
Aldi melangka keluar, dan kembali kekantor karena jam makan siang telah lewat dari 2 jam yang lalu, entah apa yang sedang direncanakan oleh pria itu, dan pada siapa ia berpihak hanya dirinya saja yang tau.
Siang berganti malam, hari berganti minggu, kandungan Chara kini telah memasuki usia 3 bulan, Raffa sangat menikmati perasan sebagai suami siaga, Raffa tidak membiarkan istrinya mengelu sedikit pun.
Pria dingin yang kini telah beruba menjadi hangat itu sangat memanjakan istrinya, apapu yang diinginkan istrinya akan selalu ia turuti, termasuk Chara memintanya untuk bekerja dari rumah, karena Chara tak ingin jauh jauh dari suaminya. Bagi seorang sultan seperti tuan Raffa, permintaan istrinya bukanlah hal yang sulit untuk wujudkan.
Sejak dari ketahuan hamil sampai saat ini, Chara tidak pernah mengidam sesuatu yang berlebihan, hanya saja Chara lebih sensitif, manja dan nafsu makannya sedikit berkurang.
Selama sebulan lebih, hampir setiap hari Chara makan hanya menggunakan lawar tomat yang diperasi air jeruk nipis itu saja, Raffa yang sudah berkonsultasi dengan teman Dokternya tidak lagi melarang Chara untuk makan makanan yang disuakainya itu, namun Raffa tetap memaksa Chara untuk memakan buah buahan dan minum susu ibu hamil dengan teratur.
Rencana resepsi pernikahan mereka pun tinggal seminggu lagi, segala sesuatu telah disiapkan dengan baik oleh Chris dan Aldi, mulai dari gedung hingga baju pengantin smuanya sudah berjalan hingga 80%, dan Chris juag benar benar memperketat penjangan untuk Chara mau Raffa, karena Chris tidak ingin hal yang sama seperti waktu acara lamaran itu terulang lagi.
Hubungan Chris dan Rima tidak ada kemujuan apapun, sejak dari makan siang itu mereka sering menghabiskan waktu bersama dalam urusan pekerjaan, namun Chris tetaplah Chris, pria kaku yang tidak tau bagaimana caranya memperlakukan seorang wanita, sampai sampai ia tidak menyadari perasaanya sendiri.
Chris telah melalakukan medical check up beberapa hari lalu, namun hasilnya ia tidak memiliki penyakit apapun, karena Chris merasa belum menemukan jawaban yang pas atas apa yang ia rasakan belakangan ini, ia pun memutuskan untuk menceritakannya langsung pada Dokter.
Dokter Hendrik adalah Dokter pribadi keluarga Aditama sejak dulu, sehingga Chris tidak canggung untuk menceritakan apa yang ia rasakan.
Ingin rasa Dokter Hendrik tertawa terpingkal pingkal saat mendengar cerita Chris, namun ia tau betul siapa pria yang sedang duduk dihadapannya itu, Dokter Hendrik hanya menggeleng pelan sambil berusaha menahan tawanya , ia tidak menyangka pria matang seperti Chris tidak tahu arti dari debaran yang ia rasakan.
Dokter Hedrik pun berusaha mengimbangi Chris dan mulia menanyakan beberapa hal, seperti saat saat denga siapa debaran itu muncul, dan Chris menjawab dengan polosnya, saat saat berdekatan dengan teman wanitanya ataupun saat tidak sengaja beradu pandang dengan teman wanitanya itu.
__ADS_1
Setelah mendengar penjelasan Chris, Dokter Hendrik pun mendiagnosa bahwa dirinya(Chris) sedang jatuh cinta, namun pria dingin itu menolak mentah mentah hasil diagnosa Dokter Hendrik, Chris tidak percaya ucapa Dokter Hendri karena ia merasa kali ini sangat berbeda dengan saat ia menyukai seseorang dimasalalu.
Sementara Rima sendiri, wanita menikmati saat saatnya bersama Chris. Rima semakin mengagumi sosok Chris, sikap dingin dan cueknya membuat Rima semakin tentang dan ingin mengenal Chris lebih jauh lagi, walau kadang Rima harus menerima ucapan kasar dari Chris, tapi itu semua tidak melunturkan semangatnya untuk mengenal Chris lebih dalam lagi.
****
Dilobi kantor, Rima berjalan dengan muka tidak bersemangat menuju lantai atas, gadis itu terlihat sedikit murung, pasalnya hari adalah hari terakhir ia menjalan hukumannya dari Chris.
Sesampainya diatas, Rima langsung pergi keruang kerja Chris, biasnya gadis itu sangat bersemangat saat membersihkan ruangan Chris, namun tidak dengan hari ini, rasanya Rima ingin tetap membiarkan ruangan itu kotor, agar ia bisa berlama lama disitu.
Rima merasa sedih, selama ini ia bisa masuk keluar ruang Chris dengan alasa hukuman itu, tapi bagaiman jika hukuman itu berakhir, Rima yang sudah menaruh hati pada Chris merasa gelisa jika tidak melihat tampang pria dingin itu.
Rima merai VCD itu dan memperhatikannya, karena penasaran dengan lancangnya Rima memutar VCD itu dileptop kerja Chris yang kebetulan tidak dikunci. Dalam vidio itu terlihat jelas gambar seorang gadis berambut sebahu sedang terseyum manis, tampaknya seseorang sengaja mengedit foto foto itu menjadi sebuah kenangan indah.
Rima menutup mulutnya tak percaya ketika diakhir akhir vidio muncul wajah Chris yang sedang bergandengan tangan dengan gadis itu dipinggir pantai, Rima memperhatikan cara tatap Chris pada gadis itu, ia bisa merasakan Chris memiliki perasaan yang lebih pada gadis itu, tanpan terasa air matanya menetes begitu saja hatinya begitu sakit melihat isi vidio itu.
"Apa yang kau lakukan?" ucap Chris dengan rahang mengeras dan muka terbakar amarah, pria itu paling tidak suka jika ada orang lain menyetuh barang pribadinya.
Rima mematung, seluruh tubuhnya terasa mati ketika mendengar suara itu, ia melayangkan pandangannya kearah sumber suara, Rima semakin kesusah bernafas ketika melihat mata Chris yang seakan mengluarkan api.
Chris berjalan masuk, emosinya semakin memucak ketika melihat isi vidio itu.
__ADS_1
"Beraninya kau menyentuh barang barangku" ucap Chirs dengan nada meninggi dan tatapan mematikan.
"Keluar" teriak Chris, ia tidak ingin melakakan kekerasan fisik pada Rima.
Rima berjalan keluar dengan berlinang air mata, Rima merasa hatinya sangat sakit, bukan karena teriakan Chris, namun karena isi vidio itu. Rima tidak menyangka ternyata sudah ada orang lain lain yang menempati hati Chris.
Setelah menenangkan dirinya, Rima mengambil tasnya lalu berjalan keluar dan meninggalkan gedung Aditama Group.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang sudah sudah setia menunggu up atau pun yang mampir🙏🙏🙏.
Ingat jangan sampai kelewat jempolnya, tekan LIKE, VOTE dan kasi COMENTAR kalian biar Author lebih semangat up nya🥰🥰🤗🤗..
Ingat pesan Kakek bersabar itu indah🤗🤗😘😍
Love U All❤🖤
__ADS_1