
"Buat peraturan baru diperusahaan ini, setiap karyawan wajib tersuyum bila berbicara dengan orang lain, termasuk" ucap Chara menggantung dengan tangan terus bergerayang di dada suaminya.
"Dia" lanjutnya berbalik dan melotot kearah Chris.
"Sudah kuduga" batin Chris sambil berharap cemas akan jawaban tuan, jika Raffa menyetujuinya maka mulai besok Chris harus mendaftarkan diri memgikuti latihan khusus cara seyum yang baik.
"Chris apa kau dengar perkataan istriku, umumkan peraturan itu secepatnya" ucap Raffa
"Baik Tuan" sahut Chris pasra tidak punya pilihan
"Satu lagi sayang" ucap Chara merasa belum cukup mengerjai Chris, lagi lagi ia memberi kecupan dibibir suaminya.
"Katakan" Raffa yang tidak bisa menolak kemauan istrinya, ditamba sedkit rayuan dari Chara, bisa dipastikan Chara meminta dibangunkan 1000 candi dalam semalam seperti kisah Roro jonggrang pun akan ia sanggupi.
"Berikan hukuman pada siapa saja yang melelanggar aturan itu " lagi lagi Chara berucapa sambil menatap penuh kemenangan pada Chris.
"Rasain kau manusia es, makanya jadi orang jangan kaya batu" bati Chara sambil terseyum penuh kemenangan.
"Lalukan sesuai permintaan Nyonya Aditama Chris" perintah Raffa.
Lagi lagi hanya kata baik yang bisa Chris ucapkan, lalu ia berpamitan untuk kembali keruangannya. Setelah kepergian Chirs, Chara langsung bergerat cepat hendak berdiri dari pangkuan sumianya.
"Mau kemanaa sayang?" tanya Raffa dengan tangan menahan pinggang Chara.
"Mau lanjut kerja" sahut Chara kembali duduk.
"selesaikan dulu permainanmu tadi sayang" ucap Raffa berbisik ditelingan Chara.
Chara membulatkan matanya mendengar ucap suaminya.
"Di-disini?" tanyanya ragu ragu
"Yaaa disini sayang, emang mau dimana lagi?" sahut Raffa santai.
Chara terdiam sambil menelan silavanya Kasar, ia merasa tidak percaya, bagaimana bisa suaminya meminta hal seperti itu dikantor.
"Cepatan sayang, kenapa diam" ucap Raffa lagi.
"Ta-tapi ini kan masi dikantor" lagi lagi Chara menjawab dengan sedikit ragu.
Raffa terseyum melihat expresi Chara, ia tahu apa yang ada dipikiran istrinya.
"Apa yang kamu pikirkan sayang? aku minta kamu benarin dasi yang kamu tarik tarik tadi" ucap Raffa
Chara tersipu malu, kali ini ia benar benar kehilangan muka dihadapan suaminya, rasa ia ingin bersembunyi dibawa kolong meja kerja suamiya.
"Sepertinya istriku mulai sedikit agresif" goda Raffa, dan langsung mendapat satu cubitan diperut.
__ADS_1
"Aauuww ko dicubit sih sayang"
"Biarin, siapa suruh ngerjain aku" ucap Chara cemberut lalu membenarkan dasi suaminya.
"Soalnya kamu lucu sayang, pas pasang wajah malu mulu tapi mau gitu hahahah" ucap Raffa pecah tertawa.
"Diem gak?" ucap Chara sambil mengerat dasi diliher suaminya, pipinya terasa panas dan memerah karena menahan malu sejak tadi.
"Sayang ini namanya KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) kamu bisa kena pasal tau" ucap Raffa terus menggoda istrinya
"Makanya diem" ucap Chara dengan mata sedikit melotot.
Raffa terkekeh mendengar ucapan istrinya.
"Selesai" ucap Chara, lalu ia berdiri hendak pergi, namum tangannya ditarik dan ia kembali duduk dipangkuan suaminya, tanpa meminta ijin Raffa langsung menarik tengkuk istrinya dan ******* habis bibir tipis yang sejak tadi menggodanya.
Setelah meresa puas, Raffa melepaskan ciumannya.
"Morning kiss sayang, karena kamu selalu lupa jadi aku ingatkan" ucap Raffa sambil membersihkan sudut bibir istrinya yang basah.
"Heeemmm" sahut Chara dengan wajah sedikit cemberut, lalu pergi melanjutakan pekerjaannya.
****
Sementara diluar, Chris berjalan menuju ruangannya, dari kejauhan matanya menangkap Rima yang sedang mengobrol akrab dengan Aldi didepan ruangannya, entah kenapa ia merasa terganggu melihat semua itu.
Jam dinding menunjukan pukul 12:00 siang hari, jam istrirahat telah tiba, seperti biasa, semua karyawan sibuk mengisi energi mereka masing masing.
"Ri, ayo keluar cari makan" ucap Chara ketika keluar dari ruangan Raffa
"Asiikkk ditraktir Nyonya Aditama nih" sahut Rima bersemangat.
"Suuutt jangan kencang kencang" ucap Chara menutup mulut Rima dengan tangannya.
"Sorry, mau makan dimana?"
"Di Cafe bawa aja, si gendut gak ngijinin keluar jauh jauh" sahut Chara, lalu mereka berdua pun berjalan masuk kedalam lift.
Perjalan mereka berdua dari masuk lift hingga pintu keluar pun tak terlepas dari gosip para karyawan, mereka semua tampak berbisik bisik.
"Lihat tuh si penggoda"
"Iyaa dasar gak punya malu"
"Itu teman barunya ya? jangan jangan sesam penggoda juga"
"Heemm bisa jadi"
__ADS_1
Begitulah bisik bisik semua mata yang meliahat Chara dan Rima berjalan keluar.
****
"Kuping lo gak panas dengar ucapa mereka?" tanya Rima saat mereka sampai dikafe.
"Gak udah kebal, lagian gak penting juga" sahut Chara santai.
Mereka pun mulai pesan makanan.
"Baiklaah asal lo nyaman aja. Gimana soal pertandingannya?" tanya Rima
"Ini gua mau minta tolong sama lo"
"Gak, gua gak mau ikut ikuatan. Menurut gua mending lo jujur aja deh sama laki ko" usul Rima
"Gak bisa Ri, lo tau kan nyokap sama bibi udah diurus sama Dia, gua gak tau harus ngomong gimana ke Dia?" sahut Chara
"Yaahh ceritain aja semuanya, lagian lo daftarnyakan udah dari 3 bulan"
"Justru itu Ri gua gak bisa, masa gua bilang minta duit 100 juta buat bayar denda, sementara gua daftarnya jauh sebelum kenal Dia. pokoknya lo harus bantu gua keluar dari kantor nanti"
"Terserah, intinya jangan bawa bawa gua kalo sampe tuan Raffa tau"
"Trimaksi kamu emang yang terbaik" goda Chara memajukan bibirnya seolah ingin menciun Rima, sambil mengedip edipkan matanya.
Mereka berdua pun tertawa bersama, lalu mulai memakan pesanan mereka yang telah datang.
Chara sudah sering ikut pertandingan seperti itu, namum yang kawatirkan Rima adalah bekas tusukan diperut Chara, Rima bekas luka itu akan menjadi kelemahan Chara.
Chara telah mendaftarkan dirinya untuk ikut pertandingan MMA 3 bulan lalu, jauh sebelum ia mengenal Raffa. Dalam syarat pendaftaran peserta tidak boleh membatalkanya sepihak, apalagi dengan alasan yang tidak pasti, jika sampai ada peserta yang membatalkannya maka mereka harus membayar denda sebesar 100 juta.
Chara merasa tidak enak jika harus meminta uang pada suaminya, Chara yang tidak pernah tau seberapa banyak uang 100 juta, tidak tega membebani suaminya.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang sudah setia menunggu atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏🙏
Ingat dukung Author dengan LIKE COMENTAR & VOTE kalian 🥰🥰
------
Love U All❤🖤
__ADS_1