Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
83.# Chris & Rima


__ADS_3

Chara, Roy dan juga Aldi menatap heran pada sikap Chris, seakan bertanya ada apa dengan pria itu? sementara Raffa sendiri terlihat santai, Raffa samakin yakin Chris memiliki perasaan yang lebih pada sahabat istrinya itu.


Setelah kepergian Chris, Chara mengambil ponselnya untuk menghubungi Rima, saat Chara memasang ponsel itu ketelinganya, ada suara seorang perempuan yang berbicara padanya.


"Nomor yang Anda tujui sedang tidak aktif atau berada diluar jangkau" Chara mengerutkan dahinya sambil menatap ponselnya.


"Ada apa sayang?" tanya Raffa, ketika melihat wajah istrinya.


"Sepertinya ponsel Rima mati deh, nggak bisa dihubungi. Tuh anak kenapa ya tidak biasanya dia menghilang tanpa pamit begini" sahut Chara sekalian curhat pada suaminya.


"Sudah jangan dipikirkan, mungkin Rima lagi ada masala, kasi dia waktu untuk sendiri. Ayoo kita makan lihat tuh abangmu udah sampe gosong gitu bakar bakanya" ucap Raffa sambil menuntun Chara mendekat kearah Roy dan Aldi, Raffa sengaja mengali perhatian Chara, Raffa tak ingin istrinya memikirkan hal hal berat yang bisa mempengarhi janinnya.


...****************...


Chris berjalan menyusuri pesisiran pantai sambil melayangkan pandangannya mencari sosok Rima, sudah beberapa kali Chris mengitari tempat itu namun belum juga menekan gadis yang telah mencuri hatinya itu.


Chris terlihat sedikit frustasi, kenapa dirinya begitu bodoh sampai sampai tidak menyadari perasaanya sendiri, lama Chris duduk menunggu diarea parkiran dengan harapan Rima muncul disana, tapi sayang harapanya tidak sesuai keyataan, dari sekian banyak orang yang melewatinya tidak sosok yang ia cari disana.


Chris tersadar lalu berjalan cepat masuk kedalam mobilnya, ia langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobil itu seuatu tempat.


Rumah Rima itulah tujuan Chris saat ini, lagi lagi Chris berharap bisa menemukan gadis itu dirumahnya. Beberapa menit kemudian Chris telah sampai dirumah Rima.


Rumah dua lantai yang terlihat tidak mewah, tapi tidak juga sederhana, Chris membuka pintu pagar lalu melangkah masuk menuju pintu, untunglah dirumah Rima tidak memelihara anjing, sehingga Chris lebih mudah memperjuangkan cintanya.


Tok tok tok, Chris mengetuk pintu dari luar.


"Tuan Chirs? ada angin apa sehingga membawa Tuan sampai kesini malam malam?" tanya seorang pria paru baya ketika membuka pintu dan langsung mengenali siapa pria yang berdiri didepan pintunya.


"Maaf jika saya mengganggu malam malam beginu, apa saya bisa bertemu dengan nona Rima? ada masala perkerjaan yang harus kami bahas sekarang" sahut Chris sopan. Alasan kerjaan yang terlintas dikepalanya ketika mendapatkan pertanyaan seperti itu.


"Bukankah ini terlalu larut jika hanya membahas soal pekerjaan Tuan?" tanya pria paru baya itu lagi yang teryata ayah Rima.


Chris terlihat sedikit kaget mendengar ucapan ayah Rima, bagaimana bisa ia memberi alasan yang tidak masuk akal seperti itu.


"Maaf Tuan, tapi kebetulan anak saya sedang tidak ada rumah saat ini" lanjut ayah Rima, karena melihat Chris terdiam.


Ibarat terlanjur basah sekalian yempulng, Chris kembali bernyata dengan muka tebal.


"Maaf Pak, kalau boleh nona Rima kemana dengan selarut ini?" tanya Chris penasaran.

__ADS_1


"Sore tadi neneknya menelpon dan memintanya untuk pergi kesana" jelas ayah Rima.


Chris terdiam mendengar penjelasan ayah Rima, rasa Chris ingin bertanya lagi kapan Rima kembali, tapi Chris tidak ingin terlihat lancang didepan orang tuan Rima. Dengan kekecewaan Chris melangkah menuju mobilnya dan langsung menancap gas meninggalkan rumah Rima.


Sementara dilantai dua, Rima melihat kepergian Chris dari balik gorden, Rima yang sedang melamun didekat jendela melihat dengan jelas mobil Chris berhenti didepan rumahnya.


Rima langsung turun kebawa dan meminta ayahnya mengatakan bahwa dirinya tidak ada rumah jika Chirs menanyakannya, alasan dirumah nenek pun alasan yang dibuat sendiri oleh ayahnya.


Rima tak ingin bertemu Chris, bukan karena hatinya saja yang belum siap melihat pria itu, tapi juga karena mata yang membengkak akibat kebanyakan menangis . Mau taro dimana mukanya jika ada yang tau ia menangisi laki laki yang buka siap siapnya. Rima merasa miris dengan dirinya sendiri, perasaan seperti apa yang ia miliki? kenapa harus jatuh cinta pada pria dingin dan sudah punya kekasih pula.


Saat sedang meratapi nasibnya yang begitu malang, ia dikagetkan oleh dering ponselnya, Rima menepuk jidatnya pelan ketika milhat nama Chara yang tertera dilayar ponselnya, Rima baru ingat kalau dirinya pergi begitu saja dari acara mereka sore tadi.


"Hallo Ri, lo baik baik aja kan?" tanya Chara ketika Rima menggeser tobol hijau.


"Iyaa gua baik baik aja kok, maaf ya tadi gua pergi gitu aja" sahut Rima.


"Aaahh syukurlah, lo lagi ada masala apa?" tanya Chara.


"Gak ada Ra, cuman masala kecil tapi udah selesai ko" sahut Rima, ia tak ingin membebani sahabatnya yang sedang hamil dengan masalanya.


"Benaran? lo gak lagi bohongin gua kan?" tanya Chara memastikan.


"Ya udah, lo juga juga istirahat ya, ingat kalo ada apa apa cerita sama gua" ucap Chara lalu memutusan sambungan telefonnya.


Setelah sambungan telefon itu terputus Rima langsung membaringkan tubuhnya diatas ranjang lalu menarik selimut dan tidur, Rima berharap ketika bangun pagi nanti ia sudah bisa melupakan semua kejadian buruk sote tadi.


*******


Sementara ditempat lain, Chris duduk seorang diri disebuah taman, taman yang sama yang pernah ia datangi dan tidak sengaja melihat Rima sedang membeli bakso disana. Chris berharap kejadian itu akan terulang lagi, lama Chris menunggu namun Rima tak kunjung mucul.


Chris yang mulai merasa lelah memutuskan untuk pulang, Chris melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia ingin cepat cepat sampai dirumah dan segera tidur. Chris berharap besok bisa bertemu dengan Rima dikantor.


*****


"Maafkan atas sikapku selama ini, maafkan atas kebodohanku yang terlamabat menyadari persaanku. aku sangat mencintaimu" ucap seorang pria sambil berlutut dihadapan seorang gadis cantik.


"Cinta kamu bilang? mau brapa banyak wanita yang kamu permiankan?" tanya gadis itu.


"Aku tidak pernah mempermaikan wanita, aku juga tidak pernah bermain main dengan perasaanku" sahut pria itu dengan posisi yang sama.

__ADS_1


"Omong kosong, trus bagaiman dengan wanita dipinggir pantai itu, hah? apa itu yang kamu bilang tidak mempermainkan perasaan wanita?" ucap gadis itu lagi mulai tersulut emosi.


"Aku memang menemuinya, tapi hanya untuk menyeselesaikan semua dianatar kami, karena dihatiku sudah ada yang lain" jelas pria itu lagi.


"Cihhh kau pikir aku buta tidak bisa mekihat apa yang kalian lakukan? wanita itu menarik tengkukmu kalian berciumman kan?"


"Itu tidak benar Rima, kenapa kamu pergi sebelum mendengar semuanya?" tanya pria itu lembut sambil bangkit berdiri.


"Aku masi waras Tuan untuk menyaksikan kau berciuman dengan wanita itu" sahut Rima sambil memajukan muka mendekat pada Chris.


"Tapi saya serius Rima, kami tidak berciuman, bahkan saya mendorongnya dan mengatakan bahwa saya mencintai sudah mencintai wanita lain" jelas Chris sambil menatap lekat wajah cantik Rima.


Rima mematung ketika pria yang ia cintai itu menatapnya begitu intes dan dalam.


"Ka-kamu serius?" tanya Rima terbata, tenggorokannya terasa kering saat ini.


"Bahkan lebih dari kata serius, karena aku sangat mencintaimu" ucap Chris serius lalu meraih kedua tangan Rima dan mengecupnya.


"Maukah kamu menjadi pacarku?" tanya Chris serius.


Seperti terhipnotis Rima menganggukan kepalanya, Chris yang melihat anggukan kepala dari Rima senangnya bukan main, Chris langsung mengecup bibir Rima berkali kali dengan penuh kebehagia.


Lama kelamaan ciuman itu semakin terasa aneh dibibinya, Chris pun perlahan membuka matanya.


Chris kaget langsung terduduk ketika menyadari semua itu hanya mimpi dan benda yang ia cium cium tadi adalah bantal guling, Chris mengusap wajahnya dengan kasar, perasaan yang begitu dalam pada Rima sampai sampai terbawa mimpi.


Chris melirik kearah jam dinding yang sudah menunjuka pukul 06:45, seketika ia melompat turun dari atas ranjang.


Chris langsung berjalan menuju kamar mandi untuk bersiap siap kerja, Chris berharap bisa benar benar bertemu Rima dikantor.


... :...


... :...


... :...


Trimakasi untuk semua yang sudah setia menunggu up atau pun yang baru mampirπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™..


Jangan lupa digoyang jempolnya gengs, jangan sampai terlewatkan LIKE, COMEN & VOTE dan kasi hadiah jugaπŸ˜…πŸ˜…βœŒπŸ˜˜πŸ₯°

__ADS_1


Love U AllπŸ–€β€


__ADS_2