
"Hentikan pertandingan ini" teriak suara berat itu.
Sekejap suasana jadi hening, semua mata tertuju padanya, tidak ada yang berani bersuara, mereka semua kenal betul siapa orang yang berteriak itu.
Chara mematung menatap suaminya yang berjalan menuju kearah, banyak pertanya muncul di kepalanya, sedang apa suaminya disitu? atau mungkin para pengawal telah menyadari bahwa ia tiada, Chara swmakin gelisa ketika melihat suaminya semakin mendekat.
Chara berusaha menelan silavanya dengan kasar tenggorokannya terasa kering, suaminya kini telah berdiri tepat dihadapanya.
Pandangan mereka terkunci, bahkan Chara tidak berani berkedip, semua mata tertuju pada mereka dan semua pun seakan bertanya, ada hubungan apa antara ratu kematian itu dan pemimpin Aditama Group? seperti sedang menyaksikan film horor suasa ruangan itu menjadi tegang.
Raffa menatap lama istrinya yang berdiri dihadapannya entah apa yang ia pikirkan, sementara pandangan Chara mulai sedikit kabur, ia melihat suaminya menjadi dua, ring itu berputar seperti sedang ada gempa, akhirnya ia kehilangan kesadaran dan terjatuh pingsan.
"Chara" ucap Raffa dengan nada cemas sambil menahan tubuh Chara, semua emosinya berubah menjadi kekawatiran saat melihat istrinya pingsan.
Raffa langsung menggendong istrinya dan membawanya kemobil, tanpa menunggu lama Chris langsung melajukan mobih kerumah sakit yang terdekat disekitar situ.
Bebara menit kemudian mereka pun sampai dirumah sakit, setelah mobil itu terparkir Raffa langsung membawa istrinya masuk kedalam rumah sakit.
Raffa tampak cemas, menunggu istrinya didepan UGD, ia berjalan mondar mandir tak sabar menunggu hasil pemeriksaan dokter, ia takut istrinya mengidap penyakit yang tidak dinginkan.
"Chris kumpulkan semua pengawal itu" ucap Raffa, ia merasa para pengawal itu telah lalai menjaga istrinya, bagaimana bisa istrinya bisa lolos dari pengawasan mereka.
"Baik Tuan" sahur Chris, tanpa diperintahkan Raffa pun Chris telah menghubungi mereka semua dan meminta mereka berkumpul basecamp.
Cekleeekkkk, pintu UDG terbuka.
Raffa langsung mendekat dan menatap serius pada pak Dokter yang berdiri depan pintu.
"Anda tidak perlu kawatir Tuan, noan itu baik baik saja" ucap pak Dokter santai
"Apanya yang baik baik saja, istrinya sampe pinsang begitu trus Anda mengatakan istri saya baik baik saja, hah? " ucap Raffa tidak terima.
Dokter itu kaget ketika mendengar kata istri, yang ia pikir Chara hanyalah korban yang tidak sengaja ditabrak oleh Raffa, dan diantar kerumah sakit.
"Ma-maafkan saya Tuan, kemungkinan besar istri Anda" ucap Dokter sedikit ragu ragu sehingga langsung dibentak oleh Raffa
"Katakan dengan jelas"
"Maaf Tuan seperti Istri Anda sedang hamil, untuk memastikanya silahan Tuan periksakan ke Dokter Obgyn" ucap Dokter itu pasti karena tidak mau dibentak lagi.
"Ha-hamil? maksdu Anda kemungkinan istri saya sedang hamil?" tanya Raffa memastikan karena tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Benar Tuan" sahut Dokter.
"Chris apa kau dengar ucapannya?" tanya Raffa ia benar benar belum parcaya.
"Saya mendengarnya Tuan" sahut Chris pasti.
__ADS_1
"Chris saya akan punya?" tanyanya lagi.
Chris mengangguk pasti, dan Raffa langsung memeluknya erta, sudut mata pria dingin itu memerah tak kuasa menahan air mata kebahagiaannya.
Raffa melangkah masuk keruang UGD dengan muka serius, karena Dokter mengatakan bahwa istrinya telah sadar, tanpa berucap apapun Raffa langsung menggendong Chara dan membawa keluar.
Chara menatap suaminya dengan penuh rasa bersala, melihat ekspresi suaminya Chara yakin bahwa suaminya masi marah dan kecewa padanya, sepanjang perjalanan matanya tak terlepas dari wajah tampan suaminya, sementara yang ditatap tetap dalam mode silent.
Raffa terus menggedong Chara, tak peduli dengan banyak mata yang menatap kearah mereka, bahkan didalam lift pun Raffa tidak menurunkan istrinya, Raffa membawa Chara masuk kedalam ruang Doktek Obgyn dan meletakannya diatas ranjang pasien yang telah dipersiapkan, karena sebelumnya Chris telah menghubungi Dokter tersebutnya.
Chara sendiri belum menyadari ia berada dimana, ia tenggelam dalam pikirannya sendiri, sampe akhirnya ucapan seorang suster menyadarkannya.
"Permisi ya Ibu" ucap Suster itu rama lalu menyingkap baju dibagian perut Chara.
"Aahh iya" sahut Chara, lalu ia mengerutkan dahinya ketika melihat isi rungan itu, tak lama kemudain seorang Dokter wanita pun masuk beriringan dengan suaminya.
Raffa memdekat dan terseyum hangat pada Chara, lalu ia memegang erat tangan istrinya, rasanya sudah cukup ia mendiamin Chara, Ia tak tega melihat wajah sedih istrinya. Raffa akan menghukum Chara dengan caranya sendiri nanti.
"Tenanglah" ucap Raffa lembut sambil mengecup kening Chara.
Chara mengangguk, seyuman langsung mengembang diwajahnya, ia senang karena suami sudah tidak marah lagi dan mau berbicara padanya.
"Bagaimana perasaan Anda nona?" tanya Bu Dokter.
"Baik Dok" sahut Chara.
Lalu Dokter meminta ijin untuk melakukan tugasnya, Dokter pun mengatakan pada mereka untuk fokus pada layar monitor yang ada.
Raffa terseyum dan mengangguk pasti, ia mengerti akan tatap istrinya.
"Bagaimana Dok?" tanya Raffa tak sabar.
"Benar Tuan istri Anda sedang hamil, dan usia kandungannya memasuki minggu keenam" ucap Dokte sambil terseyum ramq.
Chara menutup mulutnya tak percaya memdengar ucap Dokter, air mata kebahagia pun menetes begitu saja, perasaannya bercampur aduk, ia tidak akan memaafkan dirinya jika terjadi sesuatu pada perutnya Chara sangat bersyukur karena pertandingan itu dibatalkan .
"Maafkan aku" ucap Chara tulus sambil menatap suaminya, ia merasa bersala.
Suutttt, Raffa mengisyaratkan agar istrinya tidak perlu meminta maaf, ia menghapus air mata Chara, lalu mencium seluruh wajahnya berulang kali, Raffa benar benar bahagia sebentar lagi ia akan menjadi seorang ayah.
"Ehheeemmm" Dokter berdehem karena pasangan suami istri itu larut dalam keharuan mereka sementara pemeriksaannya belum selesai.
Chara terseyum menampkan semua giginya karena merasa malu, sementara Raffa tidak mempedulikan itu. Selesai diperiksan Dokter pun menjelaskan rambu rambu yang harus diikuti dan dihindari oleh Ibu hamil.
Karena Raffa adalah sultan, sehingga ia tidak perlu mengantri resep obat untuk istrinya, ia tinggal mengeluarkan suara obat itu akan sampai dihadapanya, tentu siapa lagi yang direpotkan kalo bukan Chris sang sekertaris kesayangan.
...:...
__ADS_1
...:...
Ini Author kasi Visual semoga kalian suka yaaππ
Raffa Mikko Aditama
Christian Grey
Roy Fernandes
AldianSyah
Annie Carllisa Putri
Rima Melati
Kayla Admaja
Betti Hermawan
All pick by Google
...:...
...:...
...:...
...Trimaka yang sudah setia menunggu up, atau pung yang baru mampirππππ...
...Jangan lupa, jangan sampai lewat jempolnya LIKE , COMEN, & VOTE agar Author lebih semangat lagi up nyaπ₯°π₯°ππ...
__ADS_1
...--β-β---β------...
...Love u All...