Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
25.# Sarapan


__ADS_3

"Dan pastikan Chara tidak akan menolak lamaranku, karena jika Chara menolak" ucap Raffa menggantung lagi.


Chrisn menelan silavanya kasar, dirinya lebih memilih diperintahkan lembur atau pun bertarung dari pada harus berusan dengan wanita.


"Tidak tidak, tidak akan ada penolakan, lalukan apapu agar Chara tidak menolak" ucap Raffa meralat perkataannya.


"Dan waktumu hanya satu minggu" lanjutnya


Chris bernafas sedkit lega, setidaknya waktu seminggu Ia bisa mencari cara agar Chara tidak menolak lamaran itu.


Sebenarnya Raffa merasa saat lama jika harus menunggu seminggu lagi, tapi Ia memikirkan kondisini Chara yang baru keluar dari rumah sakit. Raffa berencana akan segera menikahi Chara setelah lamaran itu diterima.


Kini Raffa telah berbaring diranjang empuknya, matanya menatap lurus langit langit kamar itu, bibinya sesekali terangkat membetuk sebuah seyuman, entah karena Chara telah keluar dari rumah sakit, atau karena rencana lamaran itu, yang pasti dilihat dari expresinya, Raffa sedang berbahagia.


Lalu Ia teringat sesuatu, Raffa pun langsung meraih ponselnya, dan hendak mengirimkan pesan.


"Aah bodoknya, kenapa aku lupa meminta nomer ponselnya" gumannya pelan sambil menaruh kemabali ponselnya, lalu menarik selimut dan masuk ke alam mimpi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jam dinding menunjukan pukul 06:00 pagi hari, Raffa menggeliat lalu perlahan membuka mata, setelah mengumpulkan kesadaranya Ia bergegas ke kamar mandi untuk menyikat gigi.


Selesai dari kamar mandi, Raffa langsung menuju dapur, pagi ini Raffa sengaja bangun lebih awal untuk membuatkan Chara sarapan pagi.


karena Chara sedang dalam masa pemulihan, Raffa pun memasak sop daging dengan bayak sayuran agar Chara cepat sembuh.


Setelah memasukan semua bahan, dirasanya masakan itu hampir matang, Raffa kemabali kekamar untuk mandi, agar selalu kelihatan segar dan tampan dimata Chara.


Beberapa menit kemudian Raffa keluar kamar dalam keadaan sudah rapih dengan pakaian kerjanya, karena setelah memastikan Chara sarapa Ia akan kekantor.


Dengan gagahnya Raffa berjalan menuruni anak tangga lalu menuju dapur, setelah mematikan kompor Raffa menuangkan sop itu ke mangkuk yang telah Ia siapkan, tak lupa juga Ia membuatkan segelas susu angat.


Raffa menaru mangkuk berisi sop dan segelas susu itu keatas nampan, lalu Ia berjalan ala ala waiters menuju kamar Chara.


Sementara, dua gadis cantik itu masi meringkuk dibawa selimut mereka, sampai akhir bunyi bel pintu membangun kan mereka.


Ting tong, ting tong, bunyi bel pintu.


"Ra" ucap Rima dengan suara khas bangun tidur sambil menggeser geser kaki Chara

__ADS_1


"Hemm" sahut Chara tek bergerak


Ting tong, ting ting, bel bernyi lagi


"Ra, itu ada yang datang" ucap Rima lagi


"Siapa sih pagi pagi mengganggu aja" gerutu Chara Sambil bangun, lalu berjalan keluar kamar


Ting tong, ting tong, bel bernyi lagi


"Iyaa sebentar" teriak Chara lalu membuka pintu


Cekleeekk pintu terbuka,


Mata Chara membulat sempurnah melihat siapa yang datang, dan Ia langsung bersembunyi dibalik pintu, karena jubah tidur yang dipake nya sedikit pendek.


"Tu-tuan, ngapain pagi pagi kesini" tanya Chara hanya memperlihat kepalnya saja.


"Ini sudah jam 8 nona, waktunya sarapan dan minum obat" sahut Raffa sambil menunjukan sarapan ditangannya


"Aah baiklah, kemarinkan sarapannya nanti ku makan" ucap Chara berusaha mengambil nampan itu


Dengan cemberut Chara berjalan mengikuti Raffa, Ia merasa kesal karena tidurnya diganggu


"Kenapa Anda keras kepala skali gendut?" tanya Chara cemberut


"Sudah ayo duduk, marah marahnya nanti saja setelah habis makan" ucap Raffa sambil menuntu Chara untuk duduk dikursi.


"Sebentar, aku sikat gigi dulu" ketus Chara menolak duduk


"Yaa udah, jangan lama lama keburu dingin sop nya" ucap Raffa sambil mengacak rambut Chara sperti anak kecil


"Iyaaaahhh" sahut Chara memonyongkan bibirnya lalu berjalan menuju kamar


Selesai menyikat gigi, Chara pun mengganti bajunya.


"Rim, ayo bangun sarapan dulu" ucap Chara membangunkan Rima yang masi tidur


"Dluan aja Ra, aku masi ngantuk" sahut Rima tanpa membuka mata

__ADS_1


Mendengar jawaban Rima, Chara pun keluar dan kembali kemeja makan.


Raffa yang melihat Chara kembali langsung berdiri dan menarikan kursi, entah sebesar apa rasa cinta Raffa pada Chara, hanya dirinya dan Author yang saja tau.


Kini Chara telah duduk disamping Raffa, lalu Ia mengambil satu mangkuk untuk membagi sub itu.


"Kenapa dibagi" tanya Raffa


"Buat Rima" sahur Chara


Setelah memisahkan sop itu, Chara pun langsung menyantap sarapannya.


Raffa dengan setia duduk disamping Chara, siap siaga bila tuan putri nya membutuhkan sesuatu, seperti biasa matanya tak sedetik pun berpaling dari Chara.


"Tuan tidak makan?" tanya Chara menoleh kearah Raffa


Raffa terseyum sambil menggeleng


"Nanti aku akan makan, Cepat habiskan sarapanmu" sambil membenarkan anak rambut Chara yang sedikit berantakan.


Selesai Chara makan, Raffa langsung mengambilkan air dan obat yang memang tersimpan diatas meja makan.


Chara menurut layaknya seorang anak mecil, sebagai wanita normal, ketika diperlakukan istimewa oleh pria setampan Raffa, sudah pasti Chara merasa sangat beruntung, dan tak bisa dipungkiri Ia juga merasa nyaman dengan semua perlakuan Raffa padanya.


Chara menyadari betul atas semua perlakuan Raffa, tapi Ia tak mau berharap lebih, karena status sosial mereka, ditamba lagi Raffa seorang CEO perusahaan besar.


Alasan pertemanan masa kecil mereka tidak menjamin apapun, sehingga Chara tak ingin berharap lebih.


... :...


Pada sabar yaa, nanti Author akan kasi kejutan dihari lamaran😁😁


... :...


... :...


Trimamasi untuk yang sudah sabar menunggu up, atau pun yang baru baru mampir🙏🙏🙏


Jangan lupa kewajinan utama sebagai readers memberi dukungan kalian untuk Author kece badai ini dengan LIKE & COMENTAR kalian semua🥰🥰

__ADS_1


love u all❤🖤


__ADS_2