan keliling kompleks.


Sebenarnya berjalan keliling mansion saja sudah sangat menguras keringat, tapi Raffa sengaja mengajak istrinya keluar gerbang agar istrinya bisa merasakan suasana baru.

__ADS_1


Raffa yang paham betul suasa hati ibu hamil seperti apa, berusaha sebisa mungkin memberikan yang terbaik untuk istrinya tercinta.


Chara terlihat senang, ia merasa sangat bersyukur memiliki suami pengertian seperti Raffa, ditamba lagi saat mereka berjalan, ada beberapa tetangga yang mengatakan mereka berdua terlihat sangat cocok dan memuji muji Raffa sebagai suami yang baik.


Andai Chara punya sayap, mungkin ia akan terbang hingga menembus langit ketuju, untuk mengekspresikan kebahagiannya pagi ini.


****


"Trimakasi sayang" ucap Chara saat mereka telah memasuki gerbang rumah.


"Untuk apa?"


"Untuk sebelum, untuk pagi ini dan untuk seeeeeeee---lamanya." Chara merasa bahagia hingga menarik kata selmanya sangat panjang.


"Dan satu lagi, Trimakasi karena sudah mencantaiku dengan tulus."


Cup, satu kecupan melayang sempurna pada pipi Raffa.


"Aku sangat mencintaimu suamiku" teriak Chara sambil berlari kecil masuk dalam rumah.


Raffa terdiam merasa senang, ia tidak menyangka istrinya akan sebahagia itu hanya karena diajak jalan jalan keliling kompleks, namun sedetik kemudia ia tersadar dan kaget saat melihat istrinya berlari masuk kedalam rumah.


"Sayang berenti, berlari seperti itu tidak baik untuk wanita hamil" ucap Raffa terlihat sedikit kawatir.


"Iyaa maaf, aku sengaja biar kamu kejar" sahut Chara sambil memonyongkan bibir.


"Jangan lakukan hal itu lagi, tanpa kamu berlari pun aku akan selalu mengikutimu dari belakang. Aku tidak ingin kamu dan anak kita kenapa napa" Rupanya Raffa benar benar kawatir dengan sikap istrinya barusan.


"Iyah maaf, bawel bangat sih. Ayoo mandi" ajak Chara.


Tanpa menjawab ucapan istriny lagi, Raffa langsung menggendong Chara menaiki anak tangga dan menuju kamar mereka. Raffa tampak bersemangat menyambut rejeki pagi yang ditawarkan oleh sang istri.


Pasangan suami istri itu pun mandi bersama dan melakukan apa yang ingin mereka lakukan disana.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sementara ditempat lain, Chris tampak sangat bersemangat, pria itu telah rapi dengan tuxedo berwana hitam dan dasi kupu kupu yng melekat sempurnah dilehernya.


Chris merasa acara lamaran ini adalah momen yang penting untuk diabadikan, sehingga ia memilih mengenakan tuxedo agar kelihatan lebih resmi. Setelah menyemprotkan parfum untuk menyempurnakan penampilannya, Chris pun meraih kunci mobilnya dan berjalan keluar kamar.

__ADS_1


Chris pergi keruang kerja sebentar untuk mengambil leptop dan beberapa berkas kerja lalu berjalan turun kebawa. Setelah duduk didalam mobil, Chris mengelurkan ponselnya untuk menghubungi perancang cincin.


Chris meminta pada orang itu untuk mengantar cincin pesanannya ke kantor Aditama Group. Rupanya pria dingin itu telah memesan sebuah cincin dari perancang ternama untuk melamar Rima kekasihnya.


Setelah memutusakan sambungan telefon, Chris langsung melajukan mobil menuju mansion Raffa untuk menjemput atasan kesayangannya.


dua puluhvmenit berlalu, setelah melewati jalanan yang lumanya padat, akhirnya Chris tiba di mansion mewah Raffa, Chris merasa ini adalah hari baik karena tuannya itu telah menunggunya didepan pintu.


Raffa menatap heran pada Chris yang berjalan kearah mereka, ia memperhatikan sekertarisnya itu dari ujung kaki hingga ujung kepela. Setau Raffa mereka akan mengguna tuxedo saat ada acara resmi seperti gala dinner, acara tunangan, ataupun pesta pernikahan, tapi kenapa Chris berpakaian serapih itu, pagi ini.


"Pagi Tuan, pagi Nona Chara" sapa Chris seperti biasa.


"Pagi sekertaris Chris" sahut Chara sambil terseyum.


Raffa ingin bertanya, ada angin apa hingga Chris berpenampilan sperti itu, tapi ia mengurungkan niatnya karena ada istrinya situ. Raffa akan mengitrogasi sekertarisnya itu saat mereka didalam mobil nanti


Setelah berpamitan pada istrinya, Raffa dan Chris berjalan masuk kedalam mobil.


"Ada cerita menarik apa yang terlewatkan oleku, sampai kau berpenampilan serapi ini?" tanya Raffa, saat mobil mewah itu meninggalkan gerbang rumahnya. Rupanya Raffa sangat penasaran sampai sampai ia tidak bisa menahan diri.


"Tidak ada apa apa Tuan, setelah semua selesai akan saya ceritakan" sahut Chris tetap fokus pada kemudinya.


"Ciihhh, masi belum mau jujur rupanya. Terserah kau saja asal jangan menyakiti hati anak gadis orang" pesan Raffa.


"Hemmm" sahut Chris, sudut bibir terangkat membentuk sebuah seyuman kecil.


Chris terlihat senang atas perubahan sikap Raffa. Biasanya tuannya itu akan memaksa jika sudah merasa penasaran dengan suatu hal yang menyangkut dirinya. Chris merasa Raffa sudah sangat siap menyambut calon anaknya.


Beberapa menit kemudian mereka pun sampai digedung Aditama Group, seperti biasa sudah ada securyti yang menunggu dan membukan pintu mobil untuk mereka. Chris melemparkan kunci mobil pada securyti yang bertugas lalu berjalan mengikuti Raffa.


Dengan hati bersemangat Chris melangkah keluar dari malam lift, pandangan tertuju pada pintu masuk Raffa. Chris sedikit kecewa karena tidak ada sosok yang ia rindu duduk disana, namun Chris berpikir positif, mungkin saja Rima sadang terjabak macet dijalan.


Chris berjalan keruangannya, ia akan menunggu Rima disana.


...:...


...:...


...:...

__ADS_1


Happy reading guys, Love U All❤🖤


__ADS_2