
"Terus memantaunya, jangan sampai kita kecolongan, sekarang cepatlah pesakan makan siang. Aku akan menyesaikan pekerjaanku" ucap Raffa lalu kembali kekursi kebesarannya.
Raffa ingin secepat mungkin menyelesaikan pekerjaannya, ia ingin segera pulang untuk bertemu istri dengan tercintanya.
Selesai makan siang Raffa langsun kembali bekerja, bahkan kepiran untuk menelpon istrinya pun tidak, karena yang ia pikirkan hanyalah segera menyesaikan perjaannya agar cepat pulang kerumah.
Jam dinding menunjukan pukul 03:00 sore hari, Raffa baru menyelesaikan pekerjaannya, setelah merenggangkan otot lehernya Raffa meraih gagang telefon yang ada disamping nya.
"Ke ruanganku sekarang" ucapnya lalu meletak kan kembali telefon itu
"Tuan" ucap Chris ketika masuk
"Kita pulang sekarang" ucap Raffa sambil berdiri, lalu mengambil jasnya dan berjalan keluar ruangan, Chris pun langsung mengekor dari belakang.
Mobil mewah itu melaju membela keramaian kota sore hari, dari balik kara, Chris bisa melihat dengan jelas ekspresi Raffa, wajah Tuan nya itu berbinar dan sesekali ia terseyum kecil, entah apa yang difikirkan nya, yang pasti otak jomblo Chris tidak akan mampu memahami isi kepala Tuannya.
"Apapun yang membuat Anda bahagia, saya berharap semuanya akan baik baik Tuan" batin Chris lalu kembali fokus pada kemudinya.
"Chris singgah ditoko bunga sebentar" ucap Raffa ditengah perjalanan mereka.
Seperti yang diminta Raffa, Chris memarkirkan mobil itu tepat didepan sebuah tokoh bunga, dengan penuh semangat Raffa keluar dari mobil dan melangkah masuk ke toko bunga itu.
Beberapa saat kemudian Raffa keluar dari toko bunga itu, dengam membawa seikat mawar putih yang masi segar ditanganya, setelah Raffa masuk kedalam mobil, Chris langsung melajukan kembali mobilnya menuju mansion utama.
10 menit berlalu, mobil mewah itu telah terparkir dengan sempurnah dihalama mansoin.
Raffa melangkah dengan penuh semangat masuk kedalam rumah.
"Bi dimana istriku?" tanya Raffa pada bi Ira.
"Maaf Tuan, nona muda baru saja keluar katanya ada yang ingin dibeli" sahut bi Ira sedikit takut.
"Keluar kemana?" tanya Raffa dengan nada sedikit meninggi.
"Maaf Tuan, nona muda tidak memberitahukannya pada bibi" sahut bi Ira semakin menunduk ketakutan.
Rahang Raffa mengeras mendengar ucapan bi Ira, lalu ia meletakan bunga itu ketas meja dan kembali melangkah keluar.
"Lacak keberadaan Chara sekarang" ucap Raffa sambil berjalan cepat menuju mobil.
__ADS_1
Sementara Chris yang baru saja hendak masuk kedalam rumah, langsung ikut kembali ke mobil.
"Sudah ketemu?" tanya Raffa
"Sudah Tuan, sepertinya nona Chara sedang berbelanjan di mini market terdekat kesini" sahut Chris lalu menyalakan mesin mobil dan melajukannya menyusu ketempat dimana Chara berada.
***********
"Aduuhhhh, maafkan saya Tuan saya tidak sengaja" ucap Chara ketik tidak sengaja menambrak lengan seorang pria dengan badan sedkit besar didalam mini market itu.
"Tidak tidak, saya yang seharus nya minta maaf karena tidak memperhatikan jalan saya" sahut pria itu sopan.
"Aah ini barang Anda yang terjatuh Tuan" ucap Chara sambil mengambil sebuah binder yang terjatuh dilantai, matanya melihat penuh selidik pada binder yang berada ditangannya, sepertinya tidak asing dimatanya.
"Binder itu" batin Chara.
"Trimakasi nona, ini satu satunya kenangan berhargaku bersama seseorang dimasa kecilku" ucap pria itu lalu berpamitan meninggalkan Chara dengan penuh tanda tanya.
Chara yang telah selesai berbelanjan langsung berjalan keluar dari mini market itu, saat sampai diluar Chara mematung melihat mobil suaminya yang baru saja terparkit didepan mini market.
Raffa yang juga melihat Chara langsung berlari dan memeluk istrinya erat, rasa kangen dan juga kawatir membuatnya tak ingin melepaskan pelukan itu.
"Kenapa tidak menelfon ku kalau mau keluar" tanya Raffa setelah melepas pelukannya.
Chara tidak menjawab, matanya menatap dalam Raffa yang bediri dihadapanya, seolah mencari sebuah kebenran, apakah pria itu telah membohonginya.
"Aku mau pulang" ucap Chara setelah beberapa saat menatap Raffa lalu berjalan kearah mobil.
Raffa menangkap sesuatu yang aneh pada tatapan Chara, biasanya istrinya itu tidak brani menatapnya lama lama, karena Chara sudah berjalan lebi dulu, Raffa pun mengekornya dari belakang.
Sepenjang perjalanan pulang, tidak ada percakapan apapun diantara mereka, bahkan Chara berusaha menjaga jarak dengan suaminya, Chara tenggelam dengan pemikirannya sendiri tentang siapa pria itu.
Setelah sampai dirumah, Chara terun dari mobil tanpa berucap apapun dan langsung menuju kamar.
"Cari tau ada kejadian apa di mini market tadi" ucap Raffa sebelum keluar dari mobil.
"Baik Tuan" sahut Chris, selah Raffa turun ia pun langsung melajukan mobilnya kembali ke mini market itu
.
__ADS_1
*******
"Katakan apa yang terjadi, kenapa sikap mu jadi aneh setelah keluar dari meni market tadi" tanya Raffa yang telah sampai di kamar.
"Tidak ada apa apa, aku hanya merasa sedikit lelah" sahut Chara acuh lalu melangkah kekamar mandi untuk membersihkan diri.
Raffa menarik nafasnya dalam, berusaha mengontrol diri, sambil menunggu kabar dari Chris.
15 menit berlalu, setelah Chara keluar dari kamar mandi, Raffa pun masuk untuk menyegarkan badannya.
Selesai mandi, Raffa langsung memeriksa ponselnya, ketika mendapatkan ada sebuah pesan Raffa langsung membacanya, setelah membaca pesan itu Raffa langsung terburu buru keluar dan menuju ruang kerja, karena Chris telah menunggunya disana.
Sementara Chara yang ditinggal Raffa begitu saja, mengerutkan dahi nya.
"Mau kemana Dia?" batin Chara
"Cepat katakan" ucap Raffa tak sabar ketika sampai ruangan kerjanya.
"Ini Tuan" ucap Chris sambil menujukan rekaman Cctv di ponselnya.
Raffa mengeraskan rahangnya ketika melihat isi vidio itu, saat matanya menangkap binder kecil yang diambil oleh Chara dilantai, ia langsung paham apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya.
"Siiiiaaalll, dia sudah selangka didepan kita" ucap Raffa dengan muka penuh emosi.
"Lalukan apapun dan segera selesaikan masala ini Chris, jangan sampai mereka melangkah lebih jauh lagi" lanjut Raffa lalu melangkah keluar meninggalkan Chris dan kembali kemar untuk menyelesaikan kesalapahaman dengan istrinya.
Raffa melangkah dengan jantung dag dig dug, sambil memikiran bagaimana caranya menjelaskan semuanya paca Chara,agar istrinya itu tidak salah paham lagi terhadapnya.
...:...
... :...
... :...
... Teimakasi yang sudah setia menunggu up atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏...
... Jangan lupa dukung selalu Author yang kece badai angin ribut inu dengan LIKE & COMENTAR kalian, biar otak Author makin encer dan jari semakin lincah😘😘...
... Ingat selalu pesan Bapak bersabar itu indah😍😍...
__ADS_1
... Love You Alll❤🖤...