
Chris menyusul Raffa keatas, dimana Raffa telah berada disalah satu ruangan atas, tampak ruangan itu seperti ruangan latihan, karena terdapat berbagai jenis alat alat latihan, dari alat menembak, memanah dan perlengkapan beladiri lainnya.
"Apa orang itu bisa dipercaya?" tanya Raffa saat melihat Chris masuk.
"Bisa Tuan, Dia bekerja untuk keluarganya, selama keluarganya aman dan terjamin Dia tidak akan berhianat" sahut Chris pasti.
"Hemmmm, capat ganti baju mu" ucap Raffa sambil melepar sebuah baju latihan ke pada chris.
Dengan cepat Chris pun menangkap baju itu.
"Bukan kah sebaik Tuan beristiraha menyiapkan tenaga untuk acara besok?" tanya Chris.
"Lakukan saja perintahku, bujang tua sepertimu mana paham dengan hal seperti ini" ejek Raffa smbil menganti bajunya.
"Apa Anda sedang mengejek saya Tuan Aditama?" tanya Chris sambil mengganti bajunya juga.
"Jika kau merasa tersindiri berarti ucapa ku benar bukan?" tanya balik Raffa santai.
"Jika Anda tidak ingin acara pernikahan Anda besok dibatalkan, perhatikan kata kata Anda TUAN" sahut Chris sengaja menekan kata tuan.
"Rupannya lenganmu yang tertebak kemarin membuatmu semakin berani ya" sahut Raffa tak terima.
"Sepertinya Anda lupa kita sedang berada dimana Raffa Mikko Aditama" ucap Chris yang telah selesai mengganti bajunya dan siap bertarung.
Raffa yang mendengar ucapan Chris itu membulatkan matanya sambil menatap sekelilingnya, sedetik kemudian Ia tersadar, dan langsung menyesalin ucapanya barusan.
Chris yang melihat expresi Raffa, tereyum puas.
Kedua pria itu telah membuat sebuah kesepakatan, ketika mereka berada dirumah itu, lebih tepatnya diruangan itu, tidak ada istilah atasan atau pun bawahan, yang ada hanyalah kakak beradik dan lewan dalam bertarung, jika ada yang melanggar makan akan menerima hukumannya.
20 menit belalu, terdengan suara ngos ngosan dari CEO tampan itu, bagaimana tidak Chris yang bertindak sebagai kk sekarang, memberikan hukuman push up 100 kali padanya.
Push up 100 kali bukan lah hal yang sulit bagi Raffa, bahka Ia bisa melakukan 200 kali tanpa beristirahat sekalipun, namu cara berhitung Chris yang tidak adil, membuat Tuan tampan itu ingin skali bangun dan menghajarnya wajahnya.
Chris berhitung hingga angkah 98 lalu ia mulai lagi dari angka satu, sehingga hitungan angka 100 tak kunjung didengar oleh telinga Raffa.
"Anggap saja itu olaragamu, bukakah kau lebih lebih paham soal beginian" ucap Chirs balik mengejek
Sementara Raffa menatapnya penuh emosi, jika ada kesempatan Raffa akan langsung nerkamnya.
__ADS_1
"Tunggu saja pembalasankan" bati Raffa sambil terus naik turun.
Ketika hitungan itu sampai angka 100, Raffa langsung berteriak panjang dan tertidur lemas diatas matras.
"Cemen, baru seratus saja sudah KO" ucap Chris tanpa dosa lalu keluar meninggal Raffa.
"Nikmatilah kebebasanmu sekarang Tuan, sebelum ku cabut nayawamu besok" Teriak Raffa lalu berdiri dan berjalan kesala satu kamar untuk membersihkan badannya.
Chris terseyum mendengar teriakan Raffa, itu hal biasa yang sering mereka lalukan, Raffa yang bertidak semaunya sendiri sering kali Ia hukun ketika berarada ditempat ruangan itu.
Selesai mandi, Raffa dan Chris kembali kekantor untuk menjemput Chara, setelah dari kantor mereka langsung menjemput Ibu Siska dan membawa mereka ke mansion utama Raffa untuk persiapan pernikahan besok.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti sebuah mimpi, pagi ini Raffa bangun dengan perasaan sangat bahagia, hari yang Ia tunggu tunggu akhitnya tiba juga.
Penantiannya selama 20 tahun benar benar berbuah manis, wajahnya berbinar, sesekali sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah seyuman kecil.
Jam dinding menujukan pukul 08:00, artinya tinggal 2 jam lagi acara akan dimulai, dan tinggal 2 jam juga Chara akan sah menjadi miliknya.
Kini Raffa bersiap, ditamani oleh sekertaris kesayangannya, terlihat ada sedikit ketegangan diwajahnya karena memikirkan ijab kabul nanti.
"Kamu gugup Ra?" tanya Rima pada Chara yang sedang dirias.
"Huummm sedikit" sahut Chara membuang nafas sedikit kasar dari hidung karena dadanya sesak dipenuhi kegugupan.
Ibu Siska teyum melihat kegugupan anaknya.
"Gak apa apa sayang, dulu Ibu juga gitu, setelah selesai nanti kamu akan merasa legah" ucap Ibu Siska meyakikan anaknya, sambil menggenggam erat tangan anak gadisnya yang akan berubah statusnya sebentar lagi.
"Uuuuhhhh yang bentar lagi bakal jadi nyonya Aditama" ucap Rima bergaya unyu unyu agar Chara lebih sedikit sentai.
"Garing Ri, ini lagi tegangan tinggi" sahut Chara smbil sambil terseyum.
Chara terlihat mempesona dengan kebaya putih yang membalut pas ditubuh rampingnya, wajahnya yang cantik semakin terlihat cantik dengan setuhan make up natular dari tangan perias itu.
"Sempur" ucap Rima sambil menatap Chara dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Sumpah gua deg degan bangat Ri" ucap Chara sambil menggenggam kedua tangan Rima.
__ADS_1
Rima pun berusaha mengalikan pikiran Chara, agar sahabatnya itu lebih santai.
Karena ayah Chara telah tiada, dan Chara juga tidak memiliki kerabat laki laki, sehingga wali nikah nya dialihkan pada wali hakim.
Beberapa menit kemudian terdengan suara teriakan serentak dari luar yang mengatakan SAH, pertanda ijab kabul telah selesai.
"Slamat ya Ra" ucap Rima smbil memeluk Chara, saat mereka berdua sedang berpelukan Ibu Siska pun masuk untuk menjemput Chara, dan membawanya keluar.
"Selama ya sayang, sekarang statusmu telah menjadi seorang istri, jadilah pendamping yang baik buat suamimu, jangan membatah apalagi meninggikan suara pada suamimu, ingat selalu ridohmu ada pada restu suami" nasehat Ibu Siska sebentar setelah memeluk anaknya erat.
"Ayooo Nyonya Aditama, waktunya keluar" lanjut Ibu sambil mengandeng tangan Chara
Chara mengangguk sambil terseyum mendengar nasehat Ibu nya, lalu mereka bertiga pun berjalan keluar.
Perlahan namun pasti Chara berjalan kekuar kamar, sambil diapit oleh Ibu dan sahabatnya, Chara memegang erat tangan kedua orang disampingnya sambil sesekali membuang nafas palan.
Jantungny seakan ingin melompat keluar saat matanya melihat sosok Raffa yang begitu tampan, pria itu mengenakan jas senada dengan kebayanya dan peci yang melingkar sempurna dikepala.
"Ya Allah, apa benar pria tampan itu telah sah menjadi suamiku?" batin Chara menatap Raffa sambil terus berjalan mendekat ke arah Raffa.
Raffa yang sejak tadi menunggu pun menatap tak berkedip kearah Chara yang semakin mendekat, matanya seakan melihat bidadari yang baru saja turun dari kayangan, Raffa tak menyangka Chara akan secantik itu dengan sentuhan sedikit make up, untuk kesekian kalinya Raffa jatuh hati pada wanita yang telah sah menjadi istrinya itu.
Raffa terseyum manis menyambut Chara yang hendak duduk disamping, setelah Chara duduk, penghulu pun meminta mereka bertukaran cinci, lalu Chara mencium punggung tangan Raffa, dan Raffa mencium kening Chara.
Karena acara itu hanya dihadiri oleh beberap orang terdekat, selesai ijab kabul mereka pun langsung makan bersama.
... :...
... :...
... :...
Trimakasi yang sudah setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏
Jangan lupa dukung selalu Author dengan LIKE & COMENTAR kalian semua😘😘
Ingat selelu pesan Kakek sabar itu indah🥰🥰
Love U All❤🖤
__ADS_1