Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
85.# Pernyataan Chris


__ADS_3

Rima terlihat kesal dengan jawaban Chris, bukankah pria itu mengatakan ingin mengajaknya bicara, Rima merasa sedang dipermainkan oleh manusia es itu.


Chris melirik Rima disampingnya, ia tau gadis itu sedang kesal padanya, terlihat jelas dari wajahnya yang ditekuk. Chirs sendiri bingung harus membawa Rima kemana, andai ia mampu berkata jujur seperti kejadian dalam mimpinya.


Hingga mobil mewah itu berhenti didepan gedung Aditama Group, tidak ada perbincangan lanjutan dianatar keduanya.


Chris melangkah turun dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Rima, setelah memberikan kunci mobil pada securyti yang bertugas, Chris melangkah masuk bersama Rima menuju lantai atas.


Penampilan Rima yang memakai baju bebas mengundang banyak mata karyawan yang tertuju pada mereka, ditamba lagi ia turun dari mobil yang sama dengan Chris. Ada yang penasaran dengan hubungan mereka, ada juga yang mencibir penampilan Rima.


Bagaimana bisa seorang sekertaris pemimpin Aditama Group berpenampilan seperti Rima, celana panjang jean, kaos oblong dan sebuah kameja berukuran sedikit besar dengan kancing terbuka yang ia kenakan, tak lupa dengan topi dan tas ranselnya yang berisi baju latihan.


Rima terus mengikuti Chris tanpa mempedulikan banyak mata yang tertuju pada mereka.


"Maaf Tuan apa yang ingin Anda bicarakan? karena masi ada urusan yang harus saya selesaikan" tanya Rima merasa geram dengan tikah Chris.


Pria yang ia panggil dengan sebutan tuan itu mala sibuk dengan berkas berkas dihadapanya ketika mereka sampai diruangannya.


"Bantu aku selesaikan ini dulu, setelah itu baru kita bicara" sahut Chris sambil menatap Rima, Chria memang terlihat sibuk dengan berkasnya, tapi otaknya sedang berpikir keras bagaimana cara menyampaikan perasaanya pada Rima.


Rima memutar bola matanya malas sambil menarik kursi lalu mendudukan pantatnya disana.


"Mau apa sih ni orang, kalo gini caranya, yang ada gua mala makin baperkan?" batin Rima sambil menatap sejenak kearah Chris, lalu mulai mengerjarkan perintah Chris.


Saat mereka sedang serius dengan berkas berkas dihadapan merek, dari luar pintu terdengar seperti suara orang sedang bertengkar.


Ceekkleeekkk, pintu dibuka dengan tiba tiba dan sedikit kasar, Rima dan Chris yang kahhet pun bersamaan menoleh kearah pintu.


"Tuan maafkan saya, nona ini memaksa masuk untuk bertemu dengan Anda" ucap penjaga resepsionis cepat.


Chris menatap tajam pada Anggi yang bediri dipintu masuk.


"Kau boleh pergi" ucap Chris pada penjaga resepsionis itu.


Anggi terseyum puas mendengar ucapa Chris. 5 tahun lalu Anggi mengenali Chris hanya sebataa karyawan biasa di PT.Aditama Group, Anggi yang merasa Chris hanya pria baisa tidak akan sanggup menjamin masa depannya, Anggi pun memutusakan pergi keluar Negeri untuk mengejar cita citanya menjadi seorang model internasional.


Anggi yang baru mengetahui siapa Chris sebenarnya setahun terakhir ini, langsung memutuskan kembali kenegaranya untuk menemui Chris, Anggi yakin betul Chris masi mennyimpan perasaan padanya.


Anggi yang telah tahu kedudukan Chris diperusahaan itu merasa tak butuh ijin siapa pun untuk bertemu Chirs.


Padahal sewaktu ia datang, bagian resepsionis sudah memintanya untuk menunggu sebentar agar mereka menghungi tuan Chris, tapi Anggi menolak keras untuk menunggu, ia mengatakan bahwa dirinya adalah teman dekat Chris, bahkan Anggi sampai beradu mulut dengan penjaga resepsionis itu karena tak mengijinkannya masuk.

__ADS_1


Sementara, Rima yang mengenal siapa wanita yang datang itu, langsung berdiri dan hendak keluar dari ruagan itu.


"Duduk" ucap Chris dengan wajah serius.


Melihat wajah serius Chris, dengan berat hati Rima kembalik duduk.


"Katakan ada urusan apa sampai kau memaksa masuk seperti itu?" tanya Chris tetap dengan posisi duduk dikursi kerjanya.


"Aku hanya rindu ingin bertemu denganmu" sahut Anggi santai sambil berjalan menuju kesofa, wanita itu langsung mendudukan pantatnya disana.


"Kau bisa menemuiku lain waktu, saat ini aku sedang banyak kerjaan" sahut Chris lalu kembali fokus pada kerjaannya.


"Benarkah aku boleh betemu denganmu lain waktu?" tanya Anggi smbil berjalan mendengkat pada Chris.


"Heeemmmm" sahut Chris tanpa menole.


"Baiklah aku pergi, semangat kerjanya, Cup" ucap Anggi, wanita itu dengan lancangnya mengecup pipi Chris dan langsung berlari keluar.


Chris mematung ketika mendapat ciuman tiba tiba dari Anggi, matanya menatap lekat pada Rima yang duduk dihadapanya.


Sementara Rima sendiri, rasanya ia ingin sekali menghancurkan seluruh isi ruangan itu, sesak didadanya kembali bertamba berlipat ganda.


"Saya permisi Tuan" ucap Rima sambil berdiri lalu melangkah kearah pintu, gadis itu berusaha keras menahan air matanya agar tidak terjatuh didepan Chris.


"Lepaskan, apa mau mu sebenarnya, hah?" teriak Rima sambil menepis kasar tangan Chris dengan nafas naik turun dan mata berkaca kaca, Rima sudah tak tahan dengan sesak didadanya.


Chris terdiam melihat respon Rima yang begitu marah.


"Kau pikir kau siapa, hah? seenaknya saja mempermainkan perasaan orang ?" lanjut Rima sambil mendorong dada Chris namun pria itu dengan sigap langsung menangkap kedua tangannya.


Cup.


Chris mengecup bibir Rima yang sedang mengoceh itu secara tiba tiba, lalu menarik Rima kedalam pelukannya.


"Dasar pria mesum, braninya kau menciumku. Lepaskan aku" ucap Rima sambil berusaha lepas dari peluka Chris.


"Tidak akan kulepaskan. Dengankan aku, aku tidak punya perasaan apapun lagi pada wanita itu, karena gadis dipelukanku ini telah mencuri hati" jelas Chris dengan kedua tangan memeluk erat tubuh Rima.


Rima langsung tenang sambil mencerna kata kata pria yang sedang memeluknya itu.


Chris yang merasa Rima mulai tenang pun pelahan melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Percayalah kamu gadis pertama yang mampu menggetarkan hatiku"


"Aku?" tanya Rima, ia meras saat ini seperti mimpi.


Chris mengangguk pasti dan kembali berucap


"Dan sekarang kamu harus bertanggung jawab karena telah mencuri hatiku" lanjut Chris sambil menatap Rima.


"Tanggung jawab?" tanya Rima lagi merasa tak paham.


"Jadilah kekasihku untuk mengembalikan hatiku yang telah kamu curi" ucap Chris, pria dingin itu berbicara dengan sangat romantis.


"Kita pacara?" tanya Rima sambil menunjuk dirinya dan Chris, Rima merasa dirinya benar benar sedang bermimpi karena seorang Chris mengajaknya pacaran.


"Yaaah kita pacaran, bahkan secapatnya aku akan melamarmua" sahut Chris pasti.


"Melamar?" lagi lagi Rima bertanya.


"Tuan Chris, apa ini nyata?" lanjut Rima sambil menyentuh pipi Chris.


"Huummmppp"


Chris kembali menempelkan bibirnya pada bibi Rima, namun kali ini bukannya hanya kecupan tapi Chris sedikit bermain dengan bibir pacar barunya itu, Chris yang baru merasakan nikmatnya bertukaran silava merasa tak ingin melepaskan ciuaman itu.


"Aku bisa mati kehabisan nafas kalo begini caranya" ucap Rima dengan nafas terengah.


"Kita harus sering sering melakukannya agar kamu terbiasa" sahut Chris soalnya dirinya pakar dalam hal bercium.


"Ciiihhh mau mu, dasar mesum" ucap Rima dengan muka merona.


Keduanya pun kembali melanjukan pekerjaan mereka dengan hati yang berbunga bunga. Akhirnya pria dingin dan kaku itu mampu mengungkapkan perasaannya.


... :...


... :...


... :...


Trimakasi yang sudah setia menunggu up, atau yang baru mampir🙏🙏🙏.


Mungkin kalian bosan dengan pesan ini😄😄, tapi Author tidak akan bosan mengingatkan untuk menggoyang jempol kalian.😘😍

__ADS_1


Jangan lupa tekan LIKE, HADIAH, VOTE & COMENTAR🥰🥰


Love U All❤🖤


__ADS_2