Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
94.# Bayi laki laki


__ADS_3

Hari hari berganti, waktu berjalan begitu cepat, tanpa terasa 1 bulan pun telah berlalu sejak mengantar semua kekuar keBandara.


Usia kandungan Chara yang kini telah memasuki bulan ke5 membuat calon mama baru itu semakin terlihat seksi dan montok.


Perut yang mulai membersar, berat badan yang semakin bertamba membuat kedua pipi Chara mulai kelihatan cabi, bukan hanya itu beberapa bajunya pun mulai terlihat sesak dibadannya.


Raffa sendiri telah kembali aktif dikantror, walau sesekali ia harus sering bolak balik kerumah untuk memenuhi keinginan keinginan kecik sang istri. Bagi Raffa semua itu bukanlah masala besar, ia melayani semua permintaan istrinya dengan sepenuh hati.


Sementara hubungan Chris dan Rima semakin dekat, keduanya sering menghabiskan waktu bersama. Chris sering mengaja Rima untuk makan bersama ataupun menghabiskan malam minggu berdua.


Kedua pasangan itu menjalankan hubungan layaknya orang berpacaran pada umumnya, sering berkencan dan menonton bersama. Chris merasa bahagia, Rima hadir memberi warna baru dalam kehidupannya.


Chris pun telah merencanakan sebuan acara lamaran yang indah untuk Rima, Chris akan membuat lamaran itu saat berkesan bagi hidup Rima.


Jika Raffa menunjukan rasa cintanya dengan segala kelembutan dan gombalan romantisnya, lalu bagaimana dengan Chris? pri itu tetap dengan sikap dingin dan kakunya tapi tetap terlihat peduli. Untunglah Rima gadis yang pengertian dan cepat memahaminya semua sifatnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi ini adalah jadwal kotrol kandungan Chara, pasangan suami istri itu kini sedang brsiap, keduanya tampak bersemangat. Pasalnya hari ini mereka akan segera tau apa jenis kelamin anak mereka.


Raffa yang baru selesai mandi berjalan keruang ganti dengan handuk yang masi melilit dipinggangnya.


"Kenapa mukanya cemberut gitu sayang?" tanya Raffa berjalan mendekat pada Chara.


"Nggak ada yang muat baju bajunya" sahut Chara.


"Sebentar, aku hubungi Chris minta belikan baju" ucap Raffa hendak pergi mengambil ponselnya. Raffa baru sadar, ia belum membelikan baju hamil untuk istrinya 2 bulan terakhinya.


"Tidak usah, pinjamkan saja salah satu baju kaosmu, Nanti kita beli sekalian setelah dari Dokter" cekat Chara.


"Yakin sayang?" tanya Raffa memastikan


Chara pun mengangguk lalu berjalan kelemari pakian suaminya, Chara mengambil sala satu kaos berwarna putih lalu memakainya dengan sebuah legging hitam miliknya.


"Begini lebih nyaman" ucap Chara setelah selesai berpakaian.


"Terserah kamu aja sayang, aku ganti baju sebentar ya"

__ADS_1


"Raffa" teriak Chara, karena suaminya itu meramas dadanya sebelum melangkah pergi.


Raffa terkekeh mendengar istrinya meneriaki namanya, sudah menjadi kebiasaan pria itu selalu saja memggoda istrinya.


"Mau pake yang mana sayang?" tanya Raffa sambil menjuk beberapa sepatu kats yang tersusun rapi didalam lemari. Pria itu telah rapih dengan pakaian jalannya.


"Yang putih paling bawa" sahu Chara sambil menujuk kerarah sepatu.


Raffa pun lengsung mengambil sepatu itu lalu membantu mekaikan untuk istrinya. Chara terseyum sambil melihat suaminya yang begitu telaten memakaikannya kaos kaki dan sepatu.


"Ayoo" ajak Raffa sambil mengulurkan tangannya, setelah selesai mengikat tali sepatu.


Chara menyambut tangan suaminya, lalu mereka berdua pun bergandengan turun kebawa.


"Pagi Tuan, pagi Nona" sapa Chris yang ternyata telah menunggu mereka diabawa.


"Pagi sekertaris Chris" seperti biasa hanya Chara yang membalas sapaan Chris.


****


Setelah memastikan kedua majikannya duduk dengan baik, Chris langsung melajukan mobil itu menuju rumah sakit dimana tempat Chara biasanya periksa.


Chara sengaja meminta waktu periksaannya lebih pagi agar ia tidak perlu merasa tidak enak terhadap ibu ibu hamil yang duduk dan mengantri. Chara tau betul siapa suaminya, jangankan lewati ibu hamil yang sedang mengantri, memboking 1 ruangan itu untuk kosong harian pun sangat mudah bagi suaminya. Sultan mah bebas gengs.


Sesampainya dipintu ruangan dokter mereka bertiga pun melangkah masuk kedalam, Dokter Ririn menyambut mereka dengan ramah lalu mengajak Chara keruangan Khusu untuk melakukan USG.


Raffa membantu istrinya berbaring diranjang pasien, dan seorang suster mulai menyikap baju dibagian perut Chara.


Setelah mengoleskan jel pada ujung alat USG, Dokter Ririn pun mulai menjalankan alat itu diatas perut Chara.


Chara merasa terharu ketika mendengar detak jantun bahinya, matanya akan selalu berkaca kaca setiap kali melakukan USG dan mendengar detak jantung bayinya.


Seperti biasa Dokter Ririn akan menejalaskan semua bagian tubuh bayi dan perkembangannya.


"Selamat Tuan dan nona, jenis kelamin banyi kalian andalah laki laki, lihat ini" ucap Dokter Ririn sambil mengarakan mouse pada kelamin bayi yang tertera dilayar monitor.


Raffa tampak sangat bahagia, karena ia sangat berharapkan agar anaknya laki laki. Sontak pria itu langsung menghujani seluruh wajah istrinya jengan kecupan bibirnya tanpa mempedulikan yang lain diruangan itu.

__ADS_1


Chara terlihat senang melihat suaminya begitu bahagia, Chara merasa ini adalah kado terbaiknya darinya untuk membalas semua kebaikan suaminya selamanya.


Selesai dengan pemeriksaan, smua kembali meja Dokter Ririn untuk mengambil resep dan mendengar beberapa nasehat Dokter tentang kehamilan


"Dok, perut istri sayakan semakin membesar apa tidak masala jika kami terus berhubungan intim?" tiba tiba saja pertanyaan itu keluar dari mulut Raffa.


"Sayang" ucap Chara merapakan kedua giginya, ia merasa tidak enak dengan Dokter Ririn , Chris dan seorang Suster yang berdiri dibelakang mereka.


"Kenapa sayang? bukan kah kita perlu tau agar kita tidak melakukan kesalahan yang bisa menyakiti baby kita" sahut Raffa.


"Tidak apa apa nona, ini hal wajar yang harus ditanyakan oleh calon orang tua baru seperti kalian" ucap Dokter Ririn sambil terseyum, lalu mulai mejelaskan tentang beberapa posisi yang aman untuk ibu hamil.


Sementara Chris sendiri tidak fokus pada obrolan mereka karena ia sibuk membalas pesan dari kekasinya yang mengatakan Rindu ingin cepat cepat bertemu.


Setelah semuanya selesai, mereka pun keluar dan kembali berjalan kearah parkiran.


"Sayang katakan kamu ingin minta apa?" tanya Raffa, pria itu menggenggam erat tangan istrinya sambil mencium ciumnya.


"Tidak ada, aku hanya ingin beli baju hamil sekarang" sahut Chara.


"Bukan itu sayang, maksudku kamu boleh minta apa saja karena kamu telah mengandung anakku" jelas Raffa.


"Tidak ada, nanti kalo aku pengen aku bilang yaa"


Raffa terlihat sedikit malas mendengar jawab istrinya, padahal ia berharap istrinya meminta sesuatu yang mahal atau pun sesuatu yang sulit ia dapatkan.


Raffa hanya ingin istrinya merasakan kebahagia yang ia rasakan. Raffan tidak tau saja istrinya itu sudah sangat bersyukur dan bahagia karena telah mengandung anaknya.


...:...


...:...


...:...


Trimakasi yang masi setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏.


Maaf ya baru nongol sekrang, hidung bocornya baru selesai ditambal.😄😄

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya, LIKE COMEN & VOTE🥰🥰


Love U All❤🖤


__ADS_2