
Acara pernikahan telah usai, smua yang hadir telah pulang, para pelawan sedang sibuk membersihkan rumah agar kembali seperti semula.
Karena Chara sedang asik bercerita dengan Ibu Siska dan Rima, Raffa memilih pergi keruang kerja untuk membericarakan hal penting bersama Chris.
"Gua pulang ya, ingat pesan Ibu, jadilah istri yang baik, buang tu kelakuan yang suka ngomel gak jelas" ucap Rima berpamit pulang.
"Iyaahh bawel" sahut Chara sambil terseyum.
"Bu Rima pamit ya, besok Rima kesini lagi sebelum Ibu berangkat" ucap Rima sambil mencium punggung tangan Ibu Siska.
"Iyaa sayang hati hati ya, salamin Ibu mu ya" sahut Ibu siska sambil terseyum
"Siap Bu, salamnya disampaikan" sahut Rima bersemangat lalu berjalan menuju motornya.
Saat ibu dan anak itu berjalan masuk kedalam rumah, seorang pelayan berjalan mendekati mereka.
"Mari nyonya, saya antar kekamar untuk beristirahat" ucap pelaya itu sambil menunduk memberi hormat.
"Aaahh iyaa makasi ya bi, tolong antarkan Ibu saya " sahut Chara sopan
"Baik nyonya" sahut pelayan itu lalu mengantar ibu Siska kemar tamu yang telah dipersiapkan.
Setelah kepergian ibu nya, Chara sendiri bingung harus kemana, disana bayak pelayan tapi mereka semua sedang sibuk dengan tugas mereka masing masing.
Chara yang tak enak hati untuk bertanya pun langsung masuk kekamar tamu tempat Ia dirias pagi tadi, karena kelelahan Chara langsung membuang diri dikasur empuk itu, tak butuh waktu lama Chara pun terlelap.
1 jam telah berlalu, tampak kedua pria tampan tapi dingin itu berjalan keluar dari ruang kerja.
"Pulang lah, jika ada yang penting aku akan menghubungi mu" ucap Raffa sambil mengedarkan pandangannya mencari wanita yang baju saja sah menjadi istrinya, namun ia tidak menemukanya
"Baik Tuan" sahut Chris lalu berjalan keluar dan pulang kerumahnya.
Raffa melirik jam ditangannya, waktu sudah menujukan pukul 04:00 sore hari, dengan semangat ia menaiki anak tangga, Raffa yakin betul Chara telah menunggunya dikamar.
Tok tok tok, sekali ketukan
Tok tok tok, dua kali ketukan belum ada sahutan dari dalam
"Apa Chara tidur?" bati Raffa bertanya
Tok tok tok, karena belum ada sahutan juga, Raffa memutuskan untuk membuka pintu itu.
Perlahan Raffa membuka pintu, cekleeekk, kosoang tidak ada siapa pun disana.
terlihat kamar itu masi rapi seperti waktu Ia tinggal pagi tadi.
"Kemana Chara, apa dia masi sama ibu?" ucap Raffa sambil berjalan menuruni anak tanggangga
"Bi Ira, dimana istriku?" tanya Raffa saat tak sengaja bertemu bi Ira.
"Sepertinya nyonya dikamar tamu Tuan, tadi saya lihat nyonya masuk kesana" sahut bi Ira sambil menujuk kearah kamar.
Raffa tak menanggapi ucapan bi Ira, ia langsung menuju ke kamar itu.
__ADS_1
"Chara apa kamu didalam?" ucapa Raff sambil mengetuk pintu, karena tidak ada jawaban Raffa pun langsung membuka pintu itu.
Ceklek pintu terbuka.
Tampaklah istrinya sedang tertidur lelap, dengan posisi terlengtang dan kedua kaki menggantung dibawa, dan masi memakai baju pengantin.
Raffa bernafas legas setelah melihat istrinya disitu, namun ia juga tak habis pikir bagaimna bisa Chara tidur dengan posisi seperti itu.
perlahan Raffa mendekat lalu berbaring disamping istrinya dengan tangan menopang kepalanya, ditatapi wajah cantik yang sedang telelap itu, Raffa terseyum melihat mulut Chara yang sedikit terbuka dan make up yang berantakan.
"Apa kamu kelahan" ucapa Raffa pelan sambil mengelus dan membetulakan anak rambut Chara yang berantakan.
Cup
Sekatika satu kecupan mendarat sempurna dibibir tipis itu.
Chara yang merasa tidurnya terganggu pun pelahan membuka matanya, reflek Chara langsung mendorong tubuh Raffa, hingga pria itu terjatuh sedikit juah.
"Apa yang mau Anda lakukan pada saya Tuan?" tanya Chara dengan muka penuh emosi
Raffa bangun denga expresi yang sulit diartikan.
"Apa kamu menolak keinginan suami?" tanya Raffa dengan suara lantang dan penuh selidik
Chara kaget mendengar ucapan Raffa, lalu tersadar, Chara merutiki kebodohannya sendiri, bagaiman bisa ia melupakan hal penting yang baru saja ia lewati pagi tadi.
"Maaf, aku tidak bermaksud begitu" sahut Chara merasa bersala
"Aku kaget, seharus kamu tidak melakukannya saat aku tidur" sahut Chara sambil menunduk
"Jadi, jika kamu sadar kamu siap malayani suamimu?" tanya Raffa lagi sambil mendekat kearah Chara
Chara mengangguk malu malu, Ia pasrah karena telah melakukan kesalahan.
"Angkat muka mu dan katakan dengan jelas" ucap Raffa lagi masi tetap berpura pura marah
"Aku siap" sahut Chara yang telah mengangkat mukanya dan matanya mulai berkaca kaca.
Raffa yang melihat mata Chara mulai berkaca kaca langsung memeluknya erat.
"Heeiihh maafkan aku, aku hanya mengajakmu bercanada" ucap Raffa sambil mengelus elus punggung Chara.
mendengat ucapa Raffa, tangisan Chara pun pecah
"Kenapa kamu begitu, aku pikir kamu benaran marah" ucap Chara dengan derai air mata.
"Mana mungkin aku marah pada istruku, aku tidak akan memaksa mu jika kamu belum siap" ucap Raffa melepas pelukanya lalu menghapus air mata Chara
"Maafkan aku, tapi jangan seperti ini lagi" ucap Chara sambil menatap lembut suaminya
"Suuuttt jangan dibahas lagi, coba perhatikan wajahmu dikaca" ucap Raffa sambil menuntun Chara ke cermin
"Tidaaaaakkkkkk" teriak Chara langsung berlari masuk kekamar mandi, karena wajah seperti hantu, rambutnya yang berantakan dan make up nya yang luntur tak beraturan.
__ADS_1
Raffa tertawa melihat tingkah Chara, lalu Ia keluar memcari bi Ira.
"Bi tolong ambilkan pakian ganti untuk istriku" ucap Raffa.
"Baik Tuan" sahut bi Ira lalu berjalan menaiki anak tangga.
Sementara Raffa pergi kedapur, ia akan menyiapkan sesatu yang special untuk istri tercintanya.
Bi Ira adalah salah satu pelayan tertua dan terlama dirumah besar itu, bi Ira yang slalu menyiap kan semua kebutuhan Raffa dari bangun tidur hingga tidur lagi.
Setelah mengambilkan baju, bi Ira langsung mengantarkan kekamar tamu.
Tok tok tok
"Nyonya ini bibi antar kan baju ganti" ucap bi Ira
"Aaahh bibi baik skali, trimakasi" ucap Chara setelah membuka pintu sambil mengambil baju dari tangan bi Ira
"Raffa mana bi?" tanya Chara
"Tuan didapur Nyonya" sahut bi Ira sopan
"Udah santai aja bi, dan bibi jangan panggil aku Nyonya kesannya aku tua bangat" ucap Chara
"Baiklah nona muda" sahut bi Ira sambil terseyum
"Nah begitukan lebih keren bi, seperti ni novel novel cerita Tuan muda dan nona muda gitu"
bi Ira terseyum sambil berucap
"Maaf Nona muda, bibi tidak pernah membaca novel"
"Aahh bibi kurang gaul, padahal kalo bibi baca novel pasti bibi bakal kecanduan, apalagi cerita tentang CEO CEO gitu" ucap Chara antusias
"Bukakah Tuan Raffa seorang CEO, berarti kisah hidup nona mudah seperti di novel novel yang nona mudak maksud" ucap Bi Ira berusaha mengimbangi majikan barunya
"Bedahlah Bi, kalo dinovel novel itu Tuan mudanya kejam trus lama lama jadi bunci deh, kalo Tuan Raffa itu ka-n" ucap Chara terputus saat matanya tak sengaja melihat Raffa yang sedang berdiri dipintu sambil melipat kedua tangan didadanya
"Bi aku ganti baju dulu yaa" ucap Chara buru langsung berlari masuk dikedalam kamar mandi
... :...
... :...
... :...
Trimakasi yang sudah setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏
Jangan lupa dukung selalu Author dengan LIKE & COMENTAR kalian semua.🥰🥰🤗🤗
Dan ingat selalu pesan IBu berbagi dan bersabar itu ibadah😘😘😘
Love U All❤🖤
__ADS_1