
"Lepaskan" teriak beti ketika mereka sampai dilobi, wanita itu merasa sangat malu dengan semua mata karyawan yang melihat kearahnya, dengan sekuat tegana akhir Beti bisa melepaskan cengkraman tangan Aldi, lalu ia langsung berlari keluar, sepertinya dendam wanita itu pada Chara semakin berlipat ganda.
Setelah Aldi membawa Beti keluar dari ruangan itu, tinggalah Chris dan Rima diruangan itu sendiri.
Chris melirik Rima yang masi berdiri diam ditempat, tampak wanita ingin bertanya sesuatu tapi ia sedikit ragu.
"Nona Chara baik baik saja" ucap Chris seakan pahan dengan apa yang ingin ditanyakan Rima.
Rima bernafas lega mendengan ucapan Chris, sebenarnya ia ingin bertanya sajak tadi, tapi melihat eskpresi wajah Chris yang begitu menyeramkan Rima merasa ragu untuk bertanya, karena sudah mendapatkan info soal Chara, Rima pun melangkah hendak keluar dari ruangan itu.
"Tunggu" ucap Chris menahan langkah Rima
"Apa kau tidak punya sopan santun?" lanjut tanya Chris sambil berjalan kedapan, lalu duduk disudut meja kerjanya dan menatap serius kearah Rima.
Rima berbalik dan menatap Chris dengan muka bingung karena tidak mengerti dengan ucapan manusia es fersinya itu.
"Apa begitu caramu keluar dari ruangan seseorang?" tanya Chris lagi dengan dua tangan berada disaku celananya.
"Aah iyaa, Saya mohon ijin keluar Tuan Chris" ucap Rima berusaha sesopan mungkin.
"Mana kopi saya?" tanya Chris cepat, lagi lagi menghentikan langkahnya Rima yang hendak keluar.
"Oh Tuan masi mau? biaklah akan saya buatkan seka--...." ucap Rima terpotong oleh Chris.
"Tidak perlu, sebagai gantinya temani saya makan makan siang" ucap Chris lalu berbalik dan mengambil jasnya.
Chris memakai jasnya, lalu berjalan keluar dengan gaganya melewati Rima yang sedang kebingungan.
"Kau mau ikut atau kutambakan hukumanmu?" lanjut Chris tanpan berbali, lalu melanjutkan jalannya.
"Aahh iya" sahut Rima cepat cepat keluar lalu pergi kemeja kerjanya dan mengambil tas nya.
Bagai anak ayam Rima mengikuti Chris dari belakang, karena Pria dingin itu menglangkah sangat lebar sehingga Rima berlari kecil mengikutinya, sesampainya dimobil Rima cepat cepat masuk kekursi belakang dan mendudukan pantatnya disana.
__ADS_1
"Pindah kedepan" ucap Chris yang telah menyalakan mesin mobil.
Beberapa detik berlalu namun Rima belum bergerak dari tempatnya, ia merasa canggung jika harus duduk bersampingan dengan Chris, entah kenapa belakangan ini jantung Rima berdetak dengan kencang saat pandangan mereka tak sengaja bertemu.
Chris merasa geram karena Rima tak bergerak dari tempat, ia keluar dari mobil dan berjalan kepintu belakang.
"Keluar" ucap Chris setelah membuka pintu.
Rima yang masi ragu ragu untuk kekuar, tangannya langsung ditarik pelan oleh Chris, dan mendorongnya masuk ke kursi depan.
"Apaan sih ni manusia es, mau ngajak makan apa ngajak brantem sih" bati Rima dengan muka cemberut sambil membetulakan posisi duduknya.
Chris mengitari mobil lalu kembali masuk dan duduk dikursi kemudi, lalu ia memasang seat beltnya sambil merilik kearah Rima yang ternyata belum memakai seat belt.
Chris merasa geram dengan keleletan wanita itu, ia melepaskan kembali seat belt yang belum sempat ia pasang, lalu memajukan badannya mendekat ke Rima.
"Mau ngapain" ucap Rima memundurkan badannya sambil menyilang kedua tangan didadanya.
Chris tidak peduli dengan ucapan Rima, tangan terulur meraih seat belt yang ada disamping Rima, sedangkan matanya menatap tak berkedip wajah cantik yang berada tepat hadapannya, untunglah Rima menutup matanya sehingga ia bisa leluasa menatap wajah cantik itu.
pandangannya pada bibir pink dihadapanya itu, diluar kendalinya Chris memajukan mukanya lebih dekat hingga hanya menyisakan sedikit jarak diatara mereka.
Rima yang merasakan hembusan hangat itu semakin mendekat langsung membuka kedua matanya dengan tiba tiba.
Chris kaget dan langsung menjauhkan muka, pria itu terlihat sedikit salah tinggah karena merasa dipergoki oleh Rima, namun sedetik kemudian ia kembali mengusai dirinya dan mulai memasang wajah datarnya lagi.
"Pakai seat beltmu" ucap Chris memasang muka serius.
Rima menurut dan memang seat belt itu, lalu Chris langsung melajukan mobil itu, sepanjang pernalan bayangan bibir pink Rima selalu muncul dikepala Chris.
"Ini gila" batin pria dingin sambil menggeleng pelan kepalanya, karena bayangan itu tak kunjung pergi dari kepalanya, Chris merasa kesehatanya mulai terganggu karena merasa ada yang aneh dengan jantung dan otaknya, dijamin kali ini Chris bukan lagi hanya berkonsultasi ke Dokter tapi Chris akan langsung menjadwal medical check up untuk dirinya.
Beberapa menit kemudian mereka pun sampai disala satu Restoran langganan Chris, dua insan yang masi sama sama jomblo itu pun keluar dari dalam mobil dan melangka masuk kedalam Restoran untuk mengisi perut mereka.
__ADS_1
...****************...
Sementara di mansion utama, wajah calon papa muda itu terlihat sedikit kusut. Raffa dengan semangat membuatkan makan siang untuk Chara, namun winita itu menolak untuk memakanya, Chara lebih memilih makan dengan lawar tomat yang dibuat oleh bi Ira. Yang lebih membuat Raffa sedih lagi Chara dengan mudahnya memberikan masakannya pada para pelayan dibelakang dengan alasan biar tidak mubazir.
"Maafin aku yah, perutku benar benar tidak bisa trima masakanmu" ucap Chara dicela makannya, ia merasa bersala pada suaminya.
"Jangan dipikirkan cepat habiskan makanmu, sahut Raffa tetap fokus pada makannya.
"Besok besok jangan masak lagi ya, nanti aja kalo ngidamnya udah lewat" ucap Chara sambil terseyum
"Heemmm"
Chara melihat kearah suaminya yang sedang fokus makan itu, dari jawabannya Chara merasa Raffa marah padanya.
"Bi tolong bawakan masakan Tuan Raffa tadi kesini" ucap Chara.
Raffa langsung mengangkat mukanya ketika mendengar ucap Chara, bi Ira pun datang membawa makanan itu.
Chara menyendok sedikit nasi dan mengambil lauk buatan Raffa tadi, perutnya sudah terasa penuh tapi Chara tidak ingin suaminya marah.
Raffa terdiam melihat apa yang dilakukan Chara, ia seperti ingin membuktikan apa benar masakan itu tidak ditrima oleh perut Chara, bukan maksud Raffa untuk egois namun Raffa memikirkan kesehatan Chara dan pertumbuhan janinnya.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang sudah sudah setia menunggu up atau pun yang mampir🙏🙏🙏.
Ingat jangan sampai kelewat jempolnya, tekan LIKE, VOTE dan kasi COMENTAR kalian biar Author lebih semangat up nya🥰🥰🤗🤗..
Maaf ya Author baru nongol, soalnya masi sibuk dengan dunia nyata, mohon pada sabar yaa menunggu up🤗🤗😘😍
__ADS_1
Love U All❤🖤