Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
90.# Selesai


__ADS_3

"Mau kenama?" ucap Chris karena melihat Rima berdiri.


"Pulanglah, drama kalian udah selesaikan?" sahut Rima santai.


"Duduk" ucap Chirs sambil memberi isiarat agar Rima kemabli duduk.


"Nggak, gua mau pulang sekarang, masi banyak urusan yang lebih penting. Minggir" sahut Rima tidak mau mengalah.


Chris mengeraskan rahangnya mendengar penolakan Rima, rupanya gadis itu benar benar keras kepala.


"Rima Cantik apa kau tau isi foto foto itu" tanya Chris berusaha semanis mungkin sambil menunjuk foto foto diatas meja.


"Nggak tau, dan gak mau" sahut Rima cuek.


Chris yang meras sudah benar benar geram dengan sikap gadis itu, langsung menarik tangannya menuju lantai atas.


"Lepasin lo mau bawa gua kemana?" teriak Rima sambil berusaha melepas genggaman Chris.


Chris terus berjalan tidak mempedulikan ucapa gadis itu, ia terus menariknya hingga sampai keruangan kerjanya.


"Duduk" ucap Chris sambil mendudukan Rima dikursi kerjanya, tanpa mempedulikan tatapan tajam dari Rima. Lalu Chris mengeluarkan sebuah flashdisk dari saku jasnya, dan mulai memasangkan pada leptop kerjanya.


"Buka matamu lebar dan nonton ini dengan jelas" ucap Chris sambil memutar vidio dalam flashdisk itu, lalu ia berbalik dan menatap Rima.


Deeeggggggg


Jantung Chris berdebar kencang ketika milihat wajah Rima yang yang begitu dekat dengan wajahnya. Sejenak Chris menikmati wajah cantik Rima.


"Apa lu liat liat?" ucap Rima mengagetkan Chris.


Sebenarnya Rima sendiri pun merasakan hal yang seperti Chris, jantungnya berpacu 2 kali lebih cepat dari biasanya, namun Rima berusaha untuk biasa saja karena ia tidak ingin tergoda lagi oleh pria itu.


Rima mulai fokus pada layar lepton dihadapanya.


*Vidio on*


Saat mendapat pesan dari nomer yang tidak dikenal, Rima langsung melangkah nomer kamar yang ternyata adalah nomer kamar Chris.


Rima yang telah termakan dengan omongan Anggi, langsung menyimpulkan bahwa pria yang ia lihat berpelukan dengan Anggi adalah Chris, walau Rima tidak melihat secara langsung wajah pria itu tapi dari postur tubuh dan jas yang ia kenakan, Rima nyakin betul bahwa itu adalah Chris. Dengan berderai air mata, gadis itu berlari keluar dari hotel itu.


Anggi bermasa pria yang mirip Chris itu tersyum puas melihat kepergian Rima, sesuai dugaannya Rima akan langsung pergi begitu saja tanpa mencari kebenaran yang pasti, Anggi pun mengeluarkan dua amplop coklat dari dalam tasnya.

__ADS_1


"Kerjakan tugas selanjutnya, ingat jangan sampai ada kelasahan" ucap Anggi sambil menyerahkan amplop itu pada pria yang mirip Chris dan salah satu pelayan hotel yang telah membantunya membukakan pintu kamar Chris.


Anggi pun melangkah keluar mengikuti Rima dengan penuh kemenangan, wanita itu melupakan satu kenyataan pasti bahwa hotel itu adalah milik PT.Aditama Group, sejauh apapun ia berusaha untuk menghilangkan jejak, tetap otaknya masi dibawa standar jika berhadapan dengan seorang Christian Grey.


Sementara diluar hotel, Rima yang baru saja keluar langsung mendapat tawaran jasa taksi oleh orang pria, Dalam keadaan kalut, Rima pun langsung menerima tawaran pria itu.


Rima yang ingin cepat cepat pergi dari tempat itu langsung mengikuti pria tersebut, tanpa Rima sadari pria itu melingkarkan tangan dipinggangnya seolah sedang memeluknya, walau tangannya pria itu tidak menyetuh tubuh Rima sedikit pun tapi jika dilihat dari kejauh mereka tampak seperti pasangan yang berbahagia, apalagi posisi mereka sangat dekat dan pria tersebut memandang kearah sambil terseyum.


Dan tanpa Rima sadari juga, mobik yang ia tumpangi adalah mobil yang pribadi yang sangat mewah.


Anggi terseyum puas ketika melihat fotografer yang ia sewa telah mengambil gambar Rima bersama pria iti dengan sempurna.


Anggi hanya perlu mengeditnya sedikit agar terlihat lebih menyakinkan. Lagi lagi wanita itu melupakan hal penting bahwa, Chris bukanlah pria bodoh yang bisa termakan dan percaya dengan bukti yang ia bawa begitu saja.


**Vidio off**


Saat Anggi menunjukan Foto itu pada Chris, pria dingin itu langsung mencuriagai sesuatu. Chris merasa ada yang tidak beres, ia tau Rima sangat menyangi Chara, tidak mungkin Rima pergi begitu saja saat acara sedang berlangsung.


Chris kembali mengingat kejadia dipantai ketika Rima langsung pergi begitu saja, Chris meramas foto itu dan meraih kunci mobilnya dengan kasar, ia merasa ada yang sedang coba coba ingin bermain main dengan diri.


Berkecimpung didunia bisnis selama berpuluhan tahun, dengan berbagai macam karakter pesaing bisnis yang ia temui, Chris tidak ada mudah termakan oleh ucapan siapa pun sebelum ia membuktikannya sendiri.


Sesampai dibawa, Chris langsung melajukan mobilnya menuju hotel temat acara semalam, tak butuh waktu lama pria itu telah mendapatkan semua bukti buktinya.


Chris mengeraskan rahangnya ketika membaca pesan dari Raffa, lalu cepat cepat ia masuk kedalam mobil. Sebelum ia melajukan mobilnya Chris mengirimkan sebuah pesan pada Anggi.


****


Wajah Rima memerah ketika selesai menyaksikan isi vidio itu, gadis itu terlihat sedikit salah tingkah karena lagi lagi salah paham pada Chris.


"Udah puas, masi ngotot mau kabar kerumah paman?" tanya Chris.


Rima semakin tidak punya muka dihadapan Chris ketika mendengar pertanya itu, bagaimana bisa pria itu tau semua rencananya.


Chris memperhatikan Rima lalu menggeleng gelengkan kepalanya, membuat Rima sekain salah tikah.


"Wajah? lumanyan, ilmu bela diri? oke, tapi sayang" ucap Chris menggantung.


"Tapi sayang apaahh?" tanya Rima penasaran.


"Tapi sayang mudah terkecok dengan permainan recehan seperti itu" sahut Chris.

__ADS_1


"Mana saya tau, sayakan hanya~~" ucap Rima terpotong oleh Chris.


"Hanya cemburu?" tanya Chris cepat, sambil menarik kursi yang diduduki Rima kehadapannya lalu kedua tanganya mengunci gadis itu disana.


Pandangan keduanya kembali terkunci, hembusan nafas mereka pun saling bersahutan karena jarak mereka yang begitu dekat, semakin Chris menatap wajah cantik Rima ia semakin tergoda dengan bibir tipis Rima.


"Aku mau pulang" ucap Rima sambil berdiri tiba tiba.


Sontak Chris kaget dan hampir terjatuh, untunglah ia bisa menahan keseimbangannya.


"Rima tunggu" paling Chris karena Rima sudah berjalan menuju tangga.


"Aku mau pulang, ayahku sudah menunggu untuk pergi bersama" sahut Rima.


"Pergi kemana?" tanya Chris.


"kampung pamankulah" sahut Rima sambil terseyum karena ia sengaja mengerjai Chris.


"Maafkan aku, jangan tinggalkan aku juga." ucap Chris, pria telah berlutut dibelakang Rima


Rima mengongo tak percaya ketika ia membalikan badan melihat Chris terlah berlutut dihadapannya sambil menundukan kepala. Rima tidak menyangka Chris akan menanggapi candaannya seserius itu.


Rima mendekat, ia jauh lebih kaget lagi saat melihat Chris sepert sedang menangis.


"Aku hanya bercanda, aku tidak akan pergi" ucap Rima, gadis itu telah ikut berlutut.


Chris mengakat kepalanya, lalu menatap wajah Rima, terlihat jelas mata memerah karena habis menangis, Chris memeluk Rima erat, pria dingin itu seperti memilik trauma ditanggalkan oleh orang yang sangat ia cintai.


Rima yang mengerti akan perasaan Chris menyambut pelukan itu dengan penuh cinta.


...:...


...:...


...:...


Trimakasi yang masi setiap menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏


Maaf ya semalam Author nggak up, soalnya lagi asik ngetik hp jatuh sendiri dari tangan, bangun bangun udah subuh aja jadi lanjut tidur deh sampai pagi😁😅😅.


Jangan sampai terlewatkan jempolnya, LIKE, COMEN & VOTE

__ADS_1


Love U All.


__ADS_2