Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
88. Rima pergi?


__ADS_3

Pagi kembali menyapa, dimeja makan panjang itu telah berkumpul semua keluarga Raffa dan Chara untuk sarapan pagi bersama, sebelum semuanya kembali kerumah masing masing.


"Dimana Rima Bu?" tanya Chara pada ibu Rima karena tidak melihat sahabatnya dianatar mereka.


Seakan mewali perasaannya, Chris terlihat tak sabar menunggu jawaban ibu Rima karena sejak semalam ia mencari dan berusaha menghubungi Rima namun tidak ada jawab sama sekali dari gadis itu.


"Rima semalam langsung pulang kerumah nak, biasa ada tamu yang tak diundang(haid)" sahut ibu Rima terseyum.


Semua yang paham dengan ucapan ibu Rima terlihat mengangguk, sementara Chris, pria semakin bingung dan penaran dengan tamu yang dimaksud ibu Rima, Chris mulai memakan sarapannya dengan segala macam pertanyaan yang muncul dikepalanya.


Saat mereka sedang asik makan, Roy pun mengutarakan apa yang telah ia rencankan yaitu meminta bibinya untuk tinggal dirumahnya dan Roy sendiri bersama Aldi akan berangkat keluar negeri untuk mengurus beberapa bisnisnya disana.


Ibu Siska menerima tawaran Roy, selain karena Roy adalah keponakan ibu Siska juga tidak ingin terus terusan bergantung pada menantunya, dan ibu Siska akan mengajak bibi Chara untuk tinggal bersamanya.


Mendengar ucapan Roy dan persetujuan ibu Siska, bukan hanya Chara saja yang protes dan merasa sedih, tapi kakek dan nenek pun ikut merasa sedih karena rumah mereka akan kembali sepih seperti sebelumnya, namun mereka akan tetap iklas karena hidup terus berlalu, semua telah memiliki tanggung jawabnya masing masing.


Raffa dan Chara pun mencoba membujuk kedua lansia itu (lanjut usia) untuk tinggal bersaman mereka, namun keduanya monolak secara kompak, kakek dan nenek lebih memilih tinggal didesa karena suasana disana lebih tenang dan udaranya lebih segar.


Setelah selesai sarapan bersama, semuanya pun pulang kerumah masing.


****


Chris terlihat gelisah sesekali ia mentapa kearah pintu masuk ruangan Raffa, sudah berkali kali ia mencoba menghubungi Rima lagi, tapi gadis itu belum mengangkat telefonnya sama sekali.


Chris yang tidak tau apa yang terjadi pada Rima semalam memilih menunggunya dikantor, Chris telah menyiapkan beberapa pertanya untuk gadis itu, termasuk masala tamu yang diceritakan oleh ibunya.


Cnris pun memilih menyelesikan pekerjaannya sambil menunggu Rima. Saat ia sedang berusah konsentrasi dengan berkas dihadapanya, seseorang mengetuk pintu dari luar. Chris menatap dengan dahi mengkerut pada hendel pintu yang sedang diputar itu.


"Haaiiihh, apa aku mengganggumu?" tanya Anggi ketika pintu terbuka.


"Hemm ada urusan apa lagi kau kesini?" tanya Chris kembali fokus pada berkanya.


"Nggak ada, cuman pengen mampir aja" sahut Anggi, seperti biasa wanita itu akan langsung duduk tampa menunggu dipersilakan.


"Jaga sikapmu, aku baik padamu bukan berarti kau seenaknya saja masuk keluar kantor ini" lanjut Chris mulai merasa risih dengan sikap Anggi.

__ADS_1


"Kenapa? apa kau tidak bisa memberiku kesempatan untuk memperbaiki semuanya?" tanya Anggi serius.


"Jangan mulai lagi Anggi, kau sudah tau jelas apa jawabannya. Pergilah aku masi banyak pekerjaan" sahut Chris.


"Banyak kerjaan atau kau sedang memikirkan kekasimu yang menghilang dari pesta semalam?" tanya Anggi terseyum sinis.


"Bagaimana kau tau semua itu?" tanya Chris merasa heran karena setahunya Anggi tidak ada dipesta semalam, bahkan tidak ada yang mengundangnya.


"Lihatlah kekasih yang sangat kau cintai itu, dia rela meninggalkan persta sahabatnya demi lelaki lain" ucap Anggi sambil melemparkan beberapa foto keatas meja kerja Chris.


Chris memperhatika foto itu dengan rahang mengeras, matanya menatap tajam pada tangan pria yang merangkul bahu Rima didalam foto itu, dan pria itu menuntun Rima kedalam mobilnya, Chris meramas foto itu lalu meraih kunci mobilnya dan melangkah keluar dari ruangannya.


Anggi terseyum puas menatap kepergian yang terlihat sangat marah, ia merasa senang karena semua rencananya berjalan dengan lancar, kesempatannya untuk mendapatkan kembali hati Chris semakin dekat didepan mata.


*****


Sementara ditengah jalan umum, sebuah motor ninja berwarna hitam melaju dengan kecepatan tinggi, pengendara itu terlihat lincah menyalip dan melewati semua kendaraan yang berada didepannya.


Beberapa menit kemudia motor ninja itu pun berhenti tepat didepan sebuah pintu gerbang yang sangat tinggi, seteleha melepas helmnya, penjaga gerbang yang mengenal wajahnya pun langsung membuka gerbang dan mempersilakannya masuk.


Gadis cantik itu mengujungi Ruma sahabatnya pagi pagi sekali, selain untuk menyerahkan surat pengunduran diri, Rima juga ingin berpamitan pada Chara karena ia akan segera berangkat ke kota B.


Rima akan pergi ketempat pamannya untuk mendalami ilmu bela dirinya, Rima merasa ia membutuhkan suasana baru untuk melupakan pria pembohong seperti Chris.


"Ra, maaf ya gua gaunggu lo pagi pagi gini" ucap Rima, saat ini kedua sahabat itu telah duduk disofa ruang tamu.


"Sejak kapan lo ngerasa sungkan sama gua?" tanya Chara bercanda.


"Sejak lo nikahlah oon, lo pikir gua gak punya ahklak" sahut Rima.


kedua sahabat itu pun tertawa bersama, sejenak gadis yang sedang sakit hati itu melupakan kesedihannya. Rima berusaha seceria mungkin dihadapan Chara karena ia tak ingin sahabatnya memikirkan masalanya.


Rima mulai menceritakan apa tujuan dan masuksudnya kesan, ia memberi alasan pada Chara bahwa, pamannyalah yang meminta dirinya kesana. dan Rima pun meminta Chara berjanji padanya untuk tidak menceritakan masala kepergiannya pada siapapun termasuk Raffa.


"Pokoknya gua balak sering sering telefon lo, dan kapan pun lo minta gua kesini gua akan langsung muncul dihadapan lo" ucap Rima diakhir kalimatnya.

__ADS_1


"Jelangkuk kali tiba tiba muncul. Kenapa lo harus pergi sih Ri, gua kan jdi gak punya teman" sahut Chara dengan nada sedih sambil memeluk manja sahabatnya.


"Jangan sedih gitu, gua kan jadi ikut sedih. Ingat ya kabari gua kalo mau lahiran" ucap Rima membalas pelukan Chara.


"Oh ya titip ini ya buat suami lo, ingat janji lo jangan cerita kesiapapun" lanjutnya setelah mereka puas berpelukan, dan Rima pun menyerahkan surat pengunduran dirinya.


"Iyaa bawel, kenapa lo nggak kasi ke Chris aja sih ini" sahut Chara sambil menerima surat itu.


"Nggak ada waktu, lagian yang punya perusahaankan suami lo" ucap Rim acuh, ia merasa malas membahas nama Chris.


"Terserah lo aja deh, mau pamitan sama ibu ngak?" tanya Chara. Rima pun mengangguk dan kedua berjalan kebelakang untuk mencari ibu Siska.


Selesai berpamitan, Chara mengantar Rima kedepan.


"Sayang" paling Raffa ketika melihat istrinya jalan bergandengan tangan dengan sahabatnya menuju pintu depan.


Chara menoleh kearah suaminya sambil tersyum.


"Ayoo kita antar Rima kedepan" ajak Chara, Raffa pun munurut lalu mengikuti kedua wanita itu dari belakang.


"Hati hati yaa, jangan lupa kasi kabar kalo udah sampe" ucap Chara pada Rima yang telah menyalakan mesin motornya.


Rima menganggu lalu ia membunyikan bel motornya, dalam sekejap gadis itu telah menjauh dari hadapa Raffa dan Chara, pasangan suami istri itu pun kembali masuk kedalam rumah.


...:...


...:...


...:...


Trimaksi untuk kalian yang masi setia menunggu up, ataupun yang baru mampir🙏🙏🙏🙏.


Mungkin kalian bosan dengan kata kata ini ada ditiap bab yaa🤭🤭, tapi Author tidak pernah bosan ya jadi maaf lagi lagi harus dingingatkan🤣🤣🤣..


Jangan lupa LIKE COMEN & VOTE😘🥰🥰

__ADS_1


Love U All❤🖤


__ADS_2