Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
97.# mengantar pulang.


__ADS_3

Chris membuatkan Steak daging sapi untuk mereka berdua, selesai memasak keduanya pun makan bersama dimeja makan.


Mereka berdua menikmati makan sore menjelang malam itu penuh dengan kebahagian, dicela makan mereka, Rima mengeluarkan ponselnya lalu mengabadikan momen indah itu.


*****


Selesai mereka makan dan berbincang sebentar, Chris meminta ijin untuk mandi, setelah itu baru akan mengantar Rima pulang.


"Kau tidak ingin mandi?" tanya Chris.


"Aaah tidak, nanti saja dirumah" sahut Rima.


"Baiklaahh, aku mandi sebentar"


"Iyaahh" sahut Rima. Chris pun melangkah menuju kamarnya.


Rima terus memandingin Chris yang berjalan menaiki anak tanggan, setelah dirasanya Chris telah masuk kedalam kamar mandi, Rima berjalan pelan menuju kamar Chris.


Perlahan ia membuka pintu, Rima memasukan ujung kepalanya mengitip kedalam kamar, setelah memastikan keadaan aman, Rima pun mengedapan pelan masuk kedalam kamar Chris.


Beberapa saat kemudian, gadis itu keluar dengan wajah senduh, air matanya kembali menetes tanpa diundang. Rima menghapus air matanya lalu bergegas kebawa dan kembali duduk disofa.


Rima menyimpan sebuah benda yang ia ambil dari kamar Chris kedalam tasnya. Rima merasa legah karena Chris belum selesai mandi.


Lima belas menit berlalu, Chris telah selesai mandi. Pria itu berjalan menuruni anak tangga, pesono yang dimiliki pria itu tidak perlu diragukan lagi, walau hanya memakai pakaian rumahan Chris terlihat saat tampan.


Rima terkesima melihat Chris yang berjalan kearahnya, matanya menatap penuh arti pada pria yang sangat ia cintai itu, dadanya terasa sesak seakan sedang menahan sesuatu, namun bibirnya tetap memancarkan sebuah seyuman manis.


"Rima?"


"Aahh iyaa, aku" sahut Rima terlihat seperti orang kebingungan.


"Apa yang sedang kamu pikirkan?" tanya Chris penuh selidik.


"Tidak ada, aku hanya merasa terkejut. Ternyata kamu lebih tampan dengan pakian santai seperti ini" sahut Rima tersyum malu malu.


"Ciihhhh, sepertinya kau makin pandai menggodaku"

__ADS_1


"Siapa yang menggoda? aku bicara apaadanya"


"Sudah jangan dibahas lagi. Aku antar pulangnya peka mobil ya, ini sudah terlalu larut untuk mengendarai motor"


"Trus motorku?"


"Jangan dipikirkan, akan ada orang yang mengantarnya nanti"


"Baiklaahh Tuan Grey" sahut Rima terseyum manis.


Chris terseyum mendengar ucap Rima.


"Manis skali, ayo Nyonya Grey" ucap Chris lalu mengulurkan tangannya pada Rima.


Mereka berdua pun berjalan bergandangan keluar apartamen.


"Antarkan motor ini kerumah nona Rima" ucap Chris sambil menyerakan kunci motor Rima pada seorang pria yang berdiri didekat mobilnya.


"Baik Tuan" sahut pria itu sedikit membungkuk memberi hormat, lalu pergi menjalankan perintah tuannya.


"Tau tidak tau, harus tau kalau tidak ingin kepalanya hilang" jawab Chris terlihat serius.


Rima melongo tidak percaya melihat ekspresi dari wajah Chris, Rima berpikir masa iya hanya gara gara tidak tahu alamat saja kepala sampai hilang, terlihat gadis itu memegang lehernya seolah sedang membayang jika leher pria itu benar benar hilang. Rima bergeridik geli sambil menelan silavanya kasar.


"Hei, aku hanya bercanda, kau pikir aku sekejam itu. Alamat rumahmu sudah aku kirim kedia sajak tadi" jelas Chris.


"Ohh" Rima bernafas lega ternyata Chris hanya bercanda, walau ia sering aduh jontos sampai berdarah darah tapi tetap saja ia merasa merinding jika kejadian itu benar benar nyata dilakukan Chris.


"Udah ayo masuk, jangan bengong begitu" ucap Chirs sambil membukankan pintu mobil.


Rima terseyum lalu masuk kedalam mobil, setelah menutup pintu, Chris mengitari mobilnya lalu masuk dan duduk dikursi kemudi.


Karena sudah larut malam, tak butuh waktu lama mereka pun tipa di rumah Rima. setelah memarkirkan mobil, Chirs ikut turun bersama Rima.


"Aku tidak ditawarin masuk?" tanya Chris.


"Tidak hehehe. Lain kali saja yaa, ini udah malam nggak enak sama tetangga" sahut Rima.

__ADS_1


"Baiklah, aku pulang ya" Chris pun berbalik hendak melangkah kemobil.


Rima yang melihat Chris hendak pergi langsung menarik tangannya dan kembali memeluk kekasihya itu dengan erat.


"Hati hati dijalan yaa, aku mencitaimu" ucap Rima pelan, kedua tangannya mengeratkan pelukannya.


"Kamu mulai nakal yaa belakangan ini" ucap Chris terseyum, tangannya mengelus lembut kepala Rima.


"Masuk sana, tidak baik anak gadis berpelukan lama lama dengan seorang pria diluar pagar" lanjut Chris setelah Rima melepas pelukannya.


Rima terkekeh mendengar ucapa Chris, perlahan tangannya mulai membuka pintu pagar dan berjalan mundur masuk dalam. Bibirnya terseyum, matanya memandang lekat wajah tampan Chris, dan tangannya terus melamabai sampai ia tersandar dipintu masuk rumahnya.


Rima terdiam sejenak, lalu berbalik dan membuka pintu. Tanpa menoleh kebelakang lagi Rima langsung menutup pintu rumahnya.


Setelah memastikan Rima masuk, Chris pun masuk kedalam mobilnya dan kembali melaju pulang ke rumahnya, sepanjang perjalan wajah pria dingin itu terlihat terbinar.


Chris merasa senang Rima sangat mencintainya, bahkan gadis itu tidak segan menunjukan perasaannya, keinginan untuk menghalalkan Rima semakin meronta tak karuan.


Beberapa menit kemudian, mobil mewah itu telah memasuki area parkiran apartamennya. setelah memarkirkan mobilnya, Chris berjalan memasuki lift.


Ketika melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar, bayang bayang kejadian panas yang ia lakukan bersama Rima tadi kembali muncul dikepalanya.


Chris terseyum, lalu mendudukan pantatnya diujung ranjang. Chris memutuskan untuk melamar Rima besok, dan akan langsung menghadap kedua orang tua Rima untuk meminta ijin menikahinya.


Chris berpikir ia akan mengikuti jejak Raffa. Chris akan menikahi Rima terlebidahulu setelah itu baru memikirkan resepsinya. Sepertinya adegan panas tadi mulai meruntukan pertahanan seorang Chris sampai sampai ia kebelet kawin.


Seperti habis menyelesaikan sebuah masala besar, Chris merasa sangat legah. ia berdiri dengan wajah berserih lalu melangkah masuk kekamar mandi. Chris ingin berendam air hangat agar tidur lebih nyenyak.


Tiga puluj menit sudah Chris bermain dengan air, akhirnha pria itu selesai dengan ritual mandinya, bahkan telah mengenakan baju tidurnya. Chris membaringkan tubuh ranjang, sambil menatap langit langit kamar pria itu kembali terseyum lalu menutup kedua matanya dan mulai terlelap.


...:...


...:...


...:...


Happy reading guys, Love U All❤🖤

__ADS_1


__ADS_2