
Rima menggeliat peralahan membuka matanya, gadis itu tak ada semangat sedikit pun untuk bekerja hari ini, bebrapa saat ia terdiam, lalu meraih poselnya dan mengirimkan sebuab pesan pada Chara.
Rima meminta ijin untuk tidak masuk kerja pada Raffa melalui Chara, Rima tau sikapnya ini terlihat sangat tidak profesional karena mencampuri urusan pekerjaan dan urusan pribadinya, tapi Rima benar benar malas jika harus melihat wajah hari ini.
Dalam pikiran Rima, Chris sedang bermesraan dengan wanita itu, bahkan mungkin Chris akan membawa wanita itu kekantor dan memperkenalkannya sebagai calon istrinya.
Tak mau terjebak dengan pikiran konyolnya, Rima memutusakan untuk mandi, ia berencana akan mengunjungi Sasana milik ayahnya yang pernah dihancurkan oleh orang suruhan Roy Fernandes.
Sasana itu telah dibangun sejak 2 bulan lalu, dan semua sudah berjalan hampir 100%. Raffa yang merasa Sasana itu hancur karena masalanya pun bertanggung jawab penuh membangun dan memfasilitasi tempat itu menjadi lebih bagus.
Selesai bersiap Rima langsung melajukan motor menuju tempat tersebut, tak butuh waktu lama Rima telah sampai disana.
Sasana itu tampak ramai dengan orang orang yang sedang mengantarkan perlengkapan latihan dan beberapa fasilitas lainnya seperti lemari atau loker penyimpanan barang.
Rima menatap kagum pada bangunan yang belum selesai dikerjain itu, tampak tempat itu jauh lebih bagus dari sebelumnya. Rima melangkah masuk keruangan latihan, gadis itu tampak bersemangat ketika melihat perlengkapan latihan telah tersusun rapi diruangan itup, tanpa berlama lama lagi Rima langsung berjalan menuju toilet untuk meganti baju latihannya yang talah ia bawa dari rumah.
Seragam (Dobok) latihan berwarna putih telah ia kenakan, dan sebuah sabuk (Ti/Ban) hitam pun telah terikat sempurnah dipingganggnya, gadis cantik itu mengikat rambutnya keatas lalu mulai melakukan pemanasa pemanasan kecil.
********
Sementara Chris yang telah sampai kantor tampak gelisah karena tidak menemukan Rima disana, Chris berjalan mondar mandir didalam ruangan kerjanya bagai strika rusak, ia ingin skali keluar untuk mencari Rima namun ada setumpuk berkas yang menunggunya diatas meja.
Setelah berpikir keras, Chirs memutuskan untuk menyeselesaikan pekerjaannya terlebih dahulu baru ia akan pergi mencari Rima karena Chris yakin betul calon ayah mertuanya itu telah membohonginya semalam.
Chris kembali duduk dikursi kerjanya lalu mulai membuka berkas beska itu, Chris mengedipkan matanya berkali ketika melihat semua tulisan dalam berska itu berubah menjadi nama Rima.
"Apa ini" ucap Chris dengan rahang mengeras, ia merasa ada yang salah dengan seluruh tubuhnya, seakan mimpinua semalam belum cukup, sekarang tamba lagi dengan penglihatannya yang mulai aneh.
Sudut bibir pria dingin itu terangkat membentuk sebuah seyuaman, ketika otak pintarnya mulai bekerja dengan baik. Chris mengelurkan ponselnya lalu mengirimkan pesan pada salah satu orang kepercayaannya.
Bukan Chris namanya jika tidak menemukan wanita yang telah merebut hatinya itu sekarang juga, wajah yang sejak kusut langsung bersemangat ketika mendapat sebuah pesan masuk dari orangnya. Sepertinya manusia es itu telah menemukan keberadaan Rima.
Chris manatap sejenak pada setumpuk berkas yang ada diatas meja itu, lalu meraih kunci mobilnya dan melangkah kelua, Chris melajukan mobilnya dengan kecepatan sedikit tinggi, ia sudah tak sabar ingin melihat gadis yang ia cintai itu, beberapa saat kemudian Chris pun telah sampai ditempat tujuannya.
Setelah memarkirkan mobil, Chris melangkah masuk kedalam Sasana itu, tampak beberapa orang yang mengenalinya menunduk memberi hormat padanya.
__ADS_1
Dari jaral 5 meter Chris bisa dengar dengan jelas suara teriakan seorang perempaun, Chris berjalan menuju arah sumber suara, langkah terhenti begitu saja ketika melihat Rima sedang memukul dan menendang samsak gantung itu dengan liar dan penuh emosi.
Chris menelan silavanya kasar, bulu kuduknya terasa merinding, semgat 45 sejak kemarin ingin bertemu dengan Rima menciut begitu saja, Chris tidak menyangka ternyata Rima sama sadisnya seperti istri tuannya.
Chris kembli dikejutkan ketika kaki kanan Rima hampir mengenai rahangnya, Chris yang sedang melamun tidak menyadari Rima yang tiba tiba menyerang, untuklah Rima tidak melepas tendangan itu.
Rima melanjutkan aksinya, ia kembali menyerang Chris secara bertubi tubi , dengan sigap Chris menangis dan menghindari pukulan pukulannya tanpa melakukan pernyerangan balik.
Rima yang begitu gesit membuat Chris sedikit kewalahan menghindari serangannya.
"Cihh dasar payah" ucap Rima ketika satu tendangannya masuk lagi dan hampir mengenai perut Chris.
"Baiklah aku mengaku kalah nona" ucap Chirs mengangkat kedua tangan pertanda menyerah.
"Woow ada angin apa seorang Tuan Chirs mengakui kekalahannya" ucap Rima, rasa emosi yang masi tersisa dihatinya membuat ia berani berucap seperti itu pada pria dingin itu.
"Bisa kita bicara sebentar?" tanya Chris mengabaikan ucapa Rima barusan.
"Bicara apa Tuan? soal masala tidak masuk kerja saya sudah ijin langsung pada Tuan Raffa" sahut Rima.
"Maaf Tuan, tapi saya tidak punya waktu" ucap Rima lalu mengambil tasnya dan berjalan toilet, Rima tidak ingin mendengar apapun yang membuat hatinya semakin sakit.
"Sebentar saja ada hal penting yang ingin saya sampaikan" ucap Chirs sambil mengikuti Rima,
"Penting buat Anda, tapi tidak untuk saya Tuan" sahut Rima lelu melangkah masuk kedalam toilet, namun sedetik kemudia ia kembali membuka pintu itu.
"Pergi dari sini, jangan coba ngitip" usir Rima lalu kembali masuk kedalam toilet.
Chris terseyum mendengar ucapan terakhir Rima, ia terus menunggu Rima didepan toilet.
Cekleehh pintu terbuka, Rima yang melihat Chris masi menunggunya didepan toilet langsung berjalan melewati pria itu begitu saja.
"Tunggu Rima" ucap Chris sambil menahan tangan Rima.
"Lepasin, mau apa Anda" sahut Rima sambil mengebas tangan pria yang telah menghancurkan hatinya itu.
__ADS_1
Chris mengeraskan rahangnya melihat sikap keras kepala Rima, tanpa berucap apapun Chris mengangkat tubuh Rima seperti karung beras dan membawanya kedalam mobil.
"Jangan coba coba keluar dari sini" ancam Chirs dengan mata melotot, lalu mengitari mobilnya dan masuk kekursi kemudi.
Melihat wajah mengerikan dari Chirs, Rima menurut dan duduk diam didalam mobil.
"Kita mau kemana Tuan? motor saya masi disana" tanya Rima, saat Chris mulai melajukan mobilnya.
"Diam dan ikuti saja, soal motormu akan aku ganti dengan yang paling termahal jika hilang" sahut Chris serius tetap fokus pada kemudinya.
"Mentang mentang punya duit seenak jidat lo aja ngomong" omel Rima pelan.
"Bicara yang jelas" ucap Chirs karena tidak jelas mendengar ucapam Rima.
"Aah tida Tuan, saya hanya bilang Tuan sangat baik sekali karena mau menggati motor saya dengan yang paling mahal" jelas Rima paksa seyum, lalu kedaan mulai hening tidak ada perbincangan diantara mereka.
Rima mengerutkan dahinya ketika menyadari arah jalan yang dilewati Chris.
"Bukannya ini arah jala kekantor?" tanya Rima
"Menurutmu" tanya balik Chris.
Rima terlihat kesal dengan jawaban Chris, bukankah pria itu mengatakan ingin mengajaknya bicara, Rima merasa sedang dipermainkan oleh Chris.
... :...
... :...
... :...
Trimakasi untuk yang masi setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏🙏
Jangan lupa dukunganya, LIKE, KOMENTAR, HADIAH & VOTE🤭🤭, tidak apa apa ya jadi Author serahkan🙈😅😅.
Jangan lupa pesan Kakek bersabar itu indah😘😘
__ADS_1
Love U All❤🖤