Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
49.# Chara kembali.


__ADS_3

Saat mereka sampai di pintu keluar, dering ponsel Raffa berbunyi pertanda ada sebuah panggilan masuk, ketika melihat siapa yang nelpon Raffa langsung cepat cepat mengangkatnya.


"Apa?" kaget Raffa ketika mengangkat telefon itu.


Raffa kaget ketika mendengar bi Ira mengatakan bahwa nona muda baru saja sampai dirumah dengan keadaan acak acakan.


"Kita pulang Chris, istriku sudah dirumah" ucap Raffa setelah memutuskan sambungan telefon.


Tanpa berganti pakian lagi, kedua pria itu langsung bergegas masuk kemobil, lalu menancap gas menuju mansion utama, dalam perjalanan pulang perasaan Raffa bercampur aduk.


Raffa senang karena Chara telah pulang, namun ia juga merasa kawatir memikirkan Chara yang dalam keadaan acak acakan?


Beberapa menit kemudian, sedan mewah berwarna hitam itu telah terparkir sempurnah dihalama mansion, tanpan menunggu lagi Raffa langsung buru buru masuk kedalam rumah.


"Dimana istri ku?" tanya Raffa pada bi Ira yang menunggu nya pintu sambil terus berjalan masuk.


"Dimeja makan Tuan" sahut bi Ira cepat sambil berlari kecil mengikuti Raffa karena tuannya itu melangka sangat lebar.


Saat sampai di ruang makan, mata Raffa menangkap sosok yang ia rindukan sejak kemarin sore sedang makan dengan lahap dimeja makan,


seperti yang dikatakan bi Ira, Chara benar benar dalam keadaan acak acakan.


Rambutnya berantakan, kaos putih yang ia kenakan sangat kotor bahkan ada sobek dibagian lengan, mukanya tak kala hancur, ada beberapa luka lebab diwajahnya, dan yang lebih mengejutkan lagi Chara makan seperti orang yang tidak pernah melihat nasi selama bertahun tahun.


"Chara" panggil Raffa langsung berlari dan memeluk istrinya erat tanpa mempedulikan kan kondisini Chara.


Lama Raffa terdiam dalam memeluk istrinya, berkali kali ia mencium kepala Chara, seakan istrinya telah kembali dari maut yang besar, sementara Chara terseyum bahagia menerima perlakuan suaminya, sambil membalas pelukan itu, ia merasa senang karena Raffa sangat mempedulikannya.


Selesai dari peluk, ia beralih menatap wajah Chara, Raffa menatap sendu wajah istrinya yang penuh luka lebab, tangannya perlahan terangkat menyentuh wajah Chara.


Matanya memerah tanpa ia sadari setesan buliran bening jatuh begitu saja, Raffa merasa tidak berguna sebagai seorang suami, ia telah gagal melindungi istrinya, rasa kecewa, marah dan rasa bersalah membuat ia tak mampu membendug air matanya.


"Maafkan aku" ucap Raffa dengan nafas sedkit menderu karena merasa bersala, lalu kembali memeluk erat istrinya.


Raffa tidak peduli lagi dengan harga dirinya didepan semua pelayan dan juga Chris, saat ini perasaanya hancur melihat keadaan istrinya, walau Raffa belum tau apa yang dialam Chara, tapi melihat keadaannya Raffa bisa merasakan istrinya telah melewati malam yang saat sulit.

__ADS_1


"Kenapa menangis, aku tidak apa apa" ucap Chara sambil mengelus punggung suaminya.


Raffa melepas pelukannya, tanpa berucap apapu ia langsung menggedong tubuh istrinya ala bridal Style lalu membawanya kamar, semua pelayan dan termasuk Chris menunduk memberi hormat pada kedua majikannya.


Raffa menatap tak berpaling wajah istrinya yang berada didekapannya, bahka saat menaiki anak tangga pun Raffa tetap fokus pada wajah istrinya.


Setelah sampai dikamar, Raffa langsung membawa Chara menuju kamar mandi, ia mendudukan Chara diatas closet lalu pergi mengisi bathtub dengan air hangat, sambil menunggu air penuh Raffa keluar sebentar untuk melepas atribut perangnya, lalu ia kembali masuk kekamar mandi dan membuka satu persatu baju istrinya.


Bagai seorang bayi Chara menurut semua perlakuan suaminya, Chara ingin sekali protes tapi melihat kekawatiran suaminy, Chara berpikir ini bukan waktu yang tepat, shingga ia menurut layaknya seorang bayi.


Selesai melepaskan semua baju Chara, Raffa kembali menggendong tubuh istrinya lalu meletakan di dalam bathtub yang telah penuh dengan air hangat, sabun dan beberapa wewangian, dengan telaten Raffa mulai mencuci rambut Chara, lalu ia beralih menggosok punggung istrinya.


Karna Chara telah menggosok bagian tubuhnya yang lain, Raffa langsung menuntunnya ke bawa shower lalu menyakalannya untuk membilas tubuh Chara.


Tak ada nafsu atau keinginan yang lain, Raffa benar benar tulus memandikan istrinya, entah apa yang ada di pikirannya, hanya dirinya saja yang tahu.


Selesai Chara membilas badan, Raffa memakaikannya juba mandi dan membukus rambutnya dengan sebuah handuk kecil, setelah itu Raffa kembali menggedong Chara dan membawanya keluar kamar mandi, lalun mendudukannya didepan meja rias.


Raffa membuka handuk dari kepala Chara, lalu mulai mengeringkannya dengan hair dryer, setelah dirasanya kering Raffa pergi mengambil sepasang baju rumahan dan memakaikanya untuk Chara.


Selesai memakaikan baju, Raffa kembali membopong tubuh Chara dan membawanya ke ranjang, dengan pelan Raffa menidurkan istrinya diatas kasur lalu menutupinya dengan selimut.


"Tidurlah, aku akan menjaga mu" ucap Raffa setelah mengecup kening Chara.


Kini posisi Raffa setengah berbaring disamping Chara sambil mengelus lembut kepala Chara layak seorang anak kecil.


Chara menatap lekat wajah tampan suaminya yang berada disampingnya, Chara semakin kagum pada pria itu.


"Apa kamu begitu kawatir padaku?" tanya Chara masi menatap lekat wajah sumainya.


"Pertanyaan macam apa itu, suami mana yang tidak kawatir jika istrinya tidak pulang semalaman" sahut Raffa membalas tatapan itu.


"Maaf, aku......" ucap Chara langsung dipotong oleh Raffa


"Suttttt, diamlah ceritakan saja nanti setelah bangun" ucap Raffa sambil meletakan telunjuk dibibir Chara.

__ADS_1


Chara terseyum sambil mengangguk , lalu berbalik memeluk suaminya erat dan mulai memejamkan mata, tak butuh waktu lama Chara pun terlelap.


"Entah apa yang kamu alami sepenjang malam sayang. Maafkan aku" batin Raffa sambil terus mengelus rambut Chara, rasa bersala itu masi memenuhi hatinya


Setelah Chara terlelap, perlahan Raffa turun dari atas rajang, tak lupa meninggal satu kecupan lagi di kening istrinya.


Raffa berjalan menuruni anak tanggang, lalu mengajak Chris keruang kerjanya, secepat mungkin mereka harus membereskn masala ini.


"Akhiri semua ini Chris, sudah cukup main mainnya" ucapa suara berat itu ketika mereka sampai diruang kerjanya.


"Baik Tuan" sahut Chris.


"Menurutmu siapa yang berani melakukan semua ini?" tanya Raffa.


"Kemungkinan besar nona Kayla Tuan" sahut Chris pasti.


"Kayla?" tanya Raffa penuh selidik


"Iyaa Tuan, lihat ini" sahut Chris sambil menunjukan vidio Kayla yang sedang bercumbu dengan Roy hotel.


Rahang Raffa mengeras, dahinya mengkerut ketika meliahat isi vidio itu, Raffa tidak percaya bagaimna bisa Kayla melakukan hal serendah itu.


"Untuk memastikan kebenarannya kita tunggu kejelasan dari nona Chara Tuan" lanjut Chris


Raffa pun setuju, mereka akan menunggu hingga Chara bangun nanti.


... :...


... :...


... :...


Trimakasi untuk yang sudah setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏


Jangan lupa dukung Author selalu dengan LIKE & COMENTAR kalian semua😘🥰

__ADS_1


________🥰🥰🥰


Love U All❤🖤


__ADS_2