Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
68.# Rima??


__ADS_3

Setelah menenangkan dirinya, Rima mengambil tasnya lalu berjalan keluar dan meninggalkan gedung Aditama Group.


Rima melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju sebuah tempat, entah kenapa dadanya terasa sesak. Rima sadar dianata mereka tidak ada ikatan apapun, tapi kenapa ia harus menerima kenyataan ini saat hatinya telah jatuh begitu dalam pada pria dingin itu.


Rima memarkirkan motornya diatas jembatan gantung, lalu ia turun dan berteriak sekencang mungkin untuk menghilangkan sesak didadanya.


"Bodohnya aku, kenapa aku bisa suka sama manusia es itu" ucap Rima terduduk lemas karena kehabisan tenaga, beberapa saat ia meratapi nasib percintaannya yang malang.


"Belum juga jadian udah patah hati aja" ucapnya lalu berdiri dan berjalan kearah motornya.


Rima kembali melajukan motornya kesebuah rumah makan cepat saji, ia membutuhkan makanan yang banyak untuk menguatkan hatinya dan menghadapi kenyataan cintanya yang begitu malang.


Setelah memarkirkan motornya Rima berjalan masuk kerumah makan itu dan memesaran semua menu yang ada dirumah makan itu.


Karena makan sambil memikiran isi vidio itu, tanpa ia sadari makanan yang ia pesan begitu banyak telah habis tak tersisa, Rima tersadar saat suapan terakhirnya telah kosong, sambil menggigit ujung sendoknya Rima menatap ke sekelilingnya.


Betapa malunya Rima saat matanya melihat semua tatapan tertuju padanya, ada yang berbisik bisik, ada yang terseyum sambil menggelengkan kepala dan ada juka yang mengerutkan kening mereka, mungkin orang orang itu berpikir bahwa Rima memiliki kelainan jiwa.


Rima terseyum menampak seluruh gigi putihnya sambil melambaikan tangan pada orang orang itu, karena tidak ingin lebih lama lagi malunya, Rima langsung meraih tas lalu berjalan menuju kasir untuk membayar makannya.


"Berapa semuanya mbak?" tanya Rima


"Rp 580.000 semuanya mbak" ucap kasir sambil menyodorkan sebuah struk.


Rima membulatkan matanya tak percaya ketika mendengar nilai yang harus ia bayar, Rima merasa tak percaya bagaimna bisa ia menghabiskan makanan seharga itu dalam sekejap, dengan berat hati Rima mengeluarkan dompet lalu membayarnya.


"Apessss bangat sih nasib gua" ucap Rima ketika melihat uangn dalam dompetnya tersisa 10000 perak, lalu ia berjalan keluar dan menuju motor.

__ADS_1


Rima melihat jam diponselnya yang kini susah menunjukan pukul 01:00 siang hari, rasanya ia tak ingin kembali kekantor karena belum siap melihat wajah Chtis, tapi ia tidak ingin dinilai tidak konsisten dalam hal bekerja karena mencampuri urusan pribadinya dan pekerjaan, gadis cantik yang sedang patah hati itu pun kembali melajukan motornya menuju gedung Aditama Group.


Rima akan berusaha biasa saja saat bertemu Chris nanti, ia tidak ingin Chris tau soal perasaannya, apalagi Chara sahabatnya, Rima juga akan berusaha mengubur dalam dalam perasaannya pada Chris.


******


Saat bersamaan dengan kepergian Rima pagi tadi, Chris mendekat dan menatap wajah gadis cantik yang berada dilayar leptopnya, lama ia melihat seyuman manis itu.


Bayanngan bersama gadis itu kembali terlitas dikepalanya, gadis yang pernah membuat perasaannya nyaman saat sedang berduaan, gadis yang pernah membuatnya berjanji dalam hati untuk menjaga dan membahagia hidupnya. Gadis yang pernah membuat perasaannya begitu indah sekaligus gadis yang buatnya kecewa karena meninggalkannya tanpa sebuah alasan yang pasti.


Chris berpikir, mungkin ini saatnya ia harus melupakan gadis itu dan melanjutkan hidupnya yang baru, akhirnya ia menghancurkan VCD itu dan membuangnya ketempat sampah.


******


Sementara dikantor, Chris terlihat gelisa matanya selalu menatap kearh pintu ruangan Raffa, seakan sedang mencari seseorang, sesekali ia melirik jam tangan mewah yang melingkar ditangannya, entah pria dingin itu sedang mencari siapa.


Posisi ruang Chris dan Raffa saling berhadapa, walau jarak sedikit jauh, namun Chirs bisa melihat dengan jelas kearah pintu masuk ruangan Raff, karena pintu ruangan itu menggunakan jenis kaca mirror glass sehinga Chris bisa leluasa memandang keluar ruangan.


Chris kembali melayangkan pandanganya keluar, saat matanya menangkap sosok yang hatinya cari sejak tadi sontak saja ia langsung berdiri agar bisa lebih jelas melihat sosok itu.


Terlihat sebuah kelegaan tampak diwajahnya pria dingin, ia menatap sejenak Rima yang sudah duduk dikursi kerjanya, lalu kembali duduk dan fokus pada kerjaannya.


satu jam kemudian, Rima berjalan keruang Chris untuk mengantar file yang sudah ia kerja, Setelah mengatur nafas agar tidak kelihatan gugup Rima mengetuk pintu itu.


Tok tok tok.


"Masuk" shutan dari dalam.

__ADS_1


"Permisi Tuan, ini filenya sudah saya kerjakan" ucap Rima sopan lalu meletakan file itu diatas meja kerja Chris dan berpamit hendak keluar.


"Tunggu, habis dari kau? seenaknya saja berkeliaran dijam kerja" tanya Chris sambil memperhatilan Rima. ia hanya ingin memastikan Rima baik baik saja.


"Maaf Tuan, saya ada keperluan mendadak, Jika tidak ada yang perlu saya kerjakan lagi saya ijin keluar Tuan" ucap Rima.


"Pergilah dan selesaikan kerjaanmu, jangan berlaku seenaknya saja disini" ucap Chris, entah kenapa mulut tidak bisa dikontrol saat berbicara pada Rima.


"Baik Tuan" sahut Rima lalu melangkah keluar.


Lagi lagi Rima merasa hatinya sakit, ia semakin yakin Chris tidak memiliki perasaan apapun padanya.


Rima tidak berharap kata maaf dari Chris, tapi hati kecilnya tetap berharap pria dingin itu menannyakan keadaannya setelah membentaknya pagi tadi, namun lagi lagi Rima harus menerima kekecewaan itu karena Chris tampak cuek dan bahkan memarahinya, Rima semakin yakin keputusannya untuk lelupakan Chris adalah keputusan yang tepat.


"Semangat Rima, lo pisti bisa" ucap Rima menyemangati dirinya.


...:...


...:...


...:...


Trimakasi yang sudah sudah setia menunggu up atau pun yang mampir🙏🙏🙏.


Ingat jangan sampai kelewat jempolnya, tekan LIKE, VOTE dan kasi COMENTAR kalian biar Author lebih semangat up nya🥰🥰🤗🤗..


Ingat pesan Kakek bersabar itu indah🤗🤗😘😍

__ADS_1


Love U All❤🖤


__ADS_2