Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
38.# Malam pertama 2


__ADS_3

Dengan penuh amara Raffa meraih poselnya, raut wajahnya yang penuh emosi langsung berubah ketika melihat nama si penelpon.


"Hei anak nakal, kenapa lama skali angkat telefonnya, hah?, kapan kau akan memperkenalkan istrimu pada Kakek dan Nenek? apa kau menunggu kami telah tiada baru kau akan mengajaknya pulang?" omel sang nenek panjang lebar dengan suara sedikit berteriak dibalik telefon.


Raffa terseyum sambil menjauhkan ponselnya dari telinganya, semua amarah hilang ketika melihat neneknya yang menelpon.


"Ampun Nek, setelah pekerjaan Raffa selesai Raffa janji akan mengajaknya pulang" sahut Raffa.


"Pekerjaanmu tidak akan habis nak jika kau menunggunya" ucap sang kakek lembut dari balik telefon.


"Baiklah baiklah, secepatnya Raffa akan ajak Dia pulang untuk bertemu Kakek dan Nenek" sahut Raffa terseyum kearah Chara yang sejak tadi melihatnya.


"Jangan lama lama, kalo tidak mau kuping mu Nenek jadikan lawar makan siang" ancam nenek lalu menutup sambungan telefon.


Raffa menggeleng pelan sambil terserum, sifat kerasnya asli asli menurun dari sang nenek tercinta, sesaat Raffa mengingat sosok kedua orang tuanya.


Ayah Raffa begitu lembut, bahkan tidak pernah memarahi Raffa, begitu pun dengan sang ibu.


Walau Raffa tidak pernah merasakan kasi sayang ibunya, tapi ia bisa merasakan bahwa ibunya adalah orang yang baik dan lembut, berdasarkan cerita kakek, nenek dan ayahnya, terbuktinya neneknya sangat menyangi almarhum ibuanya.


Raffa tersadar ketika matanya menangkap sang istri yang sejak tadi menunggunya diranjang, sudut bibinya terangkat membentuk sebuah seyuaman nakal ketika mengingat anggukan Chara tadi.


Dengan penuh semangat Ia berjalan mendekati Chara, dalam hitungan detik Rafa telah menindi tubuh mungil istrinya.


Raffa yang kembali menegang, tanpa meminta ijin lagi, langsung menerkam istrinya, ia ******* habis bibir mungil istrinya, lidahnya kembali bermain dengan lincah, permainan itu semakin panas, Raffa terus merangsang istrinya agar mau merespon permainanya, perlahan namun pasti ciuman itu menurun ke leher janjang sang istrinya.


Jari jarinya mulai nakal membuka kancing baju istrisnya, satu persatu ia melepasnya hingga tampaklah dua gunung kembar yang masi sangat padat dan menggoda.


Aliran daranya mengalir semakin cepat, matanya semakin sayu, perlahan lidahnya meraih dan bermain dengan nakal pada dua gunung kembar itu, gigitan gigitan kecil pun ia tinggalkan sebagai tanda jejak kepemilikan, pria itu tampak menikmati setiap inci tubuh istrinya.


Sementara, Chara yang merasakan sensasi yang sangat berbeda, ia seakan terbang melayang, kenikmatan yang belum pernah ia rasakan, kedua matanya tertutup rapat, tangannya mencengkram erat rambut suaminya yang sedang berada diatas dua gunung kembarnya.


Chara menggi bibir bawanya berusaha menahan agar ia tidak mengeluarkan suara suara aneh.


Raffa yang merasakan gerakan aneh dari istrinya mengangkat muka sejak menatap istrinya.


"Lapaskan sayang jangan ditahan" ucap raffa dengan suara parau

__ADS_1


Lalu ia kembali bergantung pada dua gunung kembar itu, Jari jari nakalnya kemabli bermain dan menerobos masuk kedalam bawa celana istrinya, saat tangannya menyentuh area sensitif itu, sebuah desahan pun lolos begitu saja sajan dari bibir mungil.


Mendengar suara seksi istrinya Raffa semakin buas, ikan gabusnya seakan ingin melompat keluar dan mencari kolam untuk berenang bebas.


Jarinya nakalnya mulai bermain diarea terlarang istrinya, tanpa melepas kedua gunung kembar itu, Chara semakin gila dibuatnya.


Suara suara seksi itu pun keluar semakin tak beraturan, tanpa menunggu lama, Raffa langsung melepas pakian mereka berdua.


Kini tubuh mereka polos tanpa sehelai benang pun, sejak Raffa mentap wajauh istrinya.


"Sayang maafkan aku" ucap Raffa sambil mengecup kening Chara lalu mulai berusaha menceburkan ikan gabusnya.


Chara meramas ujung seperei keras berusaha menahan sakit, air matanya pun lolos bagitu saja, sementara Raffa, nafasnya berduru tak beraturan ketika berhasil menerobis dinding kolam itu.


Setu desahan pun lolos dari mulutnya, kenikmatan yang sangat luar biasa Ia rasakan, perlahan Ia mulai memaikan pinggulnya.


Semakin tingga kenikmatan yang ia rasakan, semakin cepat pula goyang itu, sakit yang dirasakan oleh Chara pun mulai berkurang dan berganti dengan kenikmatan yang luar biasa.


Saat mereka berdua hendak menuju puncank, Raffa makin mempercapat goyangannya, suara seksi kedua insan itu tersengar saling sahut sahutan.


Lahar hangat Raffa pun mengalir membasahi rahim istrinya tercintanya.


Akhirnya keperjakaan CEO tampan itu dilepas juga, penantiannya selama berpuluhan tahun berakhir pada kenikmatan yang sungguh luar biasa, seyuman bagia pun tidak terlepas dari wajah tampannya.


"Trimakasi sayang" ucap Raffa sambil mencium kening istrinya setelah nafanya teratur dengan baik


Sementara Chara yang merasa malu, menyembunyikan mukanya dibalik semimut.


"Maafkan aku telah melanggar janjiku untuk tidak menyentuhmu" lanjut Raff


"Hemmm" sahut Chara


"Kamu marah?" tanya Raffa


"Tidak" sahut Chara tetap dibawa selimut


"Lalu kenapa kamu sembunyikan muka mu" tanya Raffa lagi

__ADS_1


"Aku malu" sahut Chara merapatkan kedua giginya karena Raffa banyak bertanya.


Raffa terseyum mendengar ucapan Chara.


"Jika kamu bersikap begini terus, bisa bisa ku terkam kamu lagi" goda Raffa sambil menarik selimut yang menutupi wajah Chara, lalu membawanya kedalan pelukakannya.


"Kamu tidak ingin mandi" tanya Raffa pada Chara yang masi dipelukannya.


"Mau, lengket semua ni" sahut Chara yang masi polos tidak mengerti maksud pertanyaan suaminya


Raffa terseyum nakal mendengar jawaban itu, tanpa menunggu lagi ia turun dari ranjang dan hendak menggedong Chara.


"Stop" ucap Chara dengan muka memerah karena tak sengaja melihahat ikan gabus Raffa


"ada apa?" tanya Raffa


"Pake dulu celanamu" sahut Chara sambil membuang muka


"Tidak perlu, nanti saja setelah mandi" ucap sambil mengakat tubuh Chara


"heeii aku yang mau mandi kenapa Anda ikut ikutan Tuan?" protes Chara


Namu protesnya tidak didengar lagi oleh Raffa, suaminya itu langsung membawanya kekamar mandi, dan melakukan aksinya sekali lagi disana.


...:...


...:...


Author meradang tulis part ini, semoga saja dilolosin miminπŸ˜œπŸ˜†πŸ˜†


...:...


Trimakasi yang sudah setia menunggu up atau pun yang baru mampirπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Jangan lupa dukung Author selalu, dengan LIKE & COMENTAR kalian semua😘😘😘πŸ₯°


Love U Allβ€πŸ–€

__ADS_1


__ADS_2