
Rima yang mengerti akan perasaan Chris menyambut pelukan itu dengan hangat.
^^^^^^^
Chris melepas pelukannya, lalu menatap wajah Rima sejenak. Chris berfikir mungkin ini saatnya ia berbagi kisa masalalunya dan Rima adalah orang yang tepat untuk mendengar semua kisah kelamnya.
Kisah yang tidak pernah Chris ceritakan pada siapapun, bahkan Raffa yang merupakan orang yang paling dekat dengannya tidak pernah tau seperti apa mehidupan Chris sebelum bertemu dengan dirinya.
Siapa sangkah pria sedingin dan sesangar Chris memiliki kisah masalalu yang begitu kelam, kisah yang mampu menunjukan sisi rapuh seorang Chris ketika bayang bayang itu kembali menghantuinya.
"Ayoo ikut, aku akan tunjukan sesuatu untukmu" ucap Chris sambil menggandeng tangan Rima lalu membawa gadis itu kembali kelantai atas.
Sesampainya diatas Chris langsung mebuka pintu kamarnya lalu mempersilakan Rima untuk masuk.
Kamar yang begitu luas, dengan perpaduan warna putih dan abu memberi kesan menly itulah yang dilihat bagi siapa pun yang pertama kali membuka pintu kamar itu.
Seperti kamar pria pada umumnya, dikamar itu tidak ada prabot apapun, hanya ada sepasang sofa panjang, sebuah lemarin pakian berukuran besar, dua buah nakas kecil yang tersimpan didua sisi tempat tidur, dan sebuah kaca besar yang sering digunakan Chris untuk berpose ala ala.
Rima berjalan masuk sambil menatap seluruh isi kamar itu, terlihat kepala gadis itu mengangguk angguk kecil entah apa yang ia pikirkan.
"Kamu orang pertama yang masuk kamar ini" ucap itu mengalihkan perhatian Rima yang sejak tadi menatap isi kamar itu.
"Benar kah?" tanya Rima antusias.
"Benar, jadi pastikan kamu tidak merusak satu barang pun yang ada disini" sahut Chris, seperti biasa pria itu selalu berbicara dengan wajah datar.
"Emang aku anak kecil" sahur Rima terlihat malas.
"Tidak juga, tapi isi kepalamu yang seperti anak kecil" ucap Chris sambil mendudukkan pantatnya disofa.
"Kamu bawa aku kesini cuman mau ajak debat?" tanya Rima tak percaya, ia merasa bingung dengan sikap Chris, baru saja pria itu terlihat sedih, eeh sekrang mulai keluar lagi sikap menyebalkannya.
"Sini duduk" panggil Chris meminta Rima duduk disapingnya.
"Bilang dulu mau ngapain" tanya Rima dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Menurutlah jika kau mau selamat keluar dari kamar ini" ancam Chris.
"Cihhh bisanya ngancam doang" ucap Rima pelan lalu berjalan kearah Chris dan duduk disamping pria itu.
"Buka itu" ucap Chris sambil menunjuk sebuah album yang ia simpan diatas meja.
Rima meraih album itu, lalu perlahan mulai membukanya, Rima tersyum ketika melihat seorang bayi lucu sedang tertawa bahagia dalam gendongan ibunya dan sang ayah merangkul istri dan anaknya dari belakang dengan penuh kebahagiaan, kesan keluar harmonis itu yang didapat Rima pada isi foto halaman pertama.
Namun semakin Rima membuka halaman selanjutnya, wajah kedua orang tua semakin hilang sedikir demi sedikit dengan coretan coretan kecil diwajah mereka.
Rima semakin penasaran, ia terus membuka album itu, saat menuju halaman terakhir wajah kedua orang tua semakin tidak kelihatan karena coretan dari spidol berwarna hitam itu semakin banyak. Sampai pada halaman akhir, kepala kedua orang tua benar benar ditutupi dengan semu coretan itu.
Rima menatap kerah Chirs seolah meminta penjelaskan dari foto foto yang ia lihat itu.
"Itulah gambaran dari keluargaku yang sebenarnya" ucap Chris sambil menatap lurus kedepan, ia paham betul maksud gadis itu menatapnya.
Chris pun mulai menceritakan masalalunya pada Rima.
*Flashback on*
Disaat usia Chris 4 tahun, ayahnya minta pada ibunya untuk berhenti kerja agar lebih fokus mengurus Chris kecil yang sedang aktif aktif dan membutuhkan perhatian extra, namun sang ibu menolaknya dengan berbagai macam alasan,
Dari kejadian itulah pertengkaran pertengkaran kecil hingga pertengkaran besar selalu saja terjadih, bahkan ayah Chris tak segan memukul ibunya karena merasa ibunya terlalu egois.
Masing masing sibuk dengan dunia kerja membuat hubungan mereka semakin jauh, dan Chris kecil pun selalu diabaikan karena keegoisan medua orang tuanya.
Chris kecil selalu menangis dipojokan ketika kedua orang tuanya bertengkar, sampai pada puncaknya kedua orang tuanya sepakat untuk pisah dan menlanjukan kehidupan mereka masing masing.
Chris kecil menangis sejadi jadinya, bersimpu dan memohon sambil memeluk kaki keduanya agar jangan pisah, namun usahanya sia sia karena tidak ada satu pun dari mereka yang merasa kasihan ataupun tergerak hatinya ketika mendengar ucapan laki laki kecil itu. Keduanya tetap pada keputusan mereka yaitu cerai.
Seakan pisah saja belum cukup menyakiti hati anak mereka, kedua orang tua itu pun tidak ada yang mau membawa Chris bersama mereka, ibunya pergi dengan lelaki pilihannya dan ayahnya terpaksa membuangnya ke Panti Asuhan karena istri mudanya tidak mau menerima Chris kecil.
Chris yang saat itu berusia 15 tahun memilih kabur dari panti asuhan karena merasa itu bukan rumahnya, Chris kecil pun memilih kembali kerumanya berharap bisa menemukan kedua orang tuannya disana, tapi sayang Chris kecil harus kembi menerima kenyataan pahit karena rumah mereka telah ditempati oleh penghuni baru yang telah membeli rumah itu.
Dengan penuh rasa sakit dan kecewa Chris kecil melangkah meninggalkan rumah berjuta kenangan itu, saat Chris sedang luntang lantung dijalanan tidak sengaja ia melihat segerombolan anak remaja sedang mekeroyok seorang anak laki laki yang berbadan besar.
__ADS_1
Chris kecil yang saat itu membawa sebuah mobil polisi mainan ditangannya langsung membunyikan alaram polisi dari mobil mainan itu, sontak para remaja itu kaget dan langsung kabur begitu saja karena berpikir ada polisi patroli sedang melewati jalan itu.
Chris kecil mendekati laki laki kecil yang berbdan besar itu, lalu Chris menarik tangannya dan mengajaknya lari dari tempat berbahaya itu.
Seja kejadian itulah Chris mengenal seorang teman benama Raffa, dan Raffa yang saat itu baru kehilngan kedua orang tuanya menjadi terhibur karena kehadiran Chris.
Keduannya pun tumbuh bersama layaknya saudara kandung hingga saat ini, bahkan Chris mendapat kasih sayang yang belum pernah ia rasakan dari kakek dan nenek Raffa. Karena itulah Chris berjanji akan mengabdikan seluruh hidup pada keluarga Aditama, terutama Raffa yang telah memungutnya dari jalanan dan memberinya kedudukan hingga sekarang.
****
Rima terdiam mendengar cerita Chris, ia tidak menyangka pria tangguh seperti Chris memiliki masa lalu yang begitu menyakitkan, sekarang Rima paham mengapa Chris terlihat sangat sedih ketika ia mengatakan akan pergi, ternyata pria itu memiliki trauma masalalu ditanggalkan oleh orang orang yang ia cintai.
"Setelah kamu tau smua itu apa kamu masi mau denganku?" tanya Chris seriaus diakhir ceritanya.
Rima meraih kedua tangan Chris lalu berucap.
"Kita tidak akan bisa mengubah masalalu seseorang, apalagi menghakiminya untuk masa sekarang. Baik atau buruhnya masalalu itu biarkan semua menjadi sebuah pelajaran dan kenangan tersendiri untuk dirinya. Aku tidak berjanji untuk selalu ada disampingmu, tapi aku akan berusaha untuk slalu ada disampingmu" ucap Rima serius sambil mentap lekat wajah tampan Chris.
Chris terharu mendengar jawaban Rima, ia merasa legah akhirnya beban yang ia simpan selama ini bisa ia bagikan dengan seseorang.
Chris kembali memeluk gadis itu erat, matanya kemabali memerah karena kebahagian yang ia rasakan begitu luar biasa sampai sampai ia tak bisa manahan air matanya.
...:...
...:...
...:...
Trimakasi yang masi setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏
Jangan lupa LIKE COMEN & VOTEnya yaa gengs🥰🥰
Ingan pesan orang tuan, sabar itu indah dan subur😘😘
Love U All❤🖤
__ADS_1