Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
76.# Terungkap 1


__ADS_3

Tak lama mereka menunggu, seorang penjaga membuka gerbang dan mempersilakan mereka masuk.


Raff dan Chris menatap tak percaya pada sekeliling Villa itu, tampak semua pengawal berjaga disetiap sudut bangunan mewah itu dengan senjata menggantung dileher masing masing.


Raffa dan Chris melangkah turun dari mobil, merek langsung disambut oleh 4 orng pengawal, bagai terkena razia, Raffa dan Chris digeleda oleh para pengawal Roy Fernandes itu, ingin skali Raffa menghajar pria yang seenaknya saja menyetuh badannya, namun Raffa memikirkan nasib istrinya yang sedang ditawan didalam Villa.


Raffa tidak mau bertindak gegabah, tinggal selangkah lagi ia bisa membawa istrinya pulang, Raffa mengeraskan Raffannya sabil melirik tajam pada pengawal itu, sementara Chris sendiri, pria itu tetap tidak menunjukan ekspresi apapun.


Selesai diperiksa, Raffa dan Chris langsung di tuntun masuk kedalam Villa itu.


"Welcome to my palace Mr.Aditama, wooww suatu kehormatan besar bagiku menyambut kedatangan tamu terhormat seperti Anda" sambut Roy, pria itu berjalan dengan sombongnya menuruni anak tangga dan mendekat kearah Raffa.


Didalam ruangan tamu itu pun tak kalah ketatnya dijaha oleh para pengawal dan semuanya pun menggantung senjata dileher masing masing, Roy benar benar memperketat penjagaan di Villa itu.


"Tidak perlu berbasa basi, keluarkan istruku sekarang juga" ucap Raffa menatap tajam pada pria itu sambil melemparkan sebuah tas diatas meja. Sementara Chris menatap tajam pada Aldi yang berdiri dibelakang Roy.


"Rupanya kau sudah tidak sabar ingin bertemu dengan istrimu, tidak akan semudah itu Tuan Aditama" sahut Roy terseyum senis.


"Jangan coba coba mempermainkanku, semua yang Anda minta sudah saya bawakan. Kembalikan istriku sekarang juga" ucap Raffa berusaha setenaang mungkin.


"Ya ya ya, akan saya kembalikan, tapi setalah saya puas bermain main dengannya" sahut Roy santai.


Bruuuukkkk, satu tinjuan melayang dengan cepat mengenai rahang Roy Fernandes.


"Jangan pernah menyentuh istriku dengan tangan kotormu bajiangan" ucap Raffa sambil menarik kerah baju Roy, Raffa benar benar hilang kendali saat mendengan ucap Roy.


Semua pengawal yang melihat tuan mereka dipukuli langsung mengangkat senjata dan penodongkan pada Raffa dan Chris.


Roy tersyum sinis sambil membersikan darah segar yang keluar dari sudut bibirnya akibat pukulan Raffa, Roy juga memberi kode pada seluruh pengawalnya untuk menurunkan senjata mereka.


"Ciiihhh, kau pikir aku butuh smua hartamu yang tak seberapa ini, hah?" tanya Roy sambil mengeluarkan semua berkas dari dalam tas yang dibawa Raffa tadi.


"Aku tidak butuh semua ini, karena yang aku butuhkan adalah pemderitaanmu Tuan Aditama" lanjut Roy sambil melemparkan semua berkas itu kemuka Raffa, pria prisikopat itu menunjukan sebuah kejutan untuk Raffa dan Chris.

__ADS_1


"Katakan apa maumu?" tanya Raffa benar benar sudah tidak tahan dengan ulah Roy, lagi lagi pria itu mempermainkam mereka.


"NYAWAMU" sahut Roy pasti dan serius, sambil berjalan mendekat kearah Raffa.


"Kau tau Tuan Aditama, 18 tahun yang lalu aku meraung seorang diri dipinggir jalan, menangis dan memanggil nama ibuku yang telah pergi meninggalkan aku karena lebih memili KAU dan ayahmu. Aku mencoba iklas dan menerima semua kenytaan pahit itu, tapi pada yang kalian lakukan pada ibuku, hah?. Kalian mala membunuhnya " ucap Roy penuh emosional, pria itu menangis bagai anak kecil, lalu kembali berucap.


"Aku menangis sepanjang hari dikuburan ibuku seorang diri, berharap ia akan kembali bersamaku. Andai ibuku tidak menikah dengan ayahmu yang sialan itu, mungkin sekarang aku masi bisa memeluk ibuku" lanjut Roy seolah sedang memeluk ibunya, Roy terdiam sejenak sambil membayangkan masa masa indahnya bersama mendingan ibunya tercinta.


Rumah besar itu terasa hening, tidak ada satu pun yang berani bersuara. Kini terbongkar sudah dendang yang disimpan oleh seorang Roy Fernandes.


Raffa menatap tak percaya pada Roy, apa benar Roy adalah anak dari wanita yang sempat ia panggil ibu? wanita yang sempat memanjakannya walau hanya sesaat, Raffa pun kembali mengingat wajah ibu sambungnya itu.


Raffa kecil yang tidak pernah merasakan kasi sayang seorang ibu sejak lahir merasa sangat bahagai memdapat sosok seorang ibu, apalagi ketika memanggilnya dengan sebutan ibu. Walau hanya setahun, banyak kenangan indah yang Raffa kecil lalui bersama ibu sambungnya itu, mereka berdua saling menyangi layak ibu dan anak kandung.


"Dan kau anak sialan, kau harus ikut merasakan sakitnya kehilangan orang yang sangat kau cintai" ucap Roy tiba tiba, langsung membuat semua kaget, terutama Raffa.


"Seret wanita itu kesini" teriak Roy dengan muka penuh dendam. Para pengawal pun langsung bergegas menjalan perintah Roy.


"Apa yang mau kau lakukan Roy? apa kau sudah cari tau alasan ibumu menikahi ayahku?" ucap Raffa dengan cemas, ia takut Roy akan menyakiti istrinya.


"Sayang" teriak Raffa ketika melihat Chara dibawa oleh para pengawal Roy. Raffa ingin berlari dan memeluk istrinya, tapi langsung dihadang oleh anak buah Roy, bukan hanya dia orang yang memegangi tangannya, tapi 2 senjata juga tertodong dikepalanya, begitu pun dengan Chris.


Raffa menatap tak berkedip pada istrinya, Raffa merasa tak trima istrinya diperlakukan demikian, kaki tangannya diikat dan mulut ditutup dengan lakban.


"Lepaskan istriku keparat, urusanmu denganku, jangan kau libatkan istriku" ucap Raffa dengan penuh emosi.


"Aku suka permainan ini" ucap Roy sambil berjalan ke arah Chara.


"Aauuww" ringis Chara karena Roy menarik paksa lakban dimulutnya.


Tangan Roy mulai menyusuri wajah cantik Chara.


"Bagaimana jika wajah mulus ini ada sedikit goresan Tuan Aditama?" tanya Roy terseyum penuh kemenangan.

__ADS_1


Seluruh tubuh Raffa bergetar, matanya seakan ingin loncat keluar melihat Roy menyentuh wajah istri, dengan sekuat tenaga Raffa berusaha lepas dari para pengawal yang memegangnya.


"Braninya kau menyentuh istriku" ucap Raffa sambil melayangkan satu tendangan pada pundak Roy.


Dan tengan keras keras itu berhasil membuat Roy Fernandes tersukur kelantai.


Raffa memeluk erat tubuh istrinya yang masi terikat itu.


"Kamu tidak apa apa sayang?" tanya Raffa.


Chara menatap mata suaminya dengan berlinang air sambil menggeleng, pertanda dirinya baik baik saja.


"Jangan menangis, aku akan membawamu pergi dari sini" lanjut Raffa sambil menghapus air mata istrinya, lalu mengecup seluruh wajah Chara.


Saat Raffa berbalik semua senjata sudah mengarah kearah mereka, Raffa menatap Roy sambil terseyum sinis.


"Jika kau benar benar laki laki, hadapi aku jangan hanya bersembunyi dibalik ketek anak buahmu" ucap Raffa.


Roy memberi kode pada semua anak buahnya untuk menurukan senjata mereka, lalu ia mendekat kearah Raffa dan langsung menyerang Raffa dengan tiba tiba, perkelahian pun terjadi diatara kedua pria itu, semua yang berada diruagan itu menjadi saksi perkelahian mereka, tidak ada yang berani menengah termasuk Chris.


Kedua pria itu memiliki kekuatan yang sama, keduanya sama sama babak belur, wajah tampan kedua pria itu sudah dihiasai dengan memar dan luka sobek kecil akibat ulang mereka sendiri, namun keduanya tidak ada niat sedikit pun untuk menghentikan perkelahian itu.


"Hentikan perkelahian ini" teriak Aldi tiba tiba, pria itu seperti sedang menyimpan sesuatu yang ingin ia sampaikan.


... :...


... :...


... :...


Trimakasi yang sudah setia menunggu up, ataupun yang baru mampir๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™.


Ini udah 1200k kata yaa, janga bilang sedikit lagi๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


Jangan lupa dukung Author slalu dengan LIKE & COMENTAR kalian๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ,.


Love U Allโค๐Ÿ–ค


__ADS_2