
... Mohon di skip untuk yang lagi puasa, Author sarankan malam aja bacanya 🥰🥰 🙏🙏🙏...
Raffa dan Chara sedang bersiap untuk berangkat ke Bandara, sore ini mereka akan menjemput kakek nenek Raffa dan ibu beserta bibi Chara yang akan datang ketempat mereka.
Raffa dan Chara telah mencerita soal rencana resepsi pernikahan yang akan mereka adakan, semua keluarga pun setuju dan memutuskan untuk datang lebih awal agar bisa lebih lama menghabiskan waktu bersama anak dan cucu mereka. Raffa dan Chara berencana akan memberikan kejutan pada keluarga mereka tentang kehamilan Chara.
" Sayang udah selesai belum?" tanya Raffa saat keluar dari ruangan ganti.
"Udah" sahut Chara yang sedang duduk dimeja rias, lalu berbalik melihat suaminya.
Chara memperhatikan penampilan suaminya dari ujung kaki hingga ujung kepala, suaminya itu tampak memakai celana jean panjang, kaos hitam dan sebuah blazer yang senada dengan celananya, Chara menggelengkan kepala setelah melihat penampilan suaminya.
"Kenapa sayang? ada yang salah dengan penampilanku?" tanya Raffa sambil memperhatikan diri sendiri.
"Tidak salah sih, tapi boleh kali ya sesekali berpakaian yang lebih santai" sahut Chara sambil berpikir pakian santai apa yang cocok untuk suaminya.
"Kitakan mau keluar sayang?" ucap Raffa, karena pria itu tidak pernah keluar rumah dengan mengenakan celana pendek atau pun kaos oblong.
"Ayo ikut" ucap Chara sambil menarik tangan suaminya keruang ganti.
"Mau ngapain sayang?"
"Mau ganti bajulah masa mau main" sahut Chara
"Mau main juga boleh ko sayang, suamimu ini selalu siap kapan pun dan dimana pun" sahut Raffa sengaja menggoda istrinya.
"Iiihh apaan sih, ayo cepatan" ucap Chara, lalu mulai memilikan baju untuk suaminya.
"Cepat buka bajumu" perintah Chara, namun Raffa tidak bergerak sama sekali.
"Ayo cepatan buka" ucap Chara lagi sambil melepas blazer Raffa lalu hendak membuka kaosnya juga.
"Awas ada yang bangun sayang" goda Raffa lagi.
"Iiiihh, makanya ayo buka sendiri" sahut Chara dengan muka memera karena merasa malu dengan ucapan suaminya, Chara melepas baju Raffa lalu mundur hendak menjauh, namun ia kalah cepat dengan tangan suaminya karena sumainya itu sudah lebih dulu merangkul pinggangnya.
"Oke aku mau ganti baju tapi kamu janji dulu padaku" ucap Raffa semakin mengeratkan rangkulannya
__ADS_1
"Janji apa?" tanya Chara dengan dua tangan menahan dada suaminya.
"Berjanjilah untuk selalu memanggil ku sayang, mulai detik dan selamanya" ucap Raffa serius sambil menatap lekat kedua bola mata istrinya, Raffa selalu ingin meminta hal ini pada Chara namun belum menemukan momen yang pas.
"Emang harus bangat ya manggil gitu?" tanya Chara polos, karena ia merasa aneh jika harus memanggil suaminya sayang setiap hari.
"Harus bangat sayang, karena itu salah satu bentuk rasa cinta kita pada pasangan kita" jelas Raffa.
"Iyah iya aku akan belajar panggil sayang, tapi sekarang lepaskan aku dan cepatan ganti baju sana" ucap Chara sambil berusaha lepas dari pelukan Raffa.
"Eet sebentar dulu, iya nya benaran iklas tidak?" tanya Raffa.
"Iyahh IKLAS sayang, benar benar IKLAS lahir dan batin" ucap Chara sengaja menekan kata iklas agar suaminya puas.
"Sepertinya belum kelihat iklas sayang, kalau belum ada pembuktiannnya" sahut Raffa terseyum nakal.
"Pembuktian apa la~~ hummppp" ucap Chara belum selesai langsung ditekam oleh suami nya.
Raffa melahap dan bermain dengan lembut bibir seksi istri nya, makin lama ciuman itu makin panas ketika lidah mereka saling bertemu, bunyi sahutan ciuman itu seakan menjadi sebuah irama indah dan membawa keduanya semakin lanjut dalam permaina mereka, tangan nakal Raffa mulai masuk kedalam baju istrinya dan mencari sesuatu yang akan semakin memancing nafsunya, Raffa semakin liar dengan sensasi kenikmatan yang ia ciptakan sendiri.
Desahan napas mereka mulai menderu lebih cepat, dan detak jantung yang semakin cepat menghasilkan aliran darah yang semakin memanas, keduanya larut dalam permainan lidah mereka, seakan melupakan keluarga mereka yang landing satu jam lagi di Bandara Internasional Soekarno Hatta.
"Stop" ucap Chara menahan tangan suaminya.
"Kenapa?" tanya Raffa dengan nada serak dan mata sayu karena ia benar benar sudah tak tahan.
"Kita harus kebandara sayang, pesawatnya sejam lagi landing" jelas Chara.
"Sayang kenapa tidak bilang dari tadi?" ucap Raffa lemas.
"Hehehe maaf aku lupa" sahut Chara menampakan seluruh gigi putihnya.
"Trus gimana ini nasibnya?" tanya Raffa sambil membawa tangan Chara memegang miliknya yang sudah dalam tanggangan tinggi
"Nanti malam aja lanjutnya" sahut Chara tanpa dosa.
"Sayang ko tega bangat sih, ayo lanjut" renge Raffa.
__ADS_1
"Gak bisa sayang, waktu kita mepet nenek bisa ngamuk" ucap Chara
Raffa yang mendengar nama nenek hanya bisa pasra, jika ia memaksakan diri semuanya akan berakhir lama, dan benar apa kata istrinya nenek bisa ngamuk ngamuk di Badara jika kelamaan menunggu.
Raff berjalan kekamar mandi dengan wajah sedih, ia memikirakan nasib ikan gabusnya yang gagal berenang sore ini, Raffa pun menuntaskannya sendiri dikamar mandi, Raffa berharap hari cepat malam agar bisa cepat melepas penatnya karena belun tersalurkan.
:
:
:
... just information...
Satu part lagi kita akan masuk ke koflik terakhir ya gengs, dan dikonflikini akan terungkap semuanya. Tentang :
Dendam apa yang disimpan Roy Fernandes?
Hubungan antara Raffa dan Roy?
Hubungan antara Roy dan Chara? dan
Peran Aldi dalam cerita ini.
Setelah itu baru Chris si manusia es itu dapat bagiannya😜😜...
Mari kita sama sama meluruskan benang kusut inu🤭🤭, atau kalian mau main tebak tebak juga boleh nanti Author kasi bocoran😅😅
... :...
... :...
... :...
Trimakasi yang sudah sudah setia menunggu up atau pun yang mampir🙏🙏🙏.
Ingat jangan sampai kelewat jempolnya, tekan LIKE, VOTE dan kasi COMENTAR kalian biar Author lebih semangat up nya🥰🥰🤗🤗..
__ADS_1
Ingat pesan Kakek bersabar itu indah🤗🤗😘😍
Love U All❤🖤