
Sementara yang masih di rumah, sibuk mencari perlengkapan bayi. Semua tempat sudah mereka geleda tapi tidak menemukan dimana tas atau pun koper yang berisi perlengkapan ibu dan bayi.
"Ira, dimana Raffa menyimpan perlengkapan bayi dan ibunya?" teriak nenek, wanita tua itu terlihat kesal karena disaat-saat genting seperti ini tidak bisa menemukan apa yang ia cari.
"Sabar, pelan pelan carinya. mungkin saja di kamar bayi" larai kakek.
"Tidak ada, bahkan di kamar mereka pun tidak ada. Ira" teriak nenek lagi karena Bi Ira tak kunjung muncul.
"Semuanya sudah didalam mobil, Nek. Tuan Raffa telah mempersiapkan semuanya dari seminggu yang lalu" jelas Bi Ira sedikit ngos-ngosan karena ia sedikit berlari menaiki anak tangga.
"Kenapa kau tidak bilang dari tadi?" ketus nenek.
"Maaf, saya pikir Tuan Raffa sudah memberitahukannya pada Nenek" sahut Bi Ira.
"Sudah-sudah, ayo kita berangkat sekarang Buk." ucap Ibu Siska sambil menggandeng tangan nenek.
"Cepat tunjukan yang mana mobilnya, aku tidak mau melewatkan suara tangisan cicitku untuk yang pertama kalinya" jelas nenek pada Bi Ira.
"Baik Nek" Mereka semua pun berjalan mengikuti Bi Ira ke garasi mobil.
****
Sementara didalam mobil, seseorang sedang berusaha menahan sakit, terlihat jelas dari raut wajahnya yang ingin menangis. Kedua tangannya memegang kuat pada kursi kemudi yang ada didepannya, untuk menahan kesembingan badannya.
Ingin sekali orang itu berteriak, tapi harga dirinya lebih besar dari rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Dengan mengerahkan seluruh tenaga dalamnya, seorang Roy Fernandes berusaha menahan sakit.
Pria psikopat itu terlihat mati kutu saat Chara mencengkram rambutnya karena tidak tahan dengan sakit diperutnya. Roy hanya pasrah sambil menahan sakit, ia merasa menyesal telah ikut masuk kedalam mobil itu, awalnya ia hanya ingin mengerjai Raffa, siapa sangka ia terjebak dalam permainannya sendiri.
"Brengsek, kenapa kalian berdua menertawaiku sialan? Cepat kau pindah kesini, Aldi" ucap Roy, sedikit kesusahan karena Chara terus menarik narik kepalanya.
"Maaf Tuan, sepertinya mobil ini tidak bisa berhenti karena nona Chara harus segera ditangani" sahut Aldi.
Roy menatap tajam pada bawahannya itu seolah ingin menelannya hidup hidup.
Bukannya ketakutan, Chris dan Aldi mala semakin merasa lucu karena melihat ekspresi Roy yang berusaha menahan sakit. Sementara Raffa menatap tidak percaya dengan apa yang dilakukan istrinya, Raffa menelan salivanya kasar membayangkan dirinya yang berada di posisi Roy.
"Aww, sakit sayang" teriak Raffa, karena tiba tiba saja, Chara menjambak rambutnya dengan sangat kuat.
"Aku lebih kesakitan disini" sahut Chara, merapatkan kedua giginya karena perutnya semakin terasa sakit.
Ucapan itu menyadarkan Raffa bahwa istri lebih menderita kesakitan daripada dirinya, Raffa pun pasra menerima perlakuan istrinya. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, kedua pria tampan itu bergantian menerima jambakan dari Chara.
Tidak ada satupun yang berteriak kesakitan, hanya ringisan-ringisan kecil yang dikeluarkan oleh kedua pria itu.
__ADS_1
30 menit berlalu, akhirnya mereka tiba di rumah sakit. Dengan kepala yang masih terasa pusing karena jambakan tadi, Raffa langsung menggendong tubuh istrinya masuk ke dalam rumah sakit dan menuju ruangan persalinan yang telah disiap oleh para perawat.
****
Semua keluarga yang telah tiba di rumah sakit pun menunggu dengan penuh ketegangan di depan ruangan bersalin.
Hampir satu jam mereka menunggu, seketika wajah tegang mereka semua berubah menjadi senyuman bahagia, saat mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan persalinan.
Mereka semua pun saling berpelukan dan memberi ucapan selamat antara satu sama lain.
"Selamat ya mbak, sekarang mbak sudah jadi seorang nenek" ucap Bibi Ranti sambil memeluk Ibu Siska.
"Hem, kamu juga jadi nenek, nenek yang cantik" sahut Ibu Siska, mereka berdua pun tertawa bahagia.
"Selamat yaa Tuan, sekarang Tuan telah menjadi seorang Paman." ucap Aldi memberi selamat pada Roy.
"Diam kau, bersyukurlah kau karena hari ini aku sedang bahagia atas kelahiran keponakanku," sahut Roy ketus.
"Cihh, Om macam apa kau? Baru dijambak saja sudah mengeluh kesakitan" ejek Chris.
"Apa? kau juga mau dijambak?"
"Coba saja kalau kau bisa." tantang Chris, ketiga pria itu terus saja berdebat akan hal yang tidak penting itu.
Di Tengah perdebatan mereka, handle pintu ruangan bersalin pun diputar, pertanda ada seseorang yang akan keluar dari ruang itu, sontak mereka semua pun menoleh ke arah pintu bersamaan.
keempat orang tua itu menghampiri Raffa dan memberi ucapan selamat kepadanya, sang nenek mengecup kening Raffa berkali-kali sambil mengucapkan terima kasih. Nenek merasa sangat bahagia karena di usia yang sudah lanjut ini, masih diberikan kesempatan untuk menimang cicitnya. Kakek pun tak kalah bahagianya seperti sang istri.
Chris, Roy dan juga Aldi pun menghampiri Raffa untuk memberi ucapan selamat sambi menahan tawa, karena merasa lucu dengan penampilan Raffa, mengingat kejadian waktu dimobil tadi, ketiga pria itu bisa membayangkan apa yang dialami Raffa di ruangan bersalin tadi.
"Ketawa aja terus, aku sumpahin kalian dapat istri yang lebih bar-bar dari istriku saat melahirkan nanti" ucap Raffa dengan kesal.
Mereka bertiga pun hanya terdiam sambil menahan senyum mendengar ucapan Raffa.
****
Dua hari berlalu, karena kondisi Chara telah stabil, dokter pun mengizinkan mereka pulang hari ini.
"Sayang, kamu sudah selesai?" tanya Raffa.
"Iyaaa, ibu dan yang lain tidak kesini?" tanya Chara.
"Tidak sayang, mereka menunggu kita di rumah" sahut Raffa. "Ayo" ajak Raffa tangannya terulur mempersilahkan istri tercinta.
__ADS_1
Chara tersenyum lalu duduk dikursi roda yang telah disiap oleh seorang suster untuknya. Setelah meletakan baby Rafca dipangkaun Chara, Raffa pun mulai mendorong istrinya keluar, sementara Chris mengikuti mereka dari belakang sambil menarik sebuah koper kecil yang berisi baju baju dan keperluan Chara dan baby Rafca selama dirumah sakit.
empat puluh lima menit berlalu, setelah bermacet-macetan dijalan, akhirnya mobil Raffa memasuki gerbang mansion mewah itu.
Saat turun dari mobil, Chara menatap takjub pada dekorasi halaman rumahnya, semua telah dihias sedemikian rupa, dengan tema baby boy dan sebuah spanduk besar dengan tulisan 'welcome home baby Rafca' terpampang nyata di pintu masuk rumah mewah itu.
Chara menatap haru pada keluarganya yang begitu antusias menyambut kedatangan putra kecilnya. Ibu Siska langsung menggendong cucunya dan membawa masuk ke dalam rumah, sementara Chara didorong oleh Raffa.
Baby Rafca terlihat anteng ditengah keluarganya, semua tampak bersemangat mengajaknya bicara dan mengantri ingin menggendongnya, bahkan Roy, Chris dan juga Aldi yang belum pernah menggendong bayi pun ikut ikut ingin menggendong baby Rafca.
Melihat bayinya yang begitu nyaman di tengah keluarganya, Raffa langsung menggendong Chara dan membawanya ke kamar mereka.
"Terima kasih sayang, sudah melahirkan baby Rafca untukku" ucap Raffa saat mereka sampai di kamar.
"Kenapa bilang terima kasih? baby Rafca kan anakku juga"
"Aku tau sayang, tapi aku ingin mengucapkannya saja. Karena kamu adalah wanita yang hebat." ucap Raffa, ketika mengingat pejuangan Chara saat di ruangan bersalin.
"Semua ibu yang melahirkan juga hebat"
"Aku juga tau itu sayang, sepertinya statusmu menjadi mama baru membuatmu semakin cerewet" ucap Raffa, merasa sedikit kesal karena istrinya itu telah merusak momen haru mereka.
"Nggak dong, lagian kamu ajak aku kesini hanya untuk bilang makasih?" tanya Chara.
"Salah satunya sayang, tapi yang lebih tepatnya aku sangat merindukan wangi tubuhmu" sahut Raffa, seperti biasa pria itu memeluk sambil mengendus bau tubuh istrinya.
"Jangan aneh aneh, jahitannya aja belum kering" ucap Chara, memperingatkan suaminya itu.
Raffa membuang nafasnya dengan kasar dan terjatuh lemas dalam pelukan istrinya.
"Baiklah, CEO Tampan seperti aku akan menanti masa nifas itu dengan penuh kesabaran"
"Berarti judulnya penantian CEO tampan dong" sahut Chara, mereka berdua pun tertawa bahagia bersama.
:
****TAMAT****
:
:
Mohon maaf yaa jika di akhir cerita ini ada yang kurang, Author masih dalam tahap belajaran untuk mengakhiri akhir sebuah cerita🙏🙏🙏🙏.
__ADS_1
Sampai ketemu di kisah Chris dan Rima🥰🥰
Love U All.❤🖤