
Pagi kembali menyapa, keadaan yang sedikit mendung membuat mata hari sedikit malu malu untuk menampakan cahayanya.
Dikamar luas nan mewah itu, pasangan suami istri itu telah bangun dan sedang bersiap untuk mengantar keluarga mereka kebandara. Saat ini Raffa sedang membantu istrinya mengeringkan rambutnya menggunakan hair dryer.
"Udah sayang segini aja cukup" ucap Chara menghentikan tangan suaminya.
"Baiklah nona mudah, sekarang giliranku" ucap Raffa sambil meletakan hair dryer dilantai.
"Iihh apanya yang mau dikeringkan? rambutnya pendek gitu" protes Chara.
"Pake handuk ini sayang, ayolaahh sini" sahut Raff menunjuk handuk yang terlingkar dilehernya lalu meminta Chara berdiri dihadapanya.
"Ko dari depan sih, dimana dimana ngeringin rambut yaa dari belakang" lagi lagi Chara protes.
"Biar beda sayang dan kelihatan romantis" ucap Raffa langsung memeluk pinggang istrinya lalu mengenduskan enduskan muka pada dada Chara.
"Nah kan, heemmmmm" ucap Chara pasra, lalu tangannya mulai berggrak menjalankan permintaan suaminya.
"Sejak hamil bau badanmu semakin enak dicium sayang"
"Alaahh modus" celah Chara.
"Kok kamu tau sih sayang, andai kita nggak harus kebandara" ucap Raffa lemas. entah kenapa tiap dekat dekat dengan istrinya nafsu birahinya selalu saja terpancing, padahal semalam mereka sudah melewati 2 ronde sekaligus.
"Jangan aneh aneh deh cepatan pake baju sana, semua udah nungguin kita dibawa" ucap Chara karena suaminya sejak tadi hanya memakai juba mandi.
"Baiklahh" dengan berat hati Raffa melangkah keruang ganti. Mungkin ikan gabus harus bersabar sampai malam nanti untuk berenang.
Selesai bersiap mereka bedua pun langsung turun kebawa, seperti ucapan Chara semua telah duduk menunggu mereka diruang tamu, termasuk Chris dan Rima yang telah datang.
****
"Mana Roy dan Aldi?" tanya Raffa karena tidak melihat dua pria itu disitu.
"Belum sampai, mungkin masih dijalan nak" sahut nenek.
"Chris coba hubungi Roy, ini sudah lewat dari waktu yang dijanjikan" ucap Raffa sambil melihat jam ditangannya.
Semalam mereka telah sepakat untuk berkumpul dirumah Raffa jam 9 pagi ini, sebelum berangkat ke Bandara, namun sudah lebih dari 30 menit kedua pria itu belum juga muncul.
"Sabar nak, mungkin lagi kena macet dijalan" ucap kakek menenangkan.
"Kenapa? apa kau sudah sangat merindukan wajahku yang tampan ini?" ucapan itu langsung mengalikan pendangan semua kearah pintu.
__ADS_1
"Tampan dari hokong? begini yang kau sebut pebisnis hebat? sama keluarga saja kau tidak tepat waktu" ucap Raffa sinis.
"Iyaa maaf, tadi kita terjebak macet dijalan" sahut Roy mengalah karena merasa tidak enak pada ke4 orang tua yang telah menunggu mereka.
"Aku pikir kau habis mandi kembang tujuh rupa dan berdandan tujuh lapis sebelum kesini" ejek Raffa.
"Udah udah, ayo kita berangkat sebelum terlambat" larai Ibu Siska.
Mereka semua pun melangkah keluar rumah. 3 mobil berjalan beriringan menuju bandara, Chris menyetir Sedan hitam yang sering ia bawa bersama Raffa.
Seperti biasa ia akan berada dibarisan paling depan, didalam mobil itu ada Rima, Roy dan juga Aldi. Dibarisan kedua ada sebuah Alpart hitam, mobil itu sengaja disediakan Raffa untuk saat saat seperti ini.
Raffa memilih menyetir sendiri, dan didalam mobil itu, ia bersana istrinya, kakek dan nenek, ibu Siska berserata bibi Ranti. dan dibarisan paling belakang ada satu mobil APV yang juga berwana hitam yang berisi 2 orang pengawal Raffa dan dua pengasuh kakek dan nenek.
Satu jam dalam perjalanan, akhirnya mobil mobil itu memasuki area Bandara. Setelah memarkirkan mobil, mereka semua pun turun dan berjalan masuk kedalam bandara.
Chara terlihat heran karena mereka masuk melalui pintu berbeda, karena penarasan ia pun bertanya pada suaminya.
"Sayang ko kita ikut masuk? trus kenapa lewat sini? bukannya pintu keberangkatan disana ya?" tanya Chara pelan sambil menunjuk kearah pintu keberangkatan. seperti biasa Chara selalu lupa bahwa suami seorang sultan.
"Biar lebih cepat sayang" sahut Raffa singkat.
"Ooh" ucap Chara dengan muka bingung.
Saat sampai dipintu belakang mereka semua pun langsung dijemput oleh mobil khusus yang akan mengantar mereka sampai kepesawat.
Yang satu bertuliskan RA 8904-7/jp dan yang satu lagi bertulisakan RF 450E/jp, Chara melongo tak percaya ketika membaca tulisan itu, ia baru menyadari kejadian saat menjemput keluarganya dibadara.
"Ohh pantas saja waktu itu mereka semua cepat bangat keluar dari bandara" batin Chara, ia baru menyadari suaminya itu sorang sultan.
"Ra, selfi yuk kapan lagi bisa masuk sini" ajak Rima membuyarkan lamunan Chara.
"Iya benaran, ayoo cepat" sahut Chara, mereka berdua pun mengambil ponsel masing masing untuk mengabadikan momen langkah itu, bukan hanya mereka berdua, Chara pun mengajak ke4 orang tua itu untuk ikut berselfi.
Raffa terseyum melihat tingkah istrinya, ia baru menyadri satu hal bahwa ia belum pernah mengajak istrinya berjalan keluar menggunakan jet pribadi itu. Raffa berjanji dalam hati akan mencari waktu untuk mengajak istrinya jalan jalan nanti.
****
"Bang titip Ibu yaa, ingat Ibu punya sakit maag jangan sampai telat makan. Bibi juga harus rutin minum dan cek up ke Dokter tiap bulan" pesan Chara pada Roy, setelah selesai berselfi ria dengan semua.
"Jangan kawatir, Abang akan lakukan yang terbaik, nikmatilah hari harimu, jangan dipikirkan, Ibu akan baik baik saja. Ingat jaga kesehatanmu dan calon ponkanku. Jika Dia macam macam padamu bilang keAbang biar abang lindas Dia" sahut Roy sambil mengacak acak rambut Chara seperti anak kecil.
"Jangan Bang, jelek jelek gini Dia suami Chara" ucap Chara bercanda sambil memeluk Raffa disampingnya.
__ADS_1
"Sayang" tegur Raffa dengan mata melotot, lalu menatap tajam pada Roy yang menertwainyanya.
"Bercanda sayang, kamu paling ganteng deh" ucap Chara terkekeh.
"Jaga ucapanmu, yang ada kau yang akan ku cincang jika terjadi sauatu pada mertauku" ucap Raffa merasa tidak terima.
Mereka semua pun tertawa, lalu berpelukan bergantian sabegai tanda perpisahan, Raffa Chara, Chris dan juga Rima telah memeluk dan mencium semuanya, kini giliran Roy dan Aldi yang berpamitan pada kakek dan nenek.
"Cepat cari pasangan nak, apa kalian bedua tidak ingin bahagia seperti mereka" ucap kakek pada Roy dan Aldi sambil menunjuk Raffa dan Chara.
"Mereka udah nyaman berdua Kek tidak butuh yang lain lagi" ejek Chris.
"Emang situ udah laku?" tanya Roy berbalik menatap Chris.
Semua pun tertawa mendengar ucapan Roy. Chris hanya terdiam ia merasa belum saatnya ia memberitahukan hubunganya dan Rima pada semua, Chris ingin melamar Rima terlebih dahulu baru ia akan memberutahukan hubungan merka pada yang lain.
Selesai dengan basa basi perpisahan, semua yang akan berangkat pun melangkah masuk kedalam pesawat masing masing.
Roy Aldi bersama ibu Siska dan bibi Ranti masuk kedalam jet pribadi milik Roy, sementara kakek nenek dan dua pengasuhnya berjalan masuk kedalam jet pribadi milik Raffa.
Setelah memastikikan semuanya terbang, Chris mengantar Raffa dan Chara kerumah, setelah itu ia bersama Rima kembali kekantor untuk bekerja.
Sementara mobil Alpart yang disetir Raffa tadi dibawa pulang oleh salah satu pengawalnya, pria itu menolak keras untuk menyetir sendir lagi, saat berangkat tadi ia mau menyetir sendiri hanya karena ada ke4 orang tuanya saja, bahkan ia juga menolak untuk pulang bersama para pengawal itu.
Sepertinya sehari saja Raffa tidak membuat pusing Chris hidupnya terasa kosong.
... :...
...:...
...Just information gengs...
Kenapa Roy dan Aldi terlibat banyak disini? karena rencananya Author bakal bikin buku baru untuk Roy dan Aldi yang berbau mafia prisikopat gitu😁😁. semoga kalian mau ikut baca yaa dan tidak kapok ikutin ceritaku karena sering kena gantung😀✌🥰🥰.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi untuk semua yang masi setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏.
Jangan lupa dukung Author selalu dengan LIKE & COMENTAR kalian.🥰🥰
__ADS_1
Love U All❤🖤