Penantian CEO Tampan

Penantian CEO Tampan
53.# Pembalasan Raffa.


__ADS_3

Setelah berpamitan pada istrinya Raffa langsung melajukan mobilnya membela keramaian kota sore itu, Raffa sengaja melaju dengan kecepatan sedikit tinggi karena ia sudah tak sabar ingin memberi pelajaran pada Kayla.


Beberapa menit kemudian Raffa telah sampai di basecamp, ia melangkah lebar masuk kedalam rumah mewah itu setelah memarkirkan mobil.


"Dimana dia?" tanya Raffa ketika pintu rumah terbuka.


"Torture room Tuan" sahut penjaga rumah itu menunduk memberi hormat.


Raffa langsung berjalan menuju kebelakang, dimana terdapat sebuah ruang yang seperti gudang, ruangan itu terlihat sedikit gelap dan menakutkan, dan ruangan itu mereka sebut sebagai torture room atau ruang penyiksaan, khusus untuk penghianat dalam dunia kerja, atau pun orang yang mencoba mengusik ketenangan tuan Raffa.


Penjaga yang melihat kedangan Raffa langsung membukan pintu lalu menundu memberu hormat.


"Tuan" sapa Chris sedikit membungkuk ketika melihat Raffa masuk.


Raffa berjalan masuk, pandangannya tertuju pada Kayla yang diikat di sebuab kursi kayu, Chris meminta pengawalnya mengikat Kayla dan melakban mulutnya karena wanita terus saja memberoktak minta dilepaskan.


"Lepaskan ikatannya" ucap Raffa dengan tatapan yang sulit diartikan.


Kayla yang mendangan ucapa Raffa langsung berbinar, ia merasa senang Raffa memerintahkan melepaskan ikatanya, Kayla yakin Raffa tidak akan tega padanya.


Kayla menatap penuh kesombongan dan mengejek pada Chris yang sejak tadi memperhatikannya, seolah ingin menunjukan bahwa Raffa berada dipihaknya.


"cepatan lama bangat sih" betak Kayla pada pengawal yang melepaskan talinya, dengan percaya dirinya Kayla mendekati Raffa dan berucap.


"Raffa aku,,,,,?"


PLAAAAKKKK


Satu tamparan yang cukup keras mendarat sempurna dipipi mulus Kayla.


"Itu untuk rencana busuk mu menjebak istriku"


Kayla membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang Raffa lakukan padanya, saat iya hendak membuka mulut ingin mengatakan sesuatu


PLAAAAKKK, satu tamparan lagi melayang dipipi sebelahnya.


"Itu untuk preman preman yang berani menyentuh tubuh istrinya"

__ADS_1


PLAAAAKKK , Raffa melayangkan tamparan ketiga dan seterusnya tampa memberikan kesempatan pada Kayla untuk berbicara.


"Itu untuk Istriku yang tersesat dihutan semalam"


PLAAAAAKKKK


"Itu untuk luka lebab diwajah istriku"


PLAAAAAKKK


"Dan itu untuk wanita murahan yang tidak bisa menghargai tubuhnya mu"


Darah segar mengalir begitu saja dari sudut bibir wanita cantik itu, dan bekas 5 jari Raffa terukir jelas dikedua pipinya.


"Singkirkan Dia, jangan sampai Dia muncul diahapanku lagi" ucap Raffa dengan posisi telah membakangi Kayla, lalu hendak melangkah keluar.


"Raffa maafkan aku, aku janji tidak akan mengganggumu lagi, tolong ampuni aku" ucap Kayla pecah dengan tangisan sambil bersimpul memelul kaki Raffa.


"Singkirkan tangan kotormu jika tidak mau ku lemparkan kedalam kandang buaya, bahkan tamparan itu belum sebanding dengan penderitaan yang di lewati istruku semalaman" ucap Raffa lalu menendang keras kakinya, dan melangkah keluar.


Kayla menangis sesunggukan, tamparan dan tendangan dari Raffa tidak sebanding dengan penyesalan dan luka dihatinya, ia tidak pernah lihat Raffa semurka itu, Kayla pasrah sepertinya sudah tidak ada harapan untuk dirinya memohon pada Raffa.


"Jaga dia, jika dia macam macam lakukan saja apa yang ingin kalian lalukan asal jangan melukai fisiknya" ucap Chris pada anggotanya lalu melangkah keluar menyusul Raffa.


Chris akan menyelesai masala Kayla besok, karena sekara ia harus menyusul Raffa untuk menuntaskan preman preman itu. Chris tau, Raffa tidak akan membiarkan orang orang itu bebas berkeliaran begitu saja setelah apa yang mereka lakukan pada istrinya.


Raffa memerintahkan anggotanya untuk menyiapkan bensin dan memasukanya kedalam mobil, sementara Raffa sendiri sedang berada diruang rahasia untuk mengambil satu senjata sebagai pegangannya.


Selesai bersiap, Chris dan Rffa langsung turun kebawa.


"Sudah siap?" tanya Raffa ketika sampai diluar.


"Sudah Tuan" sahut salah satu anggota.


Setelah mendengar ucapan anggota nya, Raffa dan Chris langaung berjalan menuju mobil mereka, Raffa meminta 8 anggota mengikutinya untuk membatu meratakan gedung itu.


tugas 8 anggota itu hanya membakar gedung itu, sementara Raffa sendiri yang akan menghajar preman preman itu dengan tanganya tentu dengan bantuan Chris.

__ADS_1


Kini 3 mobil itu telah melaju menuju tepat dimana Chara pernah di jebak, Raffa bersama Chris berada disatu mobil paling depan, diikuti 2 anggota yang membawa mobil berisi beberapa jerigen bensin, dan ke 6 lainnya berada dimobil paling belakang.


waktu menujukan pukul 9 malam ketika mereka sampai ditempat itu, tampak tempat itu sedang ramai karena Raffa bersama orang orangnya bisa mendengar dengan jelas suara preman preman itu dari luar, Raffa menatap penuh amara tempat itu, bayangan wajah memar istrinya kembali memenuhi kepalanya.


"Kalian berjagalah disini" ucap Raffa pada ke 8 anggotanya.


Raffa dan Chris berjalan menuju pintu masuk dengan gagahnya, kedua pria itu terlihat sangat keren dengan gaya pakian serba hitam, namun aura mematikan terpancar jelas dari mata kedua pria itu, karena pintu tertutup Raffa langsung menendangnya keras, dan sontak memancing perhatian semua preman preman itu.


"Heeii kalian cari mati yaa" teriak salah satu preman sambil mendekat kearah mereka


Raffa terseyuk senis menyambut preman itu, satu tendangan keras pun melayang bebas tepat didada preman itu, dan membuat preman itu terjatu mengenai teman temannya.


Perkelahian hebat pun terjadi, Raffa menghajar tanpa ampun orang orang itu, mematakan setiap tangan yang berhadapanya dengannya, cerita sedih istrinya mengenai malam penculikan itu tampak jelas dikepalanya, Raffa benar benar membayar tuntas penderitaan istrinya malam itu.


1 jam berlalu, preman preman itu telah jatuh lemah dilantai dengan satu tangan yang telah patah, ternyata Chris pun melakukan hal yang sama, mematahkan sala satu tangan mereka.


Tak lama kemudiam 3 mobil box besar pun tiba ditemapt itu, tampaklah 9 orang pria yang berpakian rapih dan serba hitam keluar dari dalam mobil box itu, lalu mereka mendekat kearah Raffa dan menunduk memberi hormat. Setelah memberi hormat ke9 orang itu langsung membereskan preman preman itu dan memasukan kedalam mobil box.


sudah dipastikan preman preman itu akan diasingkan dan kehidup mereka akan jauh dari keadaan normal sebelum, sehingga mereka akan berpikir berkali lipat sebelum melakukan kejatan.


Setelah mobil mobil box itu pergi, 8 anggota yang dibawa Raffa pun mulai menjalankan tugas mereka, bensi telah disiram mengelilingi gedung itu, mereka pun telah membersikan tempat itu agar tidak meninggalkan jejak apa pun, tak lupa mereka merusak meteran listri, agar smuanya terlihat sperti sebuah kecelakaan.


Dalam hitungan ketiga api menyambar dan mulai membakar gedung itu, setelah memastika gedung itu akan rata dengan tanah, Raffa, Chris berserta 8 anggotanya pergi meninggalkan tempat itu.


... :...


... :...


... :...


Trimakasi yang sudah setia menunggu up atau pun yang baru mampir🙏🙏🙏


Jangan lupa dukung Author selalu dengan LIKE, COMENTAR & VOTE kalian semua.🥰🥰🥰


Ingat pesan Kakek bersabar dan berbagi itu indah😘😘


Love U All❤🖤

__ADS_1


__ADS_2