Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
48.# Chara diculik?


__ADS_3

"Bagaimana?" tanya Raffa pada Chris yang telah menyusulnya keatas.


"Maafkan saya Tuan" ucap Chirs, hanya kata itu yang bisa ia ucapkan karena sampe skerang belum ada petunjuk apapun dimana Chara berada.


Chris ingin menceritakan soal masala Kayla, namun Chris harus pastiankan dulu apa benar Kayla yang berada dibalik semua itu.


Raffa menarik nafas dalam mendengar ucapa Chris, ia terduduk frustasi diatas sofe. Rasanya ia ingin marah tapi pada siapa? dirinya sebagai suami pun telah lalai menjaga istrinya sendiri, bahkan istrinya menghilang dari kantornya sendiri.


Raffa duduk dengan dua tangan menopang dilututnya, auranya berubah ketika satu nama muncul di benaknya.


"Roy Fernandes" gumannya pelan lalu bangkit berdiri dan berjalan menuju ruangan rahasia mereka.


Jika ia harus membunuh seseorang demi istrinya, maka akan ia lakukan, Chris yang melihat expresi lain dari Raffa pun langsung cepat cepat mengikutinya.


...****************...


Sementar ditempat lain, seorang wanita sedang terseyum bahagia karena misinya berhasil.


"Kita lihat saja Raffa, apa kau akan tetap mencintainya setelah Dia digilir oleh preman preman itu" ucap Kayla terseyum penuh kemenangan dengan segelas anggur ditangannya.


"Itu akibatnya karena kau sudah brani merebut Raffa dariku perempuan kampung" lanjut Kayla lalu meneguk anggur itu hingga tandas.


Wanita itu sanggat bahagia ketika memikir, ia telah berhasil menjebak Chara.


...Flas back on...


Saat Chara sedang sibuk dengan pekerjaannya, sala seorang teman datang dan memberitahukan bahwa ponselnya berbunyi sejak tadi.


"Annie itu hp lo dari bunyi, angkat dulu sana brisik tau" ketus teman OB nya itu.


"Aaah iyaa makasi ya" sahut Chara sopan, lalu berjalan keruangan ganti untuk melihat siapa yang menelpon.


"Nomer baru" ucap Chara dengan dahi mengkerut karena tidak mengenali nomer penelpon itu.

__ADS_1


Saat Chara hendak meletakan ponselnya, orang itu menelpon lagi, karena penasaran Chara pun mengangkat telefon itu.


"Chara tolong aku, aku takut, mereka menculik ku" ucap penelpon itu sambil menangis ketakutan.


"Kayla, Kay kamu dimana siapa yang culik kamu" tanya Chara ketika mengenali suara Kayla.


"Chara tolong aku please" lanjut Kayla memohon.


"Kayla katakan kamu dimana" tanya Chara mulai cemas.


"Aku disekap gedung kosong dijalan xxx " ucap itu pun terputus.


Chara masi sempat mendengar suara beberapa pria tertawa, dan suara Kayla memohon untuk jangan mendekat dan membebaskanya, lalu panggilan itu terputus begitu saja.


"Jalan xxx itu kan tempat preman preman jahat" guman Chara, karena kawatir Kayla dalam bahaya, tanpa berpikir panjang Chara langsung ambil jaket dan kunci motor lalu berjalan keluar, bahkan ia tidak mempeduli panggilan beberapa temannya yang mengatakan jam kerjanya belum selesai.


Chara yang mengenali tempat itu, langsung menancap gas dan melajukan motornya menuju kesana.


Jarak tempuh yang lumayan jauh, sehingga Chara membutuhkan waktu 30 menit untuk sampai disana, itu pun juga Chara sudah dalam kecepatan tinggi, pikirannya hanya satu Kayla dalam bahaya besar, karena preman preman itu terkenal sadis dalam memperlakukan sorang wanita.


Saat sedang memperhatikan situasi didepannya seorang pria langsung membekapnya dari belakang dengan sapu tangan yang telah diisi obat bius, pengaruh obat bius yang lumayan keras sehingga dalam hitungan detik Chara pun terjatuh pingsan.


lalu pria itu pun menyeret Chara dan membawanya kehadapa Kayla.


"Perlu diikat gak bos?" tanya Pria yang menyeret Chara itu.


"Tidak perlu, letakan saja Dia dikursi itu. Aku ingin melihat bagai Dia meraung meminta di lepaskan saat kalian gilir" sahut Kayla terseyum sinis sambil menatap tajam Chara dihapannya.


"Oke bos" sahut pria itu bersemangat lalu mendudukan Chara dikursi.


"Kalian boleh lakukan apapun padanya, tapi tunggulan saat Dia sadar, aku ingin lihat bagai wajahnya saat dilecehkan. Setelah kalian puas, jual dia ketempat pelacuran yang jauh dari kota" ucap Kayla dengan muka penuh kemenangan karena sebentar lagi penghalangnya akan lenyap.


"Ini bayaran kalian, setelah aku dapatkan vidionya akan ku tambahlan bayaran kalian" ucapnya sambil meletakan segepok uang diatas meja.

__ADS_1


"Buatlah seolah Dia melarikan diri, jangan sampai meninggalkan jejak apapun" lanjut Kayla lalu memakai kaca mata hitamnya dan melang hendak keluar dari gedung itu.


Sejanak ia kembali menatap kearah Chara yang sedang tertidur lemas diatas kursi, Kayla tersyum puas lalu melangkah menuju mobilnya.


Setelah kepergian Kayla, para preman itu pun mulai memanipulasi kepergian Chara, salah satu dari mereka mengambil posel dan motor Chara dan membawanya kesebuah Restoran mewah lalu memarkinanya disana, dan ponselnya sengaja dibuang dipinggir jalan, sebelumnya preman itu telah menghapus semua panggilan dalam ponsel itu dan mematiaknya.


... Flas back of...


"Baiklaahh Raffa sayang, aku akan datang untuk mengisi kekosongan hatimu" ucap Kayla penuh percaya diri lalu menglangkah kekamar mandi untuk membersikan diri, karena hari mulai terang.


... ...


...****************...


Sementara diruang rahasia yang penuh senjata itu, Raffa membuka sebuah kotak pribadinya, didalam kotak itu terdapat sebuh senjata yang ia pesan khusus dari perakit pistol di Amerika.


Colt 1911 berisi 7 buah peluru, dan setiap peluruh dimuntahkan dengan kecepatan hingga 1.225 kaki per detik, senjata mematikan itu tidak pernah digunakan Raffa sebelumnya, namun saat ini Raffa telah gelap mata.


Raffa tidak peduli lagi jika harus membunuh seseorang dengan pistol itu, setelah mengambil pisto itu Raffa memasuk beberapa isi ulang peluru kedalam saku rompi anti peluru yang telah ia kenakan dan juga beberapa pisau kecil, begitu pun dengan Chris, ia juga melakukan hal yang sama.


Kedua pria itu telah siap untuk menghabiskan siapa pun yang telah menculik Chara, dengan pakian serba hitam Raffa dan Chris berjalan menuruni anak tanggang, aura mematikan terpancar jelas dari wajah kedua pria itu, bahkan seekor lalat pun tidak brani hinggap dibaju mereka karena aura panas yang mereka keluarkan.


Saat mereka sampai di pintu keluar, dering ponsel Raffa berbunyi pertanda ada sebuah panggilan masuk, ketika melihat siapa yang nelpon Raffa langsung cepat cepat mengangkatnya.


"Apa?" kaget Raffa ketika mengangkat telefon itu


... :...


... :...


... :...


Trimakasi yang sudah setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa dukung Author slalu dengan LIKE & COMENTAR kalian, eeh Author tambahin dengan VOTE juga ya😀😀🥰🥰


Love U All❤🖤


__ADS_2