
Raffa menatap tak percaya akan respon Chara, baru kali ini Chara terseyum tulus padanya, bahkan menggandeng tangannya.
"Apa Dia sudah memaafkan ku?" batin Raffa terus menatap Chara yang berjalan disampingnya.
Setelah sampai diatas, Raffa dengan senang hati menyiapakan makan malam untuk Chara.
"Cepat mandi sana, aku akan siapkan makan malam untukmu" ucap Raffa terseyun seperti biasa sambil mengacak acak sayang rabut Chara.
Chara tersuyum sambil mengangguk, lalu berjalan masuk kekamar.
"nyium bau sesuatu gak?" tanya Rima sambil mengendus endus saat Chara masuk.
"Bau apaan?" sahut Cahar polos ikut mengendus endus.
"Bau bau kebahagiaan seseorang yang habis dipeluk gitu" ucap Rima teryum sambil menyikut lengan Chara.
Chara yang paham akan ucapa Rima itu, mukanya langsung memerah
"Apaan sih gak jelas" sahut Chara pura pura tidak paham
"Cieeehh yang pura pura gak paham, mukanya sampe memerah gitu hahahaha" ucap Rima pecah tertawa
"Rima" teriak Chara yang tidak terima diejek, seperti biasa kedua sahabat itu pun main tonjok tonjokan didalam kamar.
Selesai mandi kedua sahabat yang habis tonjok tojokan itu pun turun kebawa untuk menikmati makan malam yang telah disiapkan oleh Raffa.
Kini mreka beremapat telah duduk dimeja makan, dan menikamati makan malam itu dengan penuh hikmat.
Raffa dengan sejuta rasa cinta nya memperlakukan Chara dengan istimewa, tanpa mempedulikan perasaan kedua insan jomblo yang sedang makan bersama mereka.
Chris dan Rima yang mulai terbiasa pun tidak terpengaruh dengan semua perlakuan Raffa pada Chara.
...****************...
Hari berganti hari, seminggu pun telah berlalu, kini kondisi Chara telah pulih, jahitannya pun telah mengering.
Hubungan Raffa dan Chara pun semakin dekat, Chara mulai membiasakan diri dengan semua perhatian Raffa, bahkan Chara tak sungkan membalas perhatian Raffa.
Bagi Chara, sahabat kecilnya telah kembali, tidak ada alasan untuk nya menolak semua kebaikan Raffa, urusan jodoh Chara kembalikan ke tangan Author.
Hari yang dinantikan Raffa pun akhir tiba, lamaran itulah yang selalu ditunggu Raffa seminggu terakhir ini.
Pagi ini Raffa berangkat kerja dengan wajah berseri seri, pasalnya kejutan lamaran untuk Chara akan diadakan sore nanti.
Karena tak ingin bosan menuggu sore, Raffa memilih menghabiskan waktu menunggunya dikantor.
Perasaan Raffa bercampur aduk, Ia bahagia karena hari yang Ia nantikan telah tiba, namun Raffa juga kawatir Chara akan menerimanya atau justrus Chara hanya menganggapnya sebagai teman.
__ADS_1
"Apa ini, kenapa rasanya deg degan begini" ucap Raffa sambil membuang nafas kasar
"Tuan, apa Anda baik baik saja?" tanya Chris saat melihat Tuannya seperti gelisah
"Apa kau tau rasanya seperti apa saat saat begini?" tanya balik Raffa
Chris mengerutkan dahinya mendengar pertanyaan Raffa.
"Maksud Tuan?"
"Aaahhh lupa kan, kenapa aku bertanya pada bujang lapuk sepertimu" ucap Raffa Ia sendiri pun bingung dengan pertanyaannya barusan
"Gimana persipannya?" ucap Raffa mengubah pertanyaannya
"sudah 99% Tuan" sahut Chris
"99? trus 1 % nya?" tanya Raffa
"1% nya adalah kehadian Tuan dan Nona Chara" sahut Chrise
Chris merasa sedikkt bingung dengan Raffa, mungkin Tuannya norvous akan menghadapi acara sore nanti, entah Chris pun tak paham akan hal seperti itu.
Sementara diluar ruangan kantor, semua karyawan tampak heboh, gosip Tuan Raffa akan melamar gadis masa kecilnya telah tersebar ke smua karyawan.
Semua tampak penasaran dengan siapa wanita berutung yang menempati hati Tuan Raffa selama puluhan tahun ini.
"Iyaahh , siapa ya kira kira wanita beruntung itu, jadi pengen tau" sahut salah satu temannya.
"Loh! bukanya wanita yang sering kesini dan pernah berpeluka sama Tuan Raffa itu?" tanya yang lain
"Belum tentu juga Dia orannya, Tuan Raffa aja gak peduli tuh sama Dia" sahut Irene si ratu gosip
"Ada yang tau gak sih tempat lamarannya dimana?" tanya yang satunya lagi
"Denger denger sih katanya dipinggir danau gitu" sahut Irene lagi deng gaya sok tahu nya.
"Apa sih pada heboh, gak ada lamar lamaran, udah sana kembali kerja" ketus Beti seperti biasa main serobot saja.
Beti pun sama penasarannya dengan siapa sosok gadis dimasalalu Raffa, namum Beti tetaplah Beti, Ia akan bermain dengan cantik, karena obsesinya pada Raffa masi sengat besar.
Deeeeegggg
Bagai tertancap anak busur yang menembus ke empedunya, hati seorang wanita yang sedang berdiri dipojokan bergetar dengan sangat hebat, tubunya lemas, kakinya bergetar seakan tak mampu berdiri.
Kaylah yang hendak mengujungi Raffa, mendengar dengan jelas semua gosip para karyawan itu, Kayla berdiri mematung, akan kah semua harapannya selema ini sia sia?
Kayla tak percaya dengan apa yang Ia dengar, selama berada diluar Negeri Kayla menjaga dirinya hanya untuk Raffa, bahka Kayla menutup hatinya pada setiap pria yang berusaha mendekatinya.
__ADS_1
"Apa ini alasannya sehingga selama ini kamu menganggapku tidak lebih dari seorang teman?" guman Kayla pelan dengan mata berkaca kaca sambil tersandar lemas ditembok.
Namu beberapa detik kemudian, Kayla seperti mendapat kekuatan super.
"Aku tidak akan mernyerah, pengorbananku selama ini tidak akan kubiarkan direbut begitu saja" ucapa Kayla sambil mengusap kasar air matanya yang sejak tadi telah menetes.
Setelah menenang kan dirinya, Kaylah berjalan dengan anggun menuju ruangan Raffa, seolah tidak mendengar apapun.
"Surprise" teriak Kaylah saat membuka pintu ruang kerja Raffa tanpa mengetuk
Raffa dan Chris yang sedang menikmati makan siang pun hampir tersendak dibuat kaget olehnya.
"Apa sejak kuliah diluar Negeri kau sudah kehilangan budaya sopan santu mu?" tanya Raffa tidak suka dengan kelakuan Kayla
"Yaa maaf, aku kan cuman mau kasi kejutan" sahut Kayla cemberut sambil mendekat ke arah Raffa yang sedang duduk di sofa bersama Chris.
"Nih aku bawain makan siang, aku masak khusu buat kamu" lanjut Kayla terseyum sambil mengangkat paper bag ditangannya.
"Hemm, Trimakasi tapi saya sudah kenyang, Chris jika kau mau habis masakan Kaylah" sahut Raffa lalu berdiri dan berjalan menuju kursi kebesarannya.
Belum sempat Chris menjawab ucapa Raffa, ponselnya bergetar pertanda ada pesan masuk,
terlihat dahinua mengkerut dan rahangnya mengeras saat membaca isi pesan itu. lalu bergegas pamit.
"Tuan, saya permisi untuk memastikan acara sore nanti, maaf jika nanti saya tidak bisa menjemput Tuan" ucap Chris sedikit membungkuk
"Ya, pergilah" sahut Raffa tanpa menole, Ia berusaha menyelesaikan pekerjaannya sebelum pulang.
Setalah mendapat ijin, Chris pun lnagsung melangkah keluar
Sementara Kaylah yang lagi lagi tidak dipedulikan semakin geram, apalagi mendengar ucapan Chris yang hendak pergi menyiapkan acara.
PRAAANNKKK bunyi suara sebuah bendah terjatuh dengan sangat kasar.
... :...
... :...
... :...
Trimakasi yang masi setia menunggu up, atau pung yang baru mampir🙏🙏🙏.
Seperti biasa, jangan lupa dukung Author yang kece andi badai ini dengan LIKE & COMENTAR kalian semua😘😘
Lagi lagi, ingat pesan Kakek, bersaba dan berbagi itu indah🥰🥰
Love u all❤🖤
__ADS_1