Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
37.# Malan pertama 1?


__ADS_3

Bibi yang melihat tuannya ada dikamar itu, langsung berpamitan keluar.


15 menit berlalu, Chara tak kunjung keluar dari kamar mandi, Raffa yang mulai bosan menunggu berjalan mendekat kearah pintu.


"Chara kamu gak apa apa kan?" tanya Raffa sambil mengetuk pintu.


"Sebentar, ini udah selesai" sahut Chara sedikit berteriak.


"Cepatan, kasian tu makanannya udah nangis kelamaan nungguin kamu" ucap Raffa sengaja mengggoda Chara, karena ia tahu alasan kenapa Chara berlama lama dikamar mandi.


"Iyaahh iyaahh, ini aku keluar" sahut Chara ketika membuka pintu kamar mandi.


Raffa terseyum menyambut istrinya.


"Ayoo kekamar, keringkan dulu rambutmu setelah itu baru kita makan" ucap Raffa sambil merangkul bahu Chara.


Chara mengangguk lalu mereka berdua pun berjalan keluar dan menuju kelantai atas dimana kamar mereka berada.


"Heemm ternyata Dia gak bahas soal omongan gua tadi, tau gini ngapain gua lama lama dikamar mandi" batin Chara sambil melirik lirik Raffa disampingnya.


"Ini kamar kamu?" tanya Chara sambil mengedarkan pandangannya kesluruh kamar yang terlihat sangat mewah itu.


"Bukan" sahut Raffa singkat.


"Loh trus ngapain kita kesini?" tanya Chara bingung.


"Karena ini kamar kita" sahut Raffa santai sambil menuntun Chara ke meja merias, lalu mengambil hair dryer dan mulai mengeringkan rambut Chara.


"Yaa elaahh kan sama aja" ucap Chara pelan sehingga Raffa tidak mendengarnya.


Setelah mengeringkah rambut istrinya, Raffa kembali mengajak Chara kebawa untuk makan malam bersama, dimeja makan ibu Siska telah duduk menunggu mereka bedua.


Ibu Siska terseyum melihat anak dan manantunya berjalan bergandengan tangan, setelah Chara dan Raffa duduk, mereka pun mulai makan malam bersama.


"Oh iyaa nak, besok Ibu langsung berangkat yaa, kasian bibi mu sendirian disana" ucap ibu Siska memecah keheningan mereka.


"Kenapa cepat sekali Bu? Chara kan masi kangen sama Ibu" sahut Chara sedikit bersedih.

__ADS_1


"Kamu kan udah ada nak Raffa yang temani sayang, bibimu gak ada yang urus disana, nanti setelah bibi mu sembuh Ibu akan menginap disini lebih lama lagi" ucap ibu terseyum lembut.


"Baiklaahh, jika Ibu membutuhkan sesuatu langsung hubungi Chara ya" sahut Chara.


"Sepertinya Ibu tidak membutuhkan apa pun lagi, karena menantu Ibu sudah menyiapkan semuanya untuk Ibu dan juga bibimu" ucap ibu Siska terseyum pada Raffa.


Chara mengerutkan dahinya mendengar ucapa ibunya, sambil melihat kearah Raffa seolah meminta penjelasan.


"Jangan melihatku seperti itu, Chris yang melakukan semuanya. Cepat habiskan makanmu" ucap Raffa tanpa menoleh kerah Chara.


Chara pun melanjukan makannya, selesai makan ibu Siska langsung berpamitan untuk istirahat karena besok ia akan berangkat pagi pagi sekali.


Sementara Chara langsung membereskan piring bekas makan mereka diatas meja lalu membawanya kebelakang, sedangkan Raffa terus memperhtikan setiap gerak gerik istrinya


Karena lama menunggu, Raffa pun ikut menyusul kedapur, matanya menangkap istri tercintan sedang mencuci piring.


"Apa kau sengaja menghindar dariku nona muda?" tanya Raffa berbisik tepat ditelingah Chara, sontak membuat bulu kuduk Chara merinding.


"Apa sih, gak liat ni lagi cuci piring" sahut Chara berusaha mengantur nafasnya, posisi mereka yang begitu dekat ditamba dengan bisikan suaminya membuat jantung berdetak lebih cepat dan kesulitan bernafas.


"Dirumah ini tidak kekurangan pelayan untuk cuci piring nona muda" ucap Raffa masi dengan posisi yang sama


"Katanya gak akan maksa, trus ini apa namanya kalo bukan maksa?" omel Chara sambil membilas tangannya lalu melangkah menaiki anak tangga.


Chara membuka pintu kamar mereka, perlahan Ia berjalan masuk, Ia merasa sedikit canggung, karena ini adalah pertama kalin nya ia sekamar dengan seorang pria bahkan akan tidur seranjang dengannya.


"Kenapa kamu menghindari ku? bukan kah aku sudah bilang aku tidak akan memaksa mu?" ucap Raffa sambil mendekat kearah Raffa.


"Bukan begitu, aku hanya" ucap Chara terhendi karena Raffa telah berdiri tepat didepannya.


"Kamu pikir aku akan melepaskan mu begitu saja setelah 20 tahun aku menunggu mu nona muda?" tanya Raffa semakin mendekat sambil terseyum nakal.


Jantung Chara berpacu lebih kencang dari sebelumnya, tenggorokannya terasa kering, matanya membulat sempurnah ketika tangan kekar suaminya dengan cepat merangkul pinggangnya.


"Tuan Raffa aku, huummmmp" ucapnya terputus ketika Raffa dengan tiba tiba menyambar bibir tipisnya.


Raffa bermain dengan lembut, berusaha memancing Chara ajar istrinya mau membalas ciumannya.

__ADS_1


Karena Chara tak kunjung membalas ciumannya, Raffa pun mengigit sedikit kasar bibir bawa Chara.


"Aaakk" ringis Chara, dan Raffa langsung mengambil kesempatan itu.


Lidahnya mulai bermain dengan lincah, mengabsen tiap inci rongga mulut isitrinya, dirasanya Chara mulai kesusahan bernafas Raffa pun melepas ciuman itu.


"Sayang, boleh yaa kita lanjut" tanya Raffa dengan nada parau berusaha menahan sesuatu yang mulai menegang dibawa sana.


Chara ingin menolak, namun ia paham betul dosa hukumannya jika menolak keinginan suami, dan ia juga takut menyinggung perasaan Raffa, dengan malu malu Chara mengangguk kepala, pertanda ia setuju.


Raffa terseyum senang, melihat Chara mengangguk, tanpa menunggu lama ia langsung menggendong Chara dan membawanya ranjang.


Dengan pelan Raffa meletakan tubuh istrinya diata ranjang, lalu ia mulai membuak bajunya sendiri. Raffa hanya menyisahkan boxernya yang berwarna hitam.


Dering ponsel Raffa berbunyi menghentinkan aksinya yang hendak menindi tubuh istrinya.


Raffa menoleh sebentar kearah ponselnya, lalu ia naik katas ranjang dan langsung menin tubuh istrinya, Raffa yang sudah menegang tidak peduli lagi dengan bunyi ponsel itu.


Ketika Raffa hendak kembali menerkam bibir istrinya, ponsel itu berbunyi lagi.


"Angkat dulu, siapa tau pening" ucap Chara sambil menahan dada Raffa yang hendak menciumnya.


Dengan rahang mengerasa Raffa turun dari atas ranjang, dan mengkah kearah ponselnya yang tersimpan diatas meja.


Bisa dipastikan jika yang menelpon itu bukan penting maka jiwanya akan melayang.


...:...


...:...


...:...


Trimakasi yang sudah setia menunggup up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏


Jangan lupa dukung selalu Author yang kece badai ini dengan LIKE & KOMENTAR kalian semua😘😘


Dan ingat selalu pesan Ayah, bersabar itu indah🥰🥰

__ADS_1


Love U All❤🖤


__ADS_2