
Penantian CEO tampan itu akhirnya berbuah manis, meski belum sampai ketahap pernikahan, Raffa pria tampan tapi dingin itu sudah sangat bahagia.
Setidaknya mulai sekarang Raffa tidak perlu kucing kucingan lagi, Ia akan lebih leluasa menunjukan perasaannya pada Chara, gadis kecil yang Ia nantikan selama 20 tahun itu.
Namun ditengah kebahagia Raffa, Ia juga merasa sedih dan juga sangat marah, karena Chris harus berbaring dirumah sakit.
Raffa semakin geram setelah mendengar cerita, dari Ibu Siska dan Chara, sunggu Ia merasa dirinya sangat bodoh, karena dirinya menjadi orang terakhir yang tau semua kejadian sebelum acara lamaran itu.
Saat ini Chris sedang menjalan operasi pengangkatan peluruh yang menancap dilengannya.
Beberapa menit kemudian, lampu ruangan operasi dimatikan, pertanda operasi telah selesai.
Dokter pun keluar, dan disusu oleh suster yang mendorong Chris diatas kursi roda, dengan tangan kiri yang tertembak berada dalam gendongan.
Operasi yang dijalan Chris adalah operasi kecil, bahkan Chris menolak untuk dibius, Sebenarnya Chris menolak untuk ke Dokter, karena peluruh itu memancap dibagian lengan, dan tidak terlalu dalam, Chris bisa mengelurkannya sendiri, namun karena paksaan Raffa Ia pun menurut.
"Semuanya berjalan lancara Tuan, pasian bisa langsung dipindahkan keruang rawat" ucap Dokter itu karena melihat Raffa berdiri mematunga dihadapanya sambil menatap tajam kearah Chris.
"Kenapa? apa kau merasa sangat hebat, sehingga kau melakukan semua itu sendiri?" tanya Raffa
Chris terseyum sambil membuang muka mendengar ucapan Raffa.
"Ciiiihhhh, kau pikir aku akan luluh dengan seyum mu? kau akan tetap dikuhum, istirahatlah selama seminggu dirumah, dan jangan pernah muncul dikantor selama masa hukuman itu berlangsung" ucap Raffa lalu mengambil alih dorongan kursi roda dan membawa Chris ke ruang rawatnya.
Chris tidak menanggapi lagi ucapan Raffa, karena Ia tau itu adalah salah satu bentuk perhatian Raffa pada nya.
Kini mereka semua telah berada diruang rawat Chris, karena malam semakin larut Raffa memutuskan untuk mengantar Ibu Siska, Rima dan juga Chara pulang, setelah itu Ia akan kembali menemani Chris dirumah sakit.
Setelah berpamitan pada Chris, mereka semua pun langsung keluar dan menuju parkiran, Raffa melajukan mobil mewah itu menuju apartamen Chara, karena jalanan yang mulai sepih tak butuh waktu lama mereka pun tiba di apartamen.
Raffa mengantarkan mereka sampai diatas, bahkan smpai kedalam apartamen, Ibu siska dan Rima yang kelelahan pun langsung menuju kamar, tentu setelah berterimkasi dan berpamitan pada Raffa yang telah mengantar mereka pulang.
"Aku balik untuk temani Chris dirumah sakit, kamu hati hati dirumah, kalo ada apa apa langsung telefon aku" pamit Raffa pada Chara dalam hatinya ia berharapan Chara menggandeng tangannya dan mengantarnya kepintu.
__ADS_1
"Iyaahhh hati hati" sahut Chara terseyum sambil melambaikan tangan.
"Besok aku langsung berangkat dari rumah sakit, jadi aku tidak bisa menemuimu pagi nanti" ucap Raffa lagi lagi masi tetap berharap.
"Iyaahh, gak apa apa kan bisa ketemuan sorenya pas pulang nanti" sahut Chara santai
Raffa yang merasa gemas atas ketidak pakaan Chara langsung menarik Chara kedalam pelukannya sambil mencium cium puncuk kepala Chara, rasanya sangat berat jika ia harus meninggalkan Chara sekarang, apalagi harus bersabar sampai besok sore untuk bertemu lagi, namun Raffa tidak punya pilihan.
"Eheeemmmm"
Mendengar suara dehem itu Raffa langsung melepas pelukannya, dan cepat cepat berpamit pergi.
"Apa Ibu tau, ketika orang sedang jatuh cinta, dunia ini seharasa milik berdua, yang lain mah heemmmm cuman ngotrak Bu" ucap Rima nada sedikit meninggi, karena sengaja menggoda Chara
Ibu Siska terseyum mendengar ucapa Rima, Ibu Siska yang tadi ingin kedapur untuk mengambil air minum, tidak sengaja milihat anaknya yang sedang berpelukan, spontan langsung berdehem.
"Apa siiihh, sirik aja" sahut Chara dengan muka memerah karena tertangkap sedang berpelukan.
"Cieehh yang udah dilamar" lanjut goda Rima.
"Udah udah, ayoh pada tidur, udah larut malam ini" larai Ibu Siska, karena Ia hafal betul kelakuan 2 gadis itu, jika dibiarkan mereka berdua akan kejar kejaran seperti anak kecil.
Chara dan Rima pun menurut masuk kedalam kamar, tak butuh waktu lama mereka berdua pun terlelap dan melupakan semua kejadian buruk hari ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi hari, Raffa yang berada dirumah sakit pun sedang bersiap untuk berangkat kekantor. saat sedang memakai dasinya, Dokter datang untuk memeriksa keadaan Chris.
"Keadaan Tuan Chris sudah stabil, jika sampai sore nanti tensinya tidak meningkat maka Tuan bisa langsung pulang" ucap Dokter setelah memeriksa Chris
"Trimakasi Dokter" ucap Chris, dan Dokter pun berpamitan keluar.
"Aku pergi ya, sore nanti aku kembali untuk mengantar mu pulang" pamit Raffa.
__ADS_1
"Hemmmm" sahut Chris tanpa menole.
"Ada apa denganmu? kenapa kau merajut seperti wanita? apa perlu ku panggilkan suster untuk menemanimu?" tanya Raffa
"Tidak perlu" sahut Chris sambil mengisiaratkan tangannya seolah meminta Raffa cepat keluar.
"Baru dibebas kan seminggu saja, kau sudah mulai kurang ajar rupanya" ucap Raffa terseyum lalu membuka pintu dan langsung keluar.
Chris terseyum mendengar ucapan Raffa, Ia merasa senang bisa memggoda Raffa.
Kini Raffa telah melajukan mobil menuju gedung Adita Group, beberapa saat kemudian mobil mewah itu telah terparkir sempurna didepan pintu Aditama Group, setelah memberika kunci mobil pada securyti Raffa pun berjalan masuk dan menuju ruangannya.
Karena Chris yang sedang sakit, semua pekerjaan dihendel oleh Raffa , saat sedang sibuk dengan semua berkas dihadapanya, seseorng mengetuk pintu dari luar.
Tok tok tok
Raffa mengerutkan dahinya mendengar bunyi ketukan pintu itu, karena Raffa belum menjawab pintu itu pun diketuk lagi.
Tok tok tok
"Masuk" ucap Raffa sambil melihat kearah pintu karena penasaran dengan siapa yang datang.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang sudah setia menunggu up atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏
Jangan lupa dukung Author dengan LIKE & COMENTAR kalian smua😘😘😘
Ingat selalu pesan Papah, Sabar itu menjadi subur🥰🥰
__ADS_1
Love u All❤🖤