Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
78. Terungkap 3


__ADS_3

"Tuan Anda harus membebaskan nona Chara jika Anda tidak ingin menyesal" ucap Aldi sedikit terbata karena cengkraman Roy sangat kuat.


"Apa maksud Anda, hah?" tanya Roy dengan rahang mengeras.


"Nona Chara adalah anak bibi Amina yang selama ini Anda cari Tuan?" sahut Aldi semakin kesusahan bicara, karena Roy sama sekali tidak melonggarkan cengkramannua.


"Jangan coba mempermainkanku Aldi" ucapa Roy terlihat serius, pria itu mulai melonggarkan cengkramannnya dan perlahan melepaskan nya.


Dengan leher yang masi sakit, Aldi mengeluarkan selembar foto lagi dari dalam amplop yang sama , didalam foto itu terdapat sepasang anak kecil sedang terseyuk bahagia, tampak tangan anak lelaki kecil itu merangkul sayang bahu anak perempuan disampingnya, mereka berdua seperti sepasang kakak beradik yang sangat saling menyayangi.


"Tanyakan apa nona Chara mengenal wanita difoto ini?" ucap Aldi sambil menyerah foro itu pada Roy.


Roy meraih foto itu, matanya membulat sempurna melihat foto itu, bagaimana bisa Aldi dengan lancangnya mengambil foto kenangan keluarganya yang ia simpam didalam kamar pribadinya, ingin sekali Roy menghajar pria itu, tapi ia mengurungkan niatnya, karena yang paling penting saat ini adalah mengetahui kebenar tetang bibinya.


Roy mendekat kearah Chara, Raffa yang melihat Roy mendekat kearah istrinya, langsung menepis tangan para pengawal yang memegangnya dan berjalan cepat menghadang Roy agar tidak menyentuh istrinya.


Roy menatap tak berkedip pada Chara yang terlihat sedikit kacau karena diikat sejak semalaman.


"Apa benar kau mengenali wanita dalam foto ini?" tanya Roy dengan suara pelan.


Chara mengarahkan pandangan pada foto itu yang dipegang Roy itu.


"Ibu, tpi siapa yang disamping ibu itu" batin Chara dengan dahi sedikit mengkerut ketika mengenali foto masa kecil ibunya.


"Apa benar ini ibu mu?" tanya Roy lagu, karena melihat Chara terdiam.


Chara mengangguk pasti, lalu berucap.


"Iyaa itu ibuku, dari mana kau mendapatkan foto ibuku? dan siapa anak lelaki yang disamping ibuku?" tanya Chara penasaran.


"Siapa nama ibumu?" tanya Roy lagi.


"Saffa Amina" sahut Chara, nama Siska adalah nama painggilan ibunya, tapi yang sebenarnya adalah Saffa Amina.


Roy jatuh tersungkur didapan Chara, semua tubuhnya terasa lemas, hampir saja ia melakukan kesalahan yang akan ia sesali seumur hidupnya. Sekejam apapun Roy, ia tetap merindukan dan mengingkan keluarganya hadir disisinya.

__ADS_1


"Dimana mu ibu sekarang?" tanya Roy, suara pria itu semakin melemah dengan posisi tetap berlutur diahadapan Raffa dan Chara.


"Diramah suamiku, kamu siapa sebenarnya?" tanya Chara semakin penasaran melihat Roy yang terjatuh lemah dihadapannya.


Roy bangkit berdiri ketika mendengar ucapan Chara, mata pria itu terlihat memerah seperti habis menangis, ia kembali menatap wajah wanita yang ia sekap sejak kemarin itu, Roy tidak menyangka Chara adalah saudara sepupunya.


"Bawa pergi istrimu dari sini" ucap Roy lalu melangkah hendak pergi dari sana.


"Bawa juga semua berkas berkasmu, saya tidak tertarik sedikit pun dengan hartamu" lanjut Roy lalu berjalan menaiki anak tanggang.


Raffa, Chara dan Chris merasa heran dengan sikap Roy, ada apa dengan pria itu? dimana semua amarah yang berapi api tadi? dan apa maksud dari semua pertnyaan mengenai ibu Chara?.


Ucapan Aldi yang kurang jelas, membuat mereka semua tidak paham dengan semua pertanyaan Roy. Tidak ingin memgambil pusing, Raffa memilih untuk segara membawa istrinya pergi dari sana,


Raffa pun cepat cepat membuka ingkatan ditangan dan kaki istrinya, sesaat mereka berpelukan lalu melangkah hendak keluar.


"Maafkan saya Tuan" ucap Aldi menunduk memberi hormat.


Raffa menatap sesaat pada Aldi, lalu mereka bertiga melekang keluar dan meninggalkan Villa itu, Raffa sangat marah pada Aldi, tapi Raffa tidak ingin menghajar pria itu, setidak dengan kejadian ini Raffa tau apa dendam yang disimpan oleh Roy selama ini.


Meski Raffa masi penasaran dengan perubahan sikap Roy, Raffa memilih meninggakan tempat itu, Raffa akan mencari waktu untuk berbicara pada Roy, Raffa ingin menyelesaikan kesalapahaman diatara mereka.


Chris melajukan mobil meninggal Villa itu, sementa dari lantai atas Roy menatap kepergian 3 orang itu dengan wajah sedih.


Roy akan menunggu hingga keadaan tenang baru ia akan menemui bibinya, Roy tidak ingin bibinya marah karena peculikana ini. Roy pun berencana akan mengambil hati Chara sebelum sampai pada bibinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


3 jam perjalan akhirnya mereka sampai di mansion utama, kedatangan mereka langsung disambut oleh keempat orang tua yang menunggu mereka dengan cemas sejak pagi tadi.


"Chara, cucuku" itulah ucapa yang keluar dari keempat orang tua itu ketika melihat Chara melangkah masuk.


"Kamu tidak apa apa sayang?" tanya sang ibu sambil memeriksa seluruh tubuh anaknya lalu memeluknya erat.


"Aku tidak apa apa Bu" sahut Chara membalas peluka ibunya.

__ADS_1


Chara pun beralih memeluk kakek nenek dan juga bibinya, pertanyaan yang sama pun keluar dari mulut ketiga orang tua itu, tak lupa mereka juga mengelus dan menanyakan tentang kandungan Chara.


"Panggil Dokter Hendrik kesini, sekalian dengan Doter kandungan untuk mengecek keadaan istrimu nak" ucap sang kakek lembut.


Chris yang mendengar ucapa kakek pun langsung menjauh untuk menghungi Dokter Hendrik.


"Istirahatlah, kalian pasti lelah" ucap sang nenek.


Raffa dan Chara pun menurut, lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamar mereka.


"Tunggu disini, aku akan ambil obat untuk membersikan lukamu" ucap Chara ketika sampai dikamar, lalu hendak melangkah keruang gantik untuk mengalbil kotak p3k.


"Tidak perlu aku tidak butuh obat" ucap Raffa sambil melingkarkan tangan diperut istrinya lalu memeluknya dari belakang.


"Jangan begitu, nanti lukamu bisa infeksi" sahut Chara.


"Aku tidak butuh obat, aku hanya butuh kamu" pria telah menenggelamkan wajahnya dileher jenjang istrinya, sambil menghirup wangi tubuh yang ia rindu sajak 2hari lalu.


"Ayoo tidur, aku hanya ingin tidur sambil memelukmu" lanjut Raffa dengan posisi yng sama.


Chara mengangguk pertanda setuju dengan permintaan suami, Raffa menuntun istrinya ke ranjang tanpa melepaskan pelukakannya.


Raffa membaringkan istrinya diranjang, lalu mengecup seluruh wajah, tak lupa Raffa juga mengecup dan mengelus perut Chara yang masi rata itu.


Raffa benar benar tertidur sambil memeluk istri tanpa melakukan apapun, rasa rindu dan lelah yang berncampur memjadi satu membuat pasangan suami istri itu tertidur sangat pulas, begitu pun dengan Chris, pria itu juga memilih beristirahat disalah satu kamar tamu dirumah Raffa.


... :...


... :...


... :...


Trimakasi yang sudah setia menunggu up, atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏🙏..


Jangan lupa dukung Author dengan LIKE, COMENTAR & VOTE dari kalian, jika ada yang mau menambah poin atau koin gitu Author trima dengan dua tangan dan satu hati🤭😆🥰🥰.

__ADS_1


------


Love U All❤🖤


__ADS_2