Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
63.# Betti Berulah Lagi


__ADS_3

Raffa berharap istrinya tidak seperti cerita dalam novel yang pernah ia baca, yaitu istri yang sedang hamil meminta suaminya menghabiskan sisa makananya atau pun meminta suaminya makan mangga muda, Raffa merasa seluruh tubuh ngilu ketika membayangkan itu semua.


Selesai makan malam Chara langsung meminta untuk beristirahat, kejadian hari ini membaut ia merasa benar benar lelah, tak butuh waktu lama, ibu hamil itu telah terlelap, Raffa memandangi wajah cantik istrinya yang telah terlalap, satu kecupan pun ia tinggal dikening istrinya, setelah itu ia keluar dan turun kebawa untuk mengisi perutnya yang sejak tadi berteriak meminta makan.


Ketika ia sampai dibawa, Chris telah menunggunya diruang tamu untuk memberikan obat dan buku pesanannya.


"Ayo temani aku makan" ucap Raffa


Chris pun menurut dan berjalan kearah meja makan, kedua pria itu makan tanpa ada yang bersuara, selesai makan mereka berdua langsung meneju ruang kerja Raffa.


"Ini pesanan Anda Tuan" ucap Chris sambil menyerahkan sebuah paper bag yang berisi obat obatan Chara dan buku pesanan Raffa.


"Bagaimana perkembangan tentang Roy Rernandes" tanya Raffa sambil melihat isi paper bag itu.


"Semuanya aman Tuan, sampai saat ini belum ada pergerakan apapun darinya" sahut Chris.


"Hemm pulanglah, aku mau temani istriku tidur" ucap Raffa tanpa menole.


"Baik Tuan" sahut Chris lalu ia berjalan hendak keluar.


"Tunggu" ucap Raffa menahan langka Chris.


"Cepat cari pasangan agar kau tidak kesepian" lanjut Raffa.


Chris yang tadinya ingin berbalik kearah Raffa langsung mengurutkan niatnya, ia melangkah kerluar tanpan berucap apapun.


Raffa terseyum menlihat keprgian Chris, Raffa berharap Chris segara dapat pasangan, agar ia bisa melupakan wanita dimasa lalunya.


Setelah kepergian Chris, Raffa memasukan beberapa berkas kerjanya kedalam paper bag yang dibawa Chris tadi dan membawanya kekamar, Raffa akan menyesaikan pekerjaannya dikamar sambil mengawasi istrinya, Raffa tidak ingin berlama lama meninggalkan Chara walau dalam keadaan tidur sekalian pun.


Raffa melangkah cepat menaiki anak tangga, dengan hati hati ia membuka pintu kamar agar tidak mengganggu tidur istrinya, Raffa menatap sebentar kearah ranjang, lalu ia berjalan kesofa untuk menyesesaikan pekerjaannya.

__ADS_1


Selesai dengan pekerjaannya, Raffa beralih membaca buku buku yang dibawa oleh Chris , dengan jeli Raffa membaca semua isi buku itu, sesekali pria dingin itu mengangguk, lalu mengkerutkan dahinya, dan sesekali juga ia membuang nafasnya kasar, entah apa yang tertulis dalam buka itu, yang pasti terlihat jelas disampul buku itu bertuliskan, MENJADI SUAMI SIAGA.


Raffa menoleh kearah jam dinding yang kini sudah menunjukan pukul 11:30 tengah malam, Raffa yang telah selesai dengan bacaannya pun langsung bejalan menuju ranjang dan berbaring disamping istrinya, sepertinya biasa Raffa akan membawa istrinya kedalam pelukannya lalu ia pun ikut terlelap.


...****************...


Diruangan kerjanya, Chris sedang memberi hukuman pada seorang gadis, siapa lagi kalau bukan Rima, karena kesalahannya membantu Chara kabur ia diberi hukuman oleh Chris. Dan hukumannya adalah membersikah setiap sudut ruang Chris selama satu bulan penuh, entah ide dari mana Chris bisa memberikan hukuman seperti itu pada Rima, yang pasti smua kata katanya keluar begitu saja dari mulutnya.


"Semuanya sudah bersih Tuan, saya permisi kembali kemeja saya" ucap Rima setelah pekerjaannya selesai.


"Buatkan saya kopi" ucap Chris tanpa mengangkat mukanya.


Rima memutar bola matanya malas, lalu ia melangka keluar begitu saja tanpa berpamitan lagi pada Chris.


"Dia pikir dia siapa, seenaknya saja main suruh suruh" omel Rima pelan sambil berjalan menuju kepentri


"Kenapa muka lo udah kusut pagi pagi begini" tanya Chara yang kebetulan sedang dipentri.


"Itu si manusia es, pagi pagi udah bikin tensi aja" sahut Rima.


"Amit amit cabang pohon Ra, manusia kaku kegitu mau diapain" sahut Rima sambil mengetuk etuk meja.


Chara tertawa lepas mendengar ucapan Rima, entah kenapa ia merasa sangat lucu dengan ucapa sabahabatnya itu, sampe sampe mereka berdua jadi pusat perhatian.


"Wah wah wah ada si babu ni sama temannya yang norak" ucap Beti yang tiba tiba muncul dipentri.


Chara menghentikan tawanya, karena tidak ingin meladeni Beti, ia pun berjalan hendak pergi dengan secangkir kopi ditangannya.


Praaang bunyi gelas terjatuh dilantai.


"Chara" teriak Rima karena melihat Chara telah jatuh terduduk dilantai, lagi lagi Beti dengan sengaja menjatuhkan Chara.

__ADS_1


Chara mengangkat muka, dan menatap tajam kearah Beti, aurah kemarahan terpancar jelas dari wajah wanita itu, tanpa mempedulikan rasa sakitnya Chara berdiri dengan dua rahang mengeras Chara menghajar Beti habis habisan.


Wajah cantik Beti benar benar telah dirusak oleh Chara, sudut bibir wanita itu mengeluarkan dasar segar dan beberapa memar bekas tonjokan terlihat jelas diwajahnya, seakan belum puas menghajar Beti Chara mencengkram kuat leher Beti sampai kedua kaki wati itu menjinjit berusaha menahan sakit.


"Sudah pernah kuperingatkan jangan pernah mencampuri urusanku bukan?" ucap Chara dengan nada yang sangat berbeda, Chara bagai orang yang sedang kerasukan ia kehilangan kesadaran, bahkan Chara tidak mempedulika ucapa Rima yang sejak tadi menahannya.


"Chara lepakan, Dia bisa mati kehabisan nafas" ucap Rima berusaha menarik tangan Chara namun sia sia tenaga ibu hamil itu seakan bertamaba dua kali lipat.


Kedaan dipentri telah ramai dengan semua karyawan, tidak ada satu pun yang berani mendekat, semua bergeridik ketakutan melihat aksi Chara, keributan itu akhirnya sampe diruang Raffa, Chris dan juga Aldi ketiga pria itu cepat cepat menuju pantri.


Semua Karyawa yang melihat Raffa lewat langsung memberi jalan secara teratur, Raffa membulatkan matanya tak percaya melihat apa yang dilakukan istrinya, cepat cepat Raffa mendekat dan berusaha membujuk istrinya.


"Sayang lepaskan dia, kamu bisa membununya" ucap Raffa setenang mungkin.


Chara menoleh kearah Raffa, ia menatap lama kedua mata suaminya, perlahan tangannya terlepas dari leher Beti, dan ia terjatuh lemas dipelukan suaminya.


"Sayang" panggil Raffa sembil mengangkat muka Chara, namun istrinya itu telah kehilangan kesadaran.


"Chris cepat siapkan mobil" teriak Raffa langsung mengangkat tubuh istrinya, melihat keadaan Beti yang babak melur Raffa yakin telah terjadi pertempuran hebat yang menyebab istrinya pingsang, sehingga Raffa langsung membawa istrinya ke rumah sakit.


"Urus dia" ucap Chris pada Aldi sebelum pergi menyiapkan mobil.


... :...


... :...


... :...


Trimakasi yang sudah sudah setia menunggu up atau pun yang mampir🙏🙏🙏.


Ingat jangan sampai kelewat jempolnya, tekan LIKE, VOTE dan kasi COMENTAR kalian biar Author lebih semangat up nya🥰🥰🤗🤗..

__ADS_1


________😘😍


Love U All❤🖤


__ADS_2